Avatar

Imam Ghozali

Penulis Kolom

871 ARTIKEL TELAH DITERBITKAN

" "

Lelaki 1000 Janda, Bagaimana Caranya?



Senin , 20 Januari 2025



Telah dibaca :  630

"Mencintai pasangan hidup sebenarnya siap menerima segala kelebihan dan kekurangan nya. Pasangan anda sama seperti anda penuh dengan kekurangan. Sangat tidak adil jika anda terlalu sibuk melihat kekurangan pasangan anda dan lupa terhadap kekurangan diri sendiri. Saling menyadari kekurangan dan menghargai di antara mereka adalah jalan mengenal cinta yang sebenarnya".

Judul tulisan episode kali ini mungkin terlihat sangat provokatif. Akun “Resep Nusantara” menceritakan seorang lelaki bernama Roel Mustafa membuat gerakan sosial dengan tagline  “Menafkahi tidak harus menikahi”. Ia membuat program membantu ibu-ibu yang kehilangan suaminya dengan beragam program bantuan sosial dengan melakukan pendampingan moral dan finansial (https://web.facebook.com, n.d.).

Bagi anda yang mungkin secara ekonomi mempunyai kemampuan lebih, atau secara genetika mempunyai kemampuan di atas rata-rata melakukan poligami sah-sah saja. Dari segi agama juga diperbolehkan. Artinya jika ada seseorang melakukan poligami dengan alasan yang tepat dan diperbolehkan oleh pasangannya, maka poligami menjadi bagian solusi, bukan polusi. Jika memang tidak ada kemampuan sama sekali, Solusi nya cukup satu saja plus sering perbanyak puasa. Supaya nafsunya berkurang. Jika sudah puasa senin-kamis masih juga tidak bisa ditahan, mungkin bisa dirubah dengan puasa daud. Satu hari puasa, satu hari tidak. Sudah puasa, masih juga tidak turun-turun juga nafsunya, perlu “rapat terbatas” (ratas) dengan pasangannya. Cari win-win solution

Namun ada yang perlu dipahami, bahwa seorang suami bisa mempunyai istri lebih dari satu karena memang sudah ada “garis tangan”. Suka tidak suka jika jatah lebih dari satu, ada juga jalan nya. Kita tidak bisa mengukur dari segi fisik, ekonomi dan keturunan. Ada seorang lelaki bekerja sebagai bengkel honda di pinggir jalan punya dua istri. Istri pertama kerja di rumah sebagai IRT. Istri kedua seorang pegawai ASN di salah satu instansi titik-titik. Dua-dua nya akur. Tidak pernah cek-cok [entah kalau di kamar, soalnya lelaki tersebut tidak cerita kepadaku]. Jadi, poligami bukan karena lelakinya macho. Kadang-kadang malah punya tubuh “eglek-eglek”, “tidak mitayani”, bisa mempunyai jodoh lebih dari satu. Saya tegaskan lagi, itu sudah “garis tangan”, tidak bisa ditolak [siapa sih lelaki yang mau menolak rezeki?, hehehe).

Kembali lagi kepada kisah Roel Mustafa, saya merasa sangat salut. Ada kepedulian yang mendalam terhadap nasib para janda sebagai jalan pengabdian hidup. Ia tidak hanya memberikan kebutuhan ekonomi, juga melakukan pendampingan moral dengan melakukan edukasi tentang hakikat kehidupan. ia telah benar-benar  mencoba menjaga perasaan batiniah seorang kaum perempuan dengan menempuh makna cinta yang tidak menyayat hati. sebab persoalan cinta berkaitan dengan rasa. Sangat sulit bagi seorang suami membagi rasa adil kepada istri-istrinya. Sebab keadilan itu hanya pada wilayah fisik, sedang perasaan batin dan rasa cinta pasti tidak bisa. Sulit dan sangat sulit sekali berperilaku adil pada rasa kasih sayang seorang suami kepada istri-istrinya.

