
Malam ini sebenarnya saya janjian bertemu
dengan Kyai Khosairi ketua PCNU dan kyai Sofwan. Rencana ingin minum kopi. Ada dua
pilihan, di Alahair atau di kedai STMJ. Akhirnya di cancel dulu
ngopinya. Saya harus menghormati
undangan pembukaan MTQ yang dipusatkan di Halaman Kantor Bupati Kepulauan Meranti.
Selain itu,saya juga ingin melihat respon
panitia MTQ. Ma'lum satu hari yang lalu, beberapa venue porak poranda diterjang
puting beliung. Baleho ambruk. Paling banyak baliho papan ucapan selamat
anggota DPRD. Sebab pagi nya memang ada pelantikan anggota DPRD baru terpilih
2024-2029.
Facebook dan WA cepat responsif. Ada komentar pesimisme. Ada komentar laksana seorang penceramah, Ada juga komentar yang kurang pantas. Semua mempunyai kebebasan mengomentari kejadian tersebut. Tidak perlu ada intervensi dan sebagainya. Dunia maya adalah dunia kemerdekaan berpendapat.

Sore hari sekitar jam 16.00 saya menjemput
anak sekolah di MDA. Menerobos deras nya hujan disertai angin kencang. Honda
terasa seperti mau terbang terbawa angin. Hampir roboh. Saya pergi ke
Alahair,berita nya sama. Baleho, Pohon, dan atap Ruko banyak yang copot
porak-poranda.
Saya terpikir,jangan jangan lokasi MTQ juga
banyak yang ambruk. Benar. Saya melihat hampir seluruh tenda roboh. Untung
panggung utama kokoh. Meskipun ada beberapa bagian rusak, panitia cepat tanggap
dan segera diperbaiki.
Saya melihat Lokasi MTQ bersama anak-anak. Sebagian
anggota panitia basah kuyup, crindil, dan pandangan mata menunjukan kesedihan
mendalam. Sore hari hujan lebat,kondisi babak belur. Padahal satu hari
pelaksanaan pembukaan MTQ. Pikiran saya," apakah acara pembukaan MTQ bisa
sukses?".
Saya ingin tahu. Acara ngopi dengan kyai Sofwan yang baru pulang dari Siak pun ditunda. Saya ingin tahu seperti apa acara pembukaan MTQ sukses atau setidaknya tidak membuat malu masyarakat dan tamu dari provinsi dan beberapa dewan hakin dari luar kabupaten?. Saya ingin tahu apakah aura kesedihan akibat hantaman putting beliung telah hilang dan kegiatan bisa berjalan dengan baik.

Jam 20.00 saya pergi ke Lokasi. Polisi dan
dinas perhubungan telah memblokade jalan utama. Mereka melakukan steril dan
membuat rekayasa lalu lintas. Saya harus memutar untuk sampai di tempat utama
mtq. Saya harus berjalan cukup jauh. Tidak apa-apa. Sekalian niat olah raga. Ma’lum
perut terlihat agak buncit. Pengaruh makan, umur dan kurang olah raga. Kadang malu
kalau ketemua abang saya, mas hamim menyindir perut ku yang kurang proposional
dengan badan ku yang kecil.
Terdengar suara mc memberi arahan agar tamu
undangan cepat menempati tempat yang disediakan. Plt Bupati dan rombongan
sebentar lagi sampai di tempat acara. Saya mempercepat Langkah jalan nya. Akhirnya
sampai. Alhamdulillah mendapat tempat duduk di bagian depan. Satu deret dengan Mbah
Syarbini (KH Syarbini, Khalifah Tarikoh Kecamatan Rangsang Barat), Mas Rahim,
Direktur Bank Riau Syariah, Mas Katmuji Ketua KPU, dan direktur Bank BRI yang
ternyata berasal dari Solo.
Saya duduk di depan. Sambil menoleh ke kanan-kiri.
