
Tuhan kadang menghadirkan kesadaran manusia
dengan cara unik dan terkadang tidak terpikirkan sebagian umat manusia. Sebab memang
hidayah mengandung rahasia luarbiasa. Ia terus bergerak dan mencari kecocokan
seperti seseorang mendapatkan jodoh, jabatan atau rezeki lainnya.
Ada seorang mahasiswa sudah ta’aruf bertahun-tahun. Rencana menikah
setelah kuliah dengan kekasihnya. Ketika ditanya kapan menikah. Jawabanya,”Nanti
setelah selesai kuliah”. Tapi tuhan berkehendak lain. Ia menikah bukan dengan kekasihnya
yang dulu. Ia menikah karena perkenalan dengan pemuda saat proses Kuliah Kerja
Nyata (KKN). Kenalan singkat. Cocok. Menikah.
Para penggali kubur sangat riang gembira. Mereka
bisa merokok dan tertawa ria. Seolah tidak ada beban hidup. Padahal saat
menggali, terkadang menemukan tulang belulang manusia. Kita tidak tahu kenapa
tertawa. Mungkin mereka sudah siap merima takdir kematian di masa mendatang. Sudah
merasa cukup bekal hidup. Mungkin karena kurang memahami hakikat hidup. Mungkin
juga karena sudah menjadi pekerjaan tetap. Semakin sering orang meninggal,
semakin banyak pemasukan. Terutama di kota-kota. Pekerjaan ini telah menjadi
profesi. Meskipun tidak pernah dicantumkan dalam raport anak-anaknya. Umpamanya
ada kolom pekerjaan orang tua, sangat tidak lucu jika diisi : profesi penggali
kubur.
Dulu ada seorang pemuda Tionghoa. Tiap hari
selalu duduk di emper masjid mendengarkan seorang ustadz menyampaikan
pesan-pesan moral. Ustadz membaca, santri mendengarkan dan mencatat hal-hal
yang penting. selesai ngaji, santri pun masuk ke dalam kamar masing-masing.
Bagi santri dan ustadz kegiatan tersebut
biasa-biasa saja. Lumrah. Itulah pekerjaan sehari-hari. Sudah menjadi sarapan
harian.
Bagi pemuda Tionghoa yang berumur 19 tahunan
terasa sangat Istimewa. Ia memberanikan diri menemui ustadz di rumah nya. Hasil
silaturahim, ia mengatakan bahwa sudah satu minggu ini mendengarkan
pengajiannya. Ia merasa bahagia dan hati terasa damai. Sehingga ia memutuskan
untuk masuk Islam. Singkat cerita, pemuda Tionghoa ini sekarang menjadi muslim
dan kerja di Bandung pada Perusahaan
Tekstil.
Bagi anda yang berlimpah harta, air aqua gallon
tidak begitu penting. Sebab perut sudah penuh terisi makanan, dan dompet terisi
uang. Mobil sudah tidak Istimewa. Liburan di luarnegeri sudah biasa. Tapi bagi
orang-orang yang tidur di emper toko, satu aqua dan duit 10.000 ribu sangat
berharga. Ketika anda datang dan menemui nya, lalu anda memberi satu aqua
gelas, maka tidak akan berhenti mengucapkan terima kasih kepada anda.
Jika anda sudah berlimpah ilmu, mungkin bab
tentang thaharah dan sejenisnya sudah tidak begitu penting. level anda sudah
pada maqamah mahmudah. Namun bagi sebagian orang, sedang kebingungan
bagaimana cara berwudhu dan mandi wajib. Mau bertanya malu nanti dianggap
pertanyaan kolot, dan terlihat bodohnya. Tidak bertanya kenyataannya memang
tidak mengetahui sama sekali. Hidup dalam kebimbangan dan kebingungan.
Haruskah orang-orang yang sudah pada
maqam-maqam mulia sudah merasa damai di singgasana keagungan dalam alam malakut
dan alam spiritual sehingga lupa terhadap dinamika sosial yang sangat beragam?.
Haruskah orang-orang yang sudah mendapatkan titipan pemahaman agama dengan baik
mengasingkan diri dan membiarkan dunia kehidupan penuh dengan kebingungan?.
Suatu hari ada seorang yang sudah terkenal
waliyullah. Malam tidak bisa tidur. Ibadah dan wiridan tidak khusu’. Lalu ia
keluar rumah. Saat berada di luar rumah, ada seorang pemuda tidur di lantai
depan rumah. Tidur telungkup karena udara malam itu sangat dingin. Sang waliyullah
membangunkan. Ketika pemuda tersebut ditanya, ia pun menjawab;”sudah berhari-hari
tidak makan, mohon berkenan memberi sedikit makanan dan minuman untuk ganjal
perut.”
