
Sebagai pembuka tulisan ini perkenankan
saya menulis untaian kalimat indah dari William Arthur Ward sebagai berikut: “Keyakinan
adalah mempercayai keberadaan lautan hanya dari melihat sebuah sungai kecil”.
Setiap orang pernah bermimpi, tapi belum
tentu ia punya mimpi. Ada sebagian orang pernah bermimpi dalam tidur dan
menjadi kenyataan. Ada juga pernah bermimpi. Kaget, lalu bangun. Ada rasa takut
yang luarbiasa. tapi kenyataanya tidak ada apa-apa. Ada yang bermimpi, setelah
bangun menangis. Karena ia tahu, celana basah karena ia mimpi kencing di kolam.
Mimpi itu bagian rahasia Allah. Ada pola
mimpi model Nabi Ibrahim melihat sesuatu secara faktual. Ketika ia bermimpi
bahwa Allah memerintah untuk membunuh anaknya Ismail, Nabi Ibrahim masih “crosceck”.
Ojo-ojo itu dari syaithan. Meskipun hati kecilnya yakin itu wahyu dari Allah,
tapi hati kecilnya juga berkata sebagai seorang ayah. “Bagaimana mungkin
Tuhan memerintah sesuatu yang sebenarnya dilarang oleh-Nya sendiri yaitu
mengalirkan darah saudaranya, anak nya sendiri?” hatinya menolak. Tapi
mimpi itu benar-benar nyata. Akhirnya setelah beberapa kali ia pun yakin, bahwa
Allah memerintah untuk membunuh Ismail sebagai ta’abud yang mukhlisin kepada-nya.
Ada mimpi model Nabi Yusuf yaitu melalui
simbol-simbol. Ini yang paling banyak terjadi di kalangan umat Islam. Karena
simbol makna multi tafsir. Ketika Nabi Yusuf kecil bermimpi tentang tentang Bulan, Matahari dan 11 Bintang bersujud
kepadanya, ia bertanya kepada orang tuanya. Ayah nya menjawab singkat : “Jangan
kau ceritakan mimpi mu kepada saudara-saudara mu”. Itu etika ketika kejadian
belum terjadi, jangan diceritakan. Tapi kalau sudah, tidak apa-apa untuk
membuktikan kebenaran arti sebuah mimpi. Itu juga yang dilakukan oleh Nabi
Yusuf kepada saudara-saudaranya. Sebab menurut Syaikh Junaidi Al-Baghdadi,
mimpi itu bagian dari ciri kenabian. Artinya ada beberapa ciri-ciri yang
melekat pada para nabi yaitu mimpi. Hebatnya lagi, mimpi ini juga dianugerahkan
kepada hamba-hamba yang dikehendaki oleh-Nya untuk menguak kebenaran. Sebab
salah satu sumber kebenaran ilmiah spiritual yaitu melalui mimpi.
Saya sudah beberapa kali bermimpi, baik
menyangkut pribadi atau kehidupan sosial-politik. Pernah saya bermimpi
menangkap burung di Sangkar. Pagi harinya, saya pun mendapat kiriman duit dari
orang tuanya. Beberapa waktu lalu, saya bermimpi mancing dan mendapatkan dua
ikan; satu kecil satu jumbo. Sore harinya saya mendapatkan kiriman rezeki dua
kali; pertama jumlah nya kecil dan kedua jumlah nya jumbo.
Mimpi sosial-politik. Pertama, saya mimpi Gus
Dur sedih. Itu dulu. Sudah lama. Hari berikutnya saya baru tahu bahwa partai PKB
direbut oleh Muhaimain Iskandar. Pada pilpres 2014, saya bermimpi mendapatkan
sarung dari presiden Jokowi. Ia tersenyum kepada ku. Pilres membuktikan ia
menang pada tahun 2014. Pada pilpres 2019 saya bermimpi melihat Jokowi sholat
bersama ku dan Prabowo. Jokowi jadi Imam, Prabowo jadi ma’mum. Pilpres 2019 Jokowi
menang, dan Prabowo benar-benar ma’mum menjadi menteri pertahanan. Pilpres 2024
tidak mimpi. Mungkin karena Prabowo sudah ma’mum, jadi pastinya Prabowo menjadi
presiden.
