Avatar

Imam Ghozali

Penulis Kolom

871 ARTIKEL TELAH DITERBITKAN

" "

Mualaf



Sabtu , 19 Oktober 2024



Telah dibaca :  369

Hari ini agak terlambat ke Rumah Kyai Muhammad Dalhar. Rois Syuriah PCNU ini sedang Panen Raya Jagung. Jenis Jagung Susu. Nama Jagung membuat penasaran. Seperti apa bentuknya.Ternyata bentuk sama seperti Jagung pada umumnya. Ada yang kecil ada yang besar. ukuran standar. Rasanya sangat manis. Pantas saja disebut Jagung Susu.

Saya datang sekitar jam 16.45. Saat saya duduk, sudah ada cukup banyak Jagung Susu di Piring. Sudah direbus. Ibu Nyai Dalhar sibuk membuat wedang teh dan menambah Jagung rebusnya. Saat sedang menikmatinya, tiba-tiba ada gadis cantik masuk dan duduk di samping ku. Kulit putih. Rambut lurus. Umur sekitar 21 tahun. Matanya sipit. Gara-gara melihatnya jadi teringat artis Sandra Dewi. Anda kenal?

Sore itu memang bukan hanya saya yang diruangan depan rumah Kyai Dalhar. Ada kemenag, pak guru dari gogok, ada ketua lptq dan lain-lain. Saya baru tahu, kalau gadis itu telah menjadi mualaf. Saya sedikit mendengar riwayat keluarganya, memang datang dari keluarga yang sangat menghargai keberagaman agama di keluarga besarnya. Ia memilih agama Islam merupakan inisiatif sendiri. Tidak ada paksaan. Islam sering menyebutnya dengan hidayah. Namun saya pun tidak mau lama-lama di sampingnya. Ma’lum hatiku terlalu lembut ketika melihat gadis cantik. Saya cepat-cepat permisi. Ketika kyai dalhar dan kepala kemenag tanya, saya jawab singkat: “saya sudah ditelpon kapolda”.

Ia mualaf. Ia benar-benar belum tahu apa-apa. Ia tidak tahu tentang niat berwudhu, niat sholat dan seterusnya. Ia bagai gelas kosong dan ia mulai diisi gelas dengan air kehidupan. Saat ia berdialog dengan Kyai Dalhar, ia benar-benar ingin belajar agama terutama tatacara sholat.

Dulu saat masih senang “jaga” rumah, saya cukup sering menuntun anak-anak muda menjadi mualaf. Menuntun cara sholat, ngaji iqra dan hal-hal yang bersifat dasar. Rata-rata mereka haus ilmu agama dan sangat ingin menjalankan agama Islam dengan baik. Pengalaman saya dulu sampai sekarang, para mualaf berusaha semaksimal mungkin apa yang didapat ilmu agama dan menjaga segala ucapan dan tindakan sehari-hari. Ia paling sering bertanya tentang hukum ini itu dan juga diamalkan dalam kehidupan sehari-hari. Namun ada juga yang sebaliknya.

Dalam Islam mualaf mempunyai keistimewaan. Seluruh kesalahan atau dosa dianggap kembali ke titik nol. Dari titik itu juga, ia baru mendapatkan catatan. Apa saja. Baik dicatat baik, dosa dicatat dosa. File masih sedikit. Jika ia mengisi file kehidupan dengan cara-cara yang benar, maka ia sangat beruntung bisa menjadi orang yang utama dalam pandangan Allah meskipun dengan keterbatasan pemahaman agamanya.

Yang sering tidak disadari diri kita adalah saat kita sudah menjadi muslim sejak lahir dan hidup dilingkungan dengan budaya muslim. Tapi terkadang kita seperti apa yang dikatakan oleh Jamaludin Al-Afgani “Muslim Tapi Tidak Islam”. muslim orang nya, perilakunya jauh dari agama Islam.

Mualaf laksana Laptop baru. Semua bagian; Prosesor, Motherboard,RAM, Port dan Konektivitas, dan komponen lain masih segar. Ditambah lagi, wifi dan jaringan internet bagus. Proses pemahaman dan pelaksanaan cepat terkoneksi dengan baik dan cepat.

Berbeda dengan diriku model Laptop lama produk keluaran lama. File penuh. Loading lambat. Sudah begitu virus terlalu banyak. Akibatnya file banyak yang rusak. Akibatnya bisa ditebak, fungsi laptop lambat, file banyak yang rusak. Virus-virus egoisme, merasa paling sholeh, merasa paling hebat dan merasa serba tahu dan sejenisnya benar-benar telah mematikan fungsi laptop. Kadang memang harus diinstal ulang, agar virus pikiran rusak dan hati kotor bisa jernih kembali seperti para mualaf.



Penulis : Imam Ghozali


Bagikan Ke :

Tulis Komentar


Avatar

Abdul karim, S.Pd.I

Luar biasa pak doktor, dalam kondisi sempit keluar ide briliant yg menginspirasi banyak orang.

Avatar

Abdul karim, S.Pd.I

Luar biasa pak doktor, dalam kondisi sempit keluar ide briliant yg menginspirasi banyak orang.

   Berita Terkait

Ilmu Tawakal Hatim Al-Ashom; Rizqi Yang Tidak Tertukar
13 April 2025   Oleh : Vijianfaiz,PhD   1061

Doaku, Doamu, dan Doa Harimau
12 April 2025   Oleh : Vijianfaiz,PhD   629

Doa Kebaikan Untuk Orang Lain, Sebenarnya Untuk Diri Sendiri
11 April 2025   Oleh : Vijianfaiz,PhD   810

Puasa, Idul Fitri dan Perubahan Pola Makan
06 April 2025   Oleh : Vijianfaiz,PhD   788

Idul Fitri dan Misi Perdamaian
05 April 2025   Oleh : Vijianfaiz,PhD   916

   Berita Popular

Mengintegrasikan Iman, Islam dan Ihsan dalam Kehidupan Sehari-Hari
Minggu , 17 September 2023      13557


Pentingnya Manusia Ber-Tuhan
Minggu , 03 September 2023      4550


NU Dan Sejarah Komite Hijaz Yang Terlupakan
Rabu , 24 Juni 2020      2875