
Tulisan ini untuk memperingati Hari Ibu. Tidak secara langsung
membahas nya. Meskipun demikian, kita bisa meraba bersama-sama jasa orang tua
kita masing-masing. Sangat sulit dilupakan jasanya, meskipun terkadang
dilupakan dalam catatan sejarah manusia. Dari sini bermula arti seorang kekasih
dan orang yang dikasihinya. Ada sudut pandang yang berbeda.
Menjadi seorang kekasih bagi kelompok awam dan amatir hanya melihat sisi keindahan. Seperti sepasang kekasih ABG yang sedang berjalan-jalan di pinggir Pantai. mereka bisa menikmati dengan luapan asmara semata. Terlihat indah sekali. Dunia hanya milik berdua, yang lain ngontrak.
Lebih dalam lagi, ada mengartikan kekasih dalam bentuk pengorbanan. Seperti seorang suami bekerja siang dan malam untuk istri dan anak-anaknya. ia tidak memperdulikan apapun di sekitarnya. Ia hanya ingin bahagia orang-orang yang dicintainya. Pada level ini juga sama, ada pola yang benar dan pola yang kurang tepat dalam merealisasikan menjadi seorang kekasih.
Lebih dalam lagi, mengartikan kekasih sebagai bentuk penyatuan. Seperti makna sebuah atom harus ada proton dan netron. Definisi bisa berbeda, tapi sebenarnya tidak ada perbedaan. Karena ada penyatuan dan persenyawaan, seolah-olah hanya tunggal. Meskipun sebenarnya terpisah. Seperti iklan Sampo, "two in one". Atau seperti air, gula dan kopi. Anda akan menyebutnya "minuman kopi".
Kekasih level pertama sering berhenti pada level fisik. Melihat
kekasihnya pada kesempurnaan fisik. Seperti cinta sepasang kekasih pada film
the Titanic. Bintang utama nya Jack Dan Rose (Leonardo DiCaprio dan kate
Winslet). Pandangan pertama telah melupakan tunangannya, Cal (Caledon Nathan
Hockley). Kalimat yang sangat terkenal "nothing on earth could come
between them" ( tiada sesuatu pun di bumi yang sanggup memisahkan
mereka). Bayangkan saja, ia harus merelakan semua kemulyaan dan keagungan
dengan hasrat cintanya
And my heart will go on and on
Dan hatiku akan terus bertahan
Love can touch us one time
cinta bisa menyentuh kita sekali
And lasft for a lifetime
Dan bertahan seumur hidup
And never let go til we’re gone
Dan tidak pernah hilang sampai kita mati
Allah swt menggambarkan kekasih yang hanya mementingkan kebahagaan
sesaat seperti Q.S. Al-Hijr([15]:3) sebagai berikut:”Biarkanlah mereka (di
dunia ini) makan dan bersenang-senang dan dilalaikan oleh angan-angan (kosong)
mereka, kelak mereka akan mengetahui (akibat perbuatannya)”. Dalam kontek
dipersempit, ada pola model kekasih yang hanya sebatas melampiaskan hawa nafsu
dan menghindar dari tanggungjawab. Pola pertama terlihat semakin marak. Semakin
tinggi syahwat terhadap dunia semakin besar potensi-potensi untuk menuruti
keinginan-keinginan yang bersifat sementara dan tidak memperdulikan akibat
lebih besar dari perbuatan tersebut.
Pada level kedua seorang kekasihnya yang
siap memberi pengorbanan untuk orang yang dicintainya. Ia memaknai hidup
sebagai jalan untuk memberi manfaat. Seperti seorang orang tua yang
mengorbankan waktu dan tenaga untuk kesuksesan anak-anaknya. Seperti kisah pak
Wagiman seorang Tukang Becak bisa mengarkan anak laki-lakinya Sudarmono kuliah
di UGM. Meskipun ia tidak pernah mengenyam pendidikan tinggi, dan istrinya
hanya tamat SD, tapi ia berjuang sungguh-sungguh agar akan-anaknya bisa
mendapatkan pendidikan yang baik
Dunia ini cukup
banyak contoh kehebatan orang tua berkorban untuk kebahagiaan anak-anaknya.
Mereka bahagia saat anak-anak nya bahagia. Mereka siap mengorbankan apa pun
demi kebahagian buah hatinya.
