
Malam senin sebenarnya ingin
istirahat. Namun, tiba-tiba ada salah satu Kepala Dinas Kepulauan Meranti menelponku.
Kebetulan ia berada di Bengkalis. Katanya ia ada undangan untuk mengantar
pengantin di Desa Kelapapati. Entah karena kebetulan, yang jadi pengantin dari
pihak laki-laki adalah anak angkatnya dan pihak pengantin perempuan masih ada
hubungannya dengan Mas Asruari Misda, dosen STAIN Bengkalis. Ternyata kami
saudara, meskipun tidak saling kenal mengenal dan sudah menjadi saudara jauh,
tetap terasa aura persaudaraan. Bahkan kalau ditarik keatas, kita sama-sama
keturunan darah biru, yaitu Nabi Adam dan Hawa. Hanya saja, sampai pada kita
sudah tidak biru lagi, berubah merah. Kita telah diajarkan oleh nenek moyang
kita, nabi adam bahwa untuk merubah status “darah merah” menjadi “darah biru”
adalah meningkatkan kualitas diri menjadi level takwa. Sebab kita semua sama.
Kita bisa jadi punya darah biru, tapi KW. Kita semua sama dalam pandangan
Allah, kecuali orang-orang yang sangat mencintai-Nya.
Setelah sholat subuh, saya tidak
bisa tidur. Khawatir “mbangkong” dan bangun kesiangan. Ma’lum ini hari
pertama orientasi PPPK. Apalagi di malam hari, beberapa kawan sudah sibuk di
grup WA. Ada yang Tanya jam berapa mulai orientasi, bagaimana cara peserta
orientasi absen di aplikasi Pusaka dan lain-lain. Semua belum ada kepastian.
Persis seperti perdebatan menentukan awal bulan syawal. Itu sebabnya, jam 06.30
saya sudah menuju ke kampus. Ternyata masih sepi. Baru beberapa orang peserta
yang datang. Saya lihat dari kantor kementrian agama atau dari sekolah.
Sedangkan kawan-kawan dari STAIN belum kelihatan.
Orientasi PPPK di tempatkan digedung
SBSN STAIN Bengkalis. Di lantai III. Saya lihat kawan-kawan dari instansi Kemenag,
MIN dan MTSN “ngos-ngosan”. Mungkin belum biasa naik tangga sampai
lantai tiga tanpa lift. Sebenarnya ini sangat baik untuk menjaga kesehatan dan
melangsingkan tubuh. Tapi bagi saya sendiri malah tidak cocok. Ma’lum badan
sudah langsing. Semakin sering naik-turun di lantai tiga, badan semakin tidak
karuan bentuknya.
Pemateri atau narasumber pertama
yaitu Dr. Hasanah, M.Pd. Dilihat dari wajahnya seperti orang batak, ternyata
bukan. Dia asli Betawi. Orang tuanya perpaduan Betawi dan Cirebon. Nasib nya
agak mirip seperti saya. Dulu saat saya mengikuti pelatihan di sumbar dan juga
pembekalan diisi oleh Tim Ary Ginanjar
dari ESQ, saya juga dianggap bukan orang Jawa, tapi orang Cina. Katanya, mataku
sipit. Lucunya, para nyonya etnis tionghoa pun melihat anak-anak saya dikira
masih marga tionghoa. Saya heran. Saya katakan bahwa “mas asli” dari Jawa.
Bukan 24 karat, malah 1000 karat.
Saya pun muhasabah diri,
mungkin ada dosa yang pernah saya lakukan sehingga saya dan anak-anaknya
dianggap seperti orang tionghoa. Setelah saya merunut sejarah ke belakang, saya
baru sadar, bahwa dulu waktu masih di pesantren, saya pernah jatuh cinta kepada
santri keturunan tionghoa. Sangat cantik, saya mencintainya. Tapi ia tidak
mencintaiku. Mungkin wajah ku masih dibawah standar. Apakah jatuh cinta
berdosa?
Saya mengikuti pemateri dengan
khusu’, meskipun kadang mengantuk. Setelah saya perhatikan beberapa materi yang
telah disampaikan, ternyata Dr. Hasanah termasuk santri dari Ary Ginanjar yang
menggunakan brand marketingnya ESQ Bussines School. Dulu ESQ sangat terkenal.
