
Ketika Nabi Muhammad berdakwah kepada kaum Yahudi
tentang kebenaran-kebenaran ajaran-ajaran para nabi-nabi mereka segala segala
bukti firman Allah, argument logis hingga pada pembuktian mukjizat-mukjizatnya,
kaum yahudi tetap menolaknya. Alasannya seolah-olah masuk akal, yaitu mengikuti
ajaran-ajaran Kitab Taurat. Mereka selalu berhujah atas nama agama dan menutupi
seluruh Sejarah masa lalu. Namun klaim sebagai kaum yang taat terhadap agama Nabi
Musa hanya sebatas pembenar yang sangat tidak mendasar sama sekali. Allah telah
berfirman pada ayat 92 sebagai berikut:
۞ وَلَقَدْ جَاۤءَكُمْ مُّوْسٰى بِالْبَيِّنٰتِ ثُمَّ اتَّخَذْتُمُ
الْعِجْلَ مِنْۢ بَعْدِهٖ وَاَنْتُمْ ظٰلِمُوْنَ ٩٢
Artinya:
Sungguh, Musa benar-benar telah datang
kepadamu dengan bukti-bukti kebenaran. Kemudian, kamu mengambil (patung) anak
sapi (sebagai sembahan) setelah (kepergian)-nya dan kamu (menjadi) orang-orang
zalim.
Ayat tersebut menunjukan pengingkaran kaum
yahudi sangat fatal. Pertama, mereka tidak taat kepada perintah-perintah nabi
dan rasul nya-Nabi Musa. Padahal nabi musa telah menyelamatkan bencana kolonialisme
Raja Fir’aun yang sangat otoriter. Atas berkat jasa-jasanya, kaum yahudi
terbebas dari perbudakan yang menyebabkan mereka tidak mempunyai kemerdekaan
sebagai manusia normal.
Nabi Musa juga telah menjadikan kaum yahudi
mempunyai derajat agung dan menjadi warga negara yang terhormat. Allah telah
mengangkat derajat mereka dengan beragam kenikmatan baik kenikmatan kecerdasan
akal, kehebatan dan berbisnis dan kemampuan sangat baik dalam berpolitik. Anugerah
tersebut mengantarkan kaum yahudi menjadi ras paling mulia saat itu. Namun lagi-lagi,
mereka menusuk Nabi Musa dari belakang. Di depannya seolah-olah taat
kepada-nya, tapi di belakang mereka melawannya.
Kedua, mereka telah tergelincir pada praktek
syirik yaitu menyembah selain Allah. Padahal, kemuliaan mereka disebabkan
karena ketauhidan yang mengantarkan mereka bisa bersatu dan tidak mengalami
kebingungan dalam hidup. Ironisnya, Ketika Nabi Musa pergi berdakwah, mereka
tergoda oleh syihir yang dibuat oleh samiri. Kebenaran Nabi Musa dengan segala
mukjizat masa lalu seolah-olah hilang begitu saja oleh syihir seekor anak sapi
yang bisa berbicara. Mata hati mereka tertutup. Mereka tidak bisa membedakan
dengan pikiran yang jernih antara mukjizat dan syihir.
Memang mukjizat sebatas memberikan bukti
kebenaran seorang nabi dan rasul. Siapapun yang melihatnya diberi kewenangan
untuk mempercayai atau menolaknya dengan akal dan iman. Sedangkan syihir
merupakan ilmu rekayasa manusia yang membuat setiap orang terkena hipnotis membuat
manusia terkagum-kagum dibuatnya. Itu sebabnya, orang yang terkena pengaruh
syihir tidak bisa menggunakan akal sehat untuk mencerna kejadian semu tersebut.
Seolah-olah apa yang dilihat adalah suatu kebenaran. Padahal semua sebenarnya
sebuah kepalsuan belaka.
Di era sekarang kita melihat beragam
fenomena kejadian-kejadian sebagaimana pada masa kaum yahudi. Setiap bangsa
atau setiap kelompok manusia selalu saja ada seorang manusia yang mempunyai
kekuatan supranatural atau sebatas rekayasa semata untuk tujuan-tujuan tertentu-terutama
berkaitan dengan ekonomi dan kekuasaan.
