
Acara milad STAIN bengkalis
bergeser. Seharusnya tanggal 19 September. Karena ada berbagai kegiatan, acara
milad mulai tanggal 29 September s/d 01 Oktober 2024. Perubahan hari dan
tanggal sah-sah saja. Seperti acara aqiqah sebaiknya hari ketujuh. Para ulama
kemudian menjelaskan bahwa hari ketujuh bukan konsensus harga mati, tetapi bisa
berubah. Bukan pada harinya, tapi maqasidnya. Akhirnya praktek di masyarakat
acara aqiqah berbeda-beda waktu. Tujuannya sama yaitu mensyukuri nikmat dari Allah
swt.
Peringatan acara milad STAIN Bengkalis
merupakan wujud syukur atas anugerah Allah swt untuk masyarakat Kabupaten
Bengkalis secara khusus dan masyarakat dimanapun berada secara umum. Ada keberkahan
yang sangat banyak. Terlalu sempit ditulis disini. Kegiatan peringatan milad
bagian kecil yang mengandung filosofis besar jika melihat rangkaian acara nya:
Pertama, acara milad diawali dengan jalan
sehat pada hari minggu pagi. Lumayan ramai. Seperti biasa saya selalu
terlambat. Itupun buru-buru datang, terlambat pula. Sampai kunci mobil
ketinggalan di rumah. Untung mas mansur minta kepadaku sebagai membagi nomor
kupon. Kami (saya, mas chanif, mas mansur) segera menuju lokasi depan Kantor DPRD
Bengkalis. Selesai membagi kupon ada sisa dan saya berikan kepada panitia. Jatah
ku, saya berikan kepada security. Jadi, sudah tidak kepikiran hadiah. Tidak mikir
kipas angin, tidak mikir sepeda dan kulkas.
Acara jalan sehat mempunyai makna sangat
penting. Semua harus sehat dan bersama-sama dengan tugas dan tanggungjawab
berbeda-beda. Laksana satu tubuh, berbeda bentuk dan fungsinya.
Sehat badan itu penting. Orang Yunani mengatakan,
“Di dalam badan yang sehat terdapat jiwa yang sehat”. Meskipun tidak sepenuh
benar. Sebab banyak yang sehat badan, jiwa sakit. Jiwa sehat, badan sakit. Idealnya
dua-duanya sehat.
Pesan posifitnya, bahwa STAIN Bengkalis (yang sebentar lagi menuju IAIN, tinggal menunggu pecah telor), dalam kontelasi persaingan pendidikan yang sangat kompetitif memerlukan seluruh komponen di dalamnya orang-orang yang mempunyai kesehatan akal, badan dan jiwa. Tanpa ada kesehatan tersebut, maka sangat sulit untuk bisa mencapai cita-cita yang diinginkan.
Konstelasi persaingan sangat terasa sekali. Setiap perguruan tinggi terus berbenah untuk mencapai kata "unggul" baik di internal maupun ketika berhadapan dengan eksternal. Kadang kita terasa "ngos-ngosan" untuk mencapai makna tersebut. Kadang pikiran terasa buntu. seolah-olah kita membutuhkan akreditasi kehidupan sebelum menghadapi beragam akreditasi perguruan tinggi dengan standar yang tidak terbayangkan dalam pikiran. Terlalu banyak tuntutan; jurnal internasional, buku internasional, dan PKM internasional. Dalam hati kadang menghibur diri dan "mbanyol", saya mbatin: "Mungkin asesor tidak menyadari kalau STAIN sudah di atas internasional; produknya sudah dunia dan akherat".
Kedua, kegiatan menanam pohon. Maknanya luas
sekali. Salah satunya, bahwa hidup laksana pohon. Ia berasal dari bibit,
tumbuh, berkembang, punya akar kuat, tubuh kuat, ranting lebat dan buah-buahnya
pun sangat banyak dengan beragam rasa. Kita tidak boleh cepat-cepat memuntahkan
buah yang rasanya kecut. Ia bermanfaat untuk obat sariawan dan ibu-ibu muda
yang sedang ngidam. Jangan cepat-cepat juga memuji rasa manis buahnya
bisa jadi tidak cocok untuk kesehatan kita. Tetap yang jelas semua buah-buahan
mempunyai manfaat untuk kesehatan. Tinggal mengatur komposisi agar tidak
berlebihan di dalam tubuh kita.