Persis seperti terkenalnya ESQ nya model AA Gym dengan label “MQ” (Manajemen
Qalbu). Hanya saja, MQ terlihat sudah tidak seperti dulu. Sedangkan ESQ Ary
Ginanjar masih eksis. Beberapa waktu lalu sempat tidak terdengar. Namun saya
melihat beberapa waktu terakhir ini, video-video inspiratifnya terus
bermunculan dan menginspirasi jutaan orang untuk bangkit dari keterpurukan.
Nilai-nilai spiritualnya sungguh
sangat menyentuh hati. Apalagi dulu, saat saya mengikuti pelatihan, dia
menceritakan tentang “jatuh-bangun” saat membangun gedung “Menara 165”. Cobaan
untuk mewujudkan impian mengalami ujian yang sangat hebat. Namun dalam hitungan
tahun, bangunan tersebut berdiri dengan megah. Kini bangunan tersebut telah
menjadi pusat pengembangan SDM unggul. Ditempat ini ada juga lembaga-lembaga pelatihan dan
lembaga pendidikan tinggi yang memperkenalkan ajaran-ajaran keagungan dalam
rangka mengenal diri sendiri.
Umar bin Khatab pernah dawuh sebagai
berikut: “Hendaklah
kalian menghisab diri kalian sebelum kalian dihisab, dan hendaklah kalian
menimbang diri kalian sebelum kalian ditimbang, dan bersiap-siaplah untuk hari
besar ditampakkannya amal” ucapan tersebut menunjukan bahwa hal yang terpenting
manusia adalah mengenal diri sendiri. dengan mengenal diri sendiri maka akan
mengenal sang pencipta dengan baik. Itu sebabnya, yang terpenting dalam hidup
ini adalah menilai diri sendiri atau menyibukan diri sendiri untuk menilai
segala kekurangan dan memperbaikinya dengan hal-hal yang lebih baik dan
berkualitas.
Abraham Maslow ketika membicarakan hierarchy
of needs dalam rangka self-actualization sebagai kebutuhan manusia
mengalami beberapa tahap yaitu: phsysiological (kebutuhan psikologi), safey
(keselamatan), esteem ( penghargaan), social (masyarakat). Kebutuhan
akan persoalan jiwa merupakan keputuhan dalam hirarki pertama merupakan naluri
manusia. Dalam berbagai dinamika kehidupan, manusia senantiasa mengalami adanya
berbagai persoalan dan perubahan-perubah psikologi akibat adannya berbagai
peristiwa yang terjadi silih berganti. Manusia menginginkan adanya kepastian
hidup dan kedamaian setelah kehidupan ini berakhir. Dalam segala aktivitasnya,
manusia dalam alam bawah sadar menyadari bahwa apa yang dikerjakan saat ini
akan berakhir dan ada pertanggungjawabannya. Ini adalah watak dasar dari
manusia yang senantiasa berfikir bahwa disebalik dunia seisinya, ada Sang
Pencipta yang menjadi tujuan hidup.
Mahatma Gandi mengatakan bahwa kedamaian
hati dan perilaku yang selaras dengan hati selalu menampilkan sinar-sinar kebajikan.
