
Kaum yahudi selalu saja membuat alasan atas
dakwah Islam Nabi Muhammad SAW. Salah satu alasannya yaitu karena hatinya sudah
tertutup, keras dan membatu. Suatu alasan yang dibuat-buat oleh mereka "yang terlihat" seolah-olah mereka begitu sangat tidak bisa memahami apa yang disampaikan oleh Nabi Muhammad. Tapi sebenarnya jawaban tersebut sedang mempertawakan atau memperolok-olok nabi atas ajaran agama baru yang dianggap tidak selevel dengan status kaum yahudi. Ini yang menyebabkan setiap nasehat kebaikan dari
Muhammad selalu saja menolak secara otomasi. Allah telah menjelaskan fenomena
penolakan tersebut pada ayat 88 sebagai berikut:
وَقَالُوْا
قُلُوْبُنَا غُلْفٌۗ بَلْ لَّعَنَهُمُ اللّٰهُ بِكُفْرِهِمْ فَقَلِيْلًا مَّا
يُؤْمِنُوْنَ ٨٨
Artinya:
Mereka
berkata, “Hati kami tertutup.” Tidak! Allah telah melaknat mereka itu karena
keingkaran mereka, tetapi sedikit sekali mereka yang beriman.
Kaum Yahudi
menolak bukan berarti mereka dari golongan orang-orang yang tidak
berpendidikan. Justru sebaliknya, mereka menolak karena mempunyai keluasan ilmu
pengetahuan, para ilmuwan dan kedalaman memahami tentang kitab taurat. Tentu saja Kitab Taurat
yang telah mendapatkan perubahan-perubahan oleh para ulama dan pendeta mereka. Justru melalui tangan-tangan ilmuwan inilah, api permusuhan terus membara melalui tipuan-tipuan ilmu pengetahuan dan saint atau rekayasa-rekayasa teknologi perang dan digital yang berkembang sangat cepat saat sekarang ini. Mereka-kaum ilmuwan-bagian dari kelompok yang mempunyai kepentingan politik-sekarang istilah zionis yahudi-untuk menguasi kembali tanah-tanah leluhurnya di Palestina.
Status diri
sebagai para ilmuwan dan agamawan yang telah dianugerahi berbagai
kelebihan-kelebihan oleh Allah -berupa kecerdasan dengan lahirnya para ilmuwan dan kemudahan berbisnis-,
kaum Yahudi merasa gengsi mengikuti ajaran Muhammad dan mengatakan kepadanya
bahwa firman-firman dan segala bukti mukjizatnya tidak mendatangkan suatu
petunjuk apapun pada dirinya. Bahasa sederhana nya, mereka “tidak” membutuhkan
suatu kebenaran lagi meskipun itu berasal dari Tuhan. Bagi kaum yahudi,persoalan
bukan pada terletak kebenaran firman Tuhan. Toh mereka juga mendapatkan wahyu Tuhan,
bahkan mereka beranggapan bahwa wahyu Tuhan yang diberikan kepada kaum Yahudi hanya
untuk diri mereka dan agama Yahudi untuk mereka. Mereka akan sekuat tenaga akan
memblokade setiap garis keturunan non-yahudi untuk tidak menikah dengan selain darah kaum
yahudi. Jika toh ada, maka pemahaman privilege meaning tetap merujuk
pada status sebagai kaum yahudi, bukan etnis lainnya.
Pada sisi
lain, mereka juga menolak ajaran-ajaran agama selain Yahudi-termasuk menolak
ajaran Islam. Bagi mereka, agama yahudi non-misioneris-tidak untuk didakwahkan
selain kelompoknya. Tidak untuk diberikan kepada setiap manusia dengan beragam
etnis. Agama Yahudi merupakan agama spesial hanya untuk kaum Yahudi yang mengklaim
diri sebagai anak Tuhan. Jika toh sama sama sebagai firman Tuhan, tentu statusnya
tetap lebih tinggi kedudukan Kaum Yahudi. Pandangan psikologis kaum yahudi
tersebut yang menutup kebenaran-kebenaran yang disampaikan oleh Nabi Muhammad SAW.
Tentu saja
tidak semua kaum yahudi punya watak jahat. Tuhan memberikan dua sisi pada
manusia yang kontras yaitu sisi baik dan sisi buruk. Orang-orang yahudi yang berpandangan
moderat dan selalu mengedepankan sisi kemanusiaan selalu saja ada di setiap
masa. Sebagian mereka juga para ilmuwan dan agamawan serta para politisi. Namun
panggung politik internasional telah dikuasi oleh kaum zionis yahudi yang telah
merubah citra buruk agama dan kaum yahudi. Akibatnya presepsi sebagian umat Islam
terhadap kaum yahudi sering dilihat pada sisi negatifnya. Hal sama juga, kaum
yahudi selalu saja membangun citra negarif dilontarkan kepada agama dan umat Islam.
Ketika berbicara Yahudi Vs Islam seperti sebuah pertarungan duel head to
head yang hanya ada dua pilihat: “hidup atau mati !”
Kini usia agama-agama
di dunia sudah cukup berumur dan dianut oleh manusia dunia sudah berabad-abad
tahun lamanya. Namun kenyataannya semakin bertambahnya usia perjalanan agama
tidak menjadikan para penganutnya bisa hidup rukun dalam keberagaman. Selalu saja
muncul rasa curiga yang tidak tuntas-tuntas. Agama sebagai jalan menuju
kedamaian, justru oleh sebagian penganutnya sebagai jalan untuk saling curiga,
mengintai, dan ujung-ujungnya terjebak pada ranah politik. Jika ini penyelesaiannya,
maka lagi-lagi masyarakat dunia pun menjadi korban karena pembunuhan, genosida
dan perang.
Penulis : Vijianfaiz,PhD
Hubungan Tamak Dan Takut Mati
21 Februari 2026   Oleh : Imam Ghozali   42
Ketakutan Kaum Yahudi Akan Kematian
10 Februari 2026   Oleh : Imam Ghozali   67
Lubang Biawak di Tepi Laut Persia
09 Februari 2026   Oleh : Vijianfaiz,PhD   96
Kisah Kaum Yahudi Meninggalkan Kalimat Tauhid
06 Februari 2026   Oleh : Imam Ghozali   186
Keimanan Yang Tersandera
03 Februari 2026   Oleh : Imam Ghozali   227
Mengintegrasikan Iman, Islam dan Ihsan dalam Kehidupan Sehari-Hari
Minggu , 17 September 2023      12930
Pentingnya Manusia Ber-Tuhan
Minggu , 03 September 2023      4046
IMPLEMENTASI HAK-HAK POLITIK KELOMPOK MINORITAS MENURUT ABDURRAHMAN WAHID
Rabu , 18 Januari 2023      3115
Puasa dan Ilmu Padi
Rabu , 03 April 2024      2424
NU Dan Sejarah Komite Hijaz Yang Terlupakan
Rabu , 24 Juni 2020      2355