
Setelah membuka pelatihan fotografer pada
ormawa PETIK, segera saya “lari-lari kecil” dari Gedung Dakwah menuju Gedung
SBSN lantai tiga. Sama, yaitu membuka acara di prodi ekonomi syariah tentang UMKM.
Selesai membuka acara, saya segera ke ruangan dan mengirim naskah buku ke
penerbit. Jadi, sudah ada dua naskah dikirim ke penerbit, bulan november satu,
awal desember satu. Insya Allah bulan januari mengirim naskah buku ke penerbit
lagi. Saya tidak peduli apakah tulisan saya dibaca atau diabaikan. Saya hanya
sedang melatih diri agar jari-jari ku bisa menulis beragam kenikmatan yang Allah
titipkan kepadaku dan kepada keluarga, masyarakat dan alam semesta. Saat saya
membayangkan tentang tentang kasih sayang Allah, hati terasa damai, betapa
indah nya kasih sayang Allah kepada hamba-hamba-Nya.
Kehidupan dengan beragam peristiwa dan
seambreg persoalan memang sering membuat hati kita bingung, galau, emosi, marah
dan kadang juga senang bahkan ada yang bahagia luarbiasa. jika diperkecil beragam
peristiwa sering hadir dalam kehidupan berupa kebahagiaan dan kesedihan. Ada bahagia
karena mendapat pangkat, jabatan, selesai wisuda, dapat menantu baru, pasangan
baru, dipromosi menjadi manager dan lain-lain. Ada kesedihan menyapa karena
belum beruntung pada kontestasi politik, terkena kasus OTT, diputus pacar,
berkelahi dengan mertua, tidak bisa membayar SPP kuliah, tidak bisa membelikan
baju untuk anak-anak, tidak bisa kuliah di perguruan tinggi yang
dicita-citakan. Ada banyak hal yang bisa membuat bahagia dan juga sebaliknya. Semua
melahirkan ekspresi yang berbeda-beda dalam menyikapi semua kejadian tersebut.
Ketika kita mendapatkan kenikmatan sudah
sewajarnya bisa tersenyum dan bersyukur kepada Allah. Saat mendapatkan ujian
sewajarnya kita bersabar atas Keputusan yang diberikan Allah kepada kita. Nabi,
para sahabat, para kekasih Allah dan hamba-hamba yang telah mencapai maqomah
mahmudah pun mengalami kedua hal tersebut. bahkan kadang kita membayangkan
ujian para kekasih Allah, sangat berat.
Saya tidak bisa membayangkan bagaimana Allah
memerintah Nabi Ibrahim untuk membunuh anak nya Ismail. Padahal, saat kita
melihat anak tergeletak karena demam, atau sakit yang harus dibawa ke Rumah
Sakit, kita pun terasa ikut sakit. Makan tidak enak, tidur tidak nyenyak. Pikiran
kacau, hati gundah tidak menentu. Saat menatap kondisinya, kita kadang
meneteskan air mata dan memohon kepada Allah agar menyembuhkan penyakit yang
diderita oleh anak-anak kita. Bahkan kita kadang tidak memperdulikan pekerjaan
dan asset kita. Anak telah menjadi asset terbesar bagi orang tua. Semua rela
habis dengan harapan anak bisa sembuh, tersenyum dan bisa bermain sebagaimana
biasanya.
Apa ujian kita? Ada, mungkin tidak sehebat
dan seberat ujian para ulul azmi dan para kekasih Allah. Kita mungkin
ujiannya jauh di bawah standar mereka. Tapi kadang kita melihat nya terkadang
terlalu dramatis. Seolah-olah sangat berat.sehingga penyelesaiannya harus
melupakan Allah, harus melupakan persaudaraan, keluarga, organisasi, dan bahkan
harga diri. Kita sering terlalu fokus pada “satu titik” dan energi dihabiskan
pada titik tersebut. Ketika kita mengingingkan suatu untuk menjadi seorang
pemimpin kepala daerah, ketua organisasi, perusahaan, kita sering menghabiskan
energi pada titik “kekuasaan”, dan melupakan nilai-nilai kemanusiaan dan
persaudaraan. Lalu muncul fitnah dengan membangun narasi “suudzon” tanpa
melakukan meneliti fakta yang sebenarnya. Jika ini terjadi, maka bisa
dipastikan fitnah akan terjadi dimana-mana dan kedamaian akan tercerabut di
hati manusia.
Setiap manusia memang punya masalah yang
sangat komplek. Semua bukan Allah sedang menurunkan bala bencana kepada kita. Tuhan
terlalu sayang. Semua masalah yang diberikan Allah kepada kita agar kita bisa menjadi
manusia yang kuat dan unggul. Salah satu ciri manusia unggul selalu
berprasangka baik kepada Allah dan kepada hamba-hamba-Nya. Jika ini sudah ada
pada diri kita, maka kita telah menemukan kedamaian sebenarnya.
Penulis : Imam Ghozali
Ilmu Tawakal Hatim Al-Ashom; Rizqi Yang Tidak Tertukar
13 April 2025   Oleh : Vijianfaiz,PhD   1061
Doaku, Doamu, dan Doa Harimau
12 April 2025   Oleh : Vijianfaiz,PhD   629
Doa Kebaikan Untuk Orang Lain, Sebenarnya Untuk Diri Sendiri
11 April 2025   Oleh : Vijianfaiz,PhD   810
Puasa, Idul Fitri dan Perubahan Pola Makan
06 April 2025   Oleh : Vijianfaiz,PhD   788
Idul Fitri dan Misi Perdamaian
05 April 2025   Oleh : Vijianfaiz,PhD   916
Mengintegrasikan Iman, Islam dan Ihsan dalam Kehidupan Sehari-Hari
Minggu , 17 September 2023      13554
Pentingnya Manusia Ber-Tuhan
Minggu , 03 September 2023      4547
IMPLEMENTASI HAK-HAK POLITIK KELOMPOK MINORITAS MENURUT ABDURRAHMAN WAHID
Rabu , 18 Januari 2023      3563
Khutbah Jum'at Kontemporer Sikap Umat Islam Terhadap Perang Iran-Israel
Rabu , 25 Juni 2025      2944
NU Dan Sejarah Komite Hijaz Yang Terlupakan
Rabu , 24 Juni 2020      2872