Avatar

Vijianfaiz,PhD

Penulis Kolom

321 ARTIKEL TELAH DITERBITKAN

" "

Kisah Listrik 1001 Malam



Senin , 19 Mei 2025



Telah dibaca :  444

Entah lupa, facebook siapa yang menulis. Kalimatnya menarik: “Hidup seperti listrik, saat listrik menyala jarang manusia bersyukur, saat listrik mati langsung dicaci maki”.

Kadang dalam kehidupan sehari-hari banyak sekali orang yang peduli pada diri kita, baik melalui tulisan, kalimat singkat dan juga ayat-ayat kitab suci dari manapun datangnya. Bahkan saat anda pergi ke rumah sakit, kantor-kantor dan ke toko-toko selalu terselip mutiara kata yang sangat bermanfaat. Ada sebagian orang yang menerima dengan senang hati, ada juga menganggap semua sebagai angin lalu.

Nasehat sering tidak bermanfaat untuk orang sehat dan orang-orang sedang mendapatkan kenikmatan. Ada manfaatnya, tapi kelihatnnya kurang efektif. Bahkan Tuhan terkadang kurang bermanfaat kehadiran-Nya saat dalam keadaan sukses dan kondisi karir pada saat berada di puncak. Sama seperti anak-anak kecil, saat mereka disuruh untuk berhenti main game di android, sangat susah sekali. mereka masih belum bisa berfikir tentang makna kehidupan. Mereka melihat bahwa dunia seisinya dilihat hanya satu sisi, yaitu kebahagiaan. Saat orang tua dalam keadaan susah, mereka pun tidak bisa mencerna dengan baik makna kesusahan. Mereka mulai berfikir saat usia menjelang remaja dan dewasa. Mereka mulai melihat arti sebuah kehidupan. sudah mulai merasakan hidup penuh dengan warna dan senantiasa silih berganti. Tapi itu masih dalam tahap permulaan. Pondasi belum kuat untuk melihat fakta kehidupan ini. Kecuali bagi mereka yang sejak lahir sudah mengalami suatu penderitaan hidup, maka pandangan kehidupan sudah terbentuk dengan kondisi yang demikian.

Pola hidup kita secara kuantitas memang sudah cukup berumur. Ada yang sudah berusia 20 tahun, 30 tahun, dan 40 tahun ke atas. Itu adalah statistik umur yang sudah dianggap mempunyai kematangan dalam menyikapi kehidupan. banyak orang-orang ahli dalam membahas ilmu kematangan manusia. cukup banyak para pakar telah memberikan pandangan melalui seminar, artikel dan buku-buku ilmiah dengan sudut kajian yang beragam.

Kata orang hebat, salah satu bentuk kematangan yaitu mulai terkikis sifat-sifat kekanak-kanakan. Bukan hilang, tapi terkikis. Seorang istri yang tangguh atau suami yang tangguh selalu berkaitan dengan kemampuan menghadapi dan menyelesaikan suatu tanggungjawab yang dibebankan kepadanya. Tapi pada sisi tertentu, mereka juga membutuhkan kasih sayang dari pasangan hidupnya. Mungkin itu terlihat sederhana seperti minum bareng, dibelai rambutnya atau mengucapkan kata-kata yang sebenarnya sudah usang. Tapi saat itu diucapkan lagi pada kondisi yang tepat, kata-kata atau kalimat yang dianggap usang tadi menjadi energi yang sangat hebat untuk memperkuat diri akan tanggungjawab yang mereka pikul dalam kehidupan sehari-hari.

Manusia dewasa sebenarnya tidak pernah menemukan kedewasaan. Hakikatnya memang demikian. Sebab ia tidak bisa melepaskan diri dari sifat masa kecil nya dulu. Manusia selalu akan mengenang masa lalu meskipun sudah memasuki usia senja. Ia akan tersenyum mengenang keindahan masa itu dan akan selalu ingin mewujudkan kebahagiaan tersebut dalam wujud-wujud yang baru.