Kita pernah mendengar ada seseorang manusia
yang mempunyai kelebihan bisa menggandakan uang. Dari duit hanya hanya beberapa
ratus ribu, bisa menjadi jutaan bahkan konon sampai milyaran. Ada juga
seseorang manusia yang bisa mendatangkan makanan dari langit dan bisa
menyembuhkan dengan sekali sentuh apapun penyakitnya. Dengan bantuan sistem marketing
branding yang sangat masif, Masyarakat pun ramai-ramai berbondong kepadanya
untuk berobat dan menyampaikan beragam keinginan atau hajat hidup. Mulai dari
para pejabat, pengusaha hingga pada rakyat jelata. Semua datang untuk
memperbaiki taraf hidupnya.
Kita juga pernah mendengar ada seseorang
yang mengaku kedatangan Malaikat Jibril dan mendapatkan wahyu. Ada juga yang
mengaku-ngaku mempunyai kemampuan “linuwih” secara kasat mata setiap
saat. Lalu ia mengatakan kepada setiap orang yang didekatnya tentang
penghilatannya yang datang kepada mereka di para wali-wali, guru-guru sepuh dan
ulama-ulama besar. Pola bicara yang terlihat sangat menyakinkan, maka banyak
orang percaya terhadap segala ucapannya. Lalu orang ramai-ramai datang kepada
nya untuk minta doa atau saran agar menjadi orang sukses. Nyatanya tidaklah
demikian, tidak sedikit dari mereka justru mengalami kesulitan hidup. Ekonomi semakin
carut-marut.
Jadi, pola penyelewengan yang terjadi pada
masa kaum yahudi tersebut juga terjadi di berbagai penganut agama lainnya di
berbagai belahan bumi seperti di India, Amerika Serikat, Thailand, Indonesia dan
lain-lain. Kita bisa membuka kisah-kisah yang terlihat spektakuler tentang
beragam penyelewengan yang senantiasa dibumbi hal-hal yang bersifat magis.
Kisah kaum yahudi di atas sebenarnya suatu
peristiwa saat nabi berdakwah kepada mereka agar kembali kepada ajaran yang
dibawa oleh nabi-nabi mereka. Caranya yaitu mengikuti ajaran Nabi Muhammad sebagaimana
yang telah ditulis dalam kitab suci mereka. Namun dalam perjalanan waktu,
mereka mempunyai iman yang lemah. Mereka tertipu oleh permainan orang-orang
yang mempunyai kekuatan syihir dan kemudian menjadi pengikut mereka. Lalu dengan
tegas menentang segala ajaran nabi musa.
Untuk menangkal keadaan tersebut sebenarnya
terletak pada kekuatan tauhid yang ada dalam hati. Itu sebabnya dalam upaya menguatkan
kalimat tauhid, para ulama senantiasa menganjurkan untuk membaca kalimat “ لا اله الا الله“ baik Ketika duduk sendiri, saat selesai sholat,
menjalankan ritual keagamaan-seperti membaca tahlil- ataupun saat menjalankan
aktivitas sehari-hari. Membaca baik secara pelan-siri’-maupun secara
keras-jahr. Kalua terbiasa mengucapkan kalimat tauhid, maka mulut dan hati kita
akan tertuntun untuk selalu mengucapkan kalimat yang agung tersebut. Ini yang
disebut al’adatu muhakamah-kebiasaan menjadi hukum.
Penulis : Imam Ghozali
Hubungan Tamak Dan Takut Mati
21 Februari 2026   Oleh : Imam Ghozali   43
Ketakutan Kaum Yahudi Akan Kematian
10 Februari 2026   Oleh : Imam Ghozali   68
Lubang Biawak di Tepi Laut Persia
09 Februari 2026   Oleh : Vijianfaiz,PhD   97
Keimanan Yang Tersandera
03 Februari 2026   Oleh : Imam Ghozali   227
Iri Dengki Kaum Yahudi
31 Januari 2026   Oleh : Imam Ghozali   192
Mengintegrasikan Iman, Islam dan Ihsan dalam Kehidupan Sehari-Hari
Minggu , 17 September 2023      12930
Pentingnya Manusia Ber-Tuhan
Minggu , 03 September 2023      4046
IMPLEMENTASI HAK-HAK POLITIK KELOMPOK MINORITAS MENURUT ABDURRAHMAN WAHID
Rabu , 18 Januari 2023      3115
Puasa dan Ilmu Padi
Rabu , 03 April 2024      2424
NU Dan Sejarah Komite Hijaz Yang Terlupakan
Rabu , 24 Juni 2020      2355