Avatar

Vijianfaiz,PhD

Penulis Kolom

321 ARTIKEL TELAH DITERBITKAN

" "

Nyamuk dan Ngamuk



Selasa , 15 April 2025



Telah dibaca :  704

Di tengah-tengah aktivitas yang sangat padat, penulis mengajak kepada anda untuk menyisihkan sedikit waktu untuk merenungi firman Allah dalam Q.S. Al-Baqarah ayat 25 sebagai berikut:

اِنَّ اللّٰهَ لَا يَسْتَحْيٖٓ اَنْ يَّضْرِبَ مَثَلًا مَّا بَعُوْضَةً فَمَا فَوْقَهَاۗ فَاَمَّا الَّذِيْنَ اٰمَنُوْا فَيَعْلَمُوْنَ اَنَّهُ الْحَقُّ مِنْ رَّبِّهِمْۚ وَاَمَّا الَّذِيْنَ كَفَرُوْا فَيَقُوْلُوْنَ مَاذَآ اَرَادَ اللّٰهُ بِهٰذَا مَثَلًاۘ يُضِلُّ بِهٖ كَثِيْرًا وَّيَهْدِيْ بِهٖ كَثِيْرًاۗ وَمَا يُضِلُّ بِهٖٓ اِلَّا الْفٰسِقِيْنَۙ ۝٢٦

Artinya:

Sesungguhnya Allah tidak segan membuat perumpamaan seekor nyamuk atau yang lebih kecil daripada itu. Adapun orang-orang yang beriman mengetahui bahwa itu kebenaran dari Tuhannya. Akan tetapi, orang-orang kafir berkata, “Apa maksud Allah dengan perumpamaan ini?” Dengan (perumpamaan) itu banyak orang yang disesatkan-Nya. Dengan itu pula banyak orang yang diberi-Nya petunjuk. Namun, tidak ada yang Dia sesatkan dengan (perumpamaan) itu, selain orang-orang fasik,

Dalam kehidupan sehari-hari, sering manusia suka berbicara yang besar-besar, bermimpi menciptakan hal-hal yang besar. Semua besar-besar. Seolah-olah dengan semua itu, persoalan manusia bisa diselesaikan dengan penuh kebahagiaan.

Mimpi-mimpi besar tersebut tentu saja boleh. Tapi ketika melupakan hal-hal yang kecil, dikhawatirkan ada kebiasaan meremehkannya. Seolah-oleh itu tidak berguna. Padahal sering terjadi persoalan besar berasal dari hal-hal yang terlihat sepele dan kadang tidak masuk akal. Ketika semua itu terjadi, manusia baru menyadarinya betapa penting nya memperhatikan hal-hal yang terlihat sepele tadi. Sebab hakikat dalam kehidupan di dunia ini tidak ada yang sepele. Tuhan telah menciptakan segala sesuatu setara yaitu “Ciptaan-Nya tidak ada yang batil”.

Seorang pejabat pada alam bawah sadar selalu saja mempunyai rasa ada kemampuan menguasai seseorang ataupun kelompok-kelompok masyarakat. Ia tahu bahwa sebagian manusia akan selalu menghormatinya, mendengar ucapannya dan melaksanakan segala ucapan-ucapannya. Ia menyadari ucapan dan tinta Pena nya laksana hukum. Sabda pandita ratu tan kena wola wali. Siapa saja yang tidak mentaati nya berarti telah melawannya. Melawannya berarti telah melanggar konstitusi. Dan orang-orang yang melanggar konstitusi sudah pantas dihukum atas kesalahan tersebut. Pola kehidupan yang demikian menyebabkan seorang pemimpin yang tadinya lugu, lurus dan jujur bisa berubah menjadi otoriter dan arogan.

Raja Abrahah sebelum nya manusia biasa-biasa saja. Saat ia menjadi raja, semua berubah. Arogansi luarbiasa. ia mempunyai ambisi untuk menundukan masyarakat makah. Ka’bah ingin dihancurkan. Ia merasa tidak ada kekuatan yang bisa menandinginya. Ia mengira dengan pasukan penunggang gajah sebagai simbol kendaraan yang paling hebat saat itu sebagai kekuatan militer yang paling baik.

