
Permusuhan Arab Saudi dan Iran cukup lama. Kita
bisa membuka bukti-bukti lembaran sejarah betapa kedua negara ini sebagai musuh
bebuyutan. Ada beberapa peristiwa yang memperkuat fakta tersebut antara lain; Pertama,
pada tahun 1987 Arab Saudi mendukung Irak dalam melawan Iran. Ini terkenal
dengan perang Irak-Iran atau perang teluk-I. Dibelakang Irak ada AS dan Arab Saudi. ironisnya, pada perang Kuwait-Irak pada tahun 1990, as bermusuhan dengan Irak. ia menjadi sekutu Kuwait. ini disebut sebagai perang teluk-II. pada tahun 2003 terjadi perang teluk-III. Irak head to head AS. Irak kalah. Presiden Sadam Husain mendapat hukuman, digantung atas tuduhan kejahatan kemanusiaan. kedua, awal
tahun 2016, Arab Saudi mengeksekusi ulama besar aliran Syiah; Nimr Baqir Al
Nimr. Dia adalah ulama sekelas Ayatollah Khumaini di mata pemerintah Iran. Ketiga,
kematian Soleiman dan Abu Mahdi Al-Muhandis dalam serangan udara AS pada awal
tahun 2020. Qasem Soleiman dibunuh oleh AS. Tapi ada irisan dengan Arab Saudi sebagai
sekutu AS. Maka, kemerahan Iran terhadap AS sama kemarahannya kepada Arab Saudi.
Permusuhan tersebut merupakan wujud dari
kedua negara untuk menjadi penguasa tunggal di Timur Tengah. Arab Saudi sebagai
kekuatan baru ingin menjadi Khalifah atau penguasa tunggal atas berbagai negara Timur Tengah. Hal yang sama iran menjadi penguasa tunggal di wilayah Timur Tengah. salah satu caranya menguasa kilang minyak bumi. Rebutan ini menjadi pemicu utama selain sentimen ideologi wahabi-syiah. keduanya mencari koalisi. arab saudi berkoalisi dengan AS, Iran dengan Uni Soviet(sekarang Rusia-pen) dan Cina. Salah
satu contoh terbaru beberapa waktu lalu tentang konflik Suriah. Iran mem-back up
pemerintah yang sah, Bashar Al-Assad. Sedangkan Arab Saudi membantu para
pemberontak, termasuk ISIS internasional. Warga Indonesia yang ikut peperangan
di Suriah sekitar 1000-an orang. ISIS kalah. Warga Indonesia yang terafiliasi
isis ingin kembali ke Indonesia. Ini menjadi problem. Sebab mereka sudah
menolak NKRI, dan menyatakan diri keluar dari warga Negara Indonesia dan ingin ikut
mendirikan khilafah di Suriah.
Jika dillihat dari segi kekuatan angkatan
perang, Arab Saudi dan Iran adalah pada level kedua. Level pertama Cina dan
Amerika Serikat. Jika dilihat dari sisi kemajuan ilmu pengetahuan dan
teknologi, Iran jauh lebih unggul dari Arab. Itu sebabnya, Arab Saudi melakukan
reformasi besar-besar soal pendidikan. Para pangeran dan keluarga bangsawan
ramai-ramai kuliah di barat dalam bidang saint dan teknologi. Mereka ingin
mengalahkan musuh bebuyutan, Iran. Maka jangan heran, berkaitan paham keagamaan
masyarakat Arab Saudi saat sekarang ini lebih moderat, bahkan saat ini sudah
mulai meniru model Islam Indonesia yang sangat tasamuh dan tasawut. Berbagai terobosan
pemimpin baru, Arab Saudi ingi menjadi negara yang modern, tidak kolot dan
menghilangkan stigma sebagai Negara Wahabi dan berpandangan ekstrem. Gejala ini
bisa dilihat di sekitar Masjid Nabawi dan Masjid Haram. Mereka bisa hidup berdampingan
dengan paham agama Islam yang beragam. Termasuk dalam hal melaksanakan ibadah. Mereka
moderat. mereka sudah terbiasa mata kaki tertutup dan sebagian sudah terbiasa membawa tasbih. Kalau toh keluar kata-kata “haram” kepada para jamaah, hanya sebatas
untuk mengganti kalimat “tidak boleh” agar bisa gantian orang lain yang
jumlahnya ratusan ribu. Contoh saja saat ziarah ke makam nabi. Jika tidak
dijadwal dan dibiarkan, akan menimbulkan madarat lebih besar seperti terjadi
kerumusan masal yang berujung pada kemungkinan kecelakaan atau kematian masal
akibat berdesak-desakan. Begitu juga orang yang membaca Al-Qur’an di Dekat
Ka’bah, langsung diharamkan. Sebab ribuan orang ingin memegang, mencium Ka’bah
sebagai wujud rindu kepadanya. Mencium Ka’bah dibiarkan dan tidak ada larangan, tapi membaca Al-Qur’an diharamkan, karena mengganggu antrian orang yang ingin mencium Ka'bah. itu sebabnya jika ingin membaca Al-Qur'an agak jauh Ka'bah dan bukan pada area untuk Thowaf.
