
Setelah memasuki tahun baru, apa yang akan
kita buat? Apa yang kita Kerjakan? Dan apa yang akan kita tulis sebagai bagian dari
harapan-harapan besar yang diimpikan pada akhir 2024?. Kita berharap ada suatu
perubahan-perubahan dari kebijakan pemerintah, perusahaan, usaha kecil-kecilan,
pekerjaan, jodoh dan sejenisnya agar berpihak pada kita. Namun secercah sinar
harapan belum terlihat jelas. Suasana batin bangsa ini masih seperti suasana di
sore hari, mendung dan tidak segera turun hujan. Efeknya terasa lesu dan udara
terasa panas. Seolah-olah ada kelesuan untuk melakukan aktivitas. Mungkin kita
merasa hanya sebatas rutinitas seolah-olah menjadi beban. Itu-itu terus. Terasa
sangat membosankan.
Penulis mencoba mengusir bisikan-bisikan yang membuat terjebak pada pengulangan kesalahan masa lalu. Harus memulai hidup baru. Proses hidup baru tidak harus “nlungsumi” seperti Ular dengan kulit baru. Saya dan anda sudah tidak bisa. Evolusi perubahan kulit tidak bisa ditutupi. Jeritan hati ingin muda lagi dan kulit tetap kencang tidak bisa. Kita tidak bisa menolak tua. Biarkan angan-angan panjang para artis seperti artis Wulan Guritno agar selalu terlihat seksi seperti ABG. Bisa dipastikan, ia akan keriput, mengering seperti bergugur daun-daun di musim kemarau.
Kita
bisa melakukan operasi. Hidung pesek menjadi mancung melalui operasi, atau jika
ingin murah tanpa modal cukup “dijepit” dengan “penjepit” rambut
ibu-ibu saat menggulung rambut yang panjang. Apapun hasilnya, ia sudah tidak
asli lagi. Imitasi. Lebih baik hidung pesek asli daripada mancung imitasi. Terasa
lebih nikmat yang pesek tapi asli.
Umar bin Khatab memulai hidup baru pada
umur 27 tahun. Ia dulunya kafir, kemudian muslim. Hamzah bin Abdul Muthalib lebih
tua lebih. Usianya unda-undi dengan baginda Rasulullah SAW. Keduanya contoh
bahwa Keputusan itu sangat penting untuk melakukan memulai hidup baru dengan
lebih bermakna.
Anda mungkin pernah mendengar seorang perempuan
yang hampir bunuh diri karena disiksa oleh suaminya. Perempuan tersebut bernama
J.K. Rowling. Ia akhirnya bercerai. Ia terus mengasah bakat menulisnya. Usia tidak
muda lagi. Terus berusaha melakukan perubahan hidup. Berhasil. Dari perempuan
yang teraniaya, berubah menjadi perempuan terkaya di Inggris
Perjalanan waktu terasa cepat. Bulan Januari
terus-menerus berganti hari dan tanggal. Penulis seolah terasa kewalahan untuk
mengisi setiap saat menjadi sesuatu yang bermakna. Bukan karena banyaknya
agenda hidup, tapi karena masih bingung menentukan sesuatu yang bermakna. Penulis
berfikir, “Mungkin salah satu jalan yaitu memperbaiki yang ada semakin
bermakna”. Itu kelihatannya keputusan yang bisa diambil saat waktu terus
berjalan tanpa ampun.
Belajar memulai hidup baru, Penulis membuka
wejangan para ulama. Pagi ini saya membuka Tafsir Ibriz karya allahuyarham
KH. Kholil Bisri. Saya melihat permulaan kitab tafsir tersebut dengan lafadz “بسم الله الرحمن الرحيم” dengan menggunakan makna Jawa
sebagai berikut: “Kelawan kaluhurane ne Gusti Allah Yang Maha Welas
Lan Maha Asih”
Makna “welas” dan “asih” dalam
kontek makna terkesan lebih mendalam dari kata “kasih” dan “sayang”. Ketika Allah
mempunyai makna “Maha Pengasih” sering yang terdengar yaitu siapapun
mendapatkan kenikmatan dunia dari Allah SWT. Siapapun yang berusaha maka ia
akan mendapatkan. Ketika Allah Maha Penyayang sebagai perwujudan kenikmatan
yang diberikan kepada seseorang di dunia dan di akherat yaitu orang-orang
beriman kepada-Nya.
