
Setelah Sholat Maghrib saya mempersiapkan diri ke tempat acara Pembukaan MTQ
ke-41 Provinsi Riau di kabupaten INHU. Ustadz
Susanto satu kamar dengan ku. Dia terlihat gesit dan antusias pergi ke acara
tersebut. Saya lihat ustadz muda ini
memakai Baju Melayu berwarna kuning. Tapi bukan Baju Melayu seragam MTQ. Masih sebagian baju yang sudah selesai diantar oleh Panitia MTQ. Biasa, persoalan klasik tiap
tahun. Ma'lum para Hakim dan panitia yang terlibat di acara ini
lumayan banyak, bisa ratusan orang. Sedangkan jumlah tenaga penjahitnya
kemungkinan terbatas, atau bisa jadi ada panitia atau para hakim terlambat "ngukur"
baju. Banyak kemungkinan. Meskipun demikian,walaupun terlambat, para Hakim tetap
mendapatkan Baju Kurung dan Batik. MTQ memang melatih kualitas kita bukan
sebatas keindahan baju dhohir semata, tapi baju spiritual kita.
Acara Pembukaan MTQ di dekat Danau Raja.
Selama duduk menunggu acara, saya mendengar lantunan lagu Danau Raja sangat
indah. Lagu khas Melayu mempunyai lirik yang khas,penuh dengan makna dengan
pesan-pesan ajaran Islam dengan bahasa Melayu.
Danau Raja sepintas saya lihat menjadi ikon
wisata Kota INHU. Ia berada di usat kota. Informasi dari panitia, salah satu
keunikan dari danau ini adalah ketika di musim hujan tidak banjir, di musim
kemarau tidak kering. Seolah-olah tetap volume airnya.
Suasana Danau Raja baik siang maupun malam terlihat
indah. Jika Siang hari Danau ini sangat menyenangkan. Pohon sejenis Trembesi tinggi-tinggi
dan cabangnya panjang-panjang berjejer mengelilingi Danau. Sehingga di bawah
pohon terlihat rindang dan tidak terasa segar. Di bawah Pohon yang asri, ada banyak
Kursi dan Meja sengaja disediakan untuk duduk-duduk dan bersantai melihat Danau
sambil makan-makan atau minum-minum. Saya kira tempat ini sangat cocok untuk
bersantai dengan keluarga, relasi, teman dan orang-orang tercinta sambil
menikmati jajanan dan minuman yang dijual di tempat tersebut.
Sepanjang pinggir jalan dekat Danau, banyak
para penjual makanan dan minuman. Tertata cukup baik. Apalagi, acara MTQ. Volume
masyarakat nya bertambah besar, sebab pengunjung ke tempat ini pun bertambah
banyak. Masyarakat dari berbagai kabupaten berdatangan. Ribuan pengunjung
memadati acara ini. Dari pantauan tadi pagi sampai siang hari kendaraan roda
empat macet sepanjang jalan utama tempat acara. Penginapan cukup jauh,dan
panitia sibuk. Kami tidak mau mengganggu panitia yang sangat sibuk mengerjakan
hajatan akbar ini. Sehingga kami berjalan kaki cukup jauh. Kami tidak memperdullikan,
keadaan udara sangat panas. Keringat membasahi baju. Saya lihat,ada salah satu
pemain Drum Band pingsang. Tidak ada petugas kesehatan di tempat itu. Untung teman teman
nya mengangkat dan menaruh nya di pinggir jalan.
Di malam hari, Danau Raja juga terlihat
lebih indah. Pohon pohon Trembesi yang mengelilingi Danau tersebut dihiasi
lampu warna-warni. Saya beserta kawan kawan hakim sengaja jalan kaki dari Hotel
Danau Raja menuju Tempat Pembukaan, yang juga berada di sekitar Danau. Letaknya
di depan dan seberang Danau Raja. Jika dilihat dari jauh dari depan hotel, panggung
utama MTQ seperti terapung dalam Danau.
Saya berjalan menuju tempat acara pembukaan
MTQ. Di tengah taman ada jalan seluas
satu meter, membelah deretan tempat duduk. Jika dekat Danau sebatas kursi dan
meja. Sebelah dekat jalan kursi,meja dan para penjual. Cukup lumayan kumplit, tidak semua jual makanan dan minuman, ada juga
jual mainan anak-anak dan tempat hiburan mereka.
Acara pembukaan MTQ kali ini memang
terlihat sangat sahdu dan damai. Meskipun podium utama yang memanjang hampir
separo panjang Danau, udara terasa sangat panas ( karena bagian belakang dan
tengah tidak ada Blower, sehingga para pengunjung harus mengipasi dengan kertas
undangan). Podium Menghadap ke Danau. Gelombang terlihat lembut. Air terlihat berwarna
warni terkena sinar lampu hias. Suasana seperti itu menambah asri dan damai
dalam hati.
Danau telah menjadi simbol kedamaian. Ia laksana
Telaga Surga yang di bawah nya air yang mengalir dengan beragam warna dan rasa.
Bahkan para filsuf menjadikan air sebagai Sumber kehidupan. Tanpa adanya
air,maka kehidupan akan sirna, peradaban pun akan hancur.
Al-Quran adalah Telaga Surga umat Islam. Di
dalam nya, ada berisi "Sifaa" atau obat segala obat. Al-Quran adalah penyejuk hati dan penenang
qalbu. Kata Nabi, puncak kebahagiaan sejati ketika telah mendapat ketenangan
dan kedamaian batin. Itu Surga di Dunia. Maka, wajar filosof pembukaan MTQ di depan Danau agar kita bisa mengenal fungsi
Al-Quran sebenarnya untuk mendapatkan dua Surga; Dunia dan Akherat. Itu
sebabnya, MTQ adalah jalan untuk mencintai nya dengan cara yang benar, tepat
dan menjaga martabat sebagai kekasih Allah SWT.
Penulis : Imam Ghozali
Obituari Bapapuh
25 Februari 2026   Oleh : A. Ushfuri   128
Refleksi Ramadhan: Setiap Manusia Turis Untuk Dirinya Sendiri
18 Februari 2026   Oleh : Imam Ghozali   175
Perang Air dan Romadhan: Kajian Budaya dan Agama
17 Februari 2026   Oleh : Imam Ghozali   129
Marketing Penjual Bunga Menjelang Bulan Ramadhan
16 Februari 2026   Oleh : Imam Ghozali   151
Ya Allah, Anugerahkan kepada Kami Air Hujan yang Membawa Keberkahan
12 Februari 2026   Oleh : Imam Ghozali   129
Mengintegrasikan Iman, Islam dan Ihsan dalam Kehidupan Sehari-Hari
Minggu , 17 September 2023      13565
Pentingnya Manusia Ber-Tuhan
Minggu , 03 September 2023      4558
IMPLEMENTASI HAK-HAK POLITIK KELOMPOK MINORITAS MENURUT ABDURRAHMAN WAHID
Rabu , 18 Januari 2023      3576
Khutbah Jum'at Kontemporer Sikap Umat Islam Terhadap Perang Iran-Israel
Rabu , 25 Juni 2025      2970
NU Dan Sejarah Komite Hijaz Yang Terlupakan
Rabu , 24 Juni 2020      2876