Tentang pilkada, saya bermimpi melihat UAS,
Buya Mawardi dan Pak Samsuar. UAS jalan sangat cepat dan bekas nya terlihat di
lantai masjid. Buya Mawardi berdiri dan ngobrol dengan ku. Pak Samsuar kondisi
kaki pincang dan wajah terlihat sedih. Hasilnya, calon yang diusung oleh UAS
memperoleh suara melesat tinggi mengalahkan jauh dari suara Samsuar-Mawardi.
Pilkada Meranti saya melihat tiga calon dalam mimpi: Asmar, Masrul Kasmi, dan MT
dalam waktu yang berbeda-beda. Asmar terlihat tersenyum kepada ku dan terlihat
tenang. Masrul Kasmi sibuk berkampanye. MT pun terlihat sangat sibuk. Hanya Basiran
yang tidak masuk radar impian. Hasilnya, Asmar menjadi pemenangnya.
Ternyata mimpi senyum dalam pilkada bisa
menjadi indikator menang. Itu sebabnya, ketika para konsultan abal-abal membuat
survei, saya ragu. Saya lebih percaya pada lembaga survei yang kredibel. Sebab
antara mimpku dan survei agak sedikit sesuai hasilnya (maaf, ini cuma mimpi. Anda
tidak harus percaya. Anggap saja ini cerita Abu Nawas sedang menghibur sang
raja yang lagi pusing karena dibentak oleh istri nya).
Walhasil anda boleh percaya sama mimpi,
tapi jangan terlalu bersandar pada mimpi. Sebab orang yang terlalu banyak
bermimpi sebenarnya orang yang terlalu banyak tidur dan lupa melihat realita
kehidupan yang penuh persaingan.
Mimpi Sesuatu Penting, Memimpikan Sesuatu
Jauh Lebih Penting
Proses mimpi Nabi Yusuf merupakan jalan
pembuka untuk meraih masa depannya. Namun ada satu syarat tidak boleh
diceritakan kepada saudara-saudaranya. Ingat !!!, Tidak diceritakan saja, Nabi
Yusuf hampir saja meninggal dunia. Ia dibuang di Sumur di pinggir Hutan. Ia sebagai
anak seorang nabi dan rasul benar-benar bekerja keras untuk mencapai suatu
cita-cita tinggi. Saat dirinya sudah terbuang dari keluarga, saat itu tumbuh
kekuatan jiwa mandiri untuk menunjukan kualitas dirinya sebenarnya. Ia terus
belajar, berjuang dan membangun relasi politik. Sehingga pada masa nya tiba, ia
adalah seorang pegawai yang mempunyai dedikasi, integritasi, loyalitas, dan
profesionalitas yang sangat tinggi. Wajar, jenjang karir cepat meningkat dengan
tajam. Nabi Yusuf menjadi bendahara kerajaan. Melalui stempel nya, bantuan bisa
disalurkan dan bisa juga dihentikan. Salah satu yang mendapatkan BLT (Bantuan
Langsung Tunai) yaitu keluarganya saat paceklik terjadi selama 7 tahun di Mesir.
Kesuksesan memang milik para pemimpi yang
memimpikan sesuatu. Ia bukan sekadar memimpikan sesuatu, tetapi merancang
secara kuat seluruh energi baik jasmaniah maupun ruhaniah, baik jiwa maupun
raga untuk memperoleh apa yang dicita-citakan. Berikut ini saya menulis kekuatan
memimpikan sesuatu seorang Gajah Mada sebagai berikut
Sira Gajah Mada Patih Amangkuhbumi tan ayun
amukti palapa, sira Gajah Mada: lamun huwus kalah Nusantara isun amukti palapa,
Tanjung Pura, Ring Haru, Ring Pahang, Dompo, Ring Bali, Sunda, Palembang,
Tumasik, samana isun amukti palapa.
Beliau Gajah Mada Patih Amangkubumi tidak
ingin melepaskan puasa. Beliau Gajah Mada, “Jika telah mengalahkan Nusantara,
saya (baru akan) melepaskan puasa. Jika mengalahkan Gurun, Seram, Tanjung Pura,
Haru, Pahang, Dompo, Bali, Sunda, Palembang, Tumasik, demikian saya (baru akan) melepaskan
puasa”.
Namun tidak boleh memimpikan sesuatu dan
mewujudkan mimpi tersebut dengan cara-cara yang kurang terhormat. Ambisi besar
minim berusaha. James Mantaque berkata: “Saya tidak pernah menjumpai orang
menderita karena terlalu banyak bekerja. Lebih banyak orang yang menderita
karena terlalu banyak ambisi tetapi tak cukup berusaha”.