Orang tua dulu terkadang ditanya oleh
anak-anak atau cucu-cucunya;”kakek, kenapa menanam pohon kelapa terus”. Kakek
tua tetap menanam meskipun ia tidak menikmatinya. Ia bisa jadi meninggal saat
belum berbuah. Tapi berkah jasa kakek tersebut, anak-anak dan cucu-cucunya bisa
menikmati hasil pohon yang ditanamnya.
Saya ingat ada sebuah dialog seorang mahasiswa
dari Amerika. Ia ditanya tentang Amerika, ia menjawab: “Amerika hebat”. salah
satu kehebatannya yaitu senantiasa mengenang jasa para pahlawannya. ia tetap
mengingat mengingat kehebatan para pahlawan yang telah mendahuluinya.
Ada kalimat yang sudah sangat familier di
telinga kita,”Bangsa yang besar adalah bangsa yang menghargai para
pahlawannya”. Kita memang dituntut untuk lapang dada mengakui bahwa kehebatan
kita saat sekarang ini adalah buah kerja keras generasi pendahulu. Belum
sempurna dan ada beragam kekurangan. Dan memang tidak mungkin menemukan kesempunaan.
Generasi selanjutnya yang meneruskan dan memperbaiki cita-cita para pahlawan
yang belum terwujud.
Ketiga, sholawat dan istighosah. Seluruh kenikmatan di kumpulkan sebenarnya wujud rasa cinta kepada Allah dan Rasul-Nya. Kenikmatan alih status dari STAIN ke IAIN dalam rangka untuk semakin mencintai Allah dan Rasul-Nya. Semakin besar kenikmatan semakin besar cobaan. Perjalanan perguruan tinggi masih panjang. Banyak ujian yang terkadang menimbulkan salah paham dan beragam wujud lainnya. Itu lumrah. Itu wujud hakikat manusia. Namun apapun masalahnya, hati tetap selalu adem dan senantiasa berdzikir kepada Allah dan senantiasa bersholawat kepada kekasih-Nya, Rasulullah saw. Sebab obat dari segala persoalan sebagaimana warisan orang tua kita dulu yaitu mengisi hati dengan dzikrullah dan mahabah kepada Rasulullah saw.
Tulisan ini saya tutup dengan mengirim
fatehah kepada para tokoh, para pendiri, dan orang-orang berjasa yang telah meninggal
dunia, semoga segala amal diterima oleh Allah swt.
Tulisan ini juga saya tutup dengan berdoa
kepada Allah, semoga para pendahulu yang telah berjasa terhadap perguruan
tinggi ini senantiasa mendapatkan keberkahan hidup dan ilmu nya terus menjadi cahaya
peradaban di masa sekarang dan mendatang.
Selamat milad ke-10 STAIN Bengkalis, semoga
senantiasa melahirkan generasi Islami yang tafaquh fi al-dien, berkontribusi untuk
kebaikan keluarga, negara, bangsa dan agama.
Penulis : Imam Ghozali
???? Email; Operation NoSG87. Go to withdrawal =>>
ekvg5v
Ilmu Tawakal Hatim Al-Ashom; Rizqi Yang Tidak Tertukar
13 April 2025   Oleh : Vijianfaiz,PhD   1061
Doaku, Doamu, dan Doa Harimau
12 April 2025   Oleh : Vijianfaiz,PhD   629
Doa Kebaikan Untuk Orang Lain, Sebenarnya Untuk Diri Sendiri
11 April 2025   Oleh : Vijianfaiz,PhD   810
Puasa, Idul Fitri dan Perubahan Pola Makan
06 April 2025   Oleh : Vijianfaiz,PhD   788
Idul Fitri dan Misi Perdamaian
05 April 2025   Oleh : Vijianfaiz,PhD   916
Mengintegrasikan Iman, Islam dan Ihsan dalam Kehidupan Sehari-Hari
Minggu , 17 September 2023      13557
Pentingnya Manusia Ber-Tuhan
Minggu , 03 September 2023      4551
IMPLEMENTASI HAK-HAK POLITIK KELOMPOK MINORITAS MENURUT ABDURRAHMAN WAHID
Rabu , 18 Januari 2023      3568
Khutbah Jum'at Kontemporer Sikap Umat Islam Terhadap Perang Iran-Israel
Rabu , 25 Juni 2025      2950
NU Dan Sejarah Komite Hijaz Yang Terlupakan
Rabu , 24 Juni 2020      2875