
Pagi ini Kapal Dumai Line penuh (Minggu,
13/2025). Anak-anak mahasiswa IAIN Datuk Laksemana Bengkalis berangkat KKN ke Kabupaten
Kepulauan Meranti beserta para Dosen Pembimbing Lapangan(DPL). Saya kebetulan bersama
dosen senior, Ibu Robiah, M.Pd.I. Ia sibuk mengarahkan mahasiswa mencarikan
tempat duduk. Saya pun agak terlihat sibuk, ikut mencarikan. Kasihan saya
melihat Ibu Robiah. Saya suruh duduk dulu, tapi ia tidak mau. Akhirnya kami
sama-sama mencarikan tempat duduk untuk mahasiswa. Saya salut melihat semangat Ibu Robiah mengatur para mahasiswa. Sama semangatnya saat akan AL Prodi PAI. Luarbiasa. Semangat melakukan aktivitas bagian dari energi doa positif.
Sepanjang pantauan ku, ada beberapa mahasiswa
tidak dapat tempat duduk -termasuk saya, anak-anak dan tetanggaku yang membawa
anak kecil. Saya secara pribadi tidak mempersoalkan. Saya duduk dilantai
bersama dengan anak laki-laki, Muhammad Faiz Artanabil. Sesekali, saya keliling
membawa aqua gelas. Mana tahu ada mahasiswa yang haus tapi malu tidak mau
mengambil aqua. Anak-anak mahasiswa kadang begitu. Pemalu, tapi mau. Semoga kita
semua selamat sampai tujuan dan mendapatkan keberkahan. Amin.
Untuk mengisi kekosongan waktu, saya
mengisi kegiatan dzikir bil qalam. Semoga ada manfaatnya.
Dari jauh kepulan debu pasir padang pasir
terlihat seperti menutup seekor kuda yang melaju sangat kencang sekali. sang
penunggang kuda tersebut bernama Suraqah. Ia memang harus cepat-cepat menemukan
Nabi Muhammad. Tujuannya simpel: membunuhnya dan mendapat hadiah dari pekerjaan
tersebut.
Ketika suraqah berada tepat di depan Nabi Muhammad,
ia berkata sangat keras dengan nada membentak : “Muhammad, siapa yang membantu
mu sekarang !”.
Nabi Muhammad tersenyum kemudian menjawab
sangat ringkat :”Allah !”.
Jawaban singkat tapi mengandung energi yang
sangat besar. sangat magis. Bahkan Suraqah yang mendengar jawaban tersebut
langsung bergetar. Tangan tidak kuasa memegang pedang. Terus bergetar. Energi
hilang. Akhirnya tak terasa pedang pun jatuh dari tangannya.
Muhammad berjalan mendekat Suraqah. Ia
mengambil pedang yang berada di tanah. Lalu ia gentian bertanya kepada Suraqah
: “Siapa yang menolong mu sekarang !”. Badan suraqah bergetar dan kemudian ia
masuk Islam.
Versi lain saat Suraqah akan menyabet
pedang nya ke Rasulullah, kudanya terperosok masuk ke dalam tanah. Hingga tiga
kali gagal membunuh nya. Kasus nya sama, yaitu setiap akan membunuh, kaki kuda
terperosok ke dalam tanah. Kali ketiga, Akhirnya ia mengucapkan dua kalimat
syahadat dan masuk Islam.
Itulah Nabi Muhammad SAW, seorang Nabi yang
sangat lembut bicaranya dan tenang pembawaannya. Ketenangan lahir dari
keyakinan yang meluber terhadap Allah atas segala tujuan hidup nya.
semua dari-nya dan akan kembali kepada-Nya. kepasrahan dan ketenangan dalam
menghadapi berbagai persoalan merupakan bagian dari realisasi keimanan kepada-Nya.
Dalam ilmu pewayangan, ada seorang tokoh
wayang bernama Bima -Werkudara. Sang guru
durna memberi nasehat tentang cara mengenal hidup dan untuk mendapatkan
kesaktian tiada tanding. Satu-satu nya jalan yaitu harus menyelam ke dasar laut
dan mencari air “ tirta perwitasari”, suatu air keabadian. Siapa yang minum air
tersebut akan abadi selama-lama nya dan akan hidup sepanjang hayat.
Ketika di dasar laut Bima bertemu Dewa
Ruci. Ketika ia bertanya tujuan Bima pergi ke dasar laut, Dewa Ruci memberi
jawaban begini: “Bima, antum jangan mencari air tirta perwitasari di
dasar laut. Hakikat air tersebut berada di dalam hati mu, ketika engkau mampu
mengenal dirimu sendiri, maka akan mengenal kepada Sang Hyang Widhi -Tuhan, saat
itulah kamu akan menjadi orang yang paling beruntung di dunia dan di akherat. Kamu
juga akan mampu mengalahkan Pasukan Kurawa dalam Perang Baratayudha”.
Tirta Perwitasari adalah jalan lelaku hidup
untuk terus mengenal kekurangan diri sendiri. Ini merupakan suatu konsep dan
prinsip hidup yang ditempuh para kekasih Allah. Mereka selalu memperbaiki
kualitas hati, pikiran dan karya nyata untuk menjadi manusia mutaqin. Orang-orang
mutaqin bukan orang-orang yang bisa terbang di angkasa tanpa dosa. Orang mutaqin
adalah orang-orang yang kaki nya menyentuh bumi dan terus berkarya memberi
kemanfaatan kepada orang lain dalam aspek yang sangat luas. Mereka sangat
bergairah untuk menciptakan kenangan-kenangan kehidupan sebagai sejarah yang
terpenting sebagai manusia-manusia yang “anfa’ahum linnas” -orang-orang
yang memberi kemanfaatan bagi orang lain.
Tentu saja proses “kemanfaatan” adalah dinamis
dan terus-menerus perlu Latihan dan kerja keras. Suara dan suasana hati yang
fluktuatif perlu dikawal terus agar ia tidak terjebak pada penyesalan ketika
tidak sesuai dengan harapan-harapannya. Sebab hakikat orang yang sudah
mendapatkan Tirta Perwitasari, semua apa yang terjadi di dunia ini sebenarnya
merupakan jalan terbaik yang sudah dirancang oleh Allah untuk para kekasih-Nya.
Penulis : Vijianfaiz,PhD
Obituari Bapapuh
25 Februari 2026   Oleh : A. Ushfuri   128
Refleksi Ramadhan: Setiap Manusia Turis Untuk Dirinya Sendiri
18 Februari 2026   Oleh : Imam Ghozali   175
Perang Air dan Romadhan: Kajian Budaya dan Agama
17 Februari 2026   Oleh : Imam Ghozali   128
Marketing Penjual Bunga Menjelang Bulan Ramadhan
16 Februari 2026   Oleh : Imam Ghozali   151
Ya Allah, Anugerahkan kepada Kami Air Hujan yang Membawa Keberkahan
12 Februari 2026   Oleh : Imam Ghozali   129
Mengintegrasikan Iman, Islam dan Ihsan dalam Kehidupan Sehari-Hari
Minggu , 17 September 2023      13558
Pentingnya Manusia Ber-Tuhan
Minggu , 03 September 2023      4551
IMPLEMENTASI HAK-HAK POLITIK KELOMPOK MINORITAS MENURUT ABDURRAHMAN WAHID
Rabu , 18 Januari 2023      3569
Khutbah Jum'at Kontemporer Sikap Umat Islam Terhadap Perang Iran-Israel
Rabu , 25 Juni 2025      2950
NU Dan Sejarah Komite Hijaz Yang Terlupakan
Rabu , 24 Juni 2020      2876