Avatar

Imam Ghozali

Penulis Kolom

871 ARTIKEL TELAH DITERBITKAN

" "

Perjalanan Spiritual Hanan Attaki



Jumat , 12 Mei 2023



Telah dibaca :  505

Satu hari saya off ngotak-ngatik HP. Entah kenapa perut terasa panas dan tidak sembuh-sembuh. Sebenarnya sudah terasa mulai kamis siang perut sudah tidak bersahabat. Di grup WA ada dua undangan. Pertama undangan aqiqah di rumah Mas Fariq kepala jurusan syariah dan ekonomi islam. Informasi ada daging kambing. Kelihatanya saya wajib datang. Bukan karena undangan, tapi karena ada daging kambingnya. Dari awal saya rencana ingin makan banyak-banyak rendang kambing. Kata orang-orang, daging kambing bagus untuk obat darah rendah seperti saya. Entah apa ceritanya, dalam perjalanan perut sakit, dan panas. Perut benar-benar harus istirahat dulu. Akhirnya, rencana besar untuk makan besar pun gagal. Kedua, undangan Mas Rusdi jam 16.30. Sekitar jam 16.15 saya sudah nyampai. Biasanya acara seperti ini tepat waktu. Paling tidak kalau datang lebih awal, kalau nambah makan masih ada waktu yang cukup. Lagi-lagi, selera makan pun masih kurang normal. Entah karena persoalan perut yang kurang beres atau memang umur sudah mulai tidak muda lagi. Bisa jadi kedua-duanya. Akhirnya, setelah sholat Isa, saya istirahat total.

Jum’at pagi masak air. Ridho, adik ipar Mas Chanif membuatkan Teh Panas dan sedikit manis. Saya minum. Keringat pun keluar sebesar-besar beras. Badan mulai enak. Tapi melihat nasi untuk sarapan kurang selera. Yang jelas, sudah mulai selera melihat HP. Ada beberapa berita yang viral di twitter dan media online, yaitu baiat ustadz Hanan Attaki menjadi warga nahdliyin. Pemandunya K.H. Marzuki Mustamar, Ketua PW NU Jawa Timur.

Peristiwa ini menjadi viral karena terjadi pada ustadz yang sudah viral duluan. Hanan Attaki yang sering disebut ustadz gaul, memang menjadi idola anak-anak remaja dan dewasa. Dengan berbekal pendidikan agama yang cukup dan kemampuan mengolah kata serta memilih istilah-istilah kekinian yang sangat familiar di kalangan muda, menyebabkan dakwah nya tampil berbeda pada umum nya. Dia memang punya keahlian berdakwah di kalangan anak-anak muda. Maka tidak heran mereka siap duduk berjam-jam bersama nya. bukan hanya itu, baju dan topi nya menjadi trend baru anak-anak muda yang sedang mencari ilmu agama dengan tidak harus terkesan eksklusif.

Jika dirunut dari pendidikan nya, Hanan Attaki mendapat pendidikan di Pesantren Ruhul Islam Banda Aceh. Kemudian melanjutkan pendidikan di Al-Azhar Kairo Mesir. Jika dilihat dari kurikulum nya, Al-Azhar hampir saja tidak berbeda jauh dengan pola amalan NU yang mengajarkan fiqh empat madzhab (bahkan lebih) yang dikenal di Indonesia yaitu Madzhab Hanafi, Maliki, Syafii dan Hanbali. Begitu juga kajian-kajian Akidah dan Tasawuf. Namun bukan berarti situasi al-Azhar yang sedemikian itu secara otomatis membentuk diri sebagai alumni yang mencerminkan ajaran-ajaran para ulama di situ. Pertarungan pemikiran terbuka lebar dengan fasilitas buku yang sangat kumplit. Begitu juga di luar kampus para mahasiswa asal Indonesia bisa bertemu para aktivis dari berbagai ormas agama dan ideologi politik baik dari Indonesia maupun dari negara lain sebagai bagian jaringan politik internasonal. Dari fakta-fakta seperti ini, alumni dari Al-Azhar mempunyai karakter pandangan keagamaan dan politik yang berbeda-beda.

Apakah Hanan Attaki dalam ketenarannya sedang mengalami kegersangan spiritual? Bisa jadi. Jika merunut dari ceritanya, saat Umroh dia senantiasa berdoa agar mendapat seorang pembimbing ruhaniah. Istrinya asli Tuban yang kebetulan murid dari K.H. Marzuki Mustamar. Melalui diskusi keluarga, Hanan Attaki memantapkan berbaiat menjadi warga NU dan berjanji menebarkan nilai-nilai ajaran NU yang mengajarkan rahmat semesta alam.

