Avatar

Imam Ghozali

Penulis Kolom

847 ARTIKEL TELAH DITERBITKAN

" "

Puasa dan Ilmu Padi



Rabu , 03 April 2024



Telah dibaca :  2423

Alhamdulillah siang ini bisa silaturahim dengan Prof Dr. H. Gamal Abdul Nasir di Ruang Ketua STAIN Bengkalis. Pertemuan ini diabadikan oleh Dr. Jarir, Waket 1 Bidang Akademik. Ia secara diam diam mengambil gambar kami. Meskipun tidak serius, tapi agak lumayan bagus hasilnya. Hasil jepretannya terlihat natural. Sisa sisa keahliannya sebagai fotografer saat di Riau Pos masih terlihat dengan baik, kini Mas Jarir  sudah konsentrasi mengabdi di STAIN Bengkalis.

Prof Gamal Abdul Nasir adalah guru besar Institut Pendidikan Sultan Hasanal Bolkiah, Universiti Brunei Darussalam. Dulu, saya agak sering membaca tulisan tulisan karya ilmiahnya. Kajiannya bagus dan mendalam. Tentu saja yang menjadi bertambah kagum ku terhadap profesor pendidikan ini adalah sifat tawadhu luarbiasa. Ia benar benar menerapkan ilmu padi. Semakin dalam ilmunya, semakin bersahaja cara berbicara dan tawadhu dalam sikap dan perbuatannya. Wajahnya bersih dan bersinar. Rambutnya sudah memutih. Karena pengaruh rambut yang sudah memutih ini justru semakin terlihat wibawa  ketika berbicara. Setiap kalimat selalu mengandung ilmu. Sekitar satu jam saya mengobrol denganya, rasa-rasanya semua berisi untaian ilmu.

Apakah memang ciri khas dari guru besar selalu menerapkan ilmu padi?. Saya dalam hidup ini selalu ditemukan para guru besar dan ulama yang mempunyai sifat tawadhu luarbiasa. Kadang saya dibuat bingung olehnya. Ada seorang guru besar  sangat produktif sekali menulis di buku dan tulisan lepas di berbagai media massa. Ketika saya sowan kepadanya, dia selalu meminta kepadaku untuk menilai isi tulisan-tulisannya. Hati saya kadang menolaknya, bagaimana mungkin saya harus menilai karya karya nya sering saya kutip  dalam buku atau tulisan tulisanku dalam bentuk artikel atau lainnya. Hebatnya lagi, ia sangat senang sekali menerima masukanku dan ingin memperbaiki tulisannya dimasa-masa akan datang. Tentu terdengar lucu, tapi itulah guru besar yang telah saya temui dalam hidupku.

Ada juga guru besar yang kerjanya minta doa kepadaku. Setiap ketemu dan mengobrol tentang persoalan kuliah dan kehidupan, kadang ia menyelipkan permintaan agar saya mendoakan nya dan keluarga-keluarganya. Ada juga guru besar yang melihat tulisanku dan saya meminta untuk memeriksa tulisan-tulisanku yang amburadul, ternyata dia malah biang “Tulisanmu sudah bagus”. Saya bingung. Saya sendiri kadang ragu terhadap kualitas tulisanku sendiri. Namun guru besar tersebut malah mengatakan begini;”Sepanjang kamu terus menulis, maka selama itu tulisanmu bagus. Sebab tidak ada penulis lahir langsung menjadi penulis, mereka selalu latihan secara terus-menerus”.

Bagi saya para guru besar yang mampir dalam kehidupanku merupakan berkah tersendiri bagi saya. selain saya belajar dari mereka tentang ilmu nurul yaqin, juga belajar tentang ilmu ‘ainul yakin. Mereka bagian dari orang-orang yang mendapatkan amanah dari Allah untuk menebarkan ilmu-ilmu-nya dalam perspektif keilmuan yang beragam. Mereka bagian dari ulama dan ulama adalah pewaris para nabi. Maka belajar dari para ilmuwan berarti belajar mengenal agama yang sesungguhnya. Melalui mereka, kita bisa menerima tafsir-tafsir ayat-ayat Tuhan semakin luas dan indah.

