Avatar

Vijianfaiz,PhD

Penulis Kolom

321 ARTIKEL TELAH DITERBITKAN

" "

Kitab Sulam Munajat: Rukun Sholat Bagian Pertama



Jumat , 30 Mei 2025



Telah dibaca :  820

Berikut ini membahas tentang rukun-rukun sholat pada bagian pertama dalam kitab Kitab Sulam Munajat:

واما اركان الصلاة فتسعة عشر الاول النية  بالقلب فيخضر في قلبه فعل الصلاة ويعبر عنه باصلي ويخضر فيه فرضيتها ويعبر عنه بفرض ويخضر فيه تعيينها ويعبر عنه بالضهر او بالعصر او المغرب اوالعشاء او الصبح فاذا حضرت هذه الثلاثة في قلبه قال الله اكبر غير غافل عنها ويزيد استخضار ماموما  ان كان جماعة  الثاني تكبرة الاحرام وهي الله اكبر الثالت قراة الفاتحة الرابع القيام ان قدر ولو بحبل او معين في صلاة الفرض الخامس الركوع بان ينحي من غير ارخاء ركبته حتي تنال راحتاه ركبتيه السادس الطمانية فيه بان تنفصل حركة هويه عن حركة رفعه وتسكن اعضاؤه كلها السابع الاعتدال بان ينتصب قائما الثامن الطماءنية فيه كما ذكرنا في الركوع  التاسع السجود الاول بان يضع جبهته مكشوفة  علي مصلاه متحاملا عليها قليلا علي غير متحرك رافعا عجيزته وما حولها منكبيه ويديه وراسه بان يضع جزاء  من كل ركبتي ومن باطن كل كف ومن باطن اصابع كل رجل  

Artinya:

Rukun-rukun sholat ada sembilan belas. Pertama, yaitu niat di dalam hati. musholi atau orang yang sholat menghadirkan niat dalam hati dan menghadirkannya dengan pernyataan dengan ucapan “usholi” (artinya saya sholat). Musholi juga menghadirkan kefardhuan sholat tersebut dalam hati dengan membuat pernyataan ucapan “fardhu” dan menghadirkan ta’yin atau kekhususan terhadap jenis sholat tersebut seperti dhuhur, ‘asyar, maghrib, isya, dan subuh.

Ketika telah menghadirkan ta’yin dalam hati berupa usholi, fardhu dan jenis sholatnya dalam hati, maka musholi mengucapkan kalimat takbir “Allahu akbar” tanpa melupakan ketika takyin tersebut. dan musholi menambah kata “ma’muman” ketika ia menjadi seorang ma’mun.

Rukun kedua takbiratul ihram dengan kalimat “Allahu akbar”.  Rukun ketiga membaca fatehah. Keempat berdiri bagi yang mempunyai kemampuan berdiri dengan alat bantu atau orang yang membantu. Kelima, rukuk bagi yang mampu membukukan badan. Rukuk tanpa mengendorkan kedua lutut sampai pada kedua telapak tangan musholi meraih kedua lutut. Rukun keenam yaitu tuma’ninah di dalam ruku dengan memisahkan gerakan bungkuk musholi dari gerakan naiknya musholi. Dan seluruh anggota tubuh tenang. Rukun ketujuh yaitu i’tidal sekiranya musholi menegakan tubuhnya. Rukun kedelapan tuma’ninah dalam i’tidal sebagaimana pada saat ruku’.

Rukun kesembilan yaitu sujud pertama dengan meletakan dahi secara terbuka ditempat sujud dan menekannya sedikit di tempat sujud dengan tidak bergerak, serta mengangkat pantatnya dan bagian kanan kirinya lebih tinggi atas pundak, dua tangan dan kepala. Saat ruku juga meletakan bagian bagian lutut dan meletakan bagian dalam kedua telapak tangan dan bagian dalam dari jari-jari kakinya ditempat sholat.

KETERANGAN:

Niat sholat di dalam hati. Sedang dalam lisan sebagai penguat hati. Saat berniat maka musholi menghadirkan kalimat seperti “usholi fardhu dhuhri/’ashri/maghribi…” untuk menta’yin atau mengkhususkan sholat yang kita lakukan pada saat itu.

