Avatar

Imam Ghozali

Penulis Kolom

871 ARTIKEL TELAH DITERBITKAN

" "

Milad STAIN Bengkalis; Harapan dan Tantangan



Minggu , 29 September 2024



Telah dibaca :  530

Acara milad STAIN bengkalis bergeser. Seharusnya tanggal 19 September. Karena ada berbagai kegiatan, acara milad mulai tanggal 29 September s/d 01 Oktober 2024. Perubahan hari dan tanggal sah-sah saja. Seperti acara aqiqah sebaiknya hari ketujuh. Para ulama kemudian menjelaskan bahwa hari ketujuh bukan konsensus harga mati, tetapi bisa berubah. Bukan pada harinya, tapi maqasidnya. Akhirnya praktek di masyarakat acara aqiqah berbeda-beda waktu. Tujuannya sama yaitu mensyukuri nikmat dari Allah swt.

Peringatan acara milad STAIN Bengkalis merupakan wujud syukur atas anugerah Allah swt untuk masyarakat Kabupaten Bengkalis secara khusus dan masyarakat dimanapun berada secara umum. Ada keberkahan yang sangat banyak. Terlalu sempit ditulis disini. Kegiatan peringatan milad bagian kecil yang mengandung filosofis besar jika melihat rangkaian acara nya:

Pertama, acara milad diawali dengan jalan sehat pada hari minggu pagi. Lumayan ramai. Seperti biasa saya selalu terlambat. Itupun buru-buru datang, terlambat pula. Sampai kunci mobil ketinggalan di rumah. Untung mas mansur minta kepadaku sebagai membagi nomor kupon. Kami (saya, mas chanif, mas mansur) segera menuju lokasi depan Kantor DPRD Bengkalis. Selesai membagi kupon ada sisa dan saya berikan kepada panitia. Jatah ku, saya berikan kepada security. Jadi, sudah tidak kepikiran hadiah. Tidak mikir kipas angin, tidak mikir sepeda dan kulkas.

Acara jalan sehat mempunyai makna sangat penting. Semua harus sehat dan bersama-sama dengan tugas dan tanggungjawab berbeda-beda. Laksana satu tubuh, berbeda bentuk dan fungsinya.  

Sehat badan itu penting. Orang Yunani mengatakan, “Di dalam badan yang sehat terdapat jiwa yang sehat”. Meskipun tidak sepenuh benar. Sebab banyak yang sehat badan, jiwa sakit. Jiwa sehat, badan sakit. Idealnya dua-duanya sehat.

Pesan posifitnya, bahwa STAIN Bengkalis (yang sebentar lagi menuju IAIN, tinggal menunggu pecah telor), dalam kontelasi persaingan pendidikan yang sangat kompetitif memerlukan seluruh komponen di dalamnya orang-orang yang mempunyai kesehatan akal, badan dan jiwa. Tanpa ada kesehatan tersebut, maka sangat sulit untuk bisa mencapai cita-cita yang diinginkan.

Konstelasi persaingan sangat terasa sekali. Setiap perguruan tinggi terus berbenah untuk mencapai kata "unggul" baik di internal maupun ketika berhadapan dengan eksternal. Kadang kita terasa "ngos-ngosan" untuk mencapai makna tersebut. Kadang pikiran terasa buntu. seolah-olah kita membutuhkan akreditasi kehidupan sebelum menghadapi beragam akreditasi perguruan tinggi dengan standar yang tidak terbayangkan dalam pikiran. Terlalu banyak tuntutan; jurnal internasional, buku internasional, dan PKM internasional. Dalam hati kadang  menghibur diri dan "mbanyol", saya mbatin:  "Mungkin asesor tidak menyadari kalau STAIN sudah di atas internasional; produknya sudah dunia dan akherat". 

Kedua, kegiatan menanam pohon. Maknanya luas sekali. Salah satunya, bahwa hidup laksana pohon. Ia berasal dari bibit, tumbuh, berkembang, punya akar kuat, tubuh kuat, ranting lebat dan buah-buahnya pun sangat banyak dengan beragam rasa. Kita tidak boleh cepat-cepat memuntahkan buah yang rasanya kecut. Ia bermanfaat untuk obat sariawan dan ibu-ibu muda yang sedang ngidam. Jangan cepat-cepat juga memuji rasa manis buahnya bisa jadi tidak cocok untuk kesehatan kita. Tetap yang jelas semua buah-buahan mempunyai manfaat untuk kesehatan. Tinggal mengatur komposisi agar tidak berlebihan di dalam tubuh kita.

