Avatar

Imam Ghozali

Penulis Kolom

871 ARTIKEL TELAH DITERBITKAN

" "

Niat Puasa; Tujuan dan Hikmah Nya



Selasa , 28 Maret 2023



Telah dibaca :  305

Saya menemukan buku hadist kecil. Judul nya Arba’in Nawawi. Salah satu nya tentang persoalan niat. Kanjeng Nabi Muhammad s.a.w dawuh, “Sesungguhnya setiap perbuatan tergantung niatnya, dan sesungguhnya setiap orang akan dibalas berdasarkan apa yang dia niatkan. Siapa yang hijrah karena ingin mendapatkan keridhaan Allah dan Rasul-Nya, maka hijrahnya  kepada keridhaan Allah dan Rasul-Nya. Dan siapa yang hijrahnya karena dunia yang dikehendakinya atau karena wanita yang ingin dinikahinya, maka hijrahnya akan bernilai sebagaimana yang dia niatkan”.

Hadist ini tidak membahas tentang persoalan ibadah puasa. Ini hadist umum. Setiap pekerjaan terkena hadist ini. Kemudian para Ulama pun mempunyai beragam pendapat tentang batas-batas penggunaan Hadist tersebut. Hal ini karena memang sering hadist Nabi ada yang bersifat kulliyah sehingga membutuhkan syarah-syarah yang lebih mendalam tentang persoalan-persoalan ibadah yang membutuhkan niat dalam melaksanakan ibadah-ibadah tersebut, baik ibadah wajib maupun sunnah.

Ada satu hadist yang menjadi dasar kaidah fiqh yaitu, “ al umuru bi maqasahidiha “ Bahwa segala urusan bergantung maksud yang terkandung di dalamnya. Muhammad Sidqi Al-Burnu menjelaskan, “Sesungguhnya amal dan tindakan seorang mukallaf, baik berupa ucapan atau perbuatan itu akan berbeda hasil dan hukum yang dihasilkan berdasarkan perbedaan-perbedaan maksud dan tujuan di balik perbuatan tersebut”.

Imam Suyuti menjelaskan tentang tujuan disyariatkan niat adalah untuk membedakan ibadah dengan kebiasaan, dan membedakan tingkatan ibadah seperti wudhu, dan mandi yang apakah itu membersihkan badan, menyegarkan badan, atau ibadah. Dan menahan dari hal yang membatalkan puasa apakah diet, pengobatan atau hanya karena sedang tidak membutuhkan saja. Duduk di Masjid, terkadang untuk istirahat. Memberikan harta kepada orang lain, kadang kala hanya sebagai hadiat, atau untuk tujuan duniawi, dan terkadang untuk tujuan ibadah seperti zakat, shadaqah dan kafarah. Menyembelih hewan terkadang untuk makan semata terkadang untuk beribadah dengan mengalirkan darah. Maka disyariatkan niat untuk membedakan antara ibadah dengan selain ibadah”.

Niat menjadi penting untuk menjadikan status perbuatan tersebut jadi ibadah dan juga menjelaskan status tingkatan ibadah, apakah ibadah itu wajib atau sunnah. Kita mungkin tidak menyadari hal ini. Bisa jadi kita bisa berdalih tentang tidak ada nya lafal-lafal niat yang tertulis secara jelas dalam kumpulan kitab-kitab hadist. atas dasar ini kemudian dengan sederhana berfikir tidak perlu berniat dalam melaksanakan suatu ibadah. Toh Allah Maha Tahu segala apa yang dilakukan oleh hamba-hamba-Nya.

