Avatar

Vijianfaiz,PhD

Penulis Kolom

321 ARTIKEL TELAH DITERBITKAN

" "

Manusia Tangguh: Tujuan Tuhan Memberikan Ujian Hidup



Minggu , 30 November 2025



Telah dibaca :  613

Pada wisuda IAIN Datuk Laksemana tahun ini-2025-saya berkesempatan ngobrol marathon bersama Dr. Faisal Ali Hasyim-Staf Ahli Bidang Hukum dan HAM Kementrian Agama RI. Ngobrol marathon, artinya ada kesempatan ketemu langsung ngobrol. Banyak yang diobrolkan. Ada yang berat, ada yang ringan. Terlihat pembahasan menjadi tidak berat karena selalu saja diselingi dengan guyonan segar.  Persoalan berat terlihat menjadi ringan. Beda dengan saya, kadang persoalan ringan dibesar-besarkan seperti seperti buuuerat sekali.

Dari berbagai obrolan saat itu, ada yang perlu saya tulis dalam artikel ini yaitu tentang bencana yang ada di Aceh. Kebetulan Dr. Faisal asli Aceh. Kebetulan juga, saya pernah datang ke aceh dua kali. Di UIN Ar-Raniry.

Saya ditemani oleh Ketua Senat-H.Imam Hakim, M.Si-saya ngobrol dengan Dr. Faisal , bercerita saat berkunjung di UIN Ar-Raniry Aceh.

“Pak Dr. Faisal, saya teringat saat berada di penginapan Kampus Ar-Raniry. Jam 21.00 an, saya ditelpon oleh Prof. Mujiburrohman-sekarang kalau tak salah menjadi Rektor UIN Ar-Raniry. Dia memanggilku ustadz. Ia menelpon dan menjemputku di dalam kampus. Lalu ia mengajak keliling kota Banda Aceh sambil menikmati gorengan burung. Kalau tak salah burung “berkiek”. Selesai makan, saya diajak ke tempat pusat perbelanjaan Kopi Gayo. Namun hujan sangat deras. Setelah reda, toko tersebut tutup. Prof Mujib pun berjanji suatu saat nanti akan mengirim ku kopi gayo”.

Saya memperhatikan ekspresi wajah Dr. Faisal sangat serius mendengarkan pemaparan dan penjelasanku. Serius dengan wajah “sumringah”. Ia tipe pejabat atau tokoh nasional yang tidak memperlihatkan diri atau menempatkan diri sebagai tokoh nasional. Lawan diskusi ditempatkan seperti sahabat. Sangat humble dan rendah hati. Saya kira siapapun yang ngobrol dan diskusi dengannya akan betah dan asyik. Tentu saja bagi tipe orang yang suka diskusi, terutama tentang persoalan ilmu dan isu-isu kekinian.

Isu yang diangkat saat itu antara lain tentang bencana alam yang berada di berbagai negara dan pulau-pulau di Sumatera. Salah satunya di Sumatera Utara dan Aceh.

“Mengerikan dan sekaligus menyedihkan. Perlu ada uluran tangan darimana pun, termasuk di kantor kami. Saya dan teman-teman menyisihkan sebagian rezeki dikirim ke tempat bencana”.

Saya mencoba melihat dari sisi hikmah nya. Hari ini terlihat bencana sangat mengerikan di Aceh dan Sibolga. Grup-grup WA mengirim video banjir bandang yang menyapu mobil, rumah, dan pohon-pohonan. Mengerikan sekali.

Ini mengingatanku pada pada bencana nasional tsunami tahun 2004. Ratusan ribu masyarakat Aceh meninggal dunia.

“Ketika Tsunami tahun 2024, gelombang laut setinggi pohon kelapa. Semua bangunan rata dan tersapu bersih” paparnya. Sebelumnya juga saya mendapatkan informasi serupa dari sopir Grab di Banda Aceh.

Dr. Faisal begitu santai dan tegar menceritakan bancana alam tersebut. Ia adalah cermin orang aceh yang telah memahami suatu bencana alam dan kemanusiaan berkepanjangan pada masa dulu. Dalam persoalan politik masa lalu, Aceh mendapatkan tekanan politik sangat hebat. tapi orang aceh tetap berdiri tegar. Tahan banting. Tidak mengeluh. Mereka sudah terbiasa hidup dengan penderitaan. kepribadian tegas dan kehormatannya dibangun oleh prinsip hidup yang bersumber dari ajaran Islam dan tempaan ujian hidup yang memakan waktu cukup lama.

Sekitar tahun 2022 saya ke Aceh. Berarti sudah 18 tahun kejadian bencana Aceh porak poranda oleh gelombang tsunami. Namun pada tahun 2022, saya melihat perkembangan Aceh sangat luarbiasa. Rumah, tempat bisnis, pendidikan, bangunan perkantoran, tempat wisata dan jalan-jalan terlihat sangat baik. Seolah-olah seperti tidak ada kejadian bencana tsunami.

Kenapa sebegitu cepat masyarakat Aceh bangkit dari kehancuran?. Sebab mereka telah belajar dari pengalaman sejarah yang penuh dengan penderitaan, ujian dan bencana. Mereka sudah biasa ditempah dan gembleng dengan ujian kehidupan yang sangat keras. Hidup bagi mereka sudah tidak perlu cengeng. Hidup harus siap menghadapi segala ujian dengan penuh optimisme. Hanya dengan cara menaklukan segala rintangan dan ujian, kesuksesan akan diraihkan dengan gemilang.

Dan saya percaya, jiwa patriotisme dan mental super kuat dari masyarakat Aceh, akan bangkit dari ujian bencana alam dan melahirkan generasi-generasi yang hebat di masa mendatang. Termasuk sumut, sumbar dan daerah lainnya. Hanya generasi berjiwa pantang menyerah yang mampu melahirkan peradaban yang cemerlang di masa mendatang.



Penulis : Vijianfaiz,PhD


Bagikan Ke :

Tulis Komentar


Avatar

Deni Astuti,kls abi 1c

UAS Deni Astuti,kls abi 1c 1. Apa perbedaan antara Zakat dan Pajak? Zakat dan pajak memiliki beberapa perbedaan mendasar. Zakat adalah kewajiban yang bersifat agama, khususnya dalam Islam, yang diwajibkan kepada umat Muslim yang telah memenuhi syarat tertentu seperti nisab dan haul. Zakat bertujuan untuk mensucikan harta dan jiwa, serta membantu golongan yang berhak menerimanya (mustahik) sesuai dengan ketentuan syariat Islam. Pengelolaan zakat biasanya dilakukan oleh lembaga amil zakat dan penggunaannya sudah ditentukan dalam Al-Qur’an. Sementara itu, pajak adalah kewajiban kenegaraan yang harus dibayarkan oleh seluruh warga negara tanpa memandang agama. Pajak bertujuan untuk membiayai pembangunan negara, seperti infrastruktur, pendidikan, kesehatan, dan pelayanan publik lainnya. Pengelolaan pajak dilakukan oleh pemerintah dan penggunaannya bersifat umum sesuai kebijakan negara. Dengan demikian, perbedaan utama zakat dan pajak terletak pada dasar kewajiban, tujuan, penerima manfaat, serta landasan hukumnya. 2. Apa pelajaran penting dari artikel tersebut berkaitan dengan bencana alam di Indonesia? Pelajaran penting dari artikel “Manusia Tangguh, Tujuan Tuhan Memberikan Ujian Hidup” berkaitan dengan bencana alam di Indonesia adalah bahwa bencana tidak hanya dipahami sebagai musibah semata, tetapi juga sebagai ujian dan pengingat dari Tuhan. Bencana mengajarkan manusia untuk lebih bersabar, bertawakal, dan meningkatkan keimanan kepada Allah SWT. Selain itu, artikel tersebut menekankan pentingnya ikhtiar manusia, seperti menjaga lingkungan, tidak merusak alam, dan meningkatkan kesiapsiagaan terhadap bencana. Indonesia sebagai negara rawan bencana perlu membangun ketangguhan spiritual dan sosial, yaitu saling tolong-menolong, empati, dan kepedulian terhadap sesama korban bencana. Dengan memahami makna bencana secara religius dan rasional, manusia diharapkan dapat menjadi pribadi yang lebih kuat, bijaksana, dan bertanggung jawab terhadap alam dan kehidupan.

