Avatar

Imam Ghozali

Penulis Kolom

871 ARTIKEL TELAH DITERBITKAN

" "

Konfercab PCNU yang Unik dan Dramatis



Rabu , 01 Mei 2024



Telah dibaca :  1488

Hari Selasa (30 April 2024) sekitar jam 22.00 WIB Konfercab PCNU Kabupaten Kepulauan Meranti telah melahirkan pemimpin baru PCNU di Kabupaten termuda di Provinsi Riau; Kyai Muhammad Dalhar menjadi Rais Syuriah dan Kyai Khosairi, M.Pd.I Menjadi Ketua Tanfidziyah. Penulis menyebut keduanya sebagai “Pemimpin Baru” PCNU Kabupaten Kepulauan Meranti dengan beberapa alasan sebagai berikut: pertama, pemilihan pimpinan PCNU ini merupakan cermin dari suara MWC NU di tingkat kecamatan dan sekaligus keresahan warga nahdiyin yang selama ini menginginkan seorang pemimpin yang mempunyai track record sebagai organisatoris, intelektual, pengasuh pesantren dan berlatar pendidikan pesantren. Kyai khosairi sendiri adalah Alumni Pesantren Tebuireng dimana pendiri pesantren ini juga sebagai salah satu Pendiri Jam’iyah Nadlatul Ulama (NU) pada tahun 1926 M. kedua, Pemerintah Daerah tidak ikut mencampuri proses pemilihan pimpinan Konfercab PCNU. Bahkan Plt Bupati Kepulauan Meranti sering menelpon penulis artikel ini tentang siapa yang pantas menahkodai pcnu lima tahun ke depan. Juga dalam beberapa kali pertemuan, beliau menginginkan PCNU benar-benar dipimpin oleh tokoh yang kapasitas keilmuan agama nya cukup matang, santun dan tidak arogan. Ketiga, pelaksanaan Konfercab PCNU Kepulauan Meranti menggunakan sistem gotong-royong. Prinsip sederhana, “organisasi dari umat untuk umat”. Pelaksanaannya, “gotong-royong”. Alhamdulillah, berkah gotong-royong, pelaksanaan ini berjalan lancar, meskipun ada beberapa kekurangan dalam pelaksanaannya. Bagi saya wajar saja, tapi konsep “gorong royong” telah membuktikan bahwa warga NU bisa berbuat apa saja dan melaksanakan program apa saja ketika kesadaran gotong-royong tumbuh dalam kehidupan berorganisasi. Keempat, konfercab ini juga mematahkan banyak asumsi dari beberapa pihak yang menuduh ku ingin menjadi ketua tanfidziyah PCNU. Bahkan ada diantara mereka yang menuduh dengan sangat keji dan mengeluarkan kata-kata yang tidak pantas sama sekali. Namun, saya biarkan saja. saya tidak membalas cacian tersebut. Sebab jika membalas, maka saya tidak ubahnya seperti dia.

Berkaitan dengan faktor keempat, tuduhan-tuduhan yang menyakitkan hati kepada ku keterkaitan keinginan ku untuk menjadi ketua tanfidziyah terus berkembang. Sehingga presepsi ini menyebar kemana-mana sampai pada Pengurus Wilayah dan sebagian Pengurus PBNU. Saya membiarkan hal ini terjadi. Ketika ada orang bertanya apakah mas Imam akan mencalon menjadi ketua tanfidziyah, saya pun menjawab” iya”. Saya sengaja melakukan hal demikian, agar mereka bertumpu melihatku sebagai calon tunggal dan segala urusan proses konfercab bertumpu kepada ku. Teknik ini berhasil. Hampir semua orang, bahkan dalam kepengurusan panitia pelaksana konfercab mengira bahwa saya adalah calon tunggal dan terkuat untuk menjadi ketua tanfidziyah. Hanya beberapa orang di kepanitiaan tersebut yang sudah memahami trik saya agar proses konfercab bisa berjalan dengan lancar.

Alhamdulillah pelaksanaan berjalan lancar, meriah dan penuh dengan peristiwa yang unik dan dramatis. Saya menikmatinya, betapa sangat menantang mengelola konfercab yang penuh dengan tantangan ini. Penulis mencoba menempatkan diri laksana sebagai sutradara yang ingin membuat kejutan-kejutan dalam proses konfercab. Bahkan sampai pada proses pembukaan konfercab, drama siapa calon yang akan diusung dalam konfercab belum juga terbuka lebar. Masih meraba-raba, menduga-duga yang mengkrucut pada beberapa nama. Sedangkan pengurus wilayah dan utusan PBNU masih melihat saya sebagai calon tunggal. Maka terpilihnya Kyai Khosairi menjadi suatu kejutan tersendiri. Sebab sepanjang proses panjang yang sangat melelahkan, nama nya tidak masuk dalam daftar buku calon yang akan diusung. Meskipun demikian, ijtihad teman-teman panitia dengan beragam pertimbangan dan memutuskan pilihan kepadanya adalah suatu keputusan yang menurutku terbaik untuk kepengurusan PCNU Kepulauan Meranti saat sekarang ini.