Orang tua dulu terkadang ditanya oleh anak-anak atau cucu-cucunya;”kakek, kenapa menanam pohon kelapa terus”. Kakek tua tetap menanam meskipun ia tidak menikmatinya. Ia bisa jadi meninggal saat belum berbuah. Tapi berkah jasa kakek tersebut, anak-anak dan cucu-cucunya bisa menikmati hasil pohon yang ditanamnya.

Saya ingat ada sebuah dialog seorang mahasiswa dari Amerika. Ia ditanya tentang Amerika, ia menjawab: “Amerika hebat”. salah satu kehebatannya yaitu senantiasa mengenang jasa para pahlawannya. ia tetap mengingat mengingat kehebatan para pahlawan yang telah mendahuluinya.

Ada kalimat yang sudah sangat familier di telinga kita,”Bangsa yang besar adalah bangsa yang menghargai para pahlawannya”. Kita memang dituntut untuk lapang dada mengakui bahwa kehebatan kita saat sekarang ini adalah buah kerja keras generasi pendahulu. Belum sempurna dan ada beragam kekurangan. Dan memang tidak mungkin menemukan kesempunaan. Generasi selanjutnya yang meneruskan dan memperbaiki cita-cita para pahlawan yang belum terwujud.

Ketiga, sholawat dan istighosah. Seluruh kenikmatan di kumpulkan sebenarnya wujud rasa cinta kepada Allah dan Rasul-Nya. Kenikmatan alih status dari STAIN ke IAIN dalam rangka untuk semakin mencintai Allah dan Rasul-Nya. Semakin besar kenikmatan semakin besar cobaan. Perjalanan perguruan tinggi masih panjang. Banyak ujian yang terkadang menimbulkan salah paham dan beragam wujud lainnya. Itu lumrah. Itu wujud hakikat manusia. Namun apapun masalahnya, hati tetap selalu adem dan senantiasa berdzikir kepada Allah dan senantiasa bersholawat kepada kekasih-Nya, Rasulullah saw. Sebab obat dari segala persoalan sebagaimana warisan orang tua kita dulu yaitu mengisi hati dengan dzikrullah dan mahabah kepada Rasulullah saw.

Tulisan ini saya tutup dengan mengirim fatehah kepada para tokoh, para pendiri, dan orang-orang berjasa yang telah meninggal dunia, semoga segala amal diterima oleh Allah swt.

Tulisan ini juga saya tutup dengan berdoa kepada Allah, semoga para pendahulu yang telah berjasa terhadap perguruan tinggi ini senantiasa mendapatkan keberkahan hidup dan ilmu nya terus menjadi cahaya peradaban di masa sekarang dan mendatang.

Selamat milad ke-10 STAIN Bengkalis, semoga senantiasa melahirkan generasi Islami yang tafaquh fi al-dien, berkontribusi untuk kebaikan keluarga, negara, bangsa dan agama.



Penulis : Imam Ghozali


Bagikan Ke :

Tulis Komentar


Avatar

???? Email; Operation NoSG87. Go to withdrawal =>>

ekvg5v

   Berita Terkait

Ilmu Tawakal Hatim Al-Ashom; Rizqi Yang Tidak Tertukar
13 April 2025   Oleh : Vijianfaiz,PhD   1061

Doaku, Doamu, dan Doa Harimau
12 April 2025   Oleh : Vijianfaiz,PhD   629

Doa Kebaikan Untuk Orang Lain, Sebenarnya Untuk Diri Sendiri
11 April 2025   Oleh : Vijianfaiz,PhD   810

Puasa, Idul Fitri dan Perubahan Pola Makan
06 April 2025   Oleh : Vijianfaiz,PhD   788

Idul Fitri dan Misi Perdamaian
05 April 2025   Oleh : Vijianfaiz,PhD   916

   Berita Popular

Mengintegrasikan Iman, Islam dan Ihsan dalam Kehidupan Sehari-Hari
Minggu , 17 September 2023      13557


Pentingnya Manusia Ber-Tuhan
Minggu , 03 September 2023      4551


NU Dan Sejarah Komite Hijaz Yang Terlupakan
Rabu , 24 Juni 2020      2875