Contoh niat sholat secara lengkap sebagai berikut:

أُصَلِّى فَرْضَ الصُّبْحِ رَكْعَتَيْنِ مُسْتَقْبِلَ الْقِبْلَةِ أَدَاءً لِلَّهِ تَعَالَى

Ketika menjadi ma’mum ditambah sebagai berikut:

أُصَلِّى فَرْضَ الصُّبْحِ رَكْعَتَيْنِ مُسْتَقْبِلَ الْقِبْلَةِ أَدَاءً مامُوماً لِلَّهِ تَعَالَى

Membaca fatehah merupakan rukun. Dibaca setiap raka’at. Kecuali ketika menjadi ma’mum masbuk , maka tidak perlu membaca. Sebab sudah ditanggung oleh imam.

Basmalah merupakan bagian dari al-fatehah. Dasar hadist sebagai berikut:

عَنْ أَبِيْ هُرَيْرَةَ قَالَ: قَالَ رَسُوْلُ اللهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ: الْحَمْدُ للّهِ رَبِّ الْعَالَمِينَ أُمُّ الْقُرْآنِ وَ أُمُّ الْكِتَابِ وَالسَّبْعُ الْمَثَانِ

Artinya:

Dari Abu Hurairah beliau berkata, Rasalullah SAW bersabda, ”alhamdu lillahi rabbil 'alamin” merupakan induk Al-Qur’an, pokoknya al-Kitab, serta Surat as-Sab'ul Matsani. (HR Abu Dawud)

Imam Syafi’i berkata:

قَالَ الشَّافِعِيُّ  بِسْمِ اللهِ الرَّحْمنِ الرَّحِيْمِ الآيَاتُ السَّابِعَةُ فَإِنْ تَرَكَهَا أَوْ بَعْضَهَا لَمْ تُجْزِهِ الرَّكْعَةُ الَّتِيْ تَرَكَهَا فِيْهَا

Artinya:

Imam Syafi'f RA mengatakan bahwa basmalah merupakan tujuh ayat dari surat al-Fatiاah. Apabila ditinggalkan atau tidak dibaca sebagian ayatnya, maka raka'atnya tidak cukup. (Al-Umm, juz I, haL 129)

Membaca basmalah harus dikeraskan sebagaimana hadist Nabi Muhammad SAW:

عَنْ أَبِيْ هُرَيْرَةَ رَضِيَ اللهُ عَنْهُ  قَالَ أَنَّ النَّبِيَّ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ كَانَ يَجْهَرُ بِالْبَسْمَلَةِ

Artinya:

Dari Abu Hurairah RA, bahwa Rasulullah SAW (selalu) mengeraskan suaranya ketika membaca basmalah (dalam shalat). (HR Bukhari)

Syeikh As-Subki berkata:

"Ibn Khuzaimah berkata dalam kitab Mushannaf-nya menyatakan, pendapat yang menyatakan sunnah mengeraskan basmalah merupakan pendapat yang benar. Ada hadits dari Nabi SAW dengan sanad yang muttashil (urutan perawi hadfts yang sampai langsung kepada Nabi Muhanzmad SAW), tidak diragukan, serta tidak ada keraguan dari para ahli hadfts tentang shahih serta muttashil-nya sanad hadfts ini. Lalu Ibn Khuzaimah berkata, telah jelas dan telah terbukti bahwa Nabi SAW (dalam hadits tersebut) mengeraskan bacaan basmalah dalam shalat.” (Ma’na Qawl al-Imam al-Muththalibi Izda Shahha al-Hadits Fahuwa Madzhabi, hal 161)

 



Penulis : Vijianfaiz,PhD


Bagikan Ke :

Tulis Komentar


   Berita Terkait

Genjatan Senjata Antara Harapan Damai dan Ancaman Baru
10 April 2026   Oleh : Vijianfaiz,PhD   324

Minyak Bumi antara Berkah dan Bencana
24 Maret 2026   Oleh : Imam Ghozali   185

Hubungan Tamak Dan Takut Mati
21 Februari 2026   Oleh : Imam Ghozali   81

Ketakutan Kaum Yahudi Akan Kematian
10 Februari 2026   Oleh : Imam Ghozali   96

Lubang Biawak di Tepi Laut Persia
09 Februari 2026   Oleh : Vijianfaiz,PhD   127

   Berita Popular

Mengintegrasikan Iman, Islam dan Ihsan dalam Kehidupan Sehari-Hari
Minggu , 17 September 2023      13554


Pentingnya Manusia Ber-Tuhan
Minggu , 03 September 2023      4548


NU Dan Sejarah Komite Hijaz Yang Terlupakan
Rabu , 24 Juni 2020      2874