Avatar

Vijianfaiz,PhD

Penulis Kolom

321 ARTIKEL TELAH DITERBITKAN

" "

Maulid Nabi: Kelahiran Untuk Keabadian



Jumat , 05 September 2025



Telah dibaca :  453

Ketika seorang laki-laki dan perempuan menjadi pasangan hidup, ada suatu keinginan yang sangat istimewa yaitu mempunyai keturunan sebagai simbol kebahagiaan. Anak adalah buah cinta penerus peradaban. Melalui anak, orang tua merasa mendapatkan kebahagiaan yang sempurna. Saat ia masih bayi, ia menghibur anak-anak dengan perilaku yang menggemaskan dan terlihat lucu. Semua terlihat membahagiaan dan menyenangkan. Saat sudah remaja, orang tua merasa sangat senang jerih payah hidup nya untuk biaya sekolah nya. Saat sudah dewasa, orang tua merasa senang mereka telah melindungi ayah dan ibu nya saat sakit dan membantu orang tua nya saat dalam kesusahan dan memanjatkan doa saat kedua orang tuanya meninggal dunia.

Orang tua sangat senang mempunyai keturunan. Padahal mereka menyadari bahwa anak-anak yang dilahirkan oleh mereka belum tentu jelas masa depannya, dan bagaimana sikap hidup nya terhadap orang tua. Namun sebagai wujud rasa syukur, orang tua mencurahkan kebahagiaan dalam beragam bentuk, baik dalam wujud perayaan kelahirannya, memberi nama terbaik dan membagian sebagian rezekinya dengan jumlah yang sangat besar.

Ada juga orang tua harus merelakan dirinya menderita, yang terpenting anak nya bahagia. Ia harus makan apa adanya demi masa depan anak nya. Ia harus mendonorkan bagian tubuh nya agar anak nya bisa terus sehat dan hidup lebih lama penuh dengan kesukesan dan kebahagiaan. Walhasil, penderitaan dan perjuangan orang tua tiada lain adalah untuk kebahagiaan orang tuanya.

Apakah anak-anak mengerti perjuangan dan pengorbanan orang tua yang begitu besar. Belum tentu. Berbagai media sosial dan kehidupan realita sering menulis kisah yang mengharu-biru dan memilukan tentang kekejaman anak terhadap orang tua. Harapan-harapan orang tua dulu hancur oleh anak-anak nya setelah dewasa. Mereka menyakiti orang tua nya dengan penuh keji.

Orang tua selalu mengharapkan kebahagiaan untuk anak-anak nya. tapi terkadang hanya tinggal harapan saja. Itu realita. Namun demikian, setiap orang tua selalu menyambut kebahagiaan meskipun masa depan anak nya belum jelas.

Dari jutaan umat yang telah melahirkan keturunan, ada seorang hamba Allah bernama Abdullah dan Aminah telah melahirkan seorang anak bernama Muhammad. Sebagaimana orang tua lainnya berharap anak nya menjadi manusia yang memberi manfaat kepada orang lain, maka Abdullah  dan keluarga besarnya  mewujudkan rasa syukur dengan memotong ribuan kambing dan unta sebagai wujud rasa syukur sekaligus harapan-harapan kebaikan di masa datang.

Harapan orang tua nya selaras dengan takdir Tuhan. Muhammad adalah seorang sosok manusia yang sempurna lahir batin. Ia kemudian hari menjadi Nabi dan Rasul. Ia menjadi juru selamat dan penerang alam semesta. Manusia yang selalu menangis mengingat umat nya, yang cintanya sangat mendalam kepada umat nya melebihi cinta nya kepada dirinya sendiri dan keluarganya. Ia rela Fatimah dan anak-anaknya tidak bisa beli baju baru, tidak makan demi sebuah misi yang agung yaitu memberi syafaat kepada pengikut-pengikutnya yaitu umat Islam di seluruh penjuru dunia.