Avatar

Marsya santiya

1. Zakat dan pajak sama-sama bersifat wajib, namun berbeda dari sisi dasar, tujuan, dan pengelolaannya. Zakat adalah kewajiban agama bagi umat Islam yang telah memenuhi syarat tertentu (nisab dan haul). Tujuannya untuk menyucikan harta dan membantu kelompok yang berhak (asnaf) seperti fakir, miskin, dan lainnya sesuai ketentuan syariat. Besaran zakat sudah ditentukan dalam Islam, misalnya 2,5% untuk zakat mal, dan penyalurannya terbatas pada golongan tertentu. Sedangkan pajak adalah kewajiban warga negara yang diatur oleh hukum negara. Pajak bertujuan untuk membiayai kebutuhan negara dan pelayanan publik seperti pendidikan, kesehatan, dan infrastruktur. Tarif dan jenis pajak ditentukan oleh pemerintah, dan hasilnya masuk ke kas negara untuk kepentingan umum. Dengan demikian, zakat bersifat religius dan sosial, sedangkan pajak bersifat hukum dan administratif negara. Keduanya dapat saling melengkapi dalam meningkatkan kesejahteraan masyarakat. 2. Artikel tersebut memberikan pelajaran bahwa bencana alam merupakan ujian kehidupan yang bertujuan membentuk manusia agar lebih tangguh, baik secara mental maupun spiritual. Dalam perspektif agama, bencana bukan hanya musibah, tetapi juga sarana introspeksi diri, peningkatan keimanan, dan penguatan kepedulian sosial. Selain itu, artikel menekankan pentingnya sikap sabar, ikhtiar, dan tawakal dalam menghadapi bencana. Manusia dituntut tidak hanya pasrah, tetapi juga berusaha melalui kesiapsiagaan, mitigasi bencana, serta menjaga lingkungan agar kerusakan tidak semakin parah. Pelajaran lainnya adalah pentingnya gotong royong dan solidaritas sosial, di mana agama berperan besar dalam menggerakkan kepedulian masyarakat terhadap korban bencana.

Avatar

Bunga Suci Aulia (ABI 1C)

1. Zakat dan pajak sama-sama berupa kewajiban memberikan sebagian harta, tetapi keduanya berbeda tujuan, dasar, dan pengelolaannya: * Dasar hukum Zakat adalah kewajiban agama bagi umat Islam yang sudah memenuhi syarat (nisab & haul), ditetapkan dalam Al-Qur’an dan hadits. Pajak adalah kewajiban negara yang ditetapkan oleh undang-undang. * Tujuan Zakat diberikan khusus untuk membersihkan harta dan jiwa, membantu yang berhak (mis: fakir, miskin), serta mendekatkan hamba kepada Tuhan. Pajak digunakan untuk membiayai fungsi negara seperti pembangunan, layanan publik, keamanan, infrastruktur, kesehatan, pendidikan. * Pemberi & penerima Zakat hanya diberikan oleh muslim yang memenuhi syarat dan diterima oleh golongan tertentu yang ditentukan syariat. Pajak dibayar oleh setiap wajib pajak (orang/perusahaan) sesuai aturan nasional dan diterima oleh pemerintah. * Landasan pengelolaan Zakat diprioritaskan untuk kesejahteraan umat dan pengentasan kemiskinan secara spiritual & sosial. Pajak berfungsi sebagai instrumen ekonomi negara untuk menjalankan roda pemerintahan dan pelayanan publik secara umum. 2. Ujian hidup dan bencana adalah bagian dari proses pembentukan manusia yang tangguh. Artikel tersebut menekankan bahwa hidup tidak selalu mudah, dan setiap manusia akan menghadapi cobaan dan ujian kehidupan — termasuk bencana, kesulitan, dan tantangan lainnya. Tujuan dari ujian ini menurut artikel adalah untuk menempa karakter manusia, sehingga ia menjadi pribadi yang kuat, lebih sabar, dan lebih mengandalkan Tuhan dalam setiap keadaan. * Belajar menguatkan iman dan keteguhan batin. Melalui berbagai ujian hidup, manusia diingatkan bahwa kekuatan sejati bukan hanya berasal dari kemampuan lahiriyah, tetapi dari keteguhan hati dan keyakinan bahwa segala sesuatu yang terjadi memiliki hikmah serta tujuan yang lebih besar dari sisi Tuhan. * Bencana bukan semata kesialan, tapi kesempatan introspeksi dan pertumbuhan. Artikel mengajak pembaca untuk tidak melihat bencana hanya sebagai hal negatif, tetapi sebagai kesempatan untuk memperbaiki diri, memperkuat hubungan dengan Tuhan, dan menjadi lebih siap menghadapi ujian yang akan datang. * Ketangguhan pribadi sebagai hasil pembelajaran hikmah dari cobaan. Manusia yang mampu menghadapi ujian dengan keikhlasan, sabar, dan tawakal akan berkembang menjadi pribadi yang lebih tangguh dan bijaksana bukannya patah semangat ketika menghadapi kesulitan hidup.

Avatar

UAS - NUR ADREA REZKI - ABI 1C

Soal no 1 1. Pengertian Zakat: Kewajiban agama bagi umat Islam untuk menyisihkan sebagian harta kepada yang berhak (mustahik). Pajak: Kewajiban warga negara untuk membayar kepada negara guna membiayai pembangunan dan kebutuhan negara. 2. Dasar Hukum Zakat: Berdasarkan syariat Islam (Al-Qur’an dan Hadis). Pajak: Berdasarkan undang-undang negara. 3. Subjek (Siapa yang Wajib) Zakat: Hanya umat Islam yang memenuhi syarat (nisab & haul). Pajak: Semua warga negara yang memenuhi ketentuan, tanpa melihat agama. 4. Tujuan Zakat: Membersihkan harta, membantu fakir miskin, dan pemerataan kesejahteraan. Pajak: Membiayai pemerintahan, pembangunan, pendidikan, kesehatan, dll. 5. Penerima Zakat: Hanya untuk 8 golongan (asnaf), seperti fakir, miskin, amil, dll. Pajak: Masuk ke kas negara dan digunakan untuk kepentingan umum. 6. Besaran Zakat: Sudah ditentukan (misalnya 2,5% untuk zakat harta). Pajak: Bervariasi sesuai aturan dan jenis pajak. Soal no 2 Membahas tentang bagaimana ujian hidup bisa membentuk seseorang menjadi pribadi yang tangguh dan kuat. Melalui pengalaman dan refleksi penulis—termasuk percakapan dengan tokoh yang tangguh menghadapi bencana alam—ditekankan bahwa hidup penuh dengan cobaan dan rintangan. Ujian tersebut bukan hanya sesuatu yang menyulitkan, tetapi juga pelajaran berharga yang dapat membentuk karakter, keteguhan, dan optimisme seseorang jika disikapi dengan benar. Dengan melalui pengalaman pahit, manusia belajar untuk tidak mudah putus asa, bangkit, dan menjadi lebih kuat menghadapi tantangan masa depan.

