
Pada pertemuan kedua, penulis akan mengkaji makna syahadt rasul dalam
kitab fiqh tipis Sulam Munajat karya dari Syeikh Imam Nawawi Al-Jawi. Semoga
kajian ini memberi manfaat.
ومعنيَ اشهد ان محمداَ رسولُ الله اعلمُ واعتقدُ بقلبي ابينُ
لغيري ان سيدنا محمد بنَ عبد الله عبدالله ورسولهِ الي كافةِالخلقِ صادقً في كل ما
اخبرَ به يجبُ علي كافةِالخلق تصديقهُ ومتابعتهُ ويحرمُ عليهم تكذيبهُ ومخلفتهُ
فمنْ كذبه فهو ظالمٌ كافر ومن خالفه فهو عاصٍ خاسر وفقنا الله لكمالِ متابعتهِ
كمال التمسكِ بسنته وجعلنا ممن يحيِ احكامَ شرييعتهِ وتوفانا علي ملته وحشرنا في
زمرته ووالدِينا واولادنا واخواننا واحبابِنا وجميعِ المسلمينَ امين.
Artinya:
Makna dari [ اشهد ان محمداَ رسولُ الله ] yaitu saya menyakini dengan mendasarkan
kepada al-qur’an dan hadist dan menyakini dalam hatiku serta menunjukan kepada
orang lain akan keimananku bahwa sesungguhnya sayid/pemimpin kami Muhammad
adalah putra Abdullah merupakan Hamba Allah dan utusan-Nya untuk seluruh
makhluk. Ia adalah seorang rasul yang benar dalam setiap apa yang ia katakana.
Wajib bagi seluruh makhluk membenarkannya (Nabi Muhammad), mengikutinya. Haram
bagi mereka (makhluk) mendustainya dan tidak taat kepadanya. Barangsiapa yang
menganggap nabi Muhammad berbohong, maka ia telah menganiaya dirinya sendiri
dan jatuh kepada hukum kafir. Barangsiapa yang tidak mentaatinya maka hukumnya
durhaka, sesat dan hancur. Semoga allah memberi kekuatan kepada kami untuk
mengikutinya secara sempurna, semoga kita mampu mengikuti syariatnya secara
tulus Ikhlas lahir dan batin, semoga kita termasuk orang yang menjaga atau
melestarikan syariat nya, semoga kita mati dalam keadaan Islam, semoga kita dan
orang tua kita, anak-anak kita, saudara-saudara kita dan seluruh umat muslim
bisa berkumpul dengan Nabi Muhammad SAW. Amin.
Pembahasan Tatabahasa Arab
Pada kajian ini penulis akan memperkenalkan
kata benda [ اسم ] dan kata depan [ حرف الجر ] yang pertemuan pertama telah di bahas sekaligus
jenis-jenis kata depan.
Isim ada yang disebut dengan isim mufrod
atau kata benda Tunggal, isim mutsana kata benda terdiri dari dua macam, isim jamak,
kata benda lebih dari dua, yaitu tiga benda ke atas.
Contoh-Contoh :
Kata benda Tunggal [ اسم مفرد ] seperti : محمدٌ
Kata benda berjumlah
dua atau mutsana [اسم مثني ] seperti : محمدَانِ
Kata benda
jamak [اسم جمع ] seperti : محمدُوْنَ
Ketika kata-kata benda tersebut diawali dengan
kata benda atau huruf jar maka berubah harokat seperti berikut ini:
Kata benda Tunggal [ اسم مفرد ]
seperti : محمدٍ مِنْ
Kata benda berjumlah dua atau mutsana [اسم مثني ] seperti من محمدَيْنِ:
Kata benda jamak [اسم جمع ]
seperti : من محمدِيْنَ
Insya Allah pada pertemuan selanjutnya penulis akan membahas lebih dalam
tentang kalimat isim baik yang mufrod, mutsana, maupun jamak.
Penjelasan Tentang Syahadat Rasul
Syahadat Rasul merupakan satu rangkaian
dengan syahadat tauhid. Seseorang ingin masuk Islam, maka dalam berikrar harus
dua syahadat sekaligus yaitu syahadat tauhid dan syahadat rasul [ اشهد ان محمداَ رسولُ الله ]
Persaksian kita terhadap muhammad sebagai
nabi dan juga rasul. Implementasinya kita sebagai seorang muslim harus juga
menyakini apa yang disampaikan oleh nya merupakan suatu kebenaran dan tidak ada
kedustaan darinya. Meskipun apa yang ia sampaikan sangat tidak diterima oleh
akal. Impossibel. Tapi kita harus menyakini[iman] secara mutlak tanpa
keraguan. Sebab keimanan tidak selama harus diuji kebenaran dengan akal. Tidak
semua harus diterima dengan akal. Sebab apa yang disampaikan oleh Nabi Muhammad
berasal dari Allah SWT. Kedudukan Allah dan makhluk tidak sama. Allah kekal
sedangkan makhluk itu fana. Akal pikiran manusia juga bisa hancur bersama
dengan kematian nya di dunia. Maka sangat tidak pantas jika akal pikiran
manusia menyamakan status Tuhan Yang Maha Agung dengan manusia yang serba kekurangan.
