
Hari ini agak terlambat ke Rumah Kyai Muhammad
Dalhar. Rois Syuriah PCNU ini sedang Panen Raya Jagung. Jenis Jagung Susu. Nama
Jagung membuat penasaran. Seperti apa bentuknya.Ternyata bentuk sama seperti Jagung
pada umumnya. Ada yang kecil ada yang besar. ukuran standar. Rasanya sangat
manis. Pantas saja disebut Jagung Susu.
Saya datang sekitar jam 16.45. Saat saya
duduk, sudah ada cukup banyak Jagung Susu di Piring. Sudah direbus. Ibu Nyai
Dalhar sibuk membuat wedang teh dan menambah Jagung rebusnya. Saat
sedang menikmatinya, tiba-tiba ada gadis cantik masuk dan duduk di samping ku.
Kulit putih. Rambut lurus. Umur sekitar 21 tahun. Matanya sipit. Gara-gara melihatnya jadi teringat
artis Sandra Dewi. Anda kenal?
Sore itu memang bukan hanya saya yang
diruangan depan rumah Kyai Dalhar. Ada kemenag, pak guru dari gogok, ada ketua
lptq dan lain-lain. Saya baru tahu, kalau gadis itu telah menjadi mualaf. Saya
sedikit mendengar riwayat keluarganya, memang datang dari keluarga yang sangat
menghargai keberagaman agama di keluarga besarnya. Ia memilih agama Islam
merupakan inisiatif sendiri. Tidak ada paksaan. Islam sering menyebutnya dengan
hidayah. Namun saya pun tidak mau lama-lama di sampingnya. Ma’lum hatiku
terlalu lembut ketika melihat gadis cantik. Saya cepat-cepat permisi. Ketika
kyai dalhar dan kepala kemenag tanya, saya jawab singkat: “saya sudah
ditelpon kapolda”.
Ia mualaf. Ia
benar-benar belum tahu apa-apa. Ia tidak tahu tentang niat berwudhu, niat
sholat dan seterusnya. Ia bagai gelas kosong dan ia mulai diisi gelas dengan
air kehidupan. Saat ia berdialog dengan Kyai Dalhar, ia benar-benar ingin
belajar agama terutama tatacara sholat.
Dulu saat masih senang “jaga” rumah, saya cukup
sering menuntun anak-anak muda menjadi mualaf. Menuntun cara sholat, ngaji iqra
dan hal-hal yang bersifat dasar. Rata-rata mereka haus ilmu agama dan sangat
ingin menjalankan agama Islam dengan baik. Pengalaman saya dulu sampai
sekarang, para mualaf berusaha semaksimal mungkin apa yang didapat ilmu agama
dan menjaga segala ucapan dan tindakan sehari-hari. Ia paling sering bertanya
tentang hukum ini itu dan juga diamalkan dalam kehidupan sehari-hari. Namun ada
juga yang sebaliknya.
Dalam Islam mualaf mempunyai keistimewaan.
Seluruh kesalahan atau dosa dianggap kembali ke titik nol. Dari titik itu juga,
ia baru mendapatkan catatan. Apa saja. Baik dicatat baik, dosa dicatat dosa.
File masih sedikit. Jika ia mengisi file kehidupan dengan cara-cara yang benar,
maka ia sangat beruntung bisa menjadi orang yang utama dalam pandangan Allah
meskipun dengan keterbatasan pemahaman agamanya.
Yang sering tidak disadari diri kita adalah
saat kita sudah menjadi muslim sejak lahir dan hidup dilingkungan dengan budaya
muslim. Tapi terkadang kita seperti apa yang dikatakan oleh Jamaludin Al-Afgani
“Muslim Tapi Tidak Islam”. muslim orang nya, perilakunya jauh dari agama
Islam.
Mualaf laksana Laptop baru. Semua bagian; Prosesor,
Motherboard,RAM, Port dan Konektivitas, dan komponen lain masih segar. Ditambah
lagi, wifi dan jaringan internet bagus. Proses pemahaman dan pelaksanaan cepat
terkoneksi dengan baik dan cepat.
Berbeda dengan diriku model Laptop lama
produk keluaran lama. File penuh. Loading lambat. Sudah begitu virus
terlalu banyak. Akibatnya file banyak yang rusak. Akibatnya bisa ditebak,
fungsi laptop lambat, file banyak yang rusak. Virus-virus egoisme, merasa
paling sholeh, merasa paling hebat dan merasa serba tahu dan sejenisnya
benar-benar telah mematikan fungsi laptop. Kadang memang harus diinstal ulang,
agar virus pikiran rusak dan hati kotor bisa jernih kembali seperti para
mualaf.
Penulis : Imam Ghozali
Abdul karim, S.Pd.I
Luar biasa pak doktor, dalam kondisi sempit keluar ide briliant yg menginspirasi banyak orang.
Abdul karim, S.Pd.I
Luar biasa pak doktor, dalam kondisi sempit keluar ide briliant yg menginspirasi banyak orang.
Ilmu Tawakal Hatim Al-Ashom; Rizqi Yang Tidak Tertukar
13 April 2025   Oleh : Vijianfaiz,PhD   1061
Doaku, Doamu, dan Doa Harimau
12 April 2025   Oleh : Vijianfaiz,PhD   629
Doa Kebaikan Untuk Orang Lain, Sebenarnya Untuk Diri Sendiri
11 April 2025   Oleh : Vijianfaiz,PhD   810
Puasa, Idul Fitri dan Perubahan Pola Makan
06 April 2025   Oleh : Vijianfaiz,PhD   788
Idul Fitri dan Misi Perdamaian
05 April 2025   Oleh : Vijianfaiz,PhD   916
Mengintegrasikan Iman, Islam dan Ihsan dalam Kehidupan Sehari-Hari
Minggu , 17 September 2023      13557
Pentingnya Manusia Ber-Tuhan
Minggu , 03 September 2023      4550
IMPLEMENTASI HAK-HAK POLITIK KELOMPOK MINORITAS MENURUT ABDURRAHMAN WAHID
Rabu , 18 Januari 2023      3568
Khutbah Jum'at Kontemporer Sikap Umat Islam Terhadap Perang Iran-Israel
Rabu , 25 Juni 2025      2948
NU Dan Sejarah Komite Hijaz Yang Terlupakan
Rabu , 24 Juni 2020      2875