
“Allah telah menjelaskan bahwa segala
ciptaan-Nya tidak ada yang batil. Semua baik dalam kacamata spiritual. Termasuk
segala sesuatu yang tidak menyenangkan terjadi pada diri kita. Tapi kita sering
gagal memaknai hal tersebut dalam kehidupan sehari-hari. Sehingga kita sering
terjebak pada kesedihan berkepanjangan. Kita khawatir, kesedihan yang berkepanjangan menyebabkan semakin jauh rahmat Allah SWT”
Penulis masih melihat dunia maya terus
membahas Los Angeles. Orang-orang yang sudah menanamkan kebencian mendalam
terhadap perilaku pemerintah AS mempunyai energi luarbiasa untuk mengutuk
dengan bersandar pada ayat-ayat Al-Qur’an ataupun Hadist sebagai dasar pembenar
hujan mereka. Sedangkan orang-orang yang mempunyai jiwa kemanusiaan yang
mendalam, mereka sangat sedih. Joe Biden dan Donald Trump tidak bisa
digeneralisir wajah masyarakat AS. Seperti tidak boleh melihat masyarakat
Indonesia adalah Jokowi atau Prabowo semua. Tidak semua setuju model politik
Jokowi dan Prabowo. Ada pro dan kontra. Tuhan memang telah menciptakan cara
pikir dan cara pandang berbeda-beda dalam menyikapi suatu persoalan.
Hamparan dunia sama. Di tanah suci ada juga
orang-orang yang tidak suci membuat perilaku maksiat. Di tanah yang katanya
penuh maksiat, ada juga orang-orang yang hatinya mengenal Allah dan selalu
berdzikir. Di AS juga ada trend sangat baik orang-orang di sana mengenal Allah.
Mereka muak melihat kehidupan yang bebas. Mereka mencari kehidupan yang
membuat kebahagiaan sejati. Mereka menemukan nya dalam ajaran Islam. jadi,
hikmah dari gemerlapan dan kebebasan masyarakat, menumbuhkan kesadaran tauhid
di sisi lain. Itu dulu yang terjadi di Arab seperti itu, kondisi yang memuakan
berubah menjadi kehidupan yang mulia.
Kita memang tidak cepat-cepat menggenalisir
dan mengutuk as secara keseluruhan. Kita belajar membaca hikmah di balik semua
itu. Bisa jadi, bencana yang terjadi menjadi jalan orang-orang di sana semakin
dekat dengan allah swt.
Penulis teringat firman Allah dalam Q.S.
Ar-Rum ([30]:41) sebagai berikut:
“ ظَهَرَ الْفَسَادُ فِي الْبَرِّ وَالْبَحْرِ بِمَا كَسَبَتْ أَيْدِي
النَّاسِ لِيُذِيقَهُم بَعْضَ الَّذِي عَمِلُوا لَعَلَّهُمْ يَرْجِعُونَ “,
artinya:
Telah nampak kerusakan di darat dan di laut
disebabkan karena perbuatan tangan manusia, supaya Allah merasakan kepada
mereka sebahagian dari perbuatan mereka,
agar mereka kembali.
Apakah bencana kebakaran Los Angeles sebesar
Tsunami di Aceh?. Data tanggal 12 Januari bertambah 13 orang meninggal dunia,
sedangkan yang mengungsi puluhan ribu
Data tersebut menunjukan bahwa Los Angeles
masih kalah jauh dengan Bantul dan Aceh. Apakah kita harus menyimpulkan isu-isu
agama? Jika ia, kenapa yang agamis justru korban lebih banyak. Kenapa Los
Angeles lebih kental diarahkan kepada persoalan agama. Dari sini bencana alam
bisa terjadi sama siapa saja, daerah manapun, negara manapun.
Penulis lebih cocok mengikuti firman Allah
Q.S. Ar-Rum([30]:41) sebagai dasar bahwa bencana disebabkan disebabkan oleh
tangan-tangan manusia baik mereka yang menyembah kepada Allah maupun yang
ateis. Semua terkena hukum Allah atas segala maksiat yang dibuat oleh manusia. Dalam
perpektif agama membagi istilah bencana dalam beberapa istilah: adzab, bencana
dan musibah. Ada unsur keimanan yang membedakan istilah tersebut.