Suatu kebaikan tidak boleh disandarkan pada sesuatu yang nista. Keberhasilan yang
benar adalah keberhasilan yang tidak melalui suatu kekerasan, menipu dan
menghancurkan orang lain. Jika ada suatu keberhasilan dengan cara-cara yang
tidak benar dan berdalih ini merupakan satu-satu jalan untuk mewujudkan suatu
cita-cita, maka kesuksesan itu sebenarnya tidak bisa dibenarkan. Meskipun mempunyai
tujuan yang mulia
Sang guru spiritual dan tokoh agama budha, Daisaku
Ikeda menganjurkan tentang kebersihan hati dalam mencapai suatu tujuan yang
mulia. Kekerasan yang telah menghancurkan jepang dan Indonesia akibat kebiadaban
penjajah Jepang pada masa itu, merupakan wujud dari jiwa yang belum menemukan
kedamaian. Sehingga mereka belum bisa melihat hakikat kesuksesan sejati. Sebab kesukesan
sejati sebenarnya ada keselarasan antara perilaku dan pikiran serta pesan-pesan
sang pencipta dalam kehidupan sehari-hari. Kesuksesan laksana melebihi harumnya
bunga. Jika bunga melati harumnya mengikuti mata angin, maka harumnya manusia
mampu melawan arah mata angin
Dalam ajaran Islam, Seorang muslim yang
sudah mencapai hakikat kesukesan ketika sudah
mengenal Allah sering disebut ihsan
yaitu engkau
menyembah/beribadah kepada Allah seolah-olah engkau melihat-Nya (Allah). Jika
pun belum bisa melihat-Nya, maka yakinlah bahwa Ia (Allah) melihatmu
Melaksanakan perintah-perintah Allah
berarti seorang peserta orientasi harus secara tegak lurus menimplementasikan
dalam wujud-wujud operasional. Bahwa Tuhan akan memberikan pahala saat beramal
kebaikan, maka amal kebaikan yang mendapatkan pahala adalah amal kebaikan
dengan prosedur yang benar dan tepat. Benar dan tepat adalah sesuatu yang
sangat penting. Seorang suami atau seorang istri menasehati pasangannya dengan
suatu kebaikan, tapi tidak pada saat yang tepat bisa jadi bermasalah. Tujuanya
menyelesaikan masalah, malah timbul masalah baru. Meskipun Allah telah mencatat
amalan kebaikannya, tapi Allah juga mencatat bahwa ada unsur tidak professional
dalam menyampaikan materi nasehat tadi. Itu sebabnya, kualitas kebaikannya
mendapatkan nilai tidak maksimal. Sebab selain proses, juga dampak dari proses
tersebut. Laksana seorang guru memerintah peserta didik untuk sholat sementara mereka tidak sholat.
Tujuan baik, materi baik, tapi proses ada persoalan. Ini yang kemudian dalam
administrasi modern bahwa manajemen sebagai wujud profesionalisme adalah wujud the
right man on the right place.
Melihat manusia berdasarkan ada
pertimbangan-pertimbangan profesional berangkat dari pertimbangan obyektifitas
penilaian, bukan subyektivitas keakuan. Apalagi ketika pada suatu wilayah yang
menuntut kesetaraan, sangat penting dalam mewujudkan nilai-niali
profesionalitas tersebut, maka batas-batas kesamaan etnis, suku, agama dan
budaya semakin cair dan pembauran atas kesamaan derajat dalam lingkungan
pekerjaan menjadi hal yang sangat penting. Sikap seseorang atau kelompok yang
menggambarkan perilaku yang demokratis, sabar, lemah lembut, konsisten terhada
tugas ada pada dirinya, punya tanggung jawab, terbuka untuk kerjasama dan
mempunyai jiwa kasih sayang kepada sesama
Pesan-pesan tersebut bertebaran
dalam al-Qur’an. Tuhan telah berpesan bahwa betapa pentingnya tradisi membaca
dalam ungkapan firman-Nya: “Bacalah dengan menyebut nama Tuhan-mu”. Lalu Tuhan
juga menjelaskan bahwa manusia adalah makhluk yang disebut “ahsanitaqwiim”,
tapi tidak perintah menjalankan perintah-perintah-Nya kemudian menjadi “asfalasaafiliin”.
Tuhan juga telah menggunakan kata-kata kunci dan sangat tegas, “wal’asri,
innal insanalfi husrin”. Rangkaian-rangkain tersebut merupakan bangun dasar
professional dan ketika dibangun menjadi sebuah sistem kehidupan, maka tidak
ada perintah Allah yang dilakukan secara
asal-asalan. Semua harus dilakukan dengan penuh pertimbangan-pertimbangan yang
mengacu kepada kemanfaatan dan keridhoan-Nya.
