Avatar

Imam Ghozali

Penulis Kolom

847 ARTIKEL TELAH DITERBITKAN

" "

Kisah Kaum Yahudi Meninggalkan Kalimat Tauhid



Jumat , 06 Februari 2026



Telah dibaca :  186

Ketika Nabi Muhammad berdakwah kepada kaum Yahudi tentang kebenaran-kebenaran ajaran-ajaran para nabi-nabi mereka segala segala bukti firman Allah, argument logis hingga pada pembuktian mukjizat-mukjizatnya, kaum yahudi tetap menolaknya. Alasannya seolah-olah masuk akal, yaitu mengikuti ajaran-ajaran Kitab Taurat. Mereka selalu berhujah atas nama agama dan menutupi seluruh Sejarah masa lalu. Namun klaim sebagai kaum yang taat terhadap agama Nabi Musa hanya sebatas pembenar yang sangat tidak mendasar sama sekali. Allah telah berfirman pada ayat 92 sebagai berikut:

۞ وَلَقَدْ جَاۤءَكُمْ مُّوْسٰى بِالْبَيِّنٰتِ ثُمَّ اتَّخَذْتُمُ الْعِجْلَ مِنْۢ بَعْدِهٖ وَاَنْتُمْ ظٰلِمُوْنَ ۝٩٢

Artinya:

Sungguh, Musa benar-benar telah datang kepadamu dengan bukti-bukti kebenaran. Kemudian, kamu mengambil (patung) anak sapi (sebagai sembahan) setelah (kepergian)-nya dan kamu (menjadi) orang-orang zalim.

Ayat tersebut menunjukan pengingkaran kaum yahudi sangat fatal. Pertama, mereka tidak taat kepada perintah-perintah nabi dan rasul nya-Nabi Musa. Padahal nabi musa telah menyelamatkan bencana kolonialisme Raja Fir’aun yang sangat otoriter. Atas berkat jasa-jasanya, kaum yahudi terbebas dari perbudakan yang menyebabkan mereka tidak mempunyai kemerdekaan sebagai manusia normal.

Nabi Musa juga telah menjadikan kaum yahudi mempunyai derajat agung dan menjadi warga negara yang terhormat. Allah telah mengangkat derajat mereka dengan beragam kenikmatan baik kenikmatan kecerdasan akal, kehebatan dan berbisnis dan kemampuan sangat baik dalam berpolitik. Anugerah tersebut mengantarkan kaum yahudi menjadi ras paling mulia saat itu. Namun lagi-lagi, mereka menusuk Nabi Musa dari belakang. Di depannya seolah-olah taat kepada-nya, tapi di belakang mereka melawannya.

Kedua, mereka telah tergelincir pada praktek syirik yaitu menyembah selain Allah. Padahal, kemuliaan mereka disebabkan karena ketauhidan yang mengantarkan mereka bisa bersatu dan tidak mengalami kebingungan dalam hidup. Ironisnya, Ketika Nabi Musa pergi berdakwah, mereka tergoda oleh syihir yang dibuat oleh samiri. Kebenaran Nabi Musa dengan segala mukjizat masa lalu seolah-olah hilang begitu saja oleh syihir seekor anak sapi yang bisa berbicara. Mata hati mereka tertutup. Mereka tidak bisa membedakan dengan pikiran yang jernih antara mukjizat dan syihir.

Memang mukjizat sebatas memberikan bukti kebenaran seorang nabi dan rasul. Siapapun yang melihatnya diberi kewenangan untuk mempercayai atau menolaknya dengan akal dan iman. Sedangkan syihir merupakan ilmu rekayasa manusia yang membuat setiap orang terkena hipnotis membuat manusia terkagum-kagum dibuatnya. Itu sebabnya, orang yang terkena pengaruh syihir tidak bisa menggunakan akal sehat untuk mencerna kejadian semu tersebut. Seolah-olah apa yang dilihat adalah suatu kebenaran. Padahal semua sebenarnya sebuah kepalsuan belaka.

Di era sekarang kita melihat beragam fenomena kejadian-kejadian sebagaimana pada masa kaum yahudi. Setiap bangsa atau setiap kelompok manusia selalu saja ada seorang manusia yang mempunyai kekuatan supranatural atau sebatas rekayasa semata untuk tujuan-tujuan tertentu-terutama berkaitan dengan ekonomi dan kekuasaan.