Avatar

Najiha (ABI 1C)

1.Zakat adalah kewajiban agama (ibadah) yang bersumber dari Al-Qur’an dan Hadis, dan hanya diwajibkan bagi umat Islam yang telah memenuhi syarat tertentu seperti nisab dan haul. Tujuan utama zakat adalah mensucikan harta dan jiwa, serta membantu delapan golongan penerima zakat (asnaf) seperti fakir, miskin, dan orang yang membutuhkan. Pengelolaan zakat dilakukan oleh amil zakat atau lembaga zakat resmi sesuai syariat Islam. Sementara itu, pajak adalah kewajiban kenegaraan yang diatur oleh undang-undang dan berlaku bagi seluruh warga negara tanpa memandang agama. Tujuan pajak adalah untuk membiayai pembangunan negara, seperti infrastruktur, pendidikan, kesehatan, dan pelayanan publik lainnya. Pajak dikelola oleh pemerintah dan tidak memiliki ketentuan religius seperti nisab atau asnaf. 2.Artikel tersebut menekankan bahwa manusia diajak untuk bersabar, bertawakal, dan tetap berikhtiar ketika menghadapi bencana. Selain itu, bencana alam di Indonesia mengajarkan pentingnya kepedulian sosial, solidaritas, dan gotong royong antar sesama, karena dalam situasi sulit manusia sangat membutuhkan bantuan satu sama lain. Pelajaran lain yang dapat diambil adalah perlunya kesadaran terhadap alam dan lingkungan. Banyak bencana diperparah oleh ulah manusia sendiri, seperti kerusakan lingkungan. Olehkarena itu, manusia dituntut untuk lebih bertanggung jawab dalam menjaga alam sebagai amanah dari Tuhan.

Avatar

SYAMSIDAR

1. Zakat adalah ibadah wajib agama Islam dengan ketentuan syariat jelas untuk membersihkan harta dan membantu fakir miskin, bersifat spiritual-sosial, hanya untuk Muslim, dan diatur Al-Qur'an serta Hadits. Pajak adalah kewajiban hukum warga negara untuk negara, sifatnya memaksa, diatur undang-undang, berlaku untuk semua warga negara tanpa terkecuali, dan dananya untuk pembangunan publik, serta dapat menjadi pengurang PKP di Indonesia. 2. Bencana alam di Indonesia dapat dimaknai sebagai ujian dari Tuhan untuk menguatkan iman dan membentuk karakter manusia yang tangguh. Musibah ini juga berfungsi sebagai pengingat untuk refleksi diri, memperbaiki hubungan dengan Tuhan dan sesama, serta menumbuhkan solidaritas sosial melalui kepedulian dan gotong royong.

Avatar

Dea Marsha

1.) Zakat adalah kewajiban dalam ajaran Islam yang bertujuan membersihkan harta dan membantu golongan yang berhak, dengan ketentuan tertentu seperti nisab dan haul, serta penyalurannya sudah ditetapkan dalam syariat. Pajak adalah kewajiban kepada negara yang bersifat umum, dipungut berdasarkan undang-undang, dan digunakan untuk membiayai kebutuhan serta pembangunan negara bagi seluruh masyarakat. 2.) a.) Ujian hidup adalah bagian dari proses pembentukan mental yang kuat b.) Sikap terhadap ujian memengaruhi hasilnya c.) Cara kita bangkit dari ujian yang menunjukkan ketegaran dan keimanan

Avatar

SYAMSIDAR (ABI 1C)

1. Zakat adalah ibadah wajib agama Islam dengan ketentuan syariat jelas untuk membersihkan harta dan membantu fakir miskin, bersifat spiritual-sosial, hanya untuk Muslim, dan diatur Al-Qur'an serta Hadits. Pajak adalah kewajiban hukum warga negara untuk negara, sifatnya memaksa, diatur undang-undang, berlaku untuk semua warga negara tanpa terkecuali, dan dananya untuk pembangunan publik, serta dapat menjadi pengurang PKP di Indonesia. 2. Bencana alam di Indonesia dapat dimaknai sebagai ujian dari Tuhan untuk menguatkan iman dan membentuk karakter manusia yang tangguh. Musibah ini juga berfungsi sebagai pengingat untuk refleksi diri, memperbaiki hubungan dengan Tuhan dan sesama, serta menumbuhkan solidaritas sosial melalui kepedulian dan gotong royong.

Avatar

Jawaban UAS Ayu Dewi Astuti Abi 1C

1. Zakat adalah kewajiban religius bagi umat Islam, tetapi pajak adalah kontribusi yang ditekankan oleh negara untuk seluruh warganya. Zakat bersifat spiritual dan sosial, sedangkan pajak bersifat administratif dan kenegaraan. Keduanya sama-sama penting dan saling melengkapi dalam kehidupan bermasyarakat. 2.mengajak manusia untuk bersikap lebih sabar, ikhlas, dan bangkit dari kesulitan, Bencana bisa menjadi moment refleksi diri untuk memperbaiki hubungan dengan Tuhan dan sesama.Bencana alam juga menguji ketangguhan manusia, memotivasi untuk bangkit lebih kuat, lebih peduli, dan memperkuat solidaritas sosial.

Avatar

UAS ABI 1C – WIZA SHAHIRA

1. Perbedaan zakat dan pajak Zakat adalah ibadah wajib agama Islam dengan ketentuan syariat jelas untuk membersihkan harta dan membantu fakir miskin, bersifat spiritual-sosial, hanya untuk Muslim, dan diatur Al-Qur'an serta Hadits. Pajak adalah kewajiban hukum warga negara untuk negara, sifatnya memaksa, diatur undang-undang, berlaku untuk semua warga negara tanpa terkecuali, dan dananya untuk pembangunan publik, serta dapat menjadi pengurang PKP di Indonesia. 2. Bencana alam di Aceh (termasuk tsunami), bukan cuma sebagai tragedi yang bikin hancur, tapi sebagai “penguji” karakter dan ketangguhan masyarakat yang mengalaminya. Aceh contohnya, setelah tsunami besar, masyarakatnya bangkit kembali bangun rumah, infrastruktur, ekonomi, sampai pendidikan dengan kuat, tabah, dan tanpa cengeng. Mereka jadi lebih tangguh secara mental dan sosial karena pengalaman itu. Jadi bencana itu bukan sekedar malapetaka, tapi juga “ujian hidup” yang bisa membentuk karakter pantang menyerah dan optimis di masa depan. a. Bencana alam bisa jadi pelatih mental sosial b. Bangkit dari bencana c. Pengalaman sulit itu mengajarkan ketangguhan d. Hikmah bisa muncul setelah tragedi besar kesimpulannya bencana alam di Indonesia itu tragis, tapi manusia yang selamat dan bangkit dari itu biasanya jadi lebih kuat, lebih kompak, dan lebih siap menghadapi ujian berikutnya.