Namun ada juga seorang ulama yang sangat unik menurutku. Sungguh sangat unik. Ketika saya nyantri di Pesantren Darussalam Banyuwangi Jawa Timur, sang ulama tadi selalu melarang saya ikut ngaji kitab kuning denganya. Uniknya, yang lain boleh sedangkan saya dilarang mengaji Kitab Kuning. Saya bingung dan gelisah jika pulang tidak bisa membaca kitab kuning. Tapi perintah guru juga tidak boleh ditolak. Akhirnya, saya pun menuruti perintah ulama tersebut.

Setelah pulang dari pesantren, saya terasa sangat tidak mengetahui apa-apa. Saya sedih. Umur sudah beranjak dewasa, tapi belum mengetahui agama secara benar. Akhirnya saya mulai belajar dari nol dan dari guru-guru yang sebenarnya pantas menjadi adik-adiku nomor 5. Meskipun mereka masih mudah umur belasan tahun, dan saya sudah dua puluh lebih, tetap mereka ditempatkan sebagai seorang guru. Saya tetap mencium tangannya dan mendoakan mereka dengan senantiasa mengirim fatehah untuk kebaikan hidupnya di dunia dan di akherat nanti.

Akhirnya saya mulai belajar mengerti hakikat hidup, bahwa ilmu tidak sebatas pada tataran nurul yakin dan ainul yaqin, tapi haqqul yaqin; yaitu ilmu mengenal diri sendiri. semakin mengenal diri sendiri semakin mengenal Allah swt. Ketika semakin mengenal Allah, maka hidup semakin indah dalam setiap masa dan keadaan. Sebab orang-orang yang sudah mengenal-Nya senantiasa berfikir positif atas segala karya dan ketentuan-Nya.

Sebagai penutup, saya sebagai orang yang lebih mudah sudah sepantasnya meminta doa restu kepada profesor gamal abdul nasir. Saya meminta keberkahan melimpah pada diriku, untuk istriku dan anak-anakku. Alhamdulillah, doa ketulusan yang luarbiasa dilimpahkan untuk ku dan keluargaku.

Terima kasih Prof Gamal Abdul Nasir, semoga senantiasa mendapatkan perlindungan dari Allah dan juga senantiasa mendapatkan keberkahan hidup yang melimpah.



Penulis : Imam Ghozali


Bagikan Ke :

Tulis Komentar


Avatar

Drs.Husnan

Semoga yg dilakukan ini selalu bermanfaat bagi ummat

Avatar

???? Reminder- + 1.0015 BTC. Verify >> https://out

kd4amq

Avatar

???? Ticket: You got a transfer NoRH79. GET >> htt

0x5tyb

Avatar

???? Email; Process NoWZ24. CONTINUE => https://te

276csi

   Berita Terkait

Ilmu Tawakal Hatim Al-Ashom; Rizqi Yang Tidak Tertukar
13 April 2025   Oleh : Vijianfaiz,PhD   1020

Doaku, Doamu, dan Doa Harimau
12 April 2025   Oleh : Vijianfaiz,PhD   613

Doa Kebaikan Untuk Orang Lain, Sebenarnya Untuk Diri Sendiri
11 April 2025   Oleh : Vijianfaiz,PhD   784

Puasa, Idul Fitri dan Perubahan Pola Makan
06 April 2025   Oleh : Vijianfaiz,PhD   761

Idul Fitri dan Misi Perdamaian
05 April 2025   Oleh : Vijianfaiz,PhD   886

   Berita Popular

Mengintegrasikan Iman, Islam dan Ihsan dalam Kehidupan Sehari-Hari
Minggu , 17 September 2023      12929


Pentingnya Manusia Ber-Tuhan
Minggu , 03 September 2023      4045


Puasa dan Ilmu Padi
Rabu , 03 April 2024      2424


NU Dan Sejarah Komite Hijaz Yang Terlupakan
Rabu , 24 Juni 2020      2351