Tenda yang roboh semua sudah berdiri kokoh. Saat pembukaan tempat utama penuh. Masyarakat
pengunjung rela berdiri di belakang dan samping tenda utama ingin melihat
pembukaan MTQ. Ini momen yang ditunggu. Mereka biasanya suka melihat pembukaan
dan penutupan. Di pembukaan biasanya ada beberapa penampilan hiburan. Ada anak-anak
nya yang ikut mengisi kegiatan tersebut. atau ada anak-anak nya yang ikut lomba
di salah satu bidang yang diperlombakan di MTQ.
Acara pembukaan dimulai. Saya salut sama
panitia. Acara tersebut memang benar-benar merubah image atas peristiwa satu
hari yang lalu. Acara pembukaan benar-benar berjalan dengan baik, rapi, penuh
dengan khidmat dan tertata cukup bagus.
Acara terlihat hidmat saat menyanyikan lagu
Indonesia Raya. Terlihat megah saat kembang api menyala di udara. Suara dan
percikan cahaya membentuk hiasan langit terlihat indah. Acara semakin terlihat
syahdu, saat tarian kolosal para santri/siswa-siswi yang mengisahkan keagungan Al-Qur’an.
Arasemen nya sholawat dipadu dengan music padang pasir. Tarian yang mengisahkan
kondisi umat saat masa jahiliah. Islam datang dan berhasil mengantarkan
masyarakat dunia menjadi masyarakat yang bertamadun.
Saya melihat ke samping dan belakang. Semua mengabadikan moment yang indah tersebut. Pembukaan MTQ benar-benar mampu menyuguhkan acara yang cukup menghibur bagi masyarakat Kepulauan Meranti. Jika belum sempurna, itu wajar. Apalagi satu hari sebelum acara, kondisi tempat telah hancur akibat terjang angin sangat kuat. Tidak ada kata lain saya mengatakan “panitia” hebat.
Tidak mudah merapikan kondisi yang sudah
berantakan. Cuaca alam memang lagi ekstrim. Bukan hanya Meranti, tapi hampir
melanda di seluruh nusantara. Bukan hanya Indonesia, tapi juga melanda di beberapa
negara seperti di Lousiana, New Orlean, negara-negara Eropa dan Jepang. Banjir telah
merusak jalan, rumah, dan bangunan-bangunan fasilitas umum.
Mereka tegar. Saat semua hancur, mereka bersatu
padu membangun kembali fasilitas-fasilitas yang rusak. Mereka telah dewasa
terhadap segala ujian hidup dan ganasnya perubahan iklim. Mereka tidak membawa-bawa
Tuhan untuk hal-hal negatif. Mereka menyertakan Tuhan, bahwa mereka sedang
dididik oleh-Nya untuk menjadi manusia yang tangguh dalam menghadapi segala
problem kehidupan, termasuk menghadapi cuaca yang sangat ekstrem seperti saat
sekarang ini.
Penulis : Imam Ghozali
???? You got a transfer from us. Confirm >> https:
sbcfm7
Ilmu Tawakal Hatim Al-Ashom; Rizqi Yang Tidak Tertukar
13 April 2025   Oleh : Vijianfaiz,PhD   1061
Doaku, Doamu, dan Doa Harimau
12 April 2025   Oleh : Vijianfaiz,PhD   629
Doa Kebaikan Untuk Orang Lain, Sebenarnya Untuk Diri Sendiri
11 April 2025   Oleh : Vijianfaiz,PhD   810
Puasa, Idul Fitri dan Perubahan Pola Makan
06 April 2025   Oleh : Vijianfaiz,PhD   788
Idul Fitri dan Misi Perdamaian
05 April 2025   Oleh : Vijianfaiz,PhD   916
Mengintegrasikan Iman, Islam dan Ihsan dalam Kehidupan Sehari-Hari
Minggu , 17 September 2023      13557
Pentingnya Manusia Ber-Tuhan
Minggu , 03 September 2023      4551
IMPLEMENTASI HAK-HAK POLITIK KELOMPOK MINORITAS MENURUT ABDURRAHMAN WAHID
Rabu , 18 Januari 2023      3569
Khutbah Jum'at Kontemporer Sikap Umat Islam Terhadap Perang Iran-Israel
Rabu , 25 Juni 2025      2950
NU Dan Sejarah Komite Hijaz Yang Terlupakan
Rabu , 24 Juni 2020      2875