Avatar

AULYA NABILLA

Name: AULYA NABILLA NIM:5404250103 Class: Abi 1c 1. Zakat adalah kewajiban keagamaan khusus bagi umat Islam, sedangkan pajak adalah kewajiban warga negara. Keduanya sama-sama bertujuan untuk kesejahteraan masyarakat, tetapi memiliki dasar hukum, tujuan, dan mekanisme yang berbeda. 2. Adalah bahwa bencana alam menguji bukan hanya fisik, tetapi juga mental dan karakter manusia, sekaligus menumbuhkan ketangguhan, solidaritas, dan kemampuan bangkit dari keterpurukan.

Avatar

Nurfitri Suryani

1. Perbedaan Zakat dan Pajak Zakat adalah kewajiban agama bagi umat Islam yang bertujuan mensucikan harta dan membantu golongan tertentu (8 asnaf) berdasarkan syariat Islam. Pajak adalah kewajiban warga negara berdasarkan undang-undang untuk membiayai pembangunan dan kepentingan umum. Zakat bernilai ibadah dan spiritual, sedangkan pajak bersifat administratif dan kenegaraan. 2. Pelajaran penting dari artikel tentang bencana alam di Indonesia Bencana alam merupakan ujian dan peringatan dari Tuhan agar manusia introspeksi diri dan menjaga alam. Bencana juga mengajarkan tanggung jawab manusia sebagai khalifah, pentingnya kepedulian sosial, serta sikap sabar, tawakal, dan ikhtiar dalam menghadapi ujian hidup.

Avatar

UAS RASMIDA HAYATI (ABI 1C)

1. Zakat dan pajak sama-sama merupakan kewajiban yang berkaitan dengan harta, tetapi keduanya memiliki perbedaan yang mendasar. Zakat adalah kewajiban agama bagi umat Islam yang sudah memenuhi syarat tertentu seperti nisab dan haul. Zakat bertujuan untuk membersihkan harta dan jiwa serta membantu kesejahteraan umat, khususnya golongan yang berhak menerima zakat (mustahik). Sementara itu, pajak adalah kewajiban warga negara yang diatur oleh undang-undang dan bersifat memaksa. Pajak bertujuan untuk membiayai kebutuhan negara seperti pembangunan, pendidikan, kesehatan, dan pelayanan publik lainnya. Jika zakat tidak dibayarkan maka berdampak pada dosa secara agama, sedangkan pajak yang tidak dibayar akan dikenai sanksi hukum oleh negara. Dengan demikian, zakat memiliki dimensi ibadah dan sosial, sedangkan pajak memiliki dimensi administratif dan kenegaraan. 2. Dari artikel tersebut dapat dipahami bahwa bencana alam bukan hanya peristiwa menyedihkan, tetapi juga merupakan ujian hidup yang memiliki makna dan pelajaran penting bagi manusia. Bencana mengajarkan manusia untuk menjadi pribadi yang lebih tangguh, sabar, dan kuat secara mental maupun spiritual. Artikel ini juga menunjukkan bahwa masyarakat Indonesia, khususnya di daerah yang sering mengalami bencana, mampu bangkit dan melanjutkan hidup dengan semangat kebersamaan dan gotong royong. Selain itu, bencana mengingatkan manusia akan keterbatasannya dan pentingnya iman serta ketergantungan kepada Tuhan. Dengan demikian, bencana alam dapat menjadi sarana pembentukan karakter manusia agar lebih kuat, peduli terhadap sesama, dan tidak mudah menyerah dalam menghadapi ujian hidup.

Avatar

FITRI WULANDARI

UAS ABI 1C FITRI WULANDARI 1. Pandangan tentang kontribusi Islam terhadap peradaban dunia Menurut saya, Islam memiliki kontribusi yang sangat besar terhadap perkembangan peradaban dunia, baik dalam bidang ilmu pengetahuan, sosial, budaya, maupun moral. Pada masa kejayaan Islam (Golden Age), umat Islam menjadi pelopor dalam pengembangan ilmu seperti matematika, kedokteran, astronomi, filsafat, dan kimia. Tokoh-tokoh seperti Al-Khawarizmi, Ibnu Sina, Al-Farabi, dan Ibnu Rusyd memberikan sumbangan besar yang hingga kini menjadi dasar ilmu modern. Selain itu, Islam juga berkontribusi dalam pembentukan sistem sosial yang adil melalui ajaran tentang keadilan, persamaan derajat manusia, dan kepedulian terhadap sesama. Konsep zakat, sedekah, dan wakaf merupakan contoh nyata sistem sosial Islam yang mendorong kesejahteraan masyarakat. Dalam bidang budaya dan peradaban, Islam memperkenalkan nilai toleransi dan perdamaian, terutama dalam kehidupan masyarakat multikultural. Islam tidak hanya mendorong kemajuan material, tetapi juga menyeimbangkan antara ilmu pengetahuan dan nilai spiritual, sehingga membentuk peradaban yang beretika dan beradab. 2. Mu’jizat Al-Qur’an berdasarkan QS. Al-Baqarah ayat 73 Mu’jizat Al-Qur’an dalam QS. Al-Baqarah ayat 73 terlihat dari kemampuannya mengungkap kebenaran dengan cara yang tidak dapat ditiru oleh manusia. Dalam ayat tersebut, Allah memerintahkan Bani Israil untuk memukul mayat dengan bagian dari sapi yang disembelih, lalu dengan izin Allah, mayat tersebut hidup kembali dan mengungkap siapa pembunuhnya. Hal ini menunjukkan bahwa Al-Qur’an bukan sekadar kitab sejarah atau cerita, tetapi mengandung kekuasaan Allah yang melampaui logika manusia. Mu’jizat ini juga menegaskan bahwa kebenaran akan selalu menemukan jalannya sendiri, meskipun manusia berusaha menutupinya. Selain itu, ayat ini mengajarkan bahwa Al-Qur’an mampu menyentuh akal dan hati manusia, mengajak manusia berpikir, serta menunjukkan tanda-tanda kekuasaan Allah sebagai bukti kebenaran wahyu-Nya. Oleh karena itu, Al-Qur’an menjadi pedoman hidup yang relevan sepanjang zaman. 3. Pandangan tentang Islam di Indonesia Menurut saya, Islam di Indonesia berkembang dengan karakter yang moderat, toleran, dan damai. Proses masuknya Islam ke Indonesia dilakukan melalui pendekatan budaya, perdagangan, dan dakwah yang santun, sehingga Islam dapat diterima dengan baik oleh masyarakat yang beragam latar belakangnya. Islam di Indonesia mampu beradaptasi dengan budaya lokal tanpa meninggalkan nilai-nilai dasar ajaran Islam. Hal ini terlihat dari tradisi keagamaan yang tetap bernuansa Islam namun selaras dengan budaya setempat. Islam Indonesia juga berperan besar dalam menjaga persatuan dan kesatuan bangsa, sejalan dengan nilai Pancasila dan UUD 1945. Selain itu, Islam di Indonesia berkontribusi dalam bidang pendidikan, sosial, dan kemanusiaan melalui pesantren, organisasi keagamaan, serta gerakan sosial. Tantangan seperti radikalisme dan intoleransi memang ada, namun secara umum Islam Indonesia tetap menjadi contoh Islam yang ramah, inklusif, dan mampu hidup berdampingan dalam masyarakat majemuk.

