
Alhamdulillah bertemu dengan Dr. Ruchman
Basori sahabat lama tapi tetap baru, lama pertemanannya, baru ide-ide nya.
katanya: “Diatas jabatan, ada persahabatan dan kemanusiaan”.
Seberapa penting kalimat tersebut. Tergantung
setiap orang yang memahaminya. Bebas memaknai, bebas juga merealisasikan.
Ma’lum setiap orang mempunyai motif beragam dalam mengisi hidup sebagai bagian
lembaran sejarah kehidupan yang tidak akan hilang.
Bagi seorang santri, memahami kalimat
tersebut tidak terlepas dari tinjauan sejarah. Ketika Islam pertama datang di
Jazirah Arab, persahabatan merupakan konsep kehidupan sosial yang mempunyai
ikatan sangat kuat. Hingga ada Disertasi yang khusus membahas sahabat-sahabat
nabi diteliti olah Fuad Jabali. Tebal sekali Disertasinya. Dari penelitian
tersebut bisa diambil suatu pelajaran bahwa kekuatan Islam pada masa nabi
karena konsep persahabatan tadi. Ia mampu meruntuhkan hedonisme dan kapitalisme
yang telah menjadi jurang pemisah masyarakat arab. Ia juga mampu meruntuhkan
watak priyayi, sehingga tidak lagi ada jarak antara pejabat lebih atas dengan
lebih bawah. Berbeda tetap pada tataran administrasi, tapi tetap sama dalam
semangat persahabatan.
Semangat persahabatan tentu harus diikat
oleh rasa kemanusiaan. Jika tidak,dikhawatirkan terkapling-kapling oleh warna
baju dan bendera. Persahabatan harus diikat oleh semangat memanusiakan manusia.
Latarbelakang boleh berbeda. Tapi harus mempunyai satu tujuan yaitu memulyakan
manusia sebagaimana perintah Allah dan Nabi-Nya.
Kejeniusan Nabi Muhammad SAW membentuk
masyarakat Islam terletak kemampuan merajut tenun-tenun kemanusiaan yang telah
lama dirobek oleh Budaya Jahiliyah Arab. Seorang budak hitam legam bernama Bilal
yang sebelumnya seperti barang dagangan yang diperjual belikan, berubah menjadi
seorang sahabat yang sangat mulia di samping para sahabat-sahabat kelas elit.
Ia bisa duduk bareng dengan para bangsawan seperti Utsman bin Affan dan Abu
Bakar, Ia bisa bersentuhan kulitnya dengan manusia yang paling mulia yaitu Nabi
Muhammad SAW.
Walhasil tawaran slogan kehidupan “diatas
jabatan, ada persahabatan dan kemanusiaan”, merupakan pilihan sangat tepat
untuk membentuk semeduluran sepanjang hayat.
Penulis : Vijianfaiz,PhD
Obituari Bapapuh
25 Februari 2026   Oleh : A. Ushfuri   128
Refleksi Ramadhan: Setiap Manusia Turis Untuk Dirinya Sendiri
18 Februari 2026   Oleh : Imam Ghozali   175
Perang Air dan Romadhan: Kajian Budaya dan Agama
17 Februari 2026   Oleh : Imam Ghozali   128
Marketing Penjual Bunga Menjelang Bulan Ramadhan
16 Februari 2026   Oleh : Imam Ghozali   151
Ya Allah, Anugerahkan kepada Kami Air Hujan yang Membawa Keberkahan
12 Februari 2026   Oleh : Imam Ghozali   129
Mengintegrasikan Iman, Islam dan Ihsan dalam Kehidupan Sehari-Hari
Minggu , 17 September 2023      13554
Pentingnya Manusia Ber-Tuhan
Minggu , 03 September 2023      4546
IMPLEMENTASI HAK-HAK POLITIK KELOMPOK MINORITAS MENURUT ABDURRAHMAN WAHID
Rabu , 18 Januari 2023      3563
Khutbah Jum'at Kontemporer Sikap Umat Islam Terhadap Perang Iran-Israel
Rabu , 25 Juni 2025      2943
NU Dan Sejarah Komite Hijaz Yang Terlupakan
Rabu , 24 Juni 2020      2872