Sang waliyullah kurang begitu
menggubrisnya. Ia menganggap kejadian itu biasa-biasa saja sebagaimana
kebiasaan negara tersebut membiarkan orang-orang jalanan tidur di emper toko.
Sang waliyulloh pun kembali ke rumah dan
tidur. Namun belum lama tidur, ia bermimpi dan ada suara menasehati dalam
mimpinya kurang lebih begini;” betapa tega kamu membiarkan seorang kelaparan
pada saat ia sangat membutuhkannya. Apa artinya semua ibadah kamu jika dihatimu
masih merasa hebat dari pemuda tersebut”.
Ia terbangun. Segera ia mengambil makanan
dan keluar rumah. Pemuda tadi tersenyum melihatnya, lalu pemuda tersebut berkata; “ Haruskah seorang waliyullah
membantu kepada makhluknya Allah harus ditegur dulu melalui mimpi?”. Pemuda itu
pun pergi dengan tidak mengambil makanan sedikit pun. Dari sini kealpaan adalah
sifat siapa saja sebagai wujud hakikat manusia. Meskipun demikian, tidak
mengurangi status sebagai waliyullah.
Kita kemungkinan bukan waliyullah dalam
pengertian yang umum sebagaimana yang tertera dalam literatur kitab turos. Kita
pun tidak perlu berlagak seolah-olah seperti waliyullah yang bisa menerawang
masa depan orang. Waliyulloh bukan ahli ramal. Waliyullah dalam definisi bahasa
adalah kekasih-kekasihnya Allah. Siapa saja. Saat anda sudah mengucapkan syahadat
dan mengikrarkan diri masuk ke dalam Islam, maka pintu-pintu syurga dibuka
untuk ahli syahadat. Supaya lengkap, maka syariat-syariat dalam wujud ibadah
dan muamalah perlu dikerjakan untuk mengimbangi unsur spiritual yang sangat
mencintai Allah dan Rasul-Nya.
Itu sebabnya, sebagai ahli tauhid pertemuan
melalui media apa saja selalu mempunyai tujuan untuk mengingatkan diri sebagai
sama-sama hamba Allah. Meskipun terkadang nasehat yang masuk kurang disukai
oleh diri sendiri. Sebab memang nasehat kadang laksana jamu yang harus diminum
untuk Kesehatan ruhaniah kita.
Kita memang harus belajar terhadap para
pendahulu yang telah mengukir kemulyaan di sisi-Nya. Mereka mempunyai
keterbukaan hati menerima kebaikan darimana jalannya. Tidak mudah tersinggung
karena umur, tidak mudah tersinggung karena yang ngomong orang-orang yang tidak
berilmu. Dalam proses pendewasaan diri dan keluasan hati, semua nasehat adalah cahaya-cahaya
kebaikan yang dihadirkan Allah kepada kita.
Jika seorang waliyullah disadarkan oleh Allah
dengan pemuda yang tidur di halaman rumahnya, maka kita juga harus belajar
kepada seorang pemuda yang tidur di emper hotel. Dia mungkin orang yang sedang
bermasalah dengan dirinya sendiri. Tapi saat ia hadir di hadapan kita, maka
kita semakin sadar bahwa kita sedang bermasalah dengan diri kita sendiri
tentang ilmu, ibadah, amal sholeh dan keikhlasan dalam melaksanakan semua itu. Semoga
kita senantiasa dibimbing oleh Allah semakin bertambah umur semakin baik ibadah
dan amal sholeh.
Penulis : Imam Ghozali
Ilmu Tawakal Hatim Al-Ashom; Rizqi Yang Tidak Tertukar
13 April 2025   Oleh : Vijianfaiz,PhD   1061
Doaku, Doamu, dan Doa Harimau
12 April 2025   Oleh : Vijianfaiz,PhD   629
Doa Kebaikan Untuk Orang Lain, Sebenarnya Untuk Diri Sendiri
11 April 2025   Oleh : Vijianfaiz,PhD   810
Puasa, Idul Fitri dan Perubahan Pola Makan
06 April 2025   Oleh : Vijianfaiz,PhD   788
Idul Fitri dan Misi Perdamaian
05 April 2025   Oleh : Vijianfaiz,PhD   916
Mengintegrasikan Iman, Islam dan Ihsan dalam Kehidupan Sehari-Hari
Minggu , 17 September 2023      13557
Pentingnya Manusia Ber-Tuhan
Minggu , 03 September 2023      4551
IMPLEMENTASI HAK-HAK POLITIK KELOMPOK MINORITAS MENURUT ABDURRAHMAN WAHID
Rabu , 18 Januari 2023      3569
Khutbah Jum'at Kontemporer Sikap Umat Islam Terhadap Perang Iran-Israel
Rabu , 25 Juni 2025      2950
NU Dan Sejarah Komite Hijaz Yang Terlupakan
Rabu , 24 Juni 2020      2875