Avatar

Imam Ghozali

Penulis Kolom

871 ARTIKEL TELAH DITERBITKAN

" "

Pembukaan MTQ Mengajarkan Tegar Menghadapi Masalah



Kamis , 19 September 2024



Telah dibaca :  564

Malam ini sebenarnya saya janjian bertemu dengan Kyai Khosairi ketua PCNU dan kyai Sofwan. Rencana ingin minum kopi. Ada dua pilihan, di Alahair atau di kedai STMJ. Akhirnya di cancel dulu ngopinya.  Saya harus menghormati undangan pembukaan MTQ yang dipusatkan di Halaman Kantor Bupati Kepulauan Meranti.

Selain itu,saya juga ingin melihat respon panitia MTQ. Ma'lum satu hari yang lalu, beberapa venue porak poranda diterjang puting beliung. Baleho ambruk. Paling banyak baliho papan ucapan selamat anggota DPRD. Sebab pagi nya memang ada pelantikan anggota DPRD baru terpilih 2024-2029.

Facebook dan WA cepat responsif. Ada komentar pesimisme. Ada komentar laksana seorang penceramah, Ada juga komentar yang kurang pantas. Semua mempunyai kebebasan mengomentari kejadian tersebut. Tidak perlu ada intervensi dan sebagainya. Dunia maya adalah dunia kemerdekaan berpendapat.


Sore hari sekitar jam 16.00 saya menjemput anak sekolah di MDA. Menerobos deras nya hujan disertai angin kencang. Honda terasa seperti mau terbang terbawa angin. Hampir roboh. Saya pergi ke Alahair,berita nya sama. Baleho, Pohon, dan atap Ruko banyak yang copot porak-poranda.

Saya terpikir,jangan jangan lokasi MTQ juga banyak yang ambruk. Benar. Saya melihat hampir seluruh tenda roboh. Untung panggung utama kokoh. Meskipun ada beberapa bagian rusak, panitia cepat tanggap dan segera diperbaiki.

Saya melihat Lokasi MTQ bersama anak-anak. Sebagian anggota panitia basah kuyup, crindil, dan pandangan mata menunjukan kesedihan mendalam. Sore hari hujan lebat,kondisi babak belur. Padahal satu hari pelaksanaan pembukaan MTQ. Pikiran saya," apakah acara pembukaan MTQ bisa sukses?".

Saya ingin tahu. Acara ngopi dengan kyai Sofwan yang baru pulang dari Siak pun ditunda. Saya ingin tahu seperti apa acara pembukaan MTQ sukses atau setidaknya tidak membuat malu masyarakat dan tamu dari provinsi dan beberapa dewan hakin dari luar kabupaten?. Saya ingin tahu apakah aura kesedihan akibat hantaman putting beliung telah hilang dan kegiatan bisa berjalan dengan baik.


Jam 20.00 saya pergi ke Lokasi. Polisi dan dinas perhubungan telah memblokade jalan utama. Mereka melakukan steril dan membuat rekayasa lalu lintas. Saya harus memutar untuk sampai di tempat utama mtq. Saya harus berjalan cukup jauh. Tidak apa-apa. Sekalian niat olah raga. Ma’lum perut terlihat agak buncit. Pengaruh makan, umur dan kurang olah raga. Kadang malu kalau ketemua abang saya, mas hamim menyindir perut ku yang kurang proposional dengan badan ku yang kecil.

Terdengar suara mc memberi arahan agar tamu undangan cepat menempati tempat yang disediakan. Plt Bupati dan rombongan sebentar lagi sampai di tempat acara. Saya mempercepat Langkah jalan nya. Akhirnya sampai. Alhamdulillah mendapat tempat duduk di bagian depan. Satu deret dengan Mbah Syarbini (KH Syarbini, Khalifah Tarikoh Kecamatan Rangsang Barat), Mas Rahim, Direktur Bank Riau Syariah, Mas Katmuji Ketua KPU, dan direktur Bank BRI yang ternyata berasal dari Solo.