Walhasil, dari paparan hari pertama,
penulis bisa mengambil pelajaran bahwa siapapun bisa menjadi orang yang berguna,
bermanfaat untuk diri sendiri dan orang lain. Tidak ada yang tidak bisa untuk
melakukan suatu perubahan. Semua bisa dilakukan dengan penuh keyakinan, bahwa Allah
memberi kesempatan sama untuk meraih prestasi pada bidang masing-masing. Hanya
orang-orang yang membuka diri untuk menerima masukan yang konstruktif, lalu
melakukan reformasi kerangka berfikir terfokus dan pola kerja yang sistematis,
serta tidak lupa selalu meminta pertolongan kepada-Nya, maka kesuksesan akan
segera diraihnya. Semoga orientasi hari pertama dengan ajaran-ajaran agung yang
telah dipaparkan oleh para pemateri, bisa lebih semakin mengenal kekurangan
diri sendiri sebagai jalan untuk menggapai kesuksesan hakiki.
Akhyar, T. (1992). The Secret of
Sufi. Semarang : CV. Asy-Syifa'.
al-Bassam,
A. b. (2003). Penjelasan Hukum dari Kitab Bulughul Maram. terj;M.Irfan.
Jakarta : Pustaka Azzam.
Al-Maliki,
M. b. (t.t). Mafahim Yajibu an Tushahhah . Surabaya .
al-Qurtubi,
A. '. (n.d.). Al-Jami' Al-Ahkam Al-Qur'an . Beirut: Al-Resalah .
An-Naisabury,
I. A.-Q. (1997). Risalatul Qusyairiyah Induk Ilmu Tasawuf . Surabaya : Risalah
Gusti .
Baqir, H.
(2020). Agama di Tengah Musibah Perspektif Spiritual . Nuralwala.
Budiardjo,
M. (2008). Dasar-Dasar Ilmu Politik. Jakarta : Gramedia Pustaka .
Easwaran,
E. (2011). Gandhi The Man, terj; Yendhi Amalia dan Hari Mulyana.
Yogyakarta : PT. Bintang Pustaka .
Ikeda, A.
W. (2000). Dialog Peradaban untuk Toleransi dan Perdamaian. Jakarta:
PT. Gramedia Pustaka Utama.
TGH.Husnuddu'at,
S. (2003). Menelusuri Penduduk Langit bersama 40 Kekasih Allah .
Surabaya: CV.Dunia Ilmu.
Wasehudin.
(2018). Perspektif Al-Qur’an dan Undang-Undang Tentang Guru profesional. Tarbawi,
Vol. 5, No.1, 111-122.
Yunus, O.
M.-J. (t.t). Tauhid dan Tasawuf . t.p.
Yusuf, K.
M. (2008). Analisis Qur'ani terhadap Pemikiran Ibn Sina dan al-Ghazali
Mengenai Dimensi Rohani dan Pembentukan Perilaku. Pekanbaru: Suska Press.
Penulis : Imam Ghozali
Ilmu Tawakal Hatim Al-Ashom; Rizqi Yang Tidak Tertukar
13 April 2025   Oleh : Vijianfaiz,PhD   1061
Doaku, Doamu, dan Doa Harimau
12 April 2025   Oleh : Vijianfaiz,PhD   629
Doa Kebaikan Untuk Orang Lain, Sebenarnya Untuk Diri Sendiri
11 April 2025   Oleh : Vijianfaiz,PhD   811
Puasa, Idul Fitri dan Perubahan Pola Makan
06 April 2025   Oleh : Vijianfaiz,PhD   788
Idul Fitri dan Misi Perdamaian
05 April 2025   Oleh : Vijianfaiz,PhD   916
Mengintegrasikan Iman, Islam dan Ihsan dalam Kehidupan Sehari-Hari
Minggu , 17 September 2023      13565
Pentingnya Manusia Ber-Tuhan
Minggu , 03 September 2023      4558
IMPLEMENTASI HAK-HAK POLITIK KELOMPOK MINORITAS MENURUT ABDURRAHMAN WAHID
Rabu , 18 Januari 2023      3571
Khutbah Jum'at Kontemporer Sikap Umat Islam Terhadap Perang Iran-Israel
Rabu , 25 Juni 2025      2969
NU Dan Sejarah Komite Hijaz Yang Terlupakan
Rabu , 24 Juni 2020      2876