Maka dalam perspektif iman, sebesar apapun
ujian tetap sebagai peringatan atas kealpaan manusia akibat segala perbuatannya
yang telah melakukann kerusakan di muka bumi. Ada manusia melakukan kerusakan
dengan merusak alam semesta seperti yang kita lihat di beberapa tempat seperti:
pengrusakan hutan, pembukaan lahan tanpa perhitungan keberlanjutan keselamatan
ekosistem alam semesta, pencemaran air dan udara dan masih banyak lagi. Ada juga
kerusakan yang dilakukan oleh manusia berupa kerusakan hati yang menyebabkan
hubungan sesama manusia tidak harmonis, baik dalam satu agama maupun berbeda
agama. Sering kita dipertontonkan ucapan, ungkapan, tulisan dan
perbuatan-perbuatan yang berlebih-lebihan dengan ucapan melaksanat, intimidasi,
merusakan tempat ibadah, melukai fisik, bahkan melakukan pembunuhan masal atau
genosida seperti pernah terjadi di bosnia pada tahun 1995. Pada tahun tersebut
terjadi pembantaian sekitar 5000 muslim oleh tentara Serbia. Ada sekitar
25.000-30.000 pengusiran warga bosnia dari negaranya
Allah SWT telah memberikan suatu panduan
dalam beragama dalam surat Surat
Al-Fatehah sebagai berikut:
صِرَاطَ الَّذِيْنَ اَنْعَمْتَ عَلَيْهِمْ ەۙ غَيْرِ الْمَغْضُوْبِ
عَلَيْهِمْ وَلَا الضَّاۤلِّيْنَࣖ
Artinya:
“(yaitu) jalan orang-orang yang telah
Engkau beri nikmat, bukan (jalan) mereka yang dimurkai dan bukan (pula jalan)
orang-orang yang sesat”.
Makna ayat tersebut bahwa Allah menyuruh manusia
yang mendapatkan kenikmatan agung seperti para nabi, para suhada, para sholihin
dan orang-orang penebar kebaikan di alam semesta atau menjaga keharmonisan keseimbangan
alam semesta, bukan manusia yang melakukan kerusakan dan tidak menerima ajaran Islam
yang diturunkan Allah kepada Nabi Muhammad SAW
Dari ini kita belajar bahwa Allah telah
memberi pembelajaran pada alam semesta, bahwa siapapun manusia dari kelompok
apapun dan dari agama apapun saat tidak mengikuti kelompok “orang-orang yang
mendapatkan kenikmatan” sebagaimana di jelaskan di atas, maka Tuhan akan
memberikan suatu bencana dengan perspektif definisi beragam. Semua bencana sebenarnya
wujud kasih sayang Allah dalam bentuk lain sebagaimana Allah menciptakan Neraka.
Allah terlalu sayang jangan sampai manusia menciptakan neraka di Dunia dan Neraka
di hari akhir. Namun lagi-lagi, sering manusia lupa dan terkadang sengaja
dengan kecongkakannya. Mereka telah memutuskan sendiri untuk memilih Neraka. Dan
alam semesta telah mengabulkan pilihan tersebut.
Penulis memohon perlindungan kepada Allah
dari orang-orang yang tergolong “maghdu”dan “dzalin”. Semoga kita
senantiasa mendapat petunjuk dari-Nya. Amin.
Penulis : Imam Ghozali
Genjatan Senjata Antara Harapan Damai dan Ancaman Baru
10 April 2026   Oleh : Vijianfaiz,PhD   324
Minyak Bumi antara Berkah dan Bencana
24 Maret 2026   Oleh : Imam Ghozali   184
Hubungan Tamak Dan Takut Mati
21 Februari 2026   Oleh : Imam Ghozali   81
Ketakutan Kaum Yahudi Akan Kematian
10 Februari 2026   Oleh : Imam Ghozali   96
Lubang Biawak di Tepi Laut Persia
09 Februari 2026   Oleh : Vijianfaiz,PhD   127
Mengintegrasikan Iman, Islam dan Ihsan dalam Kehidupan Sehari-Hari
Minggu , 17 September 2023      13553
Pentingnya Manusia Ber-Tuhan
Minggu , 03 September 2023      4546
IMPLEMENTASI HAK-HAK POLITIK KELOMPOK MINORITAS MENURUT ABDURRAHMAN WAHID
Rabu , 18 Januari 2023      3563
Khutbah Jum'at Kontemporer Sikap Umat Islam Terhadap Perang Iran-Israel
Rabu , 25 Juni 2025      2941
NU Dan Sejarah Komite Hijaz Yang Terlupakan
Rabu , 24 Juni 2020      2872