
Pembahasan ini masih lanjutan pada
pembahasan sebelumnya, yaitu masih membahas tentang jenis-jenis Najis. Semoga
bermanfaat.
ويجبُ صبُّ الماءِ
علي المتنجسِ اِذَا كان اَلْماءُ دُوْنَ الْقلّتينِ فان ادخل المتنجسُ فيه لمْ
يطهر وتنجسُ الماءُ و ملاقيه ويجب عليه الاستبراء من البولِ حتّي يغلب علي ظنه انه
لا يعود ولا يخرج ثمَّ يستنجئ ويرخي دبره حتّي يغسل ما في طبقاته من النجاسة
ويدكله حتّي يغلب علي ظنّه زوال الطعم النجاسة ولونها وريحها ومتي لاقت النجاسة
المذكورة الماء فان كان قلتين لم ينجس الا ان غيرت طعمه اولونه اوريحه ويطهر بزوال
التغير وان كان اقل منهما ينجس با لملاقاة وان لم يتغير ويطهر ببلوغة قلتين ومتي
لاقت النجاسات المذكورة مائعاغير الماء تنجس بملاقتها قليلا اوكثيرا تغير او لم
يتغير ولا يطهر قط
Artinya:
Wajib bagi orang
mukalaf membersihkan dengan air kepada benda yang terkena najis. Ketika airnya
kurang dari dua kulah, dan ketika ada seseorang memasukan benda najis atau
terkena najis, maka hukum air tersebut belum bisa dikatakan suci atau air
mutanajis. Setiap orang mukalaf membersihkan diri dari air kencing sampai pada
keyakinan bahwa ia sudah tidak kembali dan tidak keluar lagi. Kemudian ia juga
melakukan istinja atau cebok dan mengendorkan duburnya sehingga
ia bisa membersihkan lipatan-lipatan dubur dari benda-benda Najis, dan ia juga
menggosok-gosok duburnya sehingga mempunyai keyakinan telah hilang rasa, warna
dan bau najisnya. Apabila najis-najis tersebut mengenai air yang ukuran airnya
ada dua kulah maka tidak najis, kecuali jika ada perubahan dari rasa, warna dan
baunya. Air tersebut kembali menjadi suci ketika ketiga unsur tersebut hilang.
Jika air kurang dari dua kulah, maka najis meskipun ia tidak mengalami
perubahan tersebut. air kurang dua kulah bisa menjadi suci ketika ditambah
menjadi dua kulah. Ketika najis tersebut bercampur dengan benda cair selain
air,maka status benda tersebut hukum nya najis, baik sedikit maupun banyak,
mengalami perubahan maupun tidak, ia statusnya tidak suci.
Belajar Tata Bahasa
Arab
Mengenal fi’il. Dalam
Bahasa Arab kalimat fi’il; fi’il Madhi, fi’il mudhare dan fi’il amar. Fi’il Madhi
menunjukan pekerjaan pada masa lampau. Fi’il mudhari menunjukan pekerjaan pada
masa sekarang. Fi’il amar menunjukan pekerjaan perintah atau kalimat perintah.
Contoh :
1. Fi’il Madhi: [ كتب ] telah menulis
2. Fi’il mudhari’: [يكتب
] sedang menulis
3. Fi’il amar : [اكتب
] tulislah !
Tanda-tanda kalimat
1. قد
contoh : قد افلح المؤمنون
2. س
contoh : سيقول السفهاء من الناس
3. سوف
contoh : كلا سوف تعلمون
4. تْ
contoh: قالتْ نملتٌ يا ايها النمل ادخلوا مسكنكم
Pengertian fi’il
lazim dan fi’il muta’adi
Fi’il lazim
merupakan fi’il atau kata kerja yang tidak membutuhkan obyek. Sedangkan fi’il
muta’adhi adalah fi’il yang membutuhkan obyek.
Contoh fi’il
lazim [ فعل اللازم ]
1. جلس زيدٌ
: zaid duduk
2. قام رجلٌ : rajul berdiri
Contoh fi’il
muta’adhi [ فعل المتعدي]
1. كتب زيد الرسالةَ
: zaid menulis surat
2. اكل عمرٌ السمكَ
: Amr makan ikan
Penjelasan Materi:
Mukalaf adalah orang yang sudah dewasa
dengan tanda-tanda melekat pada nya. orang mukalaf berarti orang yang sudah
mempunyai kewajiban menjalan syariat-syariat islam dan meninggalkan segala yang
dilarang dalam syariat Islam.
Ketika orang mukalaf akan menjalankan
ibadah sholat, maka kondisi nya harus dalam keadaan suci baik dirinya,
pakaiannya dan tempat untuk sholat.
Ketika dirinya terkena najis harus
dibersihkan dengan air sehingga hilang rasa, warna dan bau najis tersebut. seperti
saat kita kencing, kita harus memastikan bahwa kencing yang kita keluarkan
benar-benar sudah sempurna. Artinya sudah tidak ada lagi air kencing susulan
saat kita sudah selesai membersihkannya. Itu sebabnya harus dipastikan
benar-benar. Salah satu cara yaitu dengan cara berdehem-dehem saat sudah
selesai kencing. Ini untuk membantu agar sisa-sisa air kencing bisa keluar. Silahkan
cari cara lainnya untuk menyelesaikan persoalan tersebut.
Penulis : Vijianfaiz,PhD
Ketika Kaum Musryikin Menantang Tuhan
31 Mei 2026   Oleh : Vijianfaiz,PhD   90
Kesuksesan di Antara Ujian, Keterbatasan dan Konsisten Terus Berkarya
30 Mei 2026   Oleh : Vijianfaiz,PhD   140
Materialisme Atas Nama Tuhan
28 Mei 2026   Oleh : Vijianfaiz,PhD   131
Dari Kurban Jasmaniah Menuju Kejayaan Ruhaniah
27 Mei 2026   Oleh : Vijianfaiz,PhD   221
Perseteruan Ahli Dzikir dan Kelompok Penghancur Masjid
25 Mei 2026   Oleh : Vijianfaiz,PhD   265
Mengintegrasikan Iman, Islam dan Ihsan dalam Kehidupan Sehari-Hari
Minggu , 17 September 2023      13816
Pentingnya Manusia Ber-Tuhan
Minggu , 03 September 2023      4867
IMPLEMENTASI HAK-HAK POLITIK KELOMPOK MINORITAS MENURUT ABDURRAHMAN WAHID
Rabu , 18 Januari 2023      3862
Khutbah Jum'at Kontemporer Sikap Umat Islam Terhadap Perang Iran-Israel
Rabu , 25 Juni 2025      3518
NU Dan Sejarah Komite Hijaz Yang Terlupakan
Rabu , 24 Juni 2020      3258