Level
selanjutnya ada kekasih yang melihat segala sesuatu karena kecintaan sangat
tinggi kepada Sang Kekasih teragung yaitu Allah swt. Ia sudah tidak lagi
melihat pada level fisik atau level seberapa yang ia korbankan. Ia sudah
mencapai level “kemesraan tanpa batas”.
Sudah tidak ada serat-serat penderitaan dan tidak ada lipstikk-lipstik
keindahan sang kekasih dan segala problematika. Semua sirna dan hanya
pancaran-pancaran mahabah dari setiap pori-pori di tubuh nya dan akal
pikirannya. Dunia benar-benar lebur. Hanya
bayangan cinta mendalam terhadap keindahan dan keagungan-Nya.
Al-Qur’an
menjelaskan dalam Q.S. Al-Baqarah ([2]:164) sebagai berikut:
“Di antara
manusia yang menjadikan (sesuatu) selain Allah sebagai tandingan-tandingan
(bagi-Nya) yang mereka cintai seperti mencintai Allah. Adapun orang-orang yang
beriman sangat kuat cinta mereka kepada Allah. Sekirannya orang-orang yang
berbuat zalim itu melihat, Ketika mereka melihat azab (pada hari kiamat), bahwa
kekuatan itu semuanya milik Allah dan bahwa Allah sangat keras azab-Nya
(niscaya mereka menyesal)”.
Ayat tersebut
sangat jelas sekali bahwa ada orang-orang yang menjadikan kekasih pada
orientasi yang berbeda-beda. Itu hak masing-masing orang. Pengorbanan para
kekasih untuk orang-orang yang dikasihi merupakan persoalan “rasa” memiliki
yang ada pada dirinya. Mereka mencoba mempersembahkan hal-hal terbaik pada
dirinya.
Persoalan yang
terjadi adalah saat kita mempersembahkan totalitas kepada kekasih dan
kenyataannya ia menghianati nya, ada perasaan sedih di dalam hati. Kita
siap-siap saja menderita karena orang yang dicintai memberikan hal-hal yang
tidak sesuai harapan. Orang-orang yang paling baik kadang menghianati. Terasa
sangat menyakitkan. Dunia terasa sempit.
Sangat berbeda
ketika sang kekasih adalah orang yang telah menaruh cinta sucinya untuk sang
kekasih teragung yaitu Allah swt. Semua serba indah. Sebab balasan dari orang
di sekitarnya bukan sebuah orientasi. Hatinya yang terlalu asyik melihat
keindahan Tuhan seolah-olah melihat semua yang ada di dunia adalah
bayang-bayang keagungan Tuhan. Seperti saat anda sedang berjalan di depan rumah
kekasihnya, ada rasa seolah-olah rumah, pelataran dan seluruh pot-pot bunga
terasa melihat bayangan Sang Kekasih.
Semoga kita bisa memulyakan orang tua, terutama ibu kita. Mereka adalah sepasang kekasih yang dihadirkan oleh Sang Kekasih Yang Agung, yaitu Allah swt. Melalui mereka kita belajar menjadi seorang kekasih yang benar.
Penulis : Imam Ghozali
Ilmu Tawakal Hatim Al-Ashom; Rizqi Yang Tidak Tertukar
13 April 2025   Oleh : Vijianfaiz,PhD   1061
Doaku, Doamu, dan Doa Harimau
12 April 2025   Oleh : Vijianfaiz,PhD   629
Doa Kebaikan Untuk Orang Lain, Sebenarnya Untuk Diri Sendiri
11 April 2025   Oleh : Vijianfaiz,PhD   810
Puasa, Idul Fitri dan Perubahan Pola Makan
06 April 2025   Oleh : Vijianfaiz,PhD   788
Idul Fitri dan Misi Perdamaian
05 April 2025   Oleh : Vijianfaiz,PhD   916
Mengintegrasikan Iman, Islam dan Ihsan dalam Kehidupan Sehari-Hari
Minggu , 17 September 2023      13554
Pentingnya Manusia Ber-Tuhan
Minggu , 03 September 2023      4546
IMPLEMENTASI HAK-HAK POLITIK KELOMPOK MINORITAS MENURUT ABDURRAHMAN WAHID
Rabu , 18 Januari 2023      3563
Khutbah Jum'at Kontemporer Sikap Umat Islam Terhadap Perang Iran-Israel
Rabu , 25 Juni 2025      2942
NU Dan Sejarah Komite Hijaz Yang Terlupakan
Rabu , 24 Juni 2020      2872