Kenyataanya semua berubah. Kehebatan super power pada masanya dihancurkan oleh pasukan burung dan virus-virus kecil yang sebelumnya tidak diperhitungkan sama sekali. abrahah dan pasukannya salah prediksi. Mereka melihat hanya satu sisi kehidupan sebatas pada kehidupan manusia. mereka hanya mengukur makna kekuatan sebatas pada akal dan tenaga serta keahlian. Saat sudah menguasai ketiga hal tersebut, mereka seolah-olah merasa tidak terkalahkan. Benar. Mereka tidak dikalahkan oleh manusia, tapi di kalahkan oleh makhluk yang statusnya di bawah standar manusia, yaitu burung-burung Ababil dan virus-virus yang menyebabkan mereka sakit dan meninggal dunia.

Sungguh sangat indah firman Allah saat orang kafir mempertanyakan argumentasi penciptaan nyamuk dan makhluk yang lebih kecil dari nya. Orang kafir tidak mengerti kecuali pengetahuan yang bersifat empiris. Ia bisa memprediksi, tapi tidak bisa menentukan. Ia bisa menciptakan segala kekuatan ilmu pengetahuan dan kehebatan teknologi. Tapi ia tidak bisa menentukan status mempertahankan hidup nya. Ia akan terkubur dengan berhala-berhala yang dikagumi berupa ilmu pengetahuan, teknologi dan alat-alat canggih yang telah diciptakan. Padahal semua itu kualitasnya kalah dengan sistem anatomi seekor nyamuk yang tidak membutuhkan kabel, bateri dan sistem internet. Ia bisa terbang, bisa menjadi pengingat bagi orang sakit atau sehat, dan bisa mendatangkan rezeki bagi para peneliti, perusahaan, pabrik dan masyarakat. Karena nyamuk, masyarakat bisa diangkat derajatnya menjadi milyader dan membuka lapangan pekerjaan bagi masyarakat luas.

Walhasil dari ayat tersebut di atas, Allah sedang mengajarkan kepada kita untuk senantiasa hidup penuh dengan ketawahdu’an. Kehebatan manusia sebenarnya sebatas fatamorgana semata. Apapun namanya. Seorang pemimpin dunia atau apapun namanya hanya istilah-istilah yang sedang menunjukan kelemahan-kelemahan disebaliknya. Semakin banyak yang dipimpin berarti semakin ketergantungan kepada yang dipimpin. Saat semua telah pergi, maka semakin terasa kesepian dan hidup mulai terasa hampa.

Dari sini kita semakin memahami bahwa Islam mengajarkan kepada manusia untuk melihat sesuatu berorientasi pada kesadaran karya Sang Pencipta. Seperti apapun bentuknya, manusia harus bisa melihat dari sisi positif. Cara seperti ini, manusia semakin tumbuh kedewasaan berfikir, bersikap dan berbuat semakin bijak dan jauh dari kesewang-wenangan. 



Penulis : Vijianfaiz,PhD


Bagikan Ke :

Tulis Komentar


Avatar

Imam Hakim

menyadarkan dengan yang kecil kecil tetap pengaruhnya besar...semua pada hakikatnya besar

Admin

kadang membesar kadang mengecil ya, hehehe

Avatar

   Berita Terkait

Genjatan Senjata Antara Harapan Damai dan Ancaman Baru
10 April 2026   Oleh : Vijianfaiz,PhD   324

Minyak Bumi antara Berkah dan Bencana
24 Maret 2026   Oleh : Imam Ghozali   184

Hubungan Tamak Dan Takut Mati
21 Februari 2026   Oleh : Imam Ghozali   81

Ketakutan Kaum Yahudi Akan Kematian
10 Februari 2026   Oleh : Imam Ghozali   96

Lubang Biawak di Tepi Laut Persia
09 Februari 2026   Oleh : Vijianfaiz,PhD   127

   Berita Popular

Mengintegrasikan Iman, Islam dan Ihsan dalam Kehidupan Sehari-Hari
Minggu , 17 September 2023      13553


Pentingnya Manusia Ber-Tuhan
Minggu , 03 September 2023      4546


NU Dan Sejarah Komite Hijaz Yang Terlupakan
Rabu , 24 Juni 2020      2872