Avatar

Imam Ghozali

Penulis Kolom

871 ARTIKEL TELAH DITERBITKAN

" "

Keimanan Yang Tersandera



Selasa , 03 Februari 2026



Telah dibaca :  280

Kaum yahudi sangat ketat membuat pagar pembatas. Bukan hanya persoalan etnis, pun persoalan agama. Mereka menolak agama yang diturunkan kepada Nabi Isa. Mereka juga menolak agama yang diturunkan kepada Nabi Muhammad SAW. Mereka hanya menerima kitab taurat sebagai satu-satunya kitab suci dan tidak menerima kitab suci setelahnya.  Itupun pengakuan yang tidak berdasarkan ajaran murni dari Kitab Taurat. Allah telah menjelaskan dalam ayat 91 sebagai berikut:

وَاِذَا قِيْلَ لَهُمْ اٰمِنُوْا بِمَآ اَنْزَلَ اللّٰهُ قَالُوْا نُؤْمِنُ بِمَآ اُنْزِلَ عَلَيْنَا وَيَكْفُرُوْنَ بِمَا وَرَاۤءَهٗ وَهُوَ الْحَقُّ مُصَدِّقًا لِّمَا مَعَهُمْۗ قُلْ فَلِمَ تَقْتُلُوْنَ اَنْۢبِيَاۤءَ اللّٰهِ مِنْ قَبْلُ اِنْ كُنْتُمْ مُّؤْمِنِيْنَ ۝٩

Artinya:

Apabila dikatakan kepada mereka, “Berimanlah pada apa yang diturunkan Allah (Al-Qur’an),” mereka menjawab, “Kami beriman pada apa yang diturunkan kepada kami.” Mereka ingkar kepada apa yang setelahnya, padahal (Al-Qur’an) itu adalah kebenaran yang membenarkan apa yang ada pada mereka. Katakanlah (Nabi Muhammad), “Mengapa kamu dahulu membunuh nabi-nabi Allah jika kamu orang-orang mukmin?”

Ayat tersebut di atas sebagai bukti cara berfikir kaum yahudi sangat ekstrem, kaku,saklek, dan dan intoleransi. Padahal Al-Qur’an telah mengakui dan membenarkan Nabi dan Rasul-Rasul mereka, membenarkan Kitab Taurat dan membenarkan agama yang dibawa oleh Rasul-Rasul mereka. Pendek kata, Al-Qur’an dan Nabi Muhammad membenarkan risalah mereka. Ironisnya, ketika datang utusan baru-Nabi Muhammad- membawa risalah sebagaimana yang telah dibawa oleh Nabi-Nabi sebelumnya, mereka mengingkari secara terang-terangan kebenaran yang disampaikan Nabi Muhammad SAW.

Klaim kebenaran dan kecintaan terhadap ajaran Kitab Taurat kaum yahudi sebenarnya tidak mendasar kebenaran dari wahyu Tuhan. Keimanan mereka sebenarnya tersandera oleh keakuan diri-egoisme- yang sangat tinggi sehingga tidak bisa menerima kebenaran. Jangankan menerima kebenaran yang disampaikan oleh Nabi Muhammad, kebenaran yang disampaikan oleh Nabi Musa pun ditolak secara terang-terangan.

Dari sini jelas bahwa klaim keimanan terhadap Kitab Taurat dan tunduk terhadap ajaran tersebut hanya permainan kata-kata yang tidak bisa dipegang sama sekali. Mereka menggunakan simbol-simbol agama sebagai pengikut agama Nabi Ibrahim, Ya’qub, Musa dan seterusnya hanya sebatas retorika yang ujung pangkalnya tidak jelas kebenarannya. Mereka tidak mencari kebenaran, tapi sebatas mencari pembenaran atas segala hujah keagamaannya. Mereka melakukan suatu kejahatan kemanusiaan yang sering dilakukan dalam perjalanan sejarah peradaban manusia dengan menutupi dalih-dalih perintah Tuhan untuk membasmi musuh-musuh.

Sejarah kaum yahudi dari dulu hingga sekarang sama. Dalil-dalil Kitab Taurat menjadi dasar perang dalam membasmi segala agama dan etnis selain yahudi-kaum bani israel.

Netanyahu pernah berbicara di depan tentaranya memberikan motivasi sebagai berikut: “Kalian berjuang sebagai bagian dari tradisi besar yang sudah ada sejak ribuan tahun lalu, dari zaman Yosua-tokoh penting pasca kepemimpinan Nabi Musa”.