Itu rahasia sukses Nabi Yusuf. Ia bekerja
keras, belajar maksimal, dan bersandar kepada Allah secara totalitas. Hal yang
sama juga dilakukan oleh patih Gajah Mada. Untuk mencapai cita-cita menyatukan nusantara,
ia harus semedi, berpuasa dan mendekatkan diri kepada Syang Hyang Widi. Berusaha
sekuat tenaga. Saat sukses pun tetap ingat kepada sang pencipta. Ia tetap
gagah, dan punya sifat tawadhu. Nabi Yusuf tidak segan-segan menghormati
saudara-saudaranya yang telah membuangnya. Baginya, itu adalah wasilah. Jika tidak
melalui proses pembuangan dalam sumur, maka secara syariat kesuksesan tidak
akan terwujud. Sebab memang Tuhan telah membuat blue print tentang rahasia
sukses harus melalui rintangan dan ujian. Proses tersebut yang menjadikan diri
sebagai pemimpin sejati, gagah, berfikir konstruktif, solutif, dan selalu
mengutamakan kepentingan lebih luas.
Seorang pemimpi suatu cita-cita yang telah
menjadi pemimpin dari apa yang telah dicita-citakan tidak lepas dari berbagai
ujian. Salah satu ujian yang paling dekat dalam dirinya yaitu egoisme,
gumede,sombong, merasa pintar, paling tahu, adigang-adigung. Mentang-mentang
punya kuasa, maka mempermainkan siapa saja…ojo dumeh !,mentang-mentang punya
uang maka menganggap remeh orang yang tidak punya… ojo dumeh!, mentang-mentang
cantik, tampan, maka merasa diatas angin…ojo dumeh!, mentang-mentang kurus,
maka menghina orang gemuk…ojo dumeh!, mentang-mentang kuat, maka menindas yang
lemah…ojo dumeh !
Anda mungkin akan menjadi calon pemimpin
organisasi, kepala daerah atau apa saja. Saat ini yang perlu dipahami adalah
bahwa anda akan memimpin orang begitu besar dan banyak. Anda bukan hanya milik
diri sendiri dan keluarga, tapi milik masyarakat. Saat itu anda telah menjadi
bapak dari keluarga besar yang bernama organisasi, paguyuban, kabupaten, dan provinsi. Jika anda masih egoisme
dan tidak mampu menghilangkan sifat nafsu amarah nya,maka anda sebatas foto
wisuda yang hanya indah di pandang mata saat di pasang di ruang tamu, tapi
orang lain tidak mempunyai kemanfaat sama sekali. Tamu hanya berdecak kagum: “anda
hebat, luarbiasa”. Ironisnya, anda hanya hidup pada dunia nya sendiri dan tidak
merasakan denyut nadi warga masyarakat yang paling bawah. Adanya anda seolah
tidak ada adanya anda. Na’udzubillah mindalik.
Penulis : Imam Ghozali
Ilmu Tawakal Hatim Al-Ashom; Rizqi Yang Tidak Tertukar
13 April 2025   Oleh : Vijianfaiz,PhD   1061
Doaku, Doamu, dan Doa Harimau
12 April 2025   Oleh : Vijianfaiz,PhD   629
Doa Kebaikan Untuk Orang Lain, Sebenarnya Untuk Diri Sendiri
11 April 2025   Oleh : Vijianfaiz,PhD   810
Puasa, Idul Fitri dan Perubahan Pola Makan
06 April 2025   Oleh : Vijianfaiz,PhD   788
Idul Fitri dan Misi Perdamaian
05 April 2025   Oleh : Vijianfaiz,PhD   916
Mengintegrasikan Iman, Islam dan Ihsan dalam Kehidupan Sehari-Hari
Minggu , 17 September 2023      13554
Pentingnya Manusia Ber-Tuhan
Minggu , 03 September 2023      4547
IMPLEMENTASI HAK-HAK POLITIK KELOMPOK MINORITAS MENURUT ABDURRAHMAN WAHID
Rabu , 18 Januari 2023      3563
Khutbah Jum'at Kontemporer Sikap Umat Islam Terhadap Perang Iran-Israel
Rabu , 25 Juni 2025      2944
NU Dan Sejarah Komite Hijaz Yang Terlupakan
Rabu , 24 Juni 2020      2872