Hanan Attaki merasa bersyukur karena telah lahir kembali sebagai orang yang mendapat bimbingan tentang lorong-lorong spiritual jalan ma’rifat kepada Allah s.w.t yang mungkin selama ini masih sedikit terlupakan oleh keakuan diri sebagai pendakwah yang mempunyai 9,5 follower. Pengalaman hidup demikian tentu bukan hanya menimpanya. Kisah serupa juga pernah terjadi saat Syeikh Muhammad Al-Ghozali menjadi guru besar di Universita Nidzamiyah. Kecerdasan dan kepiawean menyampaikan ilmu-ilmu agama dan filsafat telah mengantarkan nya sebagai satu-satunya guru besar yang mendapat reputasi sangat terhormat dan mendapatkan fasilitas dunia di atas rata-rata. Hal sama juga pernah dialami oleh Ibnu Khaldun ketika mencapai puncak kejayaan sebagai seorang ilmuwan.

Apakah pengalaman spiritual Hanan Attaki seperti Hujatul Islam yang dengan kegalauan hati telah melahirkan karya  Kitab Ulumuddin sebagai magnum opus yang hingga kini masih dikaji di Pesantren dan lembaga-lembaga pendidikan, dan dari karya tersebut juga telah melahirkan ilmuwan dan guru besar. Saya kira tidak sampai selevel itu. Namun jika melihat dari pidato nya,  saya mengapresiasi niat tulus dari ustadz Hanan Attaki untuk menjadi bagian keluarga besar Nahdlatul Ulama. Paling tidak ada suatu pembelajaran yang menyentil hidup saya secara pribadi, bahwa suatu ketenaran dan kesuksesan tidak selalu menjadi ukuran utama dalam hidup. Saat orang ramai mengejar kebahagiaan dunia, manusia sering melupakan sisi-sisi penting dalam hidupnya yaitu kebahagiaan spiritual. Dan kebahagiaan spiritual juga membutuhkan suatu bimbingan untuk mendapatkan madu manisnya ma’rifat kepada Allah s.w.t.  Ketika ini didapat, maka kedua kebahagiaan pun telah diraihnya sebagaimana doa yang sering kita baca, “Ya Allah berikan kami kebahagiaan dunia dan akherat, dan jauhkan dari siksa Api Neraka”.

Jika Hanan Attaki mengatakan bahwa peristiwa ini sebagai spiritual dan terlahir kembali sebagai manusia yang sebenarnya, maka yang harus diingat oleh nya bahwa ujian hidup tentu jauh lebih berat saat dia menyatakan diri hijrah dalam alam spiritual. Disini sebenarnya hakikat kehidupanya diuji. Ketika dia mampu, maka status kelahiran kedua sebagai kelahiran yang mengantarkan kehidupan yang sesungguhnya sebagai orang-orang yang mendapatkan keridhaan Allah s.w.t. Bukankah puncak kehidupan sesungguhnya mendapat ridha-nya?



Penulis : Imam Ghozali


Bagikan Ke :

Tulis Komentar


Avatar

Istiqomah

Inspiratif .tabarakalloh

Avatar

Muhammad jamal

Mantab

   Berita Terkait

Ilmu Tawakal Hatim Al-Ashom; Rizqi Yang Tidak Tertukar
13 April 2025   Oleh : Vijianfaiz,PhD   1062

Doaku, Doamu, dan Doa Harimau
12 April 2025   Oleh : Vijianfaiz,PhD   630

Doa Kebaikan Untuk Orang Lain, Sebenarnya Untuk Diri Sendiri
11 April 2025   Oleh : Vijianfaiz,PhD   811

Puasa, Idul Fitri dan Perubahan Pola Makan
06 April 2025   Oleh : Vijianfaiz,PhD   788

Idul Fitri dan Misi Perdamaian
05 April 2025   Oleh : Vijianfaiz,PhD   918

   Berita Popular

Mengintegrasikan Iman, Islam dan Ihsan dalam Kehidupan Sehari-Hari
Minggu , 17 September 2023      13584


Pentingnya Manusia Ber-Tuhan
Minggu , 03 September 2023      4578


NU Dan Sejarah Komite Hijaz Yang Terlupakan
Rabu , 24 Juni 2020      2895