
Di sebuah rumah kecil, ada seorang anak laki-laki masih berumur dua tahun-an. Ia terlihat sangat ceria dan bahagia. saat seseorang mengajak bergurau atau bermain, ia sangat senang sekali. sebaliknya, Ketika ada seseorang mencubit atau marah-marah kepadanya, maka anak tersebut pun menangis. itulah dunia anak-anak pada umumnya, sedih dan senang.
Sebaliknya, orang tua nya sangat sedih. Anak satu-satunya yang sangat menggemaskan ternyata mengalami cacat bawaan sejak lahir. Ia tidak punya tangan dan kaki. Ia selalu tergeletak di tempat tidur. tidak bisa pergi kemana-mana. Ibunya dengan sabar merawat agar menjadi anak yang sempurna dalam kondisi fisik penuh keterbatasan.
Ketika bertambah umur saat masuk sekolah, anak kecil tadi mulai menyadari akan kekurangan diri sendiri. Ada yang beda diri sendiri dengan teman-teman sekolah. Pandangan mereka mulai terlihat sinis dan mulai ada yang mengejek. Pikiran mulai berfungsi dan mulai bisa membedakan baik dan benar, menyedihkan dan membahagiakan. Pikiran sudah mulai bisa merespon fenomena yang ada di sekitarnya. ternyata ada beragam perilaku manusia di sekitarnya yang merespon beragam terhadap dirinya.
Ketika masuk usia remaja saat sudah sekolah di tingkat sltp dan teman-teman sekelasnya sudah mulai mengenal lawan jenis nya, sang bocah yang sudah tumbuh remaja ini hanya menangis dan terus-menerus sedih merenungi kondisi badan yang selalu menjadi bahan ejekan. Saat teman-temanya bisa bermain voli, sepak bola dan olah-raga lainnya, Ia hanya bisa duduk di kursi roda yang selalu ditemani ibu tercinta.
Bocah remaja yang sudah mulai tumbuh dewasa tersebut pernah menemukan puncak kesedihan. Ia merasa
Tuhan tidak adil. Ingin rasa nya bunuh diri. Sudah berkali-kali mencoba bunuh
diri. Tapi selalu gagal. Sudah berkali-kali ingin bunuh diri, tapi selalu
ketahuan orang tua. Sang ibu dengan sabar dan tenang selalu menasehati agar ia
bisa menerima kenyataan. Tapi sangat sulit. Fakta hidup terasa sangat pahit dan tidak berbanding-lurus dengan nikmatnya rangkaian
kalimat nasehat. Ada ruang dalam hati selalu muncul kesedihan saat seorang diri atau saat
bertemu dengan orang-orang di sekitarnya.
Namun pada fase tertentu, bocah remaja menuju dewasa mulai terbuka keajaiban dalam kerangka berfikir. Ia mulai menyadari, bahwa meratapi segala kekurangan terus menerus tidak ada gunanya. Nangis terus menerus tetap tidak membuat dirinya punya kaki dan tangan. begitu juga, susah terus tetap tidak bisa merubah keadaan.
Namun apakah bisa dengan segala keterbatasan sesuatu yang impossible bisa berubah menjadi possible?. Bisakah keterbatasan tersebut bisa ditambal dengan kesempurnaan lain?.
Remaja tersebut
merenungi pertanyaan tersebut. berjam-jam, berhari-hari dan berbulan-bulan melakukan proses olah-batin dari untuk menemukan jawaban dari pertanyaan tersebut sebagai jalan untuk mendapatkan kesadaran yang positif pada diri
sendiri.
Akhirnya ia menemukan hakikat diri sendiri.
Ia menyimpulkan proses perenungan selama berbulan-bulan dengan satu kalimat: “Tidak
ada yang tidak mungkin ketika saya selalu bersama dengan Tuhan ku”.
Kalimat pendek tapi sangat Ajaib. Kalimat tersebut mengandung energi positif yang sangat luarbiasa. Remaja yang sudah mulai tumbuh dewasa sudah tidak lagi berfikir keterbatasan fisik. Pikiran dan hati sudah penuh dengan nilai-nilai positif. Ia terus mengasah kemampuan diri sendiri dengan hal-hal yang bermanfaat. Ia menyadari bahwa tidak bisa berjalan sebagaimana orang-orang yang mempunyai kaki sempurna. Ia menyadari tidak bisa menulis sebagaimana orang-orang yang mempunyai tangan sempurna. Tapi ia terus bercita-cita menyempurnakan dengan kualitas diri agar semua orang bisa berjalan mendatangi nya dan menulis kemanfaatan darinya.
Dan berhasil. Kini remaja yang sudah dewasa telah berubah menjadi penulis internasional dan pembicara internasional. Ribuan
peserta mendengar nasehat-nasehat nya. Ajaibnya lagi, para peserta yang ikut
seminar dengan nya adalah orang-orang secara fisik sempurna: punya tangan dan
kaki. Pemuda tersebut bernama Nick Vujicic. Ia berhasil menjadi motivasi,
penulis, pembicara dan pengusaha.
Penulis : Vijianfaiz,PhD
Obituari Bapapuh
25 Februari 2026   Oleh : A. Ushfuri   128
Refleksi Ramadhan: Setiap Manusia Turis Untuk Dirinya Sendiri
18 Februari 2026   Oleh : Imam Ghozali   175
Perang Air dan Romadhan: Kajian Budaya dan Agama
17 Februari 2026   Oleh : Imam Ghozali   128
Marketing Penjual Bunga Menjelang Bulan Ramadhan
16 Februari 2026   Oleh : Imam Ghozali   151
Ya Allah, Anugerahkan kepada Kami Air Hujan yang Membawa Keberkahan
12 Februari 2026   Oleh : Imam Ghozali   129
Mengintegrasikan Iman, Islam dan Ihsan dalam Kehidupan Sehari-Hari
Minggu , 17 September 2023      13557
Pentingnya Manusia Ber-Tuhan
Minggu , 03 September 2023      4550
IMPLEMENTASI HAK-HAK POLITIK KELOMPOK MINORITAS MENURUT ABDURRAHMAN WAHID
Rabu , 18 Januari 2023      3568
Khutbah Jum'at Kontemporer Sikap Umat Islam Terhadap Perang Iran-Israel
Rabu , 25 Juni 2025      2948
NU Dan Sejarah Komite Hijaz Yang Terlupakan
Rabu , 24 Juni 2020      2875