Avatar

NUR KARIMAH (ABI 1C)

1).Zakat adalah kewajiban agama bagi umat Islam yang berasal dari perintah Allah. Zakat hanya wajib bagi orang yang beragama Islam dan telah memenuhi syarat tertentu, seperti memiliki harta yang mencapai nisab dan haul. Tujuan zakat adalah untuk membersihkan harta dan membantu golongan yang berhak menerimanya (seperti fakir, miskin, dan lainnya). Pengelolaan zakat dilakukan sesuai ketentuan syariat Islam dan penyalurannya bersifat ibadah serta sosial. Sementara itu, pajak adalah kewajiban yang ditetapkan oleh negara dan berlaku bagi seluruh warga negara tanpa memandang agama. Pajak dipungut berdasarkan undang-undang dan digunakan untuk membiayai kepentingan umum seperti pembangunan, pendidikan, kesehatan, dan infrastruktur. Pembayaran pajak bersifat wajib dan memiliki sanksi hukum apabila tidak dipenuhi. 2).1. Bencana sebagai ujian dan pembelajaran hidup Artikel tersebut menekankan bahwa bencana alam, seperti tsunami Aceh dan banjir bandang di Sumatera Utara, bukan hanya peristiwa tragis, tetapi juga merupakan ujian hidup bagi manusia. Ujian ini bisa memberi pelajaran tentang ketangguhan, solidaritas, dan makna hidup. 2. Bangkit dari bencana menunjukkan kekuatan mental masyarakat Penulis menggambarkan bagaimana masyarakat Aceh bangkit kembali setelah tsunami, membangun kembali kehidupan sosial dan ekonominya dengan tekad kuat. Ini menunjukkan bahwa dari ujian berat pun bisa lahir ketangguhan dan optimisme. 3. Ujian hidup memperkuat karakter dan solidaritas Melalui bencana, masyarakat belajar untuk lebih peduli, saling membantu, dan menghargai kehidupan. Solidaritas sosial sering muncul lebih kuat ketika berlangsung musibah. 4. Bencana bukan akhir, tetapi tantangan hidup Inti yang diambil adalah bahwa hidup akan selalu penuh dengan tantangan, termasuk bencana alam yang tidak bisa sepenuhnya dihindari. Ujian seperti ini menguji keteguhan hati dan kemampuan untuk bangkit kembali.

Avatar

SUCI (ABI 1 C)

1.Perbedaan antara zakat dan pajak dapat dilihat dari beberapa aspek berikut: 1. Dasar Hukum Zakat: Berdasarkan syariat Islam (Al-Qur’an dan Hadis). Wajib bagi umat Islam yang telah memenuhi syarat (nisab dan haul). Pajak: Berdasarkan undang-undang negara dan berlaku untuk seluruh warga negara sesuai ketentuan hukum. 2. Sifat Kewajiban Zakat: Kewajiban agama dan termasuk ibadah. Pajak: Kewajiban kenegaraan atau administratif. 3. Subjek yang Wajib Membayar Zakat: Hanya umat Islam yang mampu (memenuhi syarat). Pajak: Semua warga negara atau badan usaha, tanpa memandang agama. 4. Tujuan Penggunaan Zakat: Disalurkan kepada 8 golongan (asnaf), seperti fakir, miskin, amil, mualaf, dan lainnya. Pajak: Digunakan untuk kepentingan umum, seperti pembangunan, pendidikan, kesehatan, dan infrastruktur. 5. Besaran dan Ketentuan Zakat: Besarannya tetap dan telah ditentukan (misalnya zakat mal 2,5%). Pajak: Besarannya bervariasi dan dapat berubah sesuai kebijakan pemerintah. 6. Pengelola Zakat: Dikelola oleh amil zakat atau lembaga zakat resmi. Pajak: Dikelola oleh pemerintah melalui instansi pajak. 2. Artikel tersebut mengajarkan bahwa bencana alam di Indonesia harus dihadapi dengan ketangguhan mental, optimisme, dan semangat pantang menyerah agar kehancuran dapat diubah menjadi kekuatan untuk membangun masa depan yang lebih baik.

Avatar

UAS ABI 1C - Alya Septiamanda

1. Apa perbedaan antara Zakat dan Pajak! - Perbedaan antara zakat dan pajak adalah tujuan dan prinsip yang mendasarinya. Zakat memiliki tujuan spiritual dan sosial, yaitu untuk membersihkan harta dan membantu sesama, terutama mereka yang termasuk dalam delapan asnaf penerima zakat. Pajak, di sisi lain, lebih bersifat administratif dan bertujuan untuk mendukung fungsi pemerintah dan pembangunan negara 2. Apa pelajaran penting dari artikel ini berkaitan dengan bencana alam di Indonesia! - Pelajaran penting dari artikel ini adalah bahwa bencana bukan sekadar malapetaka, tetapi ujian hidup yang menguji keteguhan, kesabaran, dan solidaritas manusia. Melalui ujian tersebut, masyarakat seperti di Aceh mampu bangkit menjadi lebih kuat secara mental dan spiritual, serta saling tolong-menolong sehingga membentuk karakter yang tangguh dan optimis dalam menghadapi setiap tantangan alam

Avatar

UAS - DZALFA PUTRI SYALIKA - ABI 1C

1. Apa perbedaan antara Zakat dan Pajak ! Zakat merupakan kewajiban dalam agama Islam yang hanya dikenakan kepada umat Muslim yang telah memenuhi syarat tertentu dan bertujuan sebagai ibadah serta membantu golongan yang berhak menerima. Sementara itu, pajak adalah kewajiban kepada negara yang berlaku bagi seluruh warga negara tanpa memandang agama, dengan tujuan membiayai pembangunan dan kepentingan umum. 2. Apa pelajaran penting dari artikel ini berkaitan dengan bencana alam di Indonesia: https://imamghozali.id/post/manusia-tangguh-tujuan-tuhan-memberikan-ujian-hidup Pelajaran penting dari artikel tersebut terkait bencana alam di Indonesia antara lain: - Bencana alam merupakan ujian hidup yang bertujuan membentuk ketangguhan dan kedewasaan manusia, bukan sekadar peristiwa yang membawa penderitaan. - Melalui bencana, masyarakat belajar untuk bersabar, menerima keadaan, dan tidak mudah putus asa. - Bencana juga menumbuhkan rasa solidaritas, kepedulian, dan semangat saling membantu antar sesama. - Dari sisi spiritual, bencana menjadi momen refleksi diri untuk lebih mendekatkan diri kepada Tuhan dan memperbaiki sikap hidup. - Pengalaman menghadapi bencana dapat mendorong masyarakat untuk bangkit, beradaptasi, dan membangun kehidupan yang lebih baik ke depannya.