Kata haram sebatas untuk mendisplinkan ibadah Umrah dan Haji.
Kembali ke pokok persoalan, kenapa Cina
mampu membuat Arab Saudi dan Iran rujuk(10/3)? Penulis menilai ada pergeseran kekuatan ekonomi dunia. Kekuatan ekonomi
Amerika Serikat melemah dan menguatnya kekuatan ekonomi Cina. Hal ini karena
dipicu oleh sistem perdagangan klasik AS yang kaku model rambo. Isinya senantiasa menciptakan konflik dan perang. setelah terjadi perang, AS jualan senjata perang. Sedangkan Cina menjual ilmu pengetahuan dan
teknologi terapan untuk kebutuhan beragam aspek kehidupan. Hal ini penulis bisa
melihat di sekitar kita. Kebutuhan dapur mulai dari Piring, Kompor, Dispenser
sampai pada Tusuk Gigi dikuasi oleh ekonomi Cina. Artinya Cina lebih jeli
menguasi pangsa pasar siap pakai ketimbang AS yang masih membanggakan dengan
teknologi-teknologi perangnya.
Sebenarnya kedekatan Arab Saudi kepada Cina
sudah beberapa tahun lalu. Mulai tahun 2016, Cina sebagai pembeli Minyak Tanah terbesar
Arab Saudi. Tahun 2022, Cina dan Arab Saudi menekan 34 kesepakatan investasi
senilai US$30 milyar. Sedangkan Cina dan Iran adalah sahabat lama karena ada
kesamaan ideologi sosialis. Ini wujud keseriusan Iran melawan hegemoni AS di Timur
Tengah dengan membuka kerjasama negara-negara adi daya baru dan Negara-negara Timur
Tengah yang mempunyai kesamaan ideologi. Ini kerjasama saling menguntungkan yaitu menguasai sumber daya alam, terutama minyak bumi di Timur Tengah.
Kini Timur Tengah kembali mencatat sejarah,
Cina mampu melunakan hati Arab Saudi dan Iran yang selama ini terus berseteru. Ini
berita yang sangat menarik. Paling tidak ada harapan stabilitas keamanan bisa
semakin baik. Bahkan bisa jadi, ini kekuatan baru untuk sama-sama
mengintervensi kekuatan Yahudi di Palestina. Jadi, ada peluang lebih besar dari
sebatas kepentingan persoalan ekonomi, yaitu kemerdekaan negara palestina. Jika
ini benar-benar terwujud, maka Cina menjadi kekuatan baru yang mampu mewujudkan
perdamaian dunia. Apakah ini akan terwujud? Wallahu a’lam.
Penulis : Imam Ghozali
Ilmu Tawakal Hatim Al-Ashom; Rizqi Yang Tidak Tertukar
13 April 2025   Oleh : Vijianfaiz,PhD   1062
Doaku, Doamu, dan Doa Harimau
12 April 2025   Oleh : Vijianfaiz,PhD   630
Doa Kebaikan Untuk Orang Lain, Sebenarnya Untuk Diri Sendiri
11 April 2025   Oleh : Vijianfaiz,PhD   811
Puasa, Idul Fitri dan Perubahan Pola Makan
06 April 2025   Oleh : Vijianfaiz,PhD   788
Idul Fitri dan Misi Perdamaian
05 April 2025   Oleh : Vijianfaiz,PhD   916
Mengintegrasikan Iman, Islam dan Ihsan dalam Kehidupan Sehari-Hari
Minggu , 17 September 2023      13568
Pentingnya Manusia Ber-Tuhan
Minggu , 03 September 2023      4566
IMPLEMENTASI HAK-HAK POLITIK KELOMPOK MINORITAS MENURUT ABDURRAHMAN WAHID
Rabu , 18 Januari 2023      3578
Khutbah Jum'at Kontemporer Sikap Umat Islam Terhadap Perang Iran-Israel
Rabu , 25 Juni 2025      2982
NU Dan Sejarah Komite Hijaz Yang Terlupakan
Rabu , 24 Juni 2020      2884