Saya duduk di depan. Sambil menoleh ke kanan-kiri. Tenda yang roboh semua sudah berdiri kokoh. Saat pembukaan tempat utama penuh. Masyarakat pengunjung rela berdiri di belakang dan samping tenda utama ingin melihat pembukaan MTQ. Ini momen yang ditunggu. Mereka biasanya suka melihat pembukaan dan penutupan. Di pembukaan biasanya ada beberapa penampilan hiburan. Ada anak-anak nya yang ikut mengisi kegiatan tersebut. atau ada anak-anak nya yang ikut lomba di salah satu bidang yang diperlombakan di MTQ.

Acara pembukaan dimulai. Saya salut sama panitia. Acara tersebut memang benar-benar merubah image atas peristiwa satu hari yang lalu. Acara pembukaan benar-benar berjalan dengan baik, rapi, penuh dengan khidmat dan tertata cukup bagus.

Acara terlihat hidmat saat menyanyikan lagu Indonesia Raya. Terlihat megah saat kembang api menyala di udara. Suara dan percikan cahaya membentuk hiasan langit terlihat indah. Acara semakin terlihat syahdu, saat tarian kolosal para santri/siswa-siswi yang mengisahkan keagungan Al-Qur’an. Arasemen nya sholawat dipadu dengan music padang pasir. Tarian yang mengisahkan kondisi umat saat masa jahiliah. Islam datang dan berhasil mengantarkan masyarakat dunia menjadi masyarakat yang bertamadun.

Saya melihat ke samping dan belakang. Semua mengabadikan moment yang indah tersebut. Pembukaan MTQ benar-benar mampu menyuguhkan acara yang cukup menghibur bagi masyarakat Kepulauan Meranti. Jika belum sempurna, itu wajar. Apalagi satu hari sebelum acara, kondisi tempat telah hancur akibat terjang angin sangat kuat. Tidak ada kata lain saya mengatakan “panitia” hebat.

Tidak mudah merapikan kondisi yang sudah berantakan. Cuaca alam memang lagi ekstrim. Bukan hanya Meranti, tapi hampir melanda di seluruh nusantara. Bukan hanya Indonesia, tapi juga melanda di beberapa negara seperti di Lousiana, New Orlean, negara-negara Eropa dan Jepang. Banjir telah merusak jalan, rumah, dan bangunan-bangunan fasilitas umum.

Mereka tegar. Saat semua hancur, mereka bersatu padu membangun kembali fasilitas-fasilitas yang rusak. Mereka telah dewasa terhadap segala ujian hidup dan ganasnya perubahan iklim. Mereka tidak membawa-bawa Tuhan untuk hal-hal negatif. Mereka menyertakan Tuhan, bahwa mereka sedang dididik oleh-Nya untuk menjadi manusia yang tangguh dalam menghadapi segala problem kehidupan, termasuk menghadapi cuaca yang sangat ekstrem seperti saat sekarang ini.



Penulis : Imam Ghozali


Bagikan Ke :

Tulis Komentar


Avatar

???? You got a transfer from us. Confirm >> https:

sbcfm7

   Berita Terkait

Ilmu Tawakal Hatim Al-Ashom; Rizqi Yang Tidak Tertukar
13 April 2025   Oleh : Vijianfaiz,PhD   1061

Doaku, Doamu, dan Doa Harimau
12 April 2025   Oleh : Vijianfaiz,PhD   629

Doa Kebaikan Untuk Orang Lain, Sebenarnya Untuk Diri Sendiri
11 April 2025   Oleh : Vijianfaiz,PhD   810

Puasa, Idul Fitri dan Perubahan Pola Makan
06 April 2025   Oleh : Vijianfaiz,PhD   788

Idul Fitri dan Misi Perdamaian
05 April 2025   Oleh : Vijianfaiz,PhD   916

   Berita Popular

Mengintegrasikan Iman, Islam dan Ihsan dalam Kehidupan Sehari-Hari
Minggu , 17 September 2023      13557


Pentingnya Manusia Ber-Tuhan
Minggu , 03 September 2023      4551


NU Dan Sejarah Komite Hijaz Yang Terlupakan
Rabu , 24 Juni 2020      2875