Kita pernah mendengar ada seseorang manusia yang mempunyai kelebihan bisa menggandakan uang. Dari duit hanya hanya beberapa ratus ribu, bisa menjadi jutaan bahkan konon sampai milyaran. Ada juga seseorang manusia yang bisa mendatangkan makanan dari langit dan bisa menyembuhkan dengan sekali sentuh apapun penyakitnya. Dengan bantuan sistem marketing branding yang sangat masif, Masyarakat pun ramai-ramai berbondong kepadanya untuk berobat dan menyampaikan beragam keinginan atau hajat hidup. Mulai dari para pejabat, pengusaha hingga pada rakyat jelata. Semua datang untuk memperbaiki taraf hidupnya.

Kita juga pernah mendengar ada seseorang yang mengaku kedatangan Malaikat Jibril dan mendapatkan wahyu. Ada juga yang mengaku-ngaku mempunyai kemampuan “linuwih” secara kasat mata setiap saat. Lalu ia mengatakan kepada setiap orang yang didekatnya tentang penghilatannya yang datang kepada mereka di para wali-wali, guru-guru sepuh dan ulama-ulama besar. Pola bicara yang terlihat sangat menyakinkan, maka banyak orang percaya terhadap segala ucapannya. Lalu orang ramai-ramai datang kepada nya untuk minta doa atau saran agar menjadi orang sukses. Nyatanya tidaklah demikian, tidak sedikit dari mereka justru mengalami kesulitan hidup. Ekonomi semakin carut-marut.

Jadi, pola penyelewengan yang terjadi pada masa kaum yahudi tersebut juga terjadi di berbagai penganut agama lainnya di berbagai belahan bumi seperti di India, Amerika Serikat, Thailand, Indonesia dan lain-lain. Kita bisa membuka kisah-kisah yang terlihat spektakuler tentang beragam penyelewengan yang senantiasa dibumbi hal-hal yang bersifat magis.

Kisah kaum yahudi di atas sebenarnya suatu peristiwa saat nabi berdakwah kepada mereka agar kembali kepada ajaran yang dibawa oleh nabi-nabi mereka. Caranya yaitu mengikuti ajaran Nabi Muhammad sebagaimana yang telah ditulis dalam kitab suci mereka. Namun dalam perjalanan waktu, mereka mempunyai iman yang lemah. Mereka tertipu oleh permainan orang-orang yang mempunyai kekuatan syihir dan kemudian menjadi pengikut mereka. Lalu dengan tegas menentang segala ajaran nabi musa.

Untuk menangkal keadaan tersebut sebenarnya terletak pada kekuatan tauhid yang ada dalam hati. Itu sebabnya dalam upaya menguatkan kalimat tauhid, para ulama senantiasa menganjurkan untuk membaca kalimat “ لا اله الا الله“ baik Ketika duduk sendiri, saat selesai sholat, menjalankan ritual keagamaan-seperti membaca tahlil- ataupun saat menjalankan aktivitas sehari-hari. Membaca baik secara pelan-siri’-maupun secara keras-jahr. Kalua terbiasa mengucapkan kalimat tauhid, maka mulut dan hati kita akan tertuntun untuk selalu mengucapkan kalimat yang agung tersebut. Ini yang disebut al’adatu muhakamah-kebiasaan menjadi hukum.



Penulis : Imam Ghozali


Bagikan Ke :

Tulis Komentar


   Berita Terkait

Hubungan Tamak Dan Takut Mati
21 Februari 2026   Oleh : Imam Ghozali   43

Ketakutan Kaum Yahudi Akan Kematian
10 Februari 2026   Oleh : Imam Ghozali   68

Lubang Biawak di Tepi Laut Persia
09 Februari 2026   Oleh : Vijianfaiz,PhD   97

Keimanan Yang Tersandera
03 Februari 2026   Oleh : Imam Ghozali   227

Iri Dengki Kaum Yahudi
31 Januari 2026   Oleh : Imam Ghozali   192

   Berita Popular

Mengintegrasikan Iman, Islam dan Ihsan dalam Kehidupan Sehari-Hari
Minggu , 17 September 2023      12930


Pentingnya Manusia Ber-Tuhan
Minggu , 03 September 2023      4046


Puasa dan Ilmu Padi
Rabu , 03 April 2024      2424


NU Dan Sejarah Komite Hijaz Yang Terlupakan
Rabu , 24 Juni 2020      2355