
Saya memakai kaos warna hitam adalah
hadiah dari IAIN Pare-Pare. Selalu saya pakai. Saat liburan dan berjalan-jalan
dengan istri, saya pun memakai. Kenapa? Karena ada gambar yang sangat unik. Gambar
kaosnya adalah Rumah Adat Tanah Toraja. Sangat mengesankan. IAIN merupakan Perguruan
Tinggi Islam, sedangkan kaosnya simbol adat yang identik dengan budaya
non-muslim. Dari IAIN ini saya mendapatkan pesan bahwa Indonesia harus
disatukan dalam keberagaman keyakinan agama, suku dan budaya. Itulah Indonesia.
Tanpa adanya keberagaman, maka tidak ada Indonesia. Ketika menginginkan
Indonesia tetap berdiri, maka keberagaman harus dipertahankan. Bahkan kata Gus
Dur,”Apapun akan saya lakukan agar Indonesia tetap utuh”. Bahkan dengan
tegas mengatakan bahwa “Keutuhan Negara dan bangsa lebih penting daripada
sekadar jabatan”.
Hari-hari ini, rasa-rasanya wilayah
langit sangat sibuk. Doa permohonan terus berkumandang. Untung saja, doa tidak
diarahkan ke bagian Kesra. Mungkin jika doa dalam wujud proposal, sudah berapa
ribu mesin fotocopi rusak dan sudah berapa ribu PNS dan honorer di kesra masuk
rumah sakit akibat penyakit maag kambuh akibat telah dan tensi darah naik. Untung saja, kerajaan langit
tidak seperti kerajaan milik Sun Go Kong. Karena konflik dengan para
dewa akibat salah paham, surga kena tendang kera sakti tadi. Akhirnya hancur
berkeping-keping. Untung saja, wilayah langit memakai konsep sederhana, “Berdoalah
kepadaku, niscaya akan aku kabulkan doa-doamu”. Untungnya, Islam telah
menerima dengan luas seluruh doa tanpa perlu aturan administrasi yang ribet. Sesibuk
apapun langit terlihat tenang. Saat di malam hari, saya melihat ke langit
jutaan bahkan milyaran cahaya bintang tetap memuji dan bertasbih kepada Allah
swt. Saat datang pagi hari, matahari tetap mengeluarkan cahaya dan terus
menyehatkan manusia dan menumbuhkan tumbuh-tumbuhan serta membantu proses fotosintesis.
Semua kembali lagi untuk kemanfaatan umat manusia. Sungguh Allah begitu sayang
kepada kita semua. Sang Pencipta yang mempunyai sifat Rahman dan Rahim telah
berfirman: “Wahai orang-orang yang beriman, jadilah kamu penegak keadilan
dan saksi karena Allah, walaupun kesaksian itu memberatkan dirimua sendiri, itu
bapakmu, atau kerabatmu. Jika dia kaya atau miskin, Allah lebih layak tahu
kemaslahatan keduanya. Maka, janganlah kamu mengikuti hawa nafsu karena ingin
menyimpang dari kebenaran. Jika kamu memutarbalikan kata-kata atau berpaling,
sesungguhnya Allah maha teliti terhadap segala apa yang kamu kerjakan”.
Allah telah menjadikan kita sebagai
saksi proses kehidupan. Para peserta pesta demokrasi menjadi saksi kekuatan
diri ketika telah melakukan segala ikhtiar. Anda akan bertemu beberapa saksi
yang bisa jadi itu saudaramu, mertua mu, adikmu atau iparmu. Anda dan saudara
anda akan berbicara tentang makna kebenaran dan keadilan. Anda akan berbicara keadilan dan kebenaran,
hal sama saudara anda akan dalam sudut pandang berbeda. Ketika tidak ada titik
temu, lahir konflik. Mulut berbicara kotor, pikiran dikuasai nafsu, emosi pun
naik. Saat emosi naik, dan tenaga tinggi, maka lampiasan nya kadang dalam wujud
negatif membayakan sesama saudara sendiri.
Proses kehidupan, apalagi dalam
dunia politik selalu punya potensi yang kadang sulit dicerna dengan akal
pikiran yang sehat. Saudara mu terkadang terlihat seperti musuh mu. Musuh mu di
masa lalu terkadang hari ini berubah menjadi sahabat dekatmu yang terkadang
melebihi saudaramu. Dari sini, terlihat bahwa persaudaraan dibangun atas sebuah
kepentingan, bukan atas sebuah landasan kasih-sayang. Kahlil Gibran mengatakan;
“Jika kamu tidak bekerja dengan cinta, tetapi hanya dengan kebencian, lebih
baik tinggalkan pekerjaanmu”. Apa artinya suatu pekerjaan ketika kita
sama-sama menebarkan kebencian. Padahal pekerjaan bernilai menyenangkan dan
membuat kita hidup lama dan kekal lahir dari rasa cinta yang mendalam. Cinta telah
menjadikan apa yang kita lakukan bermakna. Bahkan saat orang lain melempar
kotoran kepada kita, cinta mampu mengeluarkan sinar keagungan dalam tumpukan
sampah.