Kenapa demikian? Sebab seorang perempuan selalu berbicara dengan perasaan. Antara akal dan perasaan terkadang tidak singkron. Itu sebabnya perempuan mudah terbawa perasaan saat ia menganalisis suatu persoalan [jika anda tidak percaya, silahkan nonton drama Indosiar]. Sedangkan lelaki pada pikirannya. Wajar jika perempuan marah dan suaminya menerima omelan nya (yang kadang tidak masuk akal) dengan penuh kekhusu’an dan keikhlasan. Disini seorang suami harus belajar ilmu rasa.

Saya jadi ingat saat di Pesantren, para kyai menceritakan kisah Umar bin Khatab dibentak istrinya ( ini kisah lama sekali, duluuuu…tahun 1998-an, sebelum Perguruan Tinggi ada Pusat Studi Gender ). Saat ada seorang lelaki bertamu ke rumah khalifah, tiba-tiba istri khalifah marah-marah kepada-nya. Sang khalifah hanya diam saja. Padahal, Umar bin Khatab adalah Singa Padang Pasir. Kena bentak istrinya diam saja (https://jatim.nu.or.id, n.d.). Anda tidak perlu tanya ke-valid-an cerita tersebut sebab pada sisi tertentu anda sering kena nasib seperti Umar bin Khatab [ perlu ada penelitian lebih lanjut, apakah setelah ada Pusat Studi Gender di Perguruan Tinggi, para suami semakin gemuk atau semakin kurus. Ma'lum, tidak ada PSG saja, orang sekelas Umar bin Khatab saja dibentak, hehehe].

Roel Mustafa adalah segelintir orang yang telah mendalami perasaan kaum perempuan. Ia tidak mau masuk pada wilayah sakral arti sebuah cinta dan perasaan. Ia ingin memulyakan kaum perempuan dengan cara yang unik dan sangat solutif. Tentu saja apa yang dilakukan merupakan suatu terobosan positif yang belum tentu sudah 100% sukses. Sebab hakikat kesuksesan tidak ada 100%. Selalu saja ada kekurangan dari sana-sini. Meskipun demikian, penulis sangat mengapresiasi langkah Roel Mustafa membantu para janda.

Tidak apa-apa mereka tidak mendapatkan program makan gratis dari pemerintah. Sebab itu hanya untuk para murid dan siswa. Para janda sudah mendapatkan makan gizi gratis dari Roel Mustafa. Semoga ada Roel-Roel lainnya semakin banyak peduli “menafkahi janda tanpa harus menikahi nya”. Program yang memberi solusi dan tidak menimbulkan polusi rumah tangga anda. Silahkan coba menafkahi, tapi jangan coba-coba menikahi lhoo. Kalau tidak hati-hati, bisa kebakaran melebihi Los Angeles, hehehe.



Penulis : Imam Ghozali


Bagikan Ke :

Tulis Komentar


   Berita Terkait

Ilmu Tawakal Hatim Al-Ashom; Rizqi Yang Tidak Tertukar
13 April 2025   Oleh : Vijianfaiz,PhD   1061

Doaku, Doamu, dan Doa Harimau
12 April 2025   Oleh : Vijianfaiz,PhD   629

Doa Kebaikan Untuk Orang Lain, Sebenarnya Untuk Diri Sendiri
11 April 2025   Oleh : Vijianfaiz,PhD   810

Puasa, Idul Fitri dan Perubahan Pola Makan
06 April 2025   Oleh : Vijianfaiz,PhD   788

Idul Fitri dan Misi Perdamaian
05 April 2025   Oleh : Vijianfaiz,PhD   916

   Berita Popular

Mengintegrasikan Iman, Islam dan Ihsan dalam Kehidupan Sehari-Hari
Minggu , 17 September 2023      13553


Pentingnya Manusia Ber-Tuhan
Minggu , 03 September 2023      4546


NU Dan Sejarah Komite Hijaz Yang Terlupakan
Rabu , 24 Juni 2020      2872