
Ketika seorang laki-laki dan perempuan
menjadi pasangan hidup, ada suatu keinginan yang sangat istimewa yaitu
mempunyai keturunan sebagai simbol kebahagiaan. Anak adalah buah cinta penerus
peradaban. Melalui anak, orang tua merasa mendapatkan kebahagiaan yang
sempurna. Saat ia masih bayi, ia menghibur anak-anak dengan perilaku yang
menggemaskan dan terlihat lucu. Semua terlihat membahagiaan dan menyenangkan.
Saat sudah remaja, orang tua merasa sangat senang jerih payah hidup nya untuk
biaya sekolah nya. Saat sudah dewasa, orang tua merasa senang mereka telah
melindungi ayah dan ibu nya saat sakit dan membantu orang tua nya saat dalam
kesusahan dan memanjatkan doa saat kedua orang tuanya meninggal dunia.
Orang tua sangat senang mempunyai
keturunan. Padahal mereka menyadari bahwa anak-anak yang dilahirkan oleh mereka
belum tentu jelas masa depannya, dan bagaimana sikap hidup nya terhadap orang
tua. Namun sebagai wujud rasa syukur, orang tua mencurahkan kebahagiaan dalam
beragam bentuk, baik dalam wujud perayaan kelahirannya, memberi nama terbaik
dan membagian sebagian rezekinya dengan jumlah yang sangat besar.
Ada juga orang tua harus merelakan dirinya
menderita, yang terpenting anak nya bahagia. Ia harus makan apa adanya demi
masa depan anak nya. Ia harus mendonorkan bagian tubuh nya agar anak nya bisa
terus sehat dan hidup lebih lama penuh dengan kesukesan dan kebahagiaan.
Walhasil, penderitaan dan perjuangan orang tua tiada lain adalah untuk
kebahagiaan orang tuanya.
Apakah anak-anak mengerti perjuangan dan
pengorbanan orang tua yang begitu besar. Belum tentu. Berbagai media sosial dan
kehidupan realita sering menulis kisah yang mengharu-biru dan memilukan tentang
kekejaman anak terhadap orang tua. Harapan-harapan orang tua dulu hancur oleh
anak-anak nya setelah dewasa. Mereka menyakiti orang tua nya dengan penuh keji.
Orang tua selalu mengharapkan kebahagiaan
untuk anak-anak nya. tapi terkadang hanya tinggal harapan saja. Itu realita.
Namun demikian, setiap orang tua selalu menyambut kebahagiaan meskipun masa
depan anak nya belum jelas.
Dari jutaan umat yang telah melahirkan
keturunan, ada seorang hamba Allah bernama Abdullah dan Aminah telah melahirkan
seorang anak bernama Muhammad. Sebagaimana orang tua lainnya berharap anak nya
menjadi manusia yang memberi manfaat kepada orang lain, maka Abdullah dan keluarga besarnya mewujudkan rasa syukur dengan memotong ribuan
kambing dan unta sebagai wujud rasa syukur sekaligus harapan-harapan kebaikan
di masa datang.
Harapan orang tua nya selaras dengan takdir
Tuhan. Muhammad adalah seorang sosok manusia yang sempurna lahir batin. Ia kemudian
hari menjadi Nabi dan Rasul. Ia menjadi juru selamat dan penerang alam semesta.
Manusia yang selalu menangis mengingat umat nya, yang cintanya sangat mendalam
kepada umat nya melebihi cinta nya kepada dirinya sendiri dan keluarganya. Ia rela
Fatimah dan anak-anaknya tidak bisa beli baju baru, tidak makan demi sebuah
misi yang agung yaitu memberi syafaat kepada pengikut-pengikutnya yaitu umat Islam
di seluruh penjuru dunia.
Saat orang-orang biasa menyambut dengan
gembira atas kelahiran anak-anaknya, saat para pejabat, bangsawan menghabiskan
ratusan juta atau bahkan milyaran sebagai wujud kebahagiaan atas kelahiran anak
atau cucu nya, apakah kita umat Islam tidak menyambut hari kelahiran Nabi Muhammad
dengan suka cita?.