Sedangkan Tafsir Ibriz menggunakan kata “welas”
dan “asih” yang menggambarkan tentang kasih sayang Allah dilimpahkan
kepada seluruh manusia di dunia dengan penuh cinta, kerukunan dan empati sangat
tinggi. Kata “welas” wujud dari curahan jiwa yang ingin menolong
siapapun dengan setulus hati secara totalitas. Itu sebabnya, kemarahan dan kebencian yang dilakukan sebenarnya wujud
dari kasih-sayang Allah sebagaimana marah orang tua kepada anak-anaknya. Tetapi
kadang manusia tidak memahaminya. Hingga akhirnya, Allah pun memberi “asih”
kepada orang-orang yang mendapatkan “welas” dan mengerti keinginan-nya.
Memulai hidup baru di tahun 2025 sebenarnya
meneruskan sisa-sisa umur agar semakin berkualitas dalam setiap aspek kita
masing-masing. Jika tahun sebelumnya kita mungkin terlalu “galau” akan
segala persoalan hidup, maka lafadz “bismillahirrahmanirrahim” telah
mengajarkan kepada kita untuk senantiasa menyertakan-Nya dalam setiap saat dan
aktivitas. Ketika kita sudah “bismillah” berarti kita sudah “bisa
milah” (mampu memilah-milah), lalu “bisa milih” (berani mengambil keputusan
untuk memilih), dan tidak lupa juga “bisa molah-malih” (bisa melakukan
tinjau ulang, crosscek hal-hal yang kurang tepat karena ada kesalahan masa
lalu), serta yang terpenting “bisa mulih” (artinya semua apa yang kita
lakukan sebenarnya untuk menghadap kepada Allah SWT)
Walhasil kita tidak mengetahui masa depan
kita masing-masing. Kita saat ini mungkin sama-sama pusing pada level yang
berbeda-beda. Melimpah pekerjaan dan semakin besar kebutuhan hidup. Itu alamiah
hidup di dunia. Namun ada milik kita yang sangat berharga yaitu “kekuatan hati”.
Perbedaan kekuatan hati yang membedakan rutinitas menjadi bermakna atau tidak. Tergantung
kepada kita masing-masing. Sadar tidak sadar, rutinitas kita sebenarnya jalan
menuju perjumpaan dengan Allah. Kita membutuhkan rutinitas atau seandainya
suatu perubahan kita membutuhkan perubahan yang berkualitas yaitu perubahan
yang selalu bersandar kepada Allah dan selalu menyakini bahwa Allah sangat
sayang kepada kita dalam keadaan apapun. Itulah makna bismilah pemahaman
penulis yang dhaif ini.
Penulis : Imam Ghozali
Genjatan Senjata Antara Harapan Damai dan Ancaman Baru
10 April 2026   Oleh : Vijianfaiz,PhD   324
Minyak Bumi antara Berkah dan Bencana
24 Maret 2026   Oleh : Imam Ghozali   184
Hubungan Tamak Dan Takut Mati
21 Februari 2026   Oleh : Imam Ghozali   81
Ketakutan Kaum Yahudi Akan Kematian
10 Februari 2026   Oleh : Imam Ghozali   96
Lubang Biawak di Tepi Laut Persia
09 Februari 2026   Oleh : Vijianfaiz,PhD   127
Mengintegrasikan Iman, Islam dan Ihsan dalam Kehidupan Sehari-Hari
Minggu , 17 September 2023      13553
Pentingnya Manusia Ber-Tuhan
Minggu , 03 September 2023      4546
IMPLEMENTASI HAK-HAK POLITIK KELOMPOK MINORITAS MENURUT ABDURRAHMAN WAHID
Rabu , 18 Januari 2023      3563
Khutbah Jum'at Kontemporer Sikap Umat Islam Terhadap Perang Iran-Israel
Rabu , 25 Juni 2025      2941
NU Dan Sejarah Komite Hijaz Yang Terlupakan
Rabu , 24 Juni 2020      2872