Akal bisa berfikir tapi belum tentu benar.
Akal sebagai jalan mendapat kebenaran. Tapi kebenaran akal masih bisa
diperdebatkan oleh orang lain. Sedangkan kebenaran Allah jika toh bisa
diperdebatkan, maka kebenaran-Nya tetap kekal. Maka jalan yang sangat penting
bagi seorang muslim yaitu membenarkan apa-apa yang telah disampaikan oleh Nabi
Muhammad SAW secara kaffah.
Nabi Muhammad adalah tangga mengenal Allah SWT.
Melalui lisannya, manusia bisa mengenal firman-firman-Nya yang disampaikan lagi
kepada para sahabat-sahabat nya. Nabi, keluarga, anak-anaknya dan para sahabat
telah mendapatkan sinar dari firman-firman-Nya. Kita selalu berdoa agar semua
keluarga besar dan seluruh kaum muslimin senantiasa mendapatkan keberkahan dari
Rasulullah dan mendapatkan kemulyaan besok di alam barzah dan alam akherat
nanti yaitu sebagai ahlu surga. Amin.
Berkaitan dengan pemahaman, tentu setiap
sahabat mempunyai pemahaman yang berbeda-beda. Keberagaman manusia dalam
kehidupan sosial saat itu mempunyai kemungkinan adanya perbedaan pendapat. Ini
semakin terasa saat nabi meninggal dunia. Perbedaan pandangan yang belum pernah
terpikirnya muncul di kalangan para sahabat.
Itu hal yang biasa. Seperti kita sendiri
saat orang tua masih hidup. Kita hidup tenang. Semua ada penyelesaian dari
orang tua baik oleh ayah maupun ibu kita. Seolah-olah saat orang tua masih
hidup seluruh problem kehidupan selesai. Namun saat salah satu mereka meninggal
dunia, maka satu persatu masalah mulai muncul seperti persoalan warisan, harta
hibah, ikatan persaudaraan dan hal-hal lainnya mulai membutuhkan jawaban yang
harus bisa mencerminkan suasana yang bijaksana.
Ketika nabi meninggal dunia, maka berbagai
persoalan muncul yang sebelumnya belum pernah terfikirkan yaitu pembukuan Al-Qur’an
dalam satu mushaf. Abu bakar tidak mau membukukan karena dianggap bid’ah sebab
tidak ada sumber secara tekstual pembukan Al-Qur’an dalam firman-firman Allah
dan hadist nabi. Umar bin Khatab berijtihad bahwa pekerjaan kodifikasi Al-Qur’an
menjadi satu mushaf tetap bernilai pahala meskipun secara tekstual tidak ada
sumbernya. Akhirnya Abu Bakar menerima usulan Umar bin Khatab. Wallahu a’lam.
Penulis : Imam Ghozali
Genjatan Senjata Antara Harapan Damai dan Ancaman Baru
10 April 2026   Oleh : Vijianfaiz,PhD   324
Minyak Bumi antara Berkah dan Bencana
24 Maret 2026   Oleh : Imam Ghozali   184
Hubungan Tamak Dan Takut Mati
21 Februari 2026   Oleh : Imam Ghozali   81
Ketakutan Kaum Yahudi Akan Kematian
10 Februari 2026   Oleh : Imam Ghozali   96
Lubang Biawak di Tepi Laut Persia
09 Februari 2026   Oleh : Vijianfaiz,PhD   127
Mengintegrasikan Iman, Islam dan Ihsan dalam Kehidupan Sehari-Hari
Minggu , 17 September 2023      13553
Pentingnya Manusia Ber-Tuhan
Minggu , 03 September 2023      4546
IMPLEMENTASI HAK-HAK POLITIK KELOMPOK MINORITAS MENURUT ABDURRAHMAN WAHID
Rabu , 18 Januari 2023      3563
Khutbah Jum'at Kontemporer Sikap Umat Islam Terhadap Perang Iran-Israel
Rabu , 25 Juni 2025      2941
NU Dan Sejarah Komite Hijaz Yang Terlupakan
Rabu , 24 Juni 2020      2872