
Berikut ini syarat kelima sholat lima waktu
yaitu menghadap kiblat. Berikut penjelasan dalam kitab sulam munajat:
الخمس استقبال
القبلة في بالصدر في القيام والقعود وبالمنكسين ومعضم البدن في غيرهما الا اذا
اشتد الخوف ولم يكنه الاستقبال فيصلي كيف امكنه ولا اعادة عليه . السدس ان يكون المصلي
مسلما . السابع ان يكون عاقلا . فالمجنون والصبي الذي لم يميزلا صلاة عليهما ولا
تصح منهما . الثامن ان تكون المراة نقية من الحيض والنفاس فالحائض والنفساء لا تصح
صلاتهما ولا قضاء عليهما . فان دخل الوقت وهي طاهرة فطرا عليها الخيض والنفاس بعد
ان مضي ما يسع واجبات تلك الصلاة وجب عليهما القضاؤها كما اذا اسلم الكافر اول
العصر ثم جن بعد ما يسع ذلك والا فلا يجب قضاؤها لانتفاء التمكن من فعلها واذا
انقطع الحيض والنفاس ولم يعد فان كان في
وقت الصبح او الظهر اوالمغرب ولو بقي منه قدر
ما يسع الله اكبر وجب قضاء ذلك الفرض وان كان في وقت العصر او العشاء ولو بقي
منه قدر ما يسع الله اكبر وجب قضاء ذلك الفرض
والذي قبله وهو الظهر او المغرب . التاسع ان يعتقد ان الصلاة المفروضة التي يصليها
فرض فمن اعتقدها او تشكك في الفرضية لم تصع صلاته.
Artinya:
Syarat sholat
kelima yaitu menghadap kiblat dengan dada musholi (orang yang sholat) pada saat
rukun berdiri dan duduk dan dengan dua pundak dan sebagian besar badan saat
ruku dan sujud. Kecuali dalam kondisi sangat takut dan
tidak memungkinkan untuk menghadap kiblat, maka sholat
boleh menghadap kemana saja dan status sholatnya tetap sah, dan tidak perlu
perlu mengulang Kembali.
Syarat keenam yaitu
orang yang melakukan sholat seorang muslim. syarat ketujuh, berakal. Orang gila
dan anak kecil yang belum mumayis tidak diwajibkan sholat dan sholatnya juga
tidak sah.
Syarat kedelapan
yaitu orang perempuan yang dalam keadaan suci dan haid dan nifas. Orang perempuan
yang sedang haid atau nifas tidak wajib sholat wajib dan
tidak perlu mengulang sholatnya yang tertinggal
karena kedua hal tersebut.
Apabila sudah masuk
waktu sholat sedangkan perempuan tersebut dalam keadaan suci, dan ia mengalami
penghalang menjalankan ibadah sholat karena haid dan nifas, setelah terlewatkan
waktu untuk melaksanakan sholat, wajib baginya meng-qodho sholat tersebut
sebagaimana kasus ada orang kafir masuk Islam pada
waktu sholat ashar, kemudian gila setelah waktu sholat
ashar dengan jarak waktu mencukupi untuk melaksanakan sholat ashar maka
ia wajib meng-qadha sholat ashar tersebut. Apabila waktunya tidak mencukupi
maka tidak wajib qadha.
Ketika darah haid
atau nifas telah berhenti dan ia pada waktu subuh, dhuhur atau maghrib dan waktu
masih cukup mengucapkan kalimat “Allahu akbar” [takbir] maka wajib mengqodho
shalat.
Apabila penghalang
pada waktu sholat yang boleh di jamak seperti hilang pada waktu ashar atau isya
dan masih bisa memuat ucapan takbiratul ihram, maka wajib meng-qadha sholat tersebut
dan sholat yang ditinggalkan, yaitu dhuhur dan maghrib.
Syarat kesembilan
yaitu menyakini bahwa sholat lima waktu merupakan suatu kefardhuan atau wajib
dilaksanakan. Apabila musholi menyakini bahwa sholat fardhu itu sunnah atau
tidak mengetahui status antara sunnah atau fardhu maka sholatnya tidak sah.
Keterangan :
Menghadap kiblat
artinya menghadap ke arah ka’bah. Bagi orang yang melihatnya atau sholat yang
berada di lokasi masjid haram dan memungkinkan bisa melihat nya, maka kewajiban
musholi menghadap ka’bah.
Bagaimana bagi
orang yang tidak mampu melihat ka’bah. Maka pengertian dari hakikat kiblat
adalah arah ka’bah. Itu sebabnya bagi umat Islam yang jauh dari masjid haram
seperti di Indonesia, maka dengan menggunakan dhan atau sangkaan terhadap arah
kiblat.
Ketika dalam
situasi yang tidak memungkinkan karena kondisi tidak stabil seperti dalam
keadaan perang, bencana alam, perampokan atau apa-apa saja yang membuat diri
kita takut akibat dampak situasi yang membahayakan tersebut, maka sholat bisa
dikerjakan tidak harus menghadap kiblat. termasuk kondisi yang tidak
memungkinkan seperti naik kendaraan, maka sholatnya tidak harus menghadap
kiblat dan sholatnya tetap sah.
Penulis : Vijianfaiz,PhD
Ketika Kaum Musryikin Menantang Tuhan
31 Mei 2026   Oleh : Vijianfaiz,PhD   90
Kesuksesan di Antara Ujian, Keterbatasan dan Konsisten Terus Berkarya
30 Mei 2026   Oleh : Vijianfaiz,PhD   141
Materialisme Atas Nama Tuhan
28 Mei 2026   Oleh : Vijianfaiz,PhD   135
Dari Kurban Jasmaniah Menuju Kejayaan Ruhaniah
27 Mei 2026   Oleh : Vijianfaiz,PhD   229
Perseteruan Ahli Dzikir dan Kelompok Penghancur Masjid
25 Mei 2026   Oleh : Vijianfaiz,PhD   266
Mengintegrasikan Iman, Islam dan Ihsan dalam Kehidupan Sehari-Hari
Minggu , 17 September 2023      13818
Pentingnya Manusia Ber-Tuhan
Minggu , 03 September 2023      4867
IMPLEMENTASI HAK-HAK POLITIK KELOMPOK MINORITAS MENURUT ABDURRAHMAN WAHID
Rabu , 18 Januari 2023      3863
Khutbah Jum'at Kontemporer Sikap Umat Islam Terhadap Perang Iran-Israel
Rabu , 25 Juni 2025      3518
NU Dan Sejarah Komite Hijaz Yang Terlupakan
Rabu , 24 Juni 2020      3266