Avatar

Fatmawati_1C

1. Zakat adalah kewajiban agama Islam yang harus dikeluarkan oleh umat Muslim yang mampu sesuai ketentuan syariat, dengan tujuan membersihkan harta dan membantu golongan yang berhak (mustahik). Sedangkan pajak adalah kewajiban kenegaraan yang harus dibayar oleh warga negara kepada pemerintah berdasarkan undang-undang. 2. Pelajaran penting dari artikel ini adalah bahwa bencana alam bukan cuma musibah, tapi juga ujian hidup yang bisa bikin manusia jadi lebih kuat dan tangguh. Dari bencana, kita belajar untuk sabar, bangkit, saling bantu, dan tidak mudah menyerah saat menghadapi masalah.

Avatar

Risma ariani

Nama:Risma Ariani(ABI 1C) 1 - Zakat: Berdasarkan ajaran agama Islam (Al-Qur'an dan Hadis), wajib bagi umat Muslim yang memenuhi syarat (nisab dan haul). ​ - Pajak: Berdasarkan peraturan perundang-undangan negara, wajib bagi semua warga negara atau badan hukum yang memenuhi kriteria pajak, tanpa memandang agama. 2 Apa pelajaran penting dari artikel tersebut berkaitan dengan bencana alam di Indonesia? Pelajaran penting dari artikel “Manusia Tangguh, Tujuan Tuhan Memberikan Ujian Hidup” berkaitan dengan bencana alam di Indonesia adalah bahwa bencana tidak hanya dipahami sebagai musibah semata, tetapi juga sebagai ujian dan pengingat dari Tuhan. Bencana mengajarkan manusia untuk lebih bersabar, bertawakal, dan meningkatkan keimanan kepada Allah SWT. Selain itu, artikel tersebut menekankan pentingnya ikhtiar manusia, seperti menjaga lingkungan, tidak merusak alam, dan meningkatkan kesiapsiagaan terhadap bencana. Indonesia sebagai negara rawan bencana perlu membangun ketangguhan spiritual dan sosial, yaitu saling tolong-menolong, empati, dan kepedulian terhadap sesama korban bencana. Dengan memahami makna bencana secara religius dan rasional, manusia diharapkan dapat menjadi pribadi yang lebih kuat, bijaksana, dan bertanggung jawab terhadap alam dan kehidupan.

Avatar

Fahtullah

UAS KELAS ABI 1C 1. Pajak dan zakat adalah dua konsep yang berbeda. Pajak adalah kewajiban bagi warga negara untuk membiayai kegiatan pemerintah, sedangkan zakat adalah kewajiban bagi Muslim yang telah mencapai nisab untuk membantu orang-orang yang membutuhkan dan membersihkan harta. Pajak memiliki tarif yang berbeda-beda sesuai peraturan pemerintahan, sedangkan zakat memiliki tarif 2,5% dan penerimaannya digunakan untuk membantu fakir miskin dan lembaga zakat. Dengan demikian, pajak dan zakat memiliki tujuan, sumber, tarif, dan penerima yang berbeda. 2. Dalam pandangan Islam, bencana alam merupakan ketetapan Allah yang bisa menjadi ujian, peringatan, dan akibat dari perbuatan manusia dalam merusak alam. Bencana mengajarkan kesabaran, introspeksi diri, serta mendorong manusia untuk kembali kepada Allah dan saling menolong sesama.

Avatar

UAS ABI 1C - NOVIZZAYANI

1.Perbedaan antara Zakat dan Pajak Zakat dan pajak sama-sama merupakan kewajiban yang harus dibayarkan, tetapi keduanya memiliki perbedaan yang cukup jelas. Zakat adalah kewajiban bagi umat Islam yang sudah memenuhi syarat tertentu, seperti memiliki harta yang mencapai nisab dan haul. Zakat bersifat ibadah dan perintah agama, sehingga pembayarannya bertujuan untuk membersihkan harta dan membantu golongan yang berhak menerimanya, seperti fakir miskin dan orang yang membutuhkan. Pengelolaan zakat biasanya dilakukan oleh lembaga amil zakat sesuai aturan syariat Islam. Sementara itu, pajak adalah kewajiban seluruh warga negara yang diatur oleh pemerintah tanpa melihat agama. Pajak bersifat wajib secara hukum negara dan digunakan untuk kepentingan umum, seperti pembangunan infrastruktur, pendidikan, kesehatan, dan penanggulangan bencana. Pajak tidak memiliki syarat khusus seperti zakat dan harus dibayar sesuai ketentuan undang-undang. Jadi, perbedaan utamanya terletak pada dasar kewajiban, tujuan, penerima manfaat, dan aturan pengelolaannya. 2.Apa pelajaran penting dari artikel ini berkaitan dengan bencana alam di Indonesia! Pelajaran penting yang dapat diambil dari artikel “Manusia Tangguh: Tujuan Tuhan Memberikan Ujian Hidup” adalah bahwa bencana alam bukan hanya membawa penderitaan, tetapi juga membentuk mental ketangguhan dan kekuatan karakter masyarakat. Artikel ini menunjukkan bagaimana masyarakat Aceh, yang sering mengalami bencana alam dan konflik, justru mampu bangkit dengan cepat karena sudah terbiasa menghadapi ujian hidup yang berat. Dari pengalaman Aceh, kita belajar bahwa sikap pantang menyerah, optimisme, dan keimanan sangat berperan dalam proses pemulihan pascabencana. Masyarakat Aceh tidak larut dalam kesedihan, tetapi menjadikan bencana sebagai pelajaran untuk membangun kehidupan yang lebih baik. Hal ini terlihat dari pesatnya perkembangan Aceh setelah tsunami 2004, seolah-olah bekas kehancuran tersebut telah berhasil dilampaui. Selain itu, artikel ini mengajarkan pentingnya solidaritas sosial dan kepedulian antar sesama, baik dari pemerintah, lembaga, maupun masyarakat umum. Uluran tangan, bantuan, dan kerja sama menjadi kunci agar korban bencana bisa bangkit kembali. Bencana alam di Indonesia seharusnya tidak hanya disikapi dengan rasa takut, tetapi juga dengan kesiapan mental, kepedulian sosial, dan semangat untuk bangkit membangun masa depan yang lebih kuat.

Avatar

Nisrina Annisa

1.apa perbedaan zakat dan pajak? zakat adalah ibadah yang dilakukan umat muslim ,termasuk rukun islam yang ke 4,zakat dilakukan untuk membersihkan harta serta membantu fakir miskin. sementara pajak adalah uang yang harus dikeluarkan sebagai warga negara ,guna membangun fasilitas dan pelayanan publik, pajak diatur oleh undang-undang dan bisa berubah tergantung kebijakan pemerintah. 2.Jelaskan relevansi agama dan modernisasi (berdasarkan artikel) Masyarakat Aceh bisa cepat bangkit setelah tsunami karena sejak dulu sudah terbiasa menghadapi hidup yang berat. Tekanan politik, konflik, dan bencana membentuk mental mereka jadi kuat, tegar, dan tidak gampang mengeluh. Prinsip hidup yang bersumber dari ajaran Islam juga ngajarin kesabaran dan keteguhan. Intinya, pengalaman hidup yang keras bikin orang Aceh punya mental baja dan jiwa pantang menyerah, sehingga mampu bangkit dan melahirkan generasi hebat di masa depan.

