
Satu hari saya off ngotak-ngatik HP.
Entah kenapa perut terasa panas dan tidak sembuh-sembuh. Sebenarnya sudah
terasa mulai kamis siang perut sudah tidak bersahabat. Di grup WA ada dua
undangan. Pertama undangan aqiqah di rumah Mas Fariq kepala jurusan syariah dan
ekonomi islam. Informasi ada daging kambing. Kelihatanya saya wajib datang.
Bukan karena undangan, tapi karena ada daging kambingnya. Dari awal saya
rencana ingin makan banyak-banyak rendang kambing. Kata orang-orang, daging
kambing bagus untuk obat darah rendah seperti saya. Entah apa ceritanya, dalam
perjalanan perut sakit, dan panas. Perut benar-benar harus istirahat dulu.
Akhirnya, rencana besar untuk makan besar pun gagal. Kedua, undangan Mas Rusdi
jam 16.30. Sekitar jam 16.15 saya sudah nyampai. Biasanya acara seperti ini
tepat waktu. Paling tidak kalau datang lebih awal, kalau nambah makan masih ada
waktu yang cukup. Lagi-lagi, selera makan pun masih kurang normal. Entah karena
persoalan perut yang kurang beres atau memang umur sudah mulai tidak muda lagi.
Bisa jadi kedua-duanya. Akhirnya, setelah sholat Isa, saya istirahat total.
Jum’at pagi masak air. Ridho, adik ipar Mas Chanif membuatkan Teh Panas dan
sedikit manis. Saya minum. Keringat pun keluar sebesar-besar beras. Badan mulai
enak. Tapi melihat nasi untuk sarapan kurang selera. Yang jelas, sudah mulai
selera melihat HP. Ada beberapa berita yang viral di twitter dan media online,
yaitu baiat ustadz Hanan Attaki menjadi warga nahdliyin. Pemandunya K.H.
Marzuki Mustamar, Ketua PW NU Jawa Timur.
Peristiwa ini menjadi viral karena terjadi
pada ustadz yang sudah viral duluan. Hanan Attaki yang sering disebut ustadz
gaul, memang menjadi idola anak-anak remaja dan dewasa. Dengan berbekal
pendidikan agama yang cukup dan kemampuan mengolah kata serta memilih
istilah-istilah kekinian yang sangat familiar di kalangan muda, menyebabkan
dakwah nya tampil berbeda pada umum nya. Dia memang punya keahlian berdakwah di
kalangan anak-anak muda. Maka tidak heran mereka siap duduk berjam-jam bersama
nya. bukan hanya itu, baju dan topi nya menjadi trend baru anak-anak muda yang
sedang mencari ilmu agama dengan tidak harus terkesan eksklusif.
Jika dirunut dari pendidikan nya, Hanan Attaki mendapat pendidikan di Pesantren
Ruhul Islam Banda Aceh. Kemudian melanjutkan pendidikan di Al-Azhar Kairo
Mesir. Jika dilihat dari kurikulum nya, Al-Azhar hampir saja tidak berbeda jauh
dengan pola amalan NU yang mengajarkan fiqh empat madzhab (bahkan lebih) yang
dikenal di Indonesia yaitu Madzhab Hanafi, Maliki, Syafii dan Hanbali. Begitu juga
kajian-kajian Akidah dan Tasawuf. Namun bukan berarti situasi al-Azhar yang
sedemikian itu secara otomatis membentuk diri sebagai alumni yang mencerminkan
ajaran-ajaran para ulama di situ. Pertarungan pemikiran terbuka lebar dengan
fasilitas buku yang sangat kumplit. Begitu juga di luar kampus para mahasiswa
asal Indonesia bisa bertemu para aktivis dari berbagai ormas agama dan ideologi
politik baik dari Indonesia maupun dari negara lain sebagai bagian jaringan
politik internasonal. Dari fakta-fakta seperti ini, alumni dari Al-Azhar mempunyai
karakter pandangan keagamaan dan politik yang berbeda-beda.
Apakah Hanan Attaki dalam ketenarannya
sedang mengalami kegersangan spiritual? Bisa jadi. Jika merunut dari ceritanya,
saat Umroh dia senantiasa berdoa agar mendapat seorang pembimbing ruhaniah.
Istrinya asli Tuban yang kebetulan murid dari K.H. Marzuki Mustamar. Melalui
diskusi keluarga, Hanan Attaki memantapkan berbaiat menjadi warga NU dan
berjanji menebarkan nilai-nilai ajaran NU yang mengajarkan rahmat semesta alam.
