Avatar

Vijianfaiz,PhD

Penulis Kolom

321 ARTIKEL TELAH DITERBITKAN

" "

Kitab Sulam Munajat-Bab Cara Menghadap Kiblat-Keyakinan Kefardhuan Sholat



Senin , 19 Mei 2025



Telah dibaca :  612

Berikut ini syarat kelima sholat lima waktu yaitu menghadap kiblat. Berikut penjelasan dalam kitab sulam munajat:

الخمس استقبال القبلة في بالصدر في القيام والقعود وبالمنكسين ومعضم البدن في غيرهما الا اذا اشتد الخوف ولم يكنه الاستقبال فيصلي كيف امكنه ولا اعادة عليه . السدس ان يكون المصلي مسلما . السابع ان يكون عاقلا . فالمجنون والصبي الذي لم يميزلا صلاة عليهما ولا تصح منهما . الثامن ان تكون المراة نقية من الحيض والنفاس فالحائض والنفساء لا تصح صلاتهما ولا قضاء عليهما . فان دخل الوقت وهي طاهرة فطرا عليها الخيض والنفاس بعد ان مضي ما يسع واجبات تلك الصلاة وجب عليهما القضاؤها كما اذا اسلم الكافر اول العصر ثم جن بعد ما يسع ذلك والا فلا يجب قضاؤها لانتفاء التمكن من فعلها واذا انقطع الحيض والنفاس ولم يعد  فان كان في وقت الصبح او الظهر اوالمغرب ولو بقي منه  قدر ما يسع الله اكبر وجب قضاء ذلك الفرض وان كان في وقت العصر او العشاء ولو بقي منه  قدر ما يسع الله اكبر وجب قضاء ذلك الفرض والذي قبله وهو الظهر او المغرب . التاسع ان يعتقد ان الصلاة المفروضة التي يصليها فرض فمن اعتقدها او تشكك في الفرضية لم تصع صلاته.

Artinya:

Syarat sholat kelima yaitu menghadap kiblat dengan dada musholi (orang yang sholat) pada saat rukun berdiri dan duduk dan dengan dua pundak dan sebagian besar badan saat ruku dan sujud. Kecuali dalam kondisi sangat takut dan tidak memungkinkan untuk menghadap kiblat, maka sholat boleh menghadap kemana saja dan status sholatnya tetap sah, dan tidak perlu perlu mengulang Kembali.

Syarat keenam yaitu orang yang melakukan sholat seorang muslim. syarat ketujuh, berakal. Orang gila dan anak kecil yang belum mumayis tidak diwajibkan sholat dan sholatnya juga tidak sah.

Syarat kedelapan yaitu orang perempuan yang dalam keadaan suci dan haid dan nifas. Orang perempuan yang sedang haid atau nifas tidak wajib sholat wajib dan tidak perlu mengulang sholatnya yang tertinggal karena kedua hal tersebut.

Apabila sudah masuk waktu sholat sedangkan perempuan tersebut dalam keadaan suci, dan ia mengalami penghalang menjalankan ibadah sholat karena haid dan nifas, setelah terlewatkan waktu untuk melaksanakan sholat, wajib baginya meng-qodho sholat tersebut sebagaimana kasus ada orang kafir masuk Islam pada waktu sholat ashar, kemudian gila setelah waktu sholat ashar dengan jarak waktu mencukupi untuk melaksanakan sholat ashar maka ia wajib meng-qadha sholat ashar tersebut. Apabila waktunya tidak mencukupi maka tidak wajib qadha.

Ketika darah haid atau nifas telah berhenti dan ia pada waktu subuh, dhuhur atau maghrib dan waktu masih cukup mengucapkan kalimat “Allahu akbar” [takbir] maka wajib mengqodho shalat.

Apabila penghalang pada waktu sholat yang boleh di jamak seperti hilang pada waktu ashar atau isya dan masih bisa memuat ucapan takbiratul ihram, maka wajib meng-qadha sholat tersebut dan sholat yang ditinggalkan, yaitu dhuhur dan maghrib.

Syarat kesembilan yaitu menyakini bahwa sholat lima waktu merupakan suatu kefardhuan atau wajib dilaksanakan. Apabila musholi menyakini bahwa sholat fardhu itu sunnah atau tidak mengetahui status antara sunnah atau fardhu maka sholatnya tidak sah.

Keterangan :

Menghadap kiblat artinya menghadap ke arah ka’bah. Bagi orang yang melihatnya atau sholat yang berada di lokasi masjid haram dan memungkinkan bisa melihat nya, maka kewajiban musholi menghadap ka’bah.

Bagaimana bagi orang yang tidak mampu melihat ka’bah. Maka pengertian dari hakikat kiblat adalah arah ka’bah. Itu sebabnya bagi umat Islam yang jauh dari masjid haram seperti di Indonesia, maka dengan menggunakan dhan atau sangkaan terhadap arah kiblat.

Ketika dalam situasi yang tidak memungkinkan karena kondisi tidak stabil seperti dalam keadaan perang, bencana alam, perampokan atau apa-apa saja yang membuat diri kita takut akibat dampak situasi yang membahayakan tersebut, maka sholat bisa dikerjakan tidak harus menghadap kiblat. termasuk kondisi yang tidak memungkinkan seperti naik kendaraan, maka sholatnya tidak harus menghadap kiblat dan sholatnya tetap sah.



Penulis : Vijianfaiz,PhD


Bagikan Ke :

Tulis Komentar


   Berita Terkait

Genjatan Senjata Antara Harapan Damai dan Ancaman Baru
10 April 2026   Oleh : Vijianfaiz,PhD   324

Minyak Bumi antara Berkah dan Bencana
24 Maret 2026   Oleh : Imam Ghozali   185

Hubungan Tamak Dan Takut Mati
21 Februari 2026   Oleh : Imam Ghozali   81

Ketakutan Kaum Yahudi Akan Kematian
10 Februari 2026   Oleh : Imam Ghozali   96

Lubang Biawak di Tepi Laut Persia
09 Februari 2026   Oleh : Vijianfaiz,PhD   127

   Berita Popular

Mengintegrasikan Iman, Islam dan Ihsan dalam Kehidupan Sehari-Hari
Minggu , 17 September 2023      13554


Pentingnya Manusia Ber-Tuhan
Minggu , 03 September 2023      4546


NU Dan Sejarah Komite Hijaz Yang Terlupakan
Rabu , 24 Juni 2020      2872