Avatar

SRI WAHYUNI

UAS ABI 1 C 1).Zakat adalah ibadah wajib agama Islam dengan ketentuan syariat jelas untuk membersihkan harta dan membantu fakir miskin, bersifat spiritual-sosial, hanya untuk Muslim, dan diatur Al-Qur'an serta Hadits. Pajak adalah kewajiban hukum warga negara untuk negara, sifatnya memaksa, diatur undang-undang, berlaku untuk semua warga negara tanpa terkecuali, dan dananya untuk pembangunan publik, serta dapat menjadi pengurang PKP di Indonesia. Perbedaan Utama Dasar Hukum & Kewajiban: Zakat dari perintah Allah (syariat Islam); Pajak dari kewajiban hukum negara. Sifat: Zakat ibadah spiritual (membersihkan diri & harta); Pajak kewajiban sosial-politik (partisipasi warga negara). Penerima: Zakat spesifik 8 asnaf (fakir, miskin, dll.); Pajak untuk kepentingan publik umum (infrastruktur, pendidikan, dll.). Ketentuan: Zakat punya kadar (nisab/haul) dan golongan penerima baku; Pajak bisa berubah sesuai kebijakan pemerintah. Target: Zakat khusus Muslim; Pajak berlaku untuk semua warga negara. 2).Secara singkat, pelajaran utama dari artikel tersebut adalah bahwa bencana dan penderitaan tidak menghancurkan suatu bangsa, tetapi justru dapat membentuk ketangguhan, solidaritas, dan kekuatan moral. Dengan iman, optimisme, kepemimpinan yang rendah hati, serta semangat pantang menyerah, masyarakat mampu bangkit dari krisis dan melahirkan peradaban yang lebih kuat.

Avatar

Syifa angraini, Abi 1c

1. Apa perbedaan antara Zakat dan Pajak ! Zakat adalah kewajiban agama bagi umat Islam untuk mengeluarkan sebagian harta kepada golongan yang berhak sesuai ketentuan syariat Islam. Sedangkan pajak adalah kewajiban warga negara kepada pemerintah berdasarkan undang-undang untuk membiayai keperluan negara. Zakat bersifat ibadah dengan ketentuan tetap, sedangkan pajak bersifat kewajiban kenegaraan dan besarannya ditentukan pemerintah. 2. Apa pelajaran penting dari artikel ini berkaitan dengan bencana alam di Indonesia! Pelajaran penting dari artikel tersebut berkaitan dengan bencana alam di Indonesia adalah bahwa bencana merupakan ujian dari Tuhan yang mengajarkan manusia untuk menjadi pribadi yang tangguh, sabar, dan saling peduli. Melalui bencana, manusia diingatkan untuk meningkatkan keimanan, memperkuat solidaritas sosial, serta bangkit dan belajar menghadapi kesulitan dengan sikap positif.

Avatar

Gita Prisca Sari

1.Perbedaan Zakat dan Pajak 1. Pengertian Zakat adalah kewajiban harta bagi umat Islam yang ditetapkan oleh syariat Islam untuk diberikan kepada golongan tertentu (mustahik). Pajak adalah iuran wajib yang ditetapkan oleh negara kepada warga negara untuk membiayai pengeluaran dan pembangunan negara. 2. Dasar Hukum Zakat: Berdasarkan Al-Qur’an, Hadis, dan Ijma’ ulama. Pajak: Berdasarkan undang-undang dan peraturan pemerintah. 3. Subjek Zakat: Wajib bagi umat Islam yang telah memenuhi syarat (nisab dan haul). Pajak: Wajib bagi seluruh warga negara tanpa melihat agama. 4. Tujuan Zakat: Untuk membersihkan harta dan jiwa, serta membantu kesejahteraan umat. Pajak: Untuk membiayai kebutuhan negara, seperti pembangunan, pendidikan, kesehatan, dan keamanan. 5. Penerima Zakat: Diberikan kepada 8 golongan (asnaf) yang telah ditentukan dalam Islam. Pajak: Digunakan untuk kepentingan umum sesuai kebijakan negara. 6. Besaran dan Ketentuan Zakat: Besarnya tetap sesuai ketentuan syariat (misalnya 2,5%). Pajak: Besarnya bervariasi sesuai kebijakan pemerintah dan kondisi ekonomi. 7. Sifat Kewajiban Zakat: Bersifat ibadah dan sosial. Pajak: Bersifat kewajiban kenegaraan. 8. Sanksi Zakat: Sanksi bersifat moral dan keagamaan. Pajak: Sanksi bersifat hukum dan administratif. 9. Waktu Pembayaran Zakat: Dibayarkan ketika harta mencapai nisab dan haul. Pajak: Dibayarkan sesuai jadwal yang ditentukan negara. Jadi Zakat dan pajak sama-sama kewajiban yang harus dipenuhi, tetapi berbeda dari segi dasar hukum, tujuan, subjek, penerima, dan sifat kewajibannya. Zakat lebih menekankan aspek keagamaan, sedangkan pajak menekankan aspek kenegaraan. 2.pelajaran penting dari artikel di atas yaitu;warga Indonesia terutama bagi masyarakat yang terkena bencana, mereka sangat tangguh dan ikhlas atas apa yang di timpanya,juga mereka masih bisa berkembang untuk mengejar kehidupan di era globalisasi ini, semoga para korban yang terkena bencana alam tersebut,baik itu sumbar,aceh dan lain lain, diberi kan kesehatan,tetap teguh dan ikhlas saat terkena bencana ini, jangan lupa bersyukur kepada Tuhan Yang Maha Esa atas apa yang ia limpahkan kepada umatnya. 3.Artikel tersebut menegaskan bahwa agama (Islam) dan modernisasi bukanlah dua hal yang saling bertentangan, melainkan dapat berjalan berdampingan dan saling melengkapi. Modernisasi memberikan kemajuan dalam ilmu pengetahuan, teknologi, dan tata kehidupan sosial, sementara agama berperan sebagai pedoman moral dan etika agar kemajuan tersebut tidak kehilangan arah dan nilai kemanusiaan. Dengan demikian, Islam tidak menolak modernitas, tetapi mengarahkan modernisasi agar digunakan secara bertanggung jawab, berkeadilan, dan tetap berorientasi pada tujuan hidup manusia sesuai nilai-nilai ketuhanan.

Avatar

NOPIANTI ABI 1C

JAWABAN UAS 1.Perbedaan Zakat dan Pajak : Zakat adalah kewajiban agama bagi umat Islam yang hartanya sudah memenuhi syarat, tujuannya untuk membersihkan harta dan membantu orang yang membutuhkan. Sementara pajak adalah kewajiban warga negara yang diatur oleh pemerintah untuk membiayai kebutuhan negara seperti pembangunan dan pelayanan umum. Zakat dasarnya agama dan bersifat ibadah, sedangkan pajak dasarnya aturan negara dan bersifat kewajiban sosial. 2.Pelajaran penting dari artikel tentang bencana alam di Indonesia: Pelajaran penting dari artikel tersebut adalah bencana alam bukan hanya musibah, tapi juga ujian hidup yang bisa membentuk manusia jadi lebih kuat dan tangguh. Masyarakat yang sering menghadapi bencana belajar untuk sabar, saling membantu, dan bangkit bersama. Dari sini kita diajarkan pentingnya mental yang kuat, solidaritas, dan keimanan saat menghadapi cobaan, khususnya di Indonesia yang rawan bencana.

