Avatar

Imam Ghozali

Penulis Kolom

871 ARTIKEL TELAH DITERBITKAN

" "

Pembukaan MTQ di Pinggir Danau Raja



Minggu , 12 November 2023



Telah dibaca :  484

Setelah Sholat Maghrib saya  mempersiapkan diri ke tempat acara Pembukaan MTQ  ke-41 Provinsi Riau di kabupaten INHU. Ustadz Susanto satu kamar dengan ku. Dia terlihat gesit dan antusias pergi ke acara tersebut.  Saya lihat ustadz muda ini memakai Baju Melayu berwarna kuning. Tapi bukan Baju Melayu seragam MTQ. Masih sebagian baju yang sudah selesai diantar oleh Panitia MTQ. Biasa, persoalan klasik tiap tahun. Ma'lum para Hakim dan panitia yang terlibat di acara ini lumayan banyak, bisa ratusan orang. Sedangkan jumlah tenaga penjahitnya kemungkinan terbatas, atau bisa jadi ada panitia atau para hakim terlambat "ngukur" baju. Banyak kemungkinan. Meskipun demikian,walaupun terlambat, para Hakim tetap mendapatkan Baju Kurung dan Batik. MTQ memang melatih kualitas kita bukan sebatas keindahan baju dhohir semata, tapi baju spiritual kita.

Acara Pembukaan MTQ di dekat Danau Raja. Selama duduk menunggu acara, saya mendengar lantunan lagu Danau Raja sangat indah. Lagu khas Melayu mempunyai lirik yang khas,penuh dengan makna dengan pesan-pesan ajaran Islam dengan bahasa Melayu.

Danau Raja sepintas saya lihat menjadi ikon wisata Kota INHU. Ia berada di usat kota. Informasi dari panitia, salah satu keunikan dari danau ini adalah ketika di musim hujan tidak banjir, di musim kemarau tidak kering. Seolah-olah tetap volume airnya.

Suasana Danau Raja baik siang maupun malam terlihat indah. Jika Siang hari Danau ini sangat menyenangkan. Pohon sejenis Trembesi tinggi-tinggi dan cabangnya panjang-panjang berjejer mengelilingi Danau. Sehingga di bawah pohon terlihat rindang dan tidak terasa segar. Di bawah Pohon yang asri, ada banyak Kursi dan Meja sengaja disediakan untuk duduk-duduk dan bersantai melihat Danau sambil makan-makan atau minum-minum. Saya kira tempat ini sangat cocok untuk bersantai dengan keluarga, relasi, teman dan orang-orang tercinta sambil menikmati jajanan dan minuman yang dijual di tempat tersebut.  

Sepanjang pinggir jalan dekat Danau, banyak para penjual makanan dan minuman. Tertata cukup baik. Apalagi, acara MTQ. Volume masyarakat nya bertambah besar, sebab pengunjung ke tempat ini pun bertambah banyak. Masyarakat dari berbagai kabupaten berdatangan. Ribuan pengunjung memadati acara ini. Dari pantauan tadi pagi sampai siang hari kendaraan roda empat macet sepanjang jalan utama tempat acara. Penginapan cukup jauh,dan panitia sibuk. Kami tidak mau mengganggu panitia yang sangat sibuk mengerjakan hajatan akbar ini. Sehingga kami berjalan kaki cukup jauh. Kami tidak memperdullikan, keadaan udara sangat panas. Keringat membasahi baju. Saya lihat,ada salah satu pemain Drum Band pingsang. Tidak ada petugas  kesehatan di tempat itu. Untung teman teman nya mengangkat dan menaruh nya di pinggir jalan.

Di malam hari, Danau Raja juga terlihat lebih indah. Pohon pohon Trembesi yang mengelilingi Danau tersebut dihiasi lampu warna-warni. Saya beserta kawan kawan hakim sengaja jalan kaki dari Hotel Danau Raja menuju Tempat Pembukaan, yang juga berada di sekitar Danau. Letaknya di depan dan seberang Danau Raja. Jika dilihat dari jauh dari depan hotel, panggung utama MTQ seperti terapung dalam Danau.

Saya berjalan menuju tempat acara pembukaan MTQ.  Di tengah taman ada jalan seluas satu meter, membelah deretan tempat duduk. Jika dekat Danau sebatas kursi dan meja. Sebelah dekat jalan kursi,meja dan para penjual. Cukup lumayan kumplit,  tidak semua jual makanan dan minuman, ada juga jual mainan anak-anak dan tempat hiburan mereka.

Acara pembukaan MTQ kali ini memang terlihat sangat sahdu dan damai. Meskipun podium utama yang memanjang hampir separo panjang Danau, udara terasa sangat panas ( karena bagian belakang dan tengah tidak ada Blower, sehingga para pengunjung harus mengipasi dengan kertas undangan). Podium Menghadap ke Danau. Gelombang terlihat lembut. Air terlihat berwarna warni terkena sinar lampu hias. Suasana seperti itu menambah asri dan damai dalam hati.

Danau telah menjadi simbol kedamaian. Ia laksana Telaga Surga yang di bawah nya air yang mengalir dengan beragam warna dan rasa. Bahkan para filsuf menjadikan air sebagai Sumber kehidupan. Tanpa adanya air,maka kehidupan akan sirna, peradaban pun akan hancur.

Al-Quran adalah Telaga Surga umat Islam. Di dalam nya, ada berisi "Sifaa" atau obat segala obat.  Al-Quran adalah penyejuk hati dan penenang qalbu. Kata Nabi, puncak kebahagiaan sejati ketika telah mendapat ketenangan dan kedamaian batin. Itu Surga di Dunia. Maka, wajar filosof pembukaan MTQ  di depan Danau agar kita bisa mengenal fungsi Al-Quran sebenarnya untuk mendapatkan dua Surga; Dunia dan Akherat. Itu sebabnya, MTQ adalah jalan untuk mencintai nya dengan cara yang benar, tepat dan menjaga martabat sebagai kekasih Allah SWT.



Penulis : Imam Ghozali


Bagikan Ke :

Tulis Komentar


   Berita Terkait

Obituari Bapapuh
25 Februari 2026   Oleh : A. Ushfuri   128

Refleksi Ramadhan: Setiap Manusia Turis Untuk Dirinya Sendiri
18 Februari 2026   Oleh : Imam Ghozali   175

Perang Air dan Romadhan: Kajian Budaya dan Agama
17 Februari 2026   Oleh : Imam Ghozali   129

Marketing Penjual Bunga Menjelang Bulan Ramadhan
16 Februari 2026   Oleh : Imam Ghozali   151

Ya Allah, Anugerahkan kepada Kami Air Hujan yang Membawa Keberkahan
12 Februari 2026   Oleh : Imam Ghozali   129

   Berita Popular

Mengintegrasikan Iman, Islam dan Ihsan dalam Kehidupan Sehari-Hari
Minggu , 17 September 2023      13565


Pentingnya Manusia Ber-Tuhan
Minggu , 03 September 2023      4558


NU Dan Sejarah Komite Hijaz Yang Terlupakan
Rabu , 24 Juni 2020      2876