Khalil Gibran mengatakan, “Cinta
adalah karunia Tuhan kepada jiwa-jiwa yang peka dan agung. Haruskah kita
campakkan kekayaan ini dan kita biarkan babi-babi itu memporak-porandakan dan
menginjak-injaknya. Dunia begitu penuh keajaiban dan keindahan. Lalu mengapa
kita hidup dalam terowongan sempit yang digali oleh pendeta itu untuk kita.
Hidup penuh dengan kebahagiaan dan kebebasan, mengapa kita tetap membiarkan
belenggu di pundak dan kita patahkan rantai yang menjerat kaki kita, lalu
berjalan bebas menuju kedamaian”.
Pikiran kita telah dipenuhi dengan
kotak-kotak yang penuh warna warni. Tapi sayangnya, keberagaman warna yang
seharusnya memperindah taman malah berubah menjadi susunan benda-benda yang
tidak harmonis. Allah telah menciptakan keberagaman warna agar disusun sebagai
suatu bangunan dan taman-taman yang membuat hati semakin damai dan bahagia. Kita
akan bertemu dengan mereka pada suatu masa. Saat bertemu, semua telah menjadi
kami. Tidak ada lagi perbedaan. Warna telah menyatu menjadi indah dan menjadi
kekuatan untuk menebarkan kedamaian di tengah-tengah masyarakat.
Hati kita yang paling dalam
sebenarnya adalah tempat suci mutiara-mutiara cinta. Kita akan merasakan
kedamaian saat itu berada di dalamnya. Ada rasa tenang dan bahagia. Ali bin Abi
Thalib mengatakan, "Allah menjadikan hati-hati manusia saling
bertautan, maka percayalah bahwa jodoh telah ditentukan-Nya." "Cinta sejati
adalah cinta yang menghidupkan jiwa dan mengantarkan ke
surga-Nya." "Doa adalah kunci rahasia mendapatkan pasangan hidup yang
terbaik”.
Tuhan akan menemukan kita dengan
orang-orang yang kita cintai. Tapi Tuhan akan menyatukan kita dengan orang-orang
yang tulus mencintai karena Allah swt. Cinta karena nafsu hanya mampir dalam
kehidupan. Cinta karena sebatas wanita dan jabatan hanya mendapatkan seonggok
tubuh dan sepiring makanan. Tapi cinta dibangun karena mengagungkan Allah swt,
semua kesedihan, keletihan dan penderitaan menjadi sesuatu yang bernilai agung
di pandangan-Nya. Maka Allah mengajarkan kepada hamba-hamba-nya tentang cinta
dengan simbol kebahagiaan sebagai berikut,” Wahai Tuhan kami, berilah kami
kebahagiaan di dunia dan akherat, dan jauhkan dari api neraka”. Itulah cinta
sejati, tidak berhenti hanya pada stasiun dunia, tapi jauh menuju stasiun
akherat. Jika kita hanya berhenti pada satu stasiun kita akan menyesal. Sebab perjalanan
masih jauh dan kita membutuhkan kendaraan untuk mengantarkan ke stasiun
selanjutnya.
Mungkin banyak yang membenci dan
mencaci maki kita dalam kehidupan yang penuh warna. Orang-orang yang telah
hanyut dalam lautan cinta, sudah tidak berfikir lagi mencari api untuk membakar
dan membalas caci makian mereka. Orang-orang yang selalu menebarkan kedamaian
akan menjadi cahaya kehidupan. Sebaik-baik manusia, yaitu yang mampu memberi
manfaat bagi orang lain. Hidup sudah tertanam untuk selalu berbuat terbaik di
waktu yang begitu singkat di dunia ini. Salah satu amalan terbaik yaitu
memanjatkan doa kepada Allah swt, agar seluruh hati manusia dilimpahi rahmat
cinta kepada Allah dan kepada sesama manusia. Semoga kita mampu melihat pesta
demokrasi adalah hal yang wajar-wajar saja. Ada yang lebih tinggi dari semua
itu, yaitu persaudaraan yang dibangun atas rasa cinta karena Allah swt.
Penulis : Imam Ghozali
Ilmu Tawakal Hatim Al-Ashom; Rizqi Yang Tidak Tertukar
13 April 2025   Oleh : Vijianfaiz,PhD   1061
Doaku, Doamu, dan Doa Harimau
12 April 2025   Oleh : Vijianfaiz,PhD   629
Doa Kebaikan Untuk Orang Lain, Sebenarnya Untuk Diri Sendiri
11 April 2025   Oleh : Vijianfaiz,PhD   811
Puasa, Idul Fitri dan Perubahan Pola Makan
06 April 2025   Oleh : Vijianfaiz,PhD   788
Idul Fitri dan Misi Perdamaian
05 April 2025   Oleh : Vijianfaiz,PhD   916
Mengintegrasikan Iman, Islam dan Ihsan dalam Kehidupan Sehari-Hari
Minggu , 17 September 2023      13565
Pentingnya Manusia Ber-Tuhan
Minggu , 03 September 2023      4558
IMPLEMENTASI HAK-HAK POLITIK KELOMPOK MINORITAS MENURUT ABDURRAHMAN WAHID
Rabu , 18 Januari 2023      3571
Khutbah Jum'at Kontemporer Sikap Umat Islam Terhadap Perang Iran-Israel
Rabu , 25 Juni 2025      2969
NU Dan Sejarah Komite Hijaz Yang Terlupakan
Rabu , 24 Juni 2020      2876