Mereka bahagia terhadap kelahiran anak nya,
kenapa kita terkadang tidak bahagia atas kelahiran manusia teragung di dunia
ini yang memberi syafaat kepada kita, yang akan mengantarkan kita kepada
kehidupan keabadian di hadapan Tuhan. apakah anak-anak mereka mempunyai
kualitas lebih hebat dari nabi Muhammad sehingga kita malas memulyakan hari
kelahiran nabi.
Kenapa para raja menyambut kelahiran suka cita,
padahal anak para raja belum tentu bisa memberi manfaat kepada mereka
sedikitpun. Kenapa mereka terkadang tidak mau menyebut nama Muhammad atau
bersholawat di hari kelahirannya, padahal Nabi Muhammad telah memberi garansi
yang jelas sebagai seorang Nabi dan Rasul yang siap menolong kita di hari tidak
ada pertolongan di Hari Kiamat.
Kenapa orang biasa dan para pejabat sangat
riang gembira menyanyikan lagu happy birthday , tetapi sangat sulit mengucapkan
“anta syamsu anta badrun, anta nur fauqo nur”. Ironisnya lagi, kenapa manusia
sering mempermasalahkan hari kelahiran nabi yang jelas memberi manfaat dunia
dan akhirat, tapi ia tidak pernah mempermasalahkan peringatan hari lahir para
raja, bangsawan dan sejenisnya. Padahal mereka terkadang hanya membawa
madharat.
Sungguh sangat beruntung bagi kita yang
telah merawat mulut nya basah bersholawat kepada Nabi Muhammad dan hatinya mahabah
terhadap nya. mungkin sebagian harapan orang tua terhadap anak-anaknya belum
atau tidak terwujud. Mungkin anak-anaknya membawa persoalan di kemudian hari. Orang
tua tetap mengakui sebagai anak nya meskipun tidak sesuai harapannya. Tapi nabi
Muhammad selalu saja memberi manfaat dan syafaat kepada umat nya sepanjang
masa. Tidak peduli kita Sholeh atau salah, nabi tetap sayang kepada umatnya. Sungguh
sangat realistis jika manusia di dunia ini senantiasa mengagungkan nya dengan
selalu mengucapkan sholawat di hari kelahirannya dan hari-hari lainya,
mengikuti perintahnya dan menjauhi segala larangannya.
Nabi Muhammad sungguh manusia yang lahir
membawa keabadian bagi umat Islam, Keabadiaan yang sangat membahagiaakan yaitu
masuk ke dalam surga di hari kiamat.
Penulis : Vijianfaiz,PhD
Obituari Bapapuh
25 Februari 2026   Oleh : A. Ushfuri   128
Refleksi Ramadhan: Setiap Manusia Turis Untuk Dirinya Sendiri
18 Februari 2026   Oleh : Imam Ghozali   175
Perang Air dan Romadhan: Kajian Budaya dan Agama
17 Februari 2026   Oleh : Imam Ghozali   128
Marketing Penjual Bunga Menjelang Bulan Ramadhan
16 Februari 2026   Oleh : Imam Ghozali   151
Ya Allah, Anugerahkan kepada Kami Air Hujan yang Membawa Keberkahan
12 Februari 2026   Oleh : Imam Ghozali   129
Mengintegrasikan Iman, Islam dan Ihsan dalam Kehidupan Sehari-Hari
Minggu , 17 September 2023      13557
Pentingnya Manusia Ber-Tuhan
Minggu , 03 September 2023      4549
IMPLEMENTASI HAK-HAK POLITIK KELOMPOK MINORITAS MENURUT ABDURRAHMAN WAHID
Rabu , 18 Januari 2023      3568
Khutbah Jum'at Kontemporer Sikap Umat Islam Terhadap Perang Iran-Israel
Rabu , 25 Juni 2025      2948
NU Dan Sejarah Komite Hijaz Yang Terlupakan
Rabu , 24 Juni 2020      2875