Hanan Attaki merasa bersyukur karena telah
lahir kembali sebagai orang yang mendapat bimbingan tentang lorong-lorong
spiritual jalan ma’rifat kepada Allah s.w.t yang mungkin selama ini masih
sedikit terlupakan oleh keakuan diri sebagai pendakwah yang mempunyai 9,5
follower. Pengalaman hidup demikian tentu bukan hanya menimpanya. Kisah serupa
juga pernah terjadi saat Syeikh Muhammad Al-Ghozali menjadi guru besar di Universita
Nidzamiyah. Kecerdasan dan kepiawean menyampaikan ilmu-ilmu agama dan filsafat
telah mengantarkan nya sebagai satu-satunya guru besar yang mendapat reputasi
sangat terhormat dan mendapatkan fasilitas dunia di atas rata-rata. Hal sama
juga pernah dialami oleh Ibnu Khaldun ketika mencapai puncak kejayaan sebagai
seorang ilmuwan.
Apakah pengalaman spiritual Hanan Attaki seperti
Hujatul Islam yang dengan kegalauan hati telah melahirkan karya Kitab Ulumuddin sebagai magnum opus yang
hingga kini masih dikaji di Pesantren dan lembaga-lembaga pendidikan, dan dari
karya tersebut juga telah melahirkan ilmuwan dan guru besar. Saya kira tidak
sampai selevel itu. Namun jika melihat dari pidato nya, saya mengapresiasi niat tulus dari ustadz Hanan
Attaki untuk menjadi bagian keluarga besar Nahdlatul Ulama. Paling tidak ada
suatu pembelajaran yang menyentil hidup saya secara pribadi, bahwa suatu
ketenaran dan kesuksesan tidak selalu menjadi ukuran utama dalam hidup. Saat
orang ramai mengejar kebahagiaan dunia, manusia sering melupakan sisi-sisi
penting dalam hidupnya yaitu kebahagiaan spiritual. Dan kebahagiaan spiritual
juga membutuhkan suatu bimbingan untuk mendapatkan madu manisnya ma’rifat
kepada Allah s.w.t. Ketika ini didapat,
maka kedua kebahagiaan pun telah diraihnya sebagaimana doa yang sering kita
baca, “Ya Allah berikan kami kebahagiaan dunia dan akherat, dan jauhkan dari
siksa Api Neraka”.
Jika Hanan Attaki mengatakan bahwa
peristiwa ini sebagai spiritual dan terlahir kembali sebagai manusia yang
sebenarnya, maka yang harus diingat oleh nya bahwa ujian hidup tentu jauh lebih
berat saat dia menyatakan diri hijrah dalam alam spiritual. Disini sebenarnya
hakikat kehidupanya diuji. Ketika dia mampu, maka status kelahiran kedua
sebagai kelahiran yang mengantarkan kehidupan yang sesungguhnya sebagai
orang-orang yang mendapatkan keridhaan Allah s.w.t. Bukankah puncak kehidupan sesungguhnya
mendapat ridha-nya?
Penulis : Imam Ghozali
Istiqomah
Inspiratif .tabarakalloh
Muhammad jamal
Mantab
Ilmu Tawakal Hatim Al-Ashom; Rizqi Yang Tidak Tertukar
13 April 2025   Oleh : Vijianfaiz,PhD   1062
Doaku, Doamu, dan Doa Harimau
12 April 2025   Oleh : Vijianfaiz,PhD   630
Doa Kebaikan Untuk Orang Lain, Sebenarnya Untuk Diri Sendiri
11 April 2025   Oleh : Vijianfaiz,PhD   811
Puasa, Idul Fitri dan Perubahan Pola Makan
06 April 2025   Oleh : Vijianfaiz,PhD   788
Idul Fitri dan Misi Perdamaian
05 April 2025   Oleh : Vijianfaiz,PhD   918
Mengintegrasikan Iman, Islam dan Ihsan dalam Kehidupan Sehari-Hari
Minggu , 17 September 2023      13584
Pentingnya Manusia Ber-Tuhan
Minggu , 03 September 2023      4578
IMPLEMENTASI HAK-HAK POLITIK KELOMPOK MINORITAS MENURUT ABDURRAHMAN WAHID
Rabu , 18 Januari 2023      3587
Khutbah Jum'at Kontemporer Sikap Umat Islam Terhadap Perang Iran-Israel
Rabu , 25 Juni 2025      3008
NU Dan Sejarah Komite Hijaz Yang Terlupakan
Rabu , 24 Juni 2020      2895