Avatar

Nisrina Annisa

jawaban uas 1.apa perbedaan zakat dan pajak? zakat adalah ibadah yang dilakukan umat muslim ,termasuk rukun islam yang ke 4,zakat dilakukan untuk membersihkan harta serta membantu fakir miskin. sementara pajak adalah uang yang harus dikeluarkan sebagai warga negara ,guna membangun fasilitas dan pelayanan publik, pajak diatur oleh undang-undang dan bisa berubah tergantung kebijakan pemerintah. 2.Apa pelajaran penting dari artikel ini berkaitan dengan bencana alam di Indonesia! pelajaran pentingnya adalah kekuatan mental, persatuan,dan nilai agama sangat berperan penting saat menghadapi musibah seperti bencana alam di Indonesia.Dengan sikap optimistis dan pantang menyerah, masyarakat bisa kembali membangun kehidupan seperti semula.

Avatar

Muhammad Vikri

UAS ABI 1C •Jawaban Nomor 1 Zakat dan pajak sama-sama kewajiban yang berkaitan dengan harta, tetapi memiliki perbedaan. Zakat adalah kewajiban umat Islam sebagai bentuk ibadah untuk membersihkan harta dan membantu sesama. Sementara itu, pajak adalah kewajiban warga negara yang ditetapkan oleh pemerintah untuk membiayai pembangunan dan kepentingan umum. •Jawaban Nomor 2 Dalam artikel “Manusia Tangguh, Tujuan Tuhan Memberikan Ujian Hidup”, bencana alam dipandang sebagai ujian agar manusia menjadi lebih kuat dan peduli. Bencana mengajarkan pentingnya kesabaran, kepedulian sosial, dan tanggung jawab dalam menjaga lingkungan, karena kerusakan alam sering memperparah terjadinya bencana •Jawaban Nomor 3 Agama dan modernisasi tidak saling bertentangan. Dalam artikel tentang Islam dan modernisasi dijelaskan bahwa Islam mendorong umatnya untuk belajar, berpikir maju, dan mengikuti perkembangan zaman. Namun, kemajuan teknologi dan ilmu pengetahuan tetap harus disertai dengan nilai moral dan etika. Agama berperan sebagai pedoman hidup agar manusia tidak salah arah dalam menghadapi modernisasi. Nilai-nilai seperti kejujuran, tanggung jawab, dan keadilan sangat penting diterapkan dalam kehidupan modern, termasuk dalam dunia kerja dan bisnis. Dengan menggabungkan agama dan modernisasi, kemajuan yang dicapai dapat membawa manfaat dan kebaikan bagi banyak orang.

Avatar

UAS ABI 1D-SOFIA CAHAYA INDAH

1. Pengertian Modernisasi dalam Islam Dalam artikel dijelaskan bahwa Islam tidak menolak modernisasi, tetapi memandangnya sebagai proses perubahan ke arah yang lebih maju, selama tetap sesuai dengan ajaran Islam dan bertujuan membawa kemaslahatan (kebaikan) bagi umat manusia. Modernisasi dak diartikan sebagai sekadar adopsi teknologi atau nilai Barat, tetapi sebagai yang selaras dengan nilai moral, spiritual, dan sosial Islam. 2. Nilai Modernisasi dalam Ajaran Islam a. Rasionalitas yang Dibimbing Agama Islam menerima penggunaan akal (rasio) untuk mengembangkan ilmu pengetahuan dan kemajuan, tetapi rasio tidak dipandang sebagai sumber kebenaran mutlak. Kebenaran mutlak dalam Islam adalah wahyu, sehingga modernisasi dirasionalisasi oleh iman dan moral agama. b. Nilai Universal Sosial-Politik Menurut Robert N. Bellah (dikutip dalam artikel), masyarakat Islam awal di bawah Nabi Muhammad saw menunjukkan nilai-nilai modern dalam kehidupan sosial-politik, seperti: Tingginya partisipasi masyarakat dalam kehidupan publik. Kesetaraan derajat seluruh umat, tanpa memandang latar belakang. Kepemimpinan tidak turun-temurun, tetapi berdasarkan kapabilitas, kredibilitas, kualitas moral dan profesional. Kontrol sosial alami yang mencegah kekuasaan otoriter bertumpu pada garis keturunan. Dengan begitu, sistem sosial-politik Islam justru mencerminkan nilai modern seperti keterbukaan, meritokrasi, dan kesetaraan hak. c. Pemisahan Modernisasi dan Westernisasi Islam membedakan antara modernisasi (kemajuan ilmu dan teknologi) dengan westernisasi (peniruan budaya Barat yang bisa membawa sekularisme). Islam menerima modernisasi sepanjang tetap berada dalam kerangka wahyu dan nilai moral agama, dan menolak modernisasi yang melepaskan nilai agama itu sendiri. d. Modernisasi yang Berorientasi Kemaslahatan Dalam Islam, modernisasi ideal adalah yang membawa manfaat seluas-luasnya dan menghindarkan kerusakan. Kemajuan tidak boleh hanya bersifat material—seperti sains atau teknologi—tetapi harus mencakup kemajuan moral, sosial, dan spiritual umat manusia. 3. Ciri-ciri Modernisasi dalam Perspektif Islam Berdasarkan artikel, modernisasi yang ideal menurut Islam memiliki ciri-ciri berikut: Berlandaskan akal dan ilmu pengetahuan, tetapi tetap berpegang pada wahyu. Berkeadilan dan inklusif, memberi manfaat bagi seluruh umat, tidak hanya segelintir kelompok. Tidak sekadar meniru Barat, tetapi berakar pada identitas umat Islam dan budaya lokal. Berorientasi pada kemaslahatan bersama, bukan semata kemajuan material. Menjaga nilai moral, spiritual, dan kemanusiaan dalam setiap kemajuan. Berkelanjutan dan memperhatikan keseimbangan sosial, moral, budaya, dan lingkungan. 4. Kesimpulan Singkat Nilai modernisasi dalam ajaran Islam menurut artikel tersebut adalah nilai-nilai kemajuan yang: Mendorong penggunaan rasio dan ilmu pengetahuan, tetapi dibingkai oleh wahyu dan moral agama; Mewujudkan masyarakat yang adil, partisipatif, dan egaliter; Menolak sekularisme atau peniruan Barat yang menghapuskan nilai agama; Berorientasi pada kemaslahatan umat secara komprehensif—material, moral, dan spiritual; Berkelanjutan dengan menjaga nilai budaya dan moral masyarakat.

   Berita Terkait

Obituari Bapapuh
25 Februari 2026   Oleh : A. Ushfuri   127

Refleksi Ramadhan: Setiap Manusia Turis Untuk Dirinya Sendiri
18 Februari 2026   Oleh : Imam Ghozali   173

Perang Air dan Romadhan: Kajian Budaya dan Agama
17 Februari 2026   Oleh : Imam Ghozali   126

Marketing Penjual Bunga Menjelang Bulan Ramadhan
16 Februari 2026   Oleh : Imam Ghozali   149

Ya Allah, Anugerahkan kepada Kami Air Hujan yang Membawa Keberkahan
12 Februari 2026   Oleh : Imam Ghozali   127

   Berita Popular

Mengintegrasikan Iman, Islam dan Ihsan dalam Kehidupan Sehari-Hari
Minggu , 17 September 2023      13546


Pentingnya Manusia Ber-Tuhan
Minggu , 03 September 2023      4541


NU Dan Sejarah Komite Hijaz Yang Terlupakan
Rabu , 24 Juni 2020      2867