Yosua merupakan seorang pemimpin militer dan strategi perang. Dalam kepemimpinannya, Bangsa Yahudi selalu melakukan peperangan atas nama Tuhan. Disisi lain, Yosua juga dikenal sebagai pemimpin yang sangat taat terhadap Kitab Taurat.

Pidato Netanyahu tersebut memberikan suatu gambaran psikologis bangsa yahudi harus hidup senantiasa melayani Tuhan dengan terus berjuang merebut kemenangan di seluruh muka bumi. Ideologi Kitab Taurat menjadi dasar penggerak utama. Peperangan tidak mengenal perjanjian perdamaian. Peperangan bagi kaum Yahudi merupakan suatu panggilan Tuhan. Perdamaian hanya strategi menyusun bentuk peperangan selanjutnya. Strategi ini hanya tipuan bagi negara dan bangsa-bangsa lain untuk mengikuti dan tunduk terhadap keinginan cita-cita besar politiknya. Sepanjang tujuan politik nya belum tercapai, maka peperangan akan terus berlanjut hingga tidak ada batas waktu yang ditentukan.

Kebenaran yang disampaikan oleh Nabi Musa ditolak oleh mereka. Kebenaran yang disampaikan oleh Nabi Muhammad juga ditolak oleh mereka. Kebenaran yang diterima oleh mereka adalah kebenaran yang telah direkayasa oleh para pendeta dan ulama mereka untuk tujuan politik besar kaum yahudi. Dari sini konflik akan terus terjadi atas nama agama dan atas nama kemanusiaan. Yang tidak setuju dengan cita-cita politiknya dianggap sebagai kelompok makar, teroris dan melanggar Hak Asasi Manusia-HAM.

Jika mengacu kepada sejarah, peperangan hanya akan berakhir-minimal kurang tensi suhu politiknya-ketika kaum yahudi berada di bawah kekuatan bangsa atau bangsa lain sebagaimana pada masa Nabi Muhammad. Mereka bisa tunduk terhadap kekuatan politik umat Islam. Itupun ada sebagian yang selalu membuat uji coba kudeta pada masa pemerintahannya. Jika mereka menjadi penguasa, maka tidak ada kata perdamaian sejati sampai kapan pun sejarah berlangsung.

Jika menelisik negara-negara kuat di barat saat sekarang ini-masyarakat yahudi telah menjadi juru kunci kekuasaan, politik, ekonomi, pendidikan dan saint. mereka sangat menentukan arah politik dunia. Hampir semua bangsa dalam genggamannya. Sadar maupun tidak sadar.

Itulah kejahatan yahudi yang telah tersandera keimanan mereka. Meskipun demikian, ada sisi positif yang bisa diambil pelajaran dari kaum yahudi yaitu rasa percaya tinggi dan semangat perjuangan sangat besar tanpa kenal lelah. Semangat perjuangan ini yang mengantarkan mereka mempunyai keunggulan-keunggulan dibidang ilmu pengetahuan, saint dan teknologi dan politik.

Kita mengakui nya sebagai bentuk kejujuran atas kelemahan diri sendiri dan intropeksi untuk memperkuat pondasi-pondasi pada tataran politik dan peradaban umat Islam.




Penulis : Imam Ghozali


Bagikan Ke :

Tulis Komentar


   Berita Terkait

Genjatan Senjata Antara Harapan Damai dan Ancaman Baru
10 April 2026   Oleh : Vijianfaiz,PhD   324

Minyak Bumi antara Berkah dan Bencana
24 Maret 2026   Oleh : Imam Ghozali   184

Hubungan Tamak Dan Takut Mati
21 Februari 2026   Oleh : Imam Ghozali   80

Ketakutan Kaum Yahudi Akan Kematian
10 Februari 2026   Oleh : Imam Ghozali   96

Lubang Biawak di Tepi Laut Persia
09 Februari 2026   Oleh : Vijianfaiz,PhD   127

   Berita Popular

Mengintegrasikan Iman, Islam dan Ihsan dalam Kehidupan Sehari-Hari
Minggu , 17 September 2023      13553


Pentingnya Manusia Ber-Tuhan
Minggu , 03 September 2023      4546


NU Dan Sejarah Komite Hijaz Yang Terlupakan
Rabu , 24 Juni 2020      2871