Saat orang-orang biasa menyambut dengan gembira atas kelahiran anak-anaknya, saat para pejabat, bangsawan menghabiskan ratusan juta atau bahkan milyaran sebagai wujud kebahagiaan atas kelahiran anak atau cucu nya, apakah kita umat Islam tidak menyambut hari kelahiran Nabi Muhammad dengan suka cita?.

Mereka bahagia terhadap kelahiran anak nya, kenapa kita terkadang tidak bahagia atas kelahiran manusia teragung di dunia ini yang memberi syafaat kepada kita, yang akan mengantarkan kita kepada kehidupan keabadian di hadapan Tuhan. apakah anak-anak mereka mempunyai kualitas lebih hebat dari nabi Muhammad sehingga kita malas memulyakan hari kelahiran nabi.

Kenapa para raja menyambut kelahiran suka cita, padahal anak para raja belum tentu bisa memberi manfaat kepada mereka sedikitpun. Kenapa mereka terkadang tidak mau menyebut nama Muhammad atau bersholawat di hari kelahirannya, padahal Nabi Muhammad telah memberi garansi yang jelas sebagai seorang Nabi dan Rasul yang siap menolong kita di hari tidak ada pertolongan di Hari Kiamat.

Kenapa orang biasa dan para pejabat sangat riang gembira menyanyikan lagu happy birthday , tetapi sangat sulit mengucapkan “anta syamsu anta badrun, anta nur fauqo nur”. Ironisnya lagi, kenapa manusia sering mempermasalahkan hari kelahiran nabi yang jelas memberi manfaat dunia dan akhirat, tapi ia tidak pernah mempermasalahkan peringatan hari lahir para raja, bangsawan dan sejenisnya. Padahal mereka terkadang hanya membawa madharat.

Sungguh sangat beruntung bagi kita yang telah merawat mulut nya basah bersholawat kepada Nabi Muhammad dan hatinya mahabah terhadap nya. mungkin sebagian harapan orang tua terhadap anak-anaknya belum atau tidak terwujud. Mungkin anak-anaknya membawa persoalan di kemudian hari. Orang tua tetap mengakui sebagai anak nya meskipun tidak sesuai harapannya. Tapi nabi Muhammad selalu saja memberi manfaat dan syafaat kepada umat nya sepanjang masa. Tidak peduli kita Sholeh atau salah, nabi tetap sayang kepada umatnya. Sungguh sangat realistis jika manusia di dunia ini senantiasa mengagungkan nya dengan selalu mengucapkan sholawat di hari kelahirannya dan hari-hari lainya, mengikuti perintahnya dan menjauhi segala larangannya.

Nabi Muhammad sungguh manusia yang lahir membawa keabadian bagi umat Islam, Keabadiaan yang sangat membahagiaakan yaitu masuk ke dalam surga di hari kiamat.



Penulis : Vijianfaiz,PhD


Bagikan Ke :

Tulis Komentar


   Berita Terkait

Obituari Bapapuh
25 Februari 2026   Oleh : A. Ushfuri   128

Refleksi Ramadhan: Setiap Manusia Turis Untuk Dirinya Sendiri
18 Februari 2026   Oleh : Imam Ghozali   175

Perang Air dan Romadhan: Kajian Budaya dan Agama
17 Februari 2026   Oleh : Imam Ghozali   128

Marketing Penjual Bunga Menjelang Bulan Ramadhan
16 Februari 2026   Oleh : Imam Ghozali   151

Ya Allah, Anugerahkan kepada Kami Air Hujan yang Membawa Keberkahan
12 Februari 2026   Oleh : Imam Ghozali   129

   Berita Popular

Mengintegrasikan Iman, Islam dan Ihsan dalam Kehidupan Sehari-Hari
Minggu , 17 September 2023      13557


Pentingnya Manusia Ber-Tuhan
Minggu , 03 September 2023      4549


NU Dan Sejarah Komite Hijaz Yang Terlupakan
Rabu , 24 Juni 2020      2875