Pandangan seperti ini terlihat tidak salah. Semua apa yang dilakukan sudah dalam pengawasan Allah. Namun dalam kehidupan sehari-hari, ada tataran syariat yang harus dilalui untuk memantapkan arah syariat itu menuju hakikat. Ini penting agar tidak ada kebimbangan dalam hati. Jangankan dalam ibadah, dalam mengambil keputusan sehari-hari kita membutuhkan suatu kemantapan hati terhadap keputusan yang dipilih. Banyak orang sukses karena adanya kemantapan hati. Dari sini, berbuah adanya kebulatan tekad dalam berkata, berfikir dan bertindak. Ini menjadi kekuatan besar untuk mewujudkan suatu cita-cita. Sekecil apapun sebuah keinginan, akan mudah terwujud ketika ada kemantapan dalam hati. Namun setinggi apapun suatu cita-cita, akan mudah rontok saat landasan niat ya biasa-biasa saja. Bukankah demikian kalimat yang sering terdengar dari para motivator. Mereka memasukan niat menjadi salah satu kunci keberhasilan kesukesan dalam mengejar karir di Dunia. apalagi dalam persoalan ibadah.

Kenapa Rasulullah tidak mengajarkan setiap ibadah menggunakan niat-niat yang baku? Itulah wujud bijaksana Rasulullah s.a.w. Betapa banyak wujud ibadah dalam kehidupan sehari-hari, ada wajib dan sunnah. Ibadah wajib sudah bisa dihitung. Namun ibadah sunnah dan hal-hal yang mubah menjadi sunnah sangat banyak dan tidak terbatas. Dari sini, penulis mengambil pelajaran bahwa desain niat mempunyai kelenturan untuk melakukan apakah hanya sebatas dalam hati saja dengan wujud kalimat yang berbeda-beda, atau dengan dibarengi pada ucapan dalam lisan, terserah. Tapi niat harus tetap ada. Sebab agar status ibadah tersebut jelas pada posisi hukum nya, apakah wajib atau sunnah.

Para ulama yang menguasai rahasia-rahasia Al-Qur’an dan Al-Hadist atau sunnah Rasul menangkap pesan hadist nabi tentang niat. Mereka mempunyai kewajiban membimbing kaum muslimin tentang pentingnya niat. Karena masyarakat awam belum memahami kedalaman ilmu agama, para ulama membimbing niat ibadah melalui penggunaan lafadz-lafadz niat yang tersusun secara sistematis; dari segi makna dan tujuanya sangat jelas dan efektif.

Contoh model ulama dalam membimbing masyarakat muslim agar puasa nya benar-benar sesuai dengan tujuan jelas dan efektif seperti dalam niat ibadah puasa yang berbunyi begini:

نويت صوم غد عن اداء فرض شهر رمضان هذه السنة لله تعالي

Artinya:

“Aku berniat puasa esok hari demi menunaikan kewajiban bulan ramadhan tahun ini karena allah ta’ala”.

Dari sini kemudian para ulama sepakat bahwa niat menjadi syarat sah ibadah. Itu sebabnya, menurut Madzhab Syafi’i bahwa berniat menjalankan ibadah puasa Ramadhan harus di malam hari sebelum terbitnya fajar. 



Penulis : Imam Ghozali


Bagikan Ke :

Tulis Komentar


   Berita Terkait

Obituari Bapapuh
25 Februari 2026   Oleh : A. Ushfuri   129

Refleksi Ramadhan: Setiap Manusia Turis Untuk Dirinya Sendiri
18 Februari 2026   Oleh : Imam Ghozali   175

Perang Air dan Romadhan: Kajian Budaya dan Agama
17 Februari 2026   Oleh : Imam Ghozali   129

Marketing Penjual Bunga Menjelang Bulan Ramadhan
16 Februari 2026   Oleh : Imam Ghozali   152

Ya Allah, Anugerahkan kepada Kami Air Hujan yang Membawa Keberkahan
12 Februari 2026   Oleh : Imam Ghozali   129

   Berita Popular

Mengintegrasikan Iman, Islam dan Ihsan dalam Kehidupan Sehari-Hari
Minggu , 17 September 2023      13584


Pentingnya Manusia Ber-Tuhan
Minggu , 03 September 2023      4579


NU Dan Sejarah Komite Hijaz Yang Terlupakan
Rabu , 24 Juni 2020      2895