Tentu saja keberhasilan pelaksanaan konfercab PCNU ini sangat dramatis, unik, dan kadang terlihat lucu dan penuh kekeluargaan tidak lain orang-orang yang berada di dalam nya adalah para aktivis dari banom-banom NU seperti GP Ansor-Banser, ISNU, IPNU, IPPNU, PMII, Fatayat dan Muslimat. Tokoh-tokoh muda NU yang sangat potensial seperti Mas Chanifudin Adalah Doktor Pendidikan alumni Pesantren Situbondo, Ada Kandidat Doktor Pendidikan Islam saudara Syukron Darsyah alumni Pesantren Al-Hikmah Pekanbaru, Muhammad Yasir, Magister Politik Alumni Pesantren Tebuireng, ada Mas Mardio Hasan Magister Pendidikan Islam Alumni Pesantren Darussalam, Abdul Rauf Magister Pendidikan Alumni Pesantren Berjan Jawa Tengah, Mungidan Magister Hukum Islam Alumni Pesantren Al-Azhar Jawa Barat dan masih banyak lagi tokoh-tokoh muda yang berembug dalam merumuskan proses konfercab sedemikian spektakuler menurut ku.

Sebagai penutup, konfercab ini sebenarnya penantian panjang teman-teman NU berkeinginan untuk menata kembali organisasi terbesar di Indonesia ini. Keinginan ini secara factual mulai tahun 2009. Ada beberapa tokoh muda NU yang sangat progresif menginisiasi waktu itu seperti : Khosairi, Muhammad Nurdin, Abdul Rauf. Mereka adalah saksi sejarah yang hingga saat ini terus mengawal agar mencapai tujuan. Kini tahun 2024 baru berhasil. Sungguh untuk mencapai cita-cita tersebut, membutuhkan waktu yang sangat panjang dan melelahkan. Itu sebabnya, konfercab PCNU tahun 2024 disambut dengan suka cita, lantunan sholawat terus bergema dalam acara tersebut dalam menyambut proses era baru PCNU masa depan Kepulauan Meranti.

Sebagai sahabat dekat, saya mengucapkan selamat atas amanah yang disematkan kepada Kyai Muhammad Dalhar dan Kyai Khosairi. Semoga keduanya bisa menciptakan teamwork yang solid dan bisa membawa organisasi nu semakin baik serta memberi manfaat lebih luas bagi masyarakat Kepulauan Meranti. 



Penulis : Imam Ghozali


Bagikan Ke :

Tulis Komentar


Avatar

Rusli

Masha Allah Tabarakallah Semoga makin sukses dunia akhirat

Avatar

Tri Wahono

Alhamdulillah konfercab NU Kab Kep.Meranti terlaksana dengan baik dan terpilih Rois Syuriah dan ketua Tanfiziyah, selamat untuk sahabat Kiyai Khusairi, dan pak kiyai Muhammar Dalhar, semoga kepemimpinan terpilih ini membawa NU maju

Avatar

Ibadullah

Manntabb...!!!

Avatar

???? Email; TRANSACTION 1.0045 bitcoin. Next => ht

xj52yq

Avatar

⌨ Notification- TRANSFER 1.8245 BTC. Verify =>> ht

musqpv

Avatar

???? Message: Transaction №VF95. NEXT >> https://t

o6gmwn

   Berita Terkait

Ilmu Tawakal Hatim Al-Ashom; Rizqi Yang Tidak Tertukar
13 April 2025   Oleh : Vijianfaiz,PhD   1061

Doaku, Doamu, dan Doa Harimau
12 April 2025   Oleh : Vijianfaiz,PhD   629

Doa Kebaikan Untuk Orang Lain, Sebenarnya Untuk Diri Sendiri
11 April 2025   Oleh : Vijianfaiz,PhD   811

Puasa, Idul Fitri dan Perubahan Pola Makan
06 April 2025   Oleh : Vijianfaiz,PhD   788

Idul Fitri dan Misi Perdamaian
05 April 2025   Oleh : Vijianfaiz,PhD   916

   Berita Popular

Mengintegrasikan Iman, Islam dan Ihsan dalam Kehidupan Sehari-Hari
Minggu , 17 September 2023      13563


Pentingnya Manusia Ber-Tuhan
Minggu , 03 September 2023      4554


NU Dan Sejarah Komite Hijaz Yang Terlupakan
Rabu , 24 Juni 2020      2876