Karena itu kedewasaan merupakan ramuan dari beragam bahan-bahan pilihan hasil dari seleksi setiap manusia. Setiap ramuan akan menghasilkan perbedaan aroma dan efeknya. Ada suatu keahlian-keahlian berbeda-beda meraciknya, dan akan berbeda juga pengaruh di tengah-tengah masyaakat. Itu sebabnya juga, kita tidak bisa mengambil suatu kesimpulan bahwa setiap orang yang sudah cukup umurnya bisa langsung dikatakan sudah dewasa dalam bersikap, berbicara dan berbuat.

Saya tidak tahu,siapa yang sebenarnya manusia dewasa. Ilmu fiqh masih sangat standar, yaitu pada persoalan tamyis dan ciri-ciri khusus pada perkembangan biologisnya. Ilmu tasawuf lebih dikembangkan lagi, ia sudah matang dalam menata hatinya. Ilmu akhlak telah merambah pada dimensi sosial. Tapi tasawuf dan akhlak sangat normatif dan tidak bisa diukur secara pasti. Walhasil, produk manusia sejenisnya ini pun lagi-lagi berbeda-beda penilaiannya. Menurutku baik, menurut mu kurang atau bahkan tidak baik. Menurut kelompok ini sholeh, menurut kelompok itu salah.

Siapa yang dewasa saat ini. Pejabat negara? Menteri? Gubernur? Bupati? Direktur BUMN? Rektor? Wakil Rektor? Dekan? Dosen? Mahasiswa? LSM? Tiktoker? Facebooker? Para pengkritik?.

Semakin diperluas pembahasan maka akan semakin bias mencari makna orang dewasa. Sebab pada kedewasaannya juga terselip sifat ketidakdewasaannya. Jadi kadang saya sangat takut berkata: “berfikirlah dewasa!”. Jangan-jangan saat ngomong seperti itu saya sedang seperti anak-anak.

Mungkin yang sudah benar-benar dewasa hanya Abu Nawas dalam cerita 1001 malam. Sebab hanya dia yang mampu menyadarkan para pengkritik istrinya yang mengejek istri nya yang katanya jelek, hidung besar, bibir lebar, kulit hitam, rambut kriting, besar, pendek, cerewet. Semua kejelekan ditimpakan kepada istri Abu Nawas. Seolah-olah tidak ada kebaikan di mata sahabat-sahabat nya.

Abu Nawas dengan tenang, tersenyum dan berkata: “ Memang istri kalian cantik, putih, mancung, langsing. Sedangkan istriku jelek dan hitam, tapi saya kira putih dan hitam tetap rasa nya sama!”.

Semua kaget mendengar jawaban Abu Nawas. Semua saling berpandangan,ngangguk-nangguk dan membenarkan jawabannya. 



Penulis : Vijianfaiz,PhD


Bagikan Ke :

Tulis Komentar


   Berita Terkait

Obituari Bapapuh
25 Februari 2026   Oleh : A. Ushfuri   128

Refleksi Ramadhan: Setiap Manusia Turis Untuk Dirinya Sendiri
18 Februari 2026   Oleh : Imam Ghozali   175

Perang Air dan Romadhan: Kajian Budaya dan Agama
17 Februari 2026   Oleh : Imam Ghozali   128

Marketing Penjual Bunga Menjelang Bulan Ramadhan
16 Februari 2026   Oleh : Imam Ghozali   151

Ya Allah, Anugerahkan kepada Kami Air Hujan yang Membawa Keberkahan
12 Februari 2026   Oleh : Imam Ghozali   129

   Berita Popular

Mengintegrasikan Iman, Islam dan Ihsan dalam Kehidupan Sehari-Hari
Minggu , 17 September 2023      13554


Pentingnya Manusia Ber-Tuhan
Minggu , 03 September 2023      4546


NU Dan Sejarah Komite Hijaz Yang Terlupakan
Rabu , 24 Juni 2020      2872