Avatar

Vijianfaiz,PhD

Penulis Kolom

321 ARTIKEL TELAH DITERBITKAN

" "

Persahabatan Sepanjang Hayat



Kamis , 22 Mei 2025



Telah dibaca :  871

Alhamdulillah bertemu dengan Dr. Ruchman Basori sahabat lama tapi tetap baru, lama pertemanannya, baru ide-ide nya. katanya: “Diatas jabatan, ada persahabatan dan kemanusiaan”.

Seberapa penting kalimat tersebut. Tergantung setiap orang yang memahaminya. Bebas memaknai, bebas juga merealisasikan. Ma’lum setiap orang mempunyai motif beragam dalam mengisi hidup sebagai bagian lembaran sejarah kehidupan yang tidak akan hilang.

Bagi seorang santri, memahami kalimat tersebut tidak terlepas dari tinjauan sejarah. Ketika Islam pertama datang di Jazirah Arab, persahabatan merupakan konsep kehidupan sosial yang mempunyai ikatan sangat kuat. Hingga ada Disertasi yang khusus membahas sahabat-sahabat nabi diteliti olah Fuad Jabali. Tebal sekali Disertasinya. Dari penelitian tersebut bisa diambil suatu pelajaran bahwa kekuatan Islam pada masa nabi karena konsep persahabatan tadi. Ia mampu meruntuhkan hedonisme dan kapitalisme yang telah menjadi jurang pemisah masyarakat arab. Ia juga mampu meruntuhkan watak priyayi, sehingga tidak lagi ada jarak antara pejabat lebih atas dengan lebih bawah. Berbeda tetap pada tataran administrasi, tapi tetap sama dalam semangat persahabatan.

Semangat persahabatan tentu harus diikat oleh rasa kemanusiaan. Jika tidak,dikhawatirkan terkapling-kapling oleh warna baju dan bendera. Persahabatan harus diikat oleh semangat memanusiakan manusia. Latarbelakang boleh berbeda. Tapi harus mempunyai satu tujuan yaitu memulyakan manusia sebagaimana perintah Allah dan Nabi-Nya.

Kejeniusan Nabi Muhammad SAW membentuk masyarakat Islam terletak kemampuan merajut tenun-tenun kemanusiaan yang telah lama dirobek oleh Budaya Jahiliyah Arab. Seorang budak hitam legam bernama Bilal yang sebelumnya seperti barang dagangan yang diperjual belikan, berubah menjadi seorang sahabat yang sangat mulia di samping para sahabat-sahabat kelas elit. Ia bisa duduk bareng dengan para bangsawan seperti Utsman bin Affan dan Abu Bakar, Ia bisa bersentuhan kulitnya dengan manusia yang paling mulia yaitu Nabi Muhammad SAW.

Walhasil tawaran slogan kehidupan “diatas jabatan, ada persahabatan dan kemanusiaan”, merupakan pilihan sangat tepat untuk membentuk semeduluran sepanjang hayat. 



Penulis : Vijianfaiz,PhD


Bagikan Ke :

Tulis Komentar


   Berita Terkait

Obituari Bapapuh
25 Februari 2026   Oleh : A. Ushfuri   128

Refleksi Ramadhan: Setiap Manusia Turis Untuk Dirinya Sendiri
18 Februari 2026   Oleh : Imam Ghozali   175

Perang Air dan Romadhan: Kajian Budaya dan Agama
17 Februari 2026   Oleh : Imam Ghozali   128

Marketing Penjual Bunga Menjelang Bulan Ramadhan
16 Februari 2026   Oleh : Imam Ghozali   151

Ya Allah, Anugerahkan kepada Kami Air Hujan yang Membawa Keberkahan
12 Februari 2026   Oleh : Imam Ghozali   129

   Berita Popular

Mengintegrasikan Iman, Islam dan Ihsan dalam Kehidupan Sehari-Hari
Minggu , 17 September 2023      13554


Pentingnya Manusia Ber-Tuhan
Minggu , 03 September 2023      4546


NU Dan Sejarah Komite Hijaz Yang Terlupakan
Rabu , 24 Juni 2020      2872