
Hari ini kami bersama Asesor: Prof. Nurhidayah,
Ph.D dari UIN Syarif Hidayatulah Jakarta dan Dr. Budi Prijanto dari Universitas
Gunadarma. Sahabat-sahabat ku, ada Mas Jarir dan Mas Chanif, semua kajur serta
prodi dan unit hadir. Kebetulan foto ini ada beberapa dosen-dosen muda yang
hebat-hebat. Ada Pak Muhammad Al-Mansur, Pak Rino Riyaldi, dan Firdaus. Di pundak
mereka dan teman-temannya, transformasi STAIN Bengkalis menjadi IAIN Datuk
Laksemana, ada tanggungjawab yang sangat besar. Tanggungjawab terhadap
cita-cita para pendahulunya, dan tanggungjawab terhadap masa depan institusinya.
Mereka mempunyai tugas untuk membangun personal branding dan institusi
branding agar bisa memberkahi alam semesta dengan nilai-nilai cinta kepada
seluruh umat manusia.
Makna personal branding berkaitan
dengan kualitas diri seseorang baik intelektual, sikap, dan perbuatan serta
cara pandang hidup nya. Tugas-tugas sebagai seorang intelektual, dosen harus
belajar untuk mengenal diri sebagai garda terdepan dalam membumikan nilai-nilai
intelektual dalam kehidupan sehari-hari. Ia benar-benar laksana "perpustakaan berjalan" dalam menjawab berbagai persoalan.
Pada tataran intelektual, dosen harus mengembangkan
diri kualitas diri pada semangat untuk selalu menambah ilmu pengetahuan, keahlian,
dan adanya keterbukaan untuk terus belajar. Semakin tinggi kualitas semangat
belajar seseorang, maka semakin muncul saripati kebaikan-kebaikan berupa
ruh-ruh hikmah. Ia tidak hanya mampu melahirkan alumni, juga mampu meneruskan
estafet intelektual yang hidup dan membumi. Maka ketika para dosen mempunyai
kedalaman tinggi pada intelektualnya akan melahirkan penerus-penerus yang
kemudian hari juga menjadi intelektual. Sehingga terjadi kesinambungan
intelektual tetap hidup di perguruan tinggi.
Pada tataran sikap dan perbuatan, seorang ilmuwan senantiasa menjaga diri terhadap keselarasan antara ucapan dan perbuatan. Pada titik ini merupakan suatu kesulitan yang sangat besar untuk merealisasikan kesingkronan antara ucapan dan perbuatan serta kesingkronan ilmu pengetahuan yang ada pada diri seseorang. Wajar, jika sebagian para pembawa obor ilmu pengetahuan telah memadamkan cahaya tersebut oleh sikap dan perbuatan yang tidak terpuji. Hal yang sangat disayangkan. Semoga kita terhindar dari hal-hal tersebut.
Pada tataran cara pandang hidup, seorang
dosen harus mempunyai jiwa dan pikiran yang “mendep” laksana seperti air
laut yang maha luas. Semakin dalam air laut, maka gelombang terlihat tenang. Dari
kedalaman tersebut terdapat kekayaan yang sangat memberi manfaat kepada umat
manusia dan alam semesta.
Seorang dosen memang harus sudah selesai
dengan dirinya sendiri. Idealnya begitu. Penempaan diri pada tradisi keilmuan
setiap hari. Ia terlibat pada beragam kajian dan beragam ajaran-ajaran
kehidupan. Penyerapan nilai-nilai tersebut tidak hanya pada aspek intelektual,
tapi juga “pengendapan” nilai-nilai positif pada pikiran dan hati. Sehingga
ia mampu melihat segala fenomena hidup dengan pandangan yang bijaksana, senang,
tenang dan solutif.
Pandangan sederhana personal branding
tersebut sebenarnya tetesan pengamalan dari ajaran Islam yaitu akhlak
al-karimah. Pada wilayah ini, penekanan perubahan pribadi seorang dosen
selain ditekankan pada kualitas ilmu pengetahuan dan penelitian, sikap,
perbuatan, dan cara pandang hidup, juga keyakinan yang mendalam terhadap
ajaran-ajaran Islam sebagai puncak kebenaran. Itu sebabnya muara pada personal
branding mengacu kepada perbaikan moralitas yang agung pada masing-masing
pribadi dosen.
Berkahnya dari personal branding
yaitu meningkatnya institusi branding. Ungkapan hadist Nabi “rumah ku
adalah surga ku”, merupakan efek dari keberhasilan dari setiap individu
yang berkualitas dan berdampak meluas kepada orang disekitarnya. Tanpa adanya
kualitas individual, maka institusi branding akan melambat.
Beberapa contoh perguruan tinggi yang telah
mapan personal branding seperti mahasiswa Al-Azhar Mesir. Ia mampu
melahirkan para ilmuwan dan ulama. Ada perguruan tinggi umum melahirkan personal
branding pada bidang teknologi di perguruan tinggi Indonesia cukup banyak
melahirkan ahli-ahli teknologi. Ada personal branding dari lembaga-lembaga
agama seperti pesantren-pesantren tradisional yang melahirkan puluhan ribu ulama
dan para pendakwah seperti Gus Qayum dan Gus Baha.
Walhasil, personal branding merupakan
kebutuhan mendasar sebagai perambah jalan fastabiqul khairat pada lembaga-lembaga
pendidikan sebagai penyelamat peradaban manusia. Lembaga-lembaga tersebut harus
bisa menjadi madu yang memberi kesehatan internal dan juga eksternal. Itu yang
disebut dengan lembaga sebagai penebar rahmat kepada seluruh umat manusia.
Tentu saja ujian cukup besar terjadi nya transformasi dari STAIN Bengkalis menuju IAIN Datuk Laksemana. Masih banyak sekali keterbatasan. Kadang juga harus menggunakan pola “alon-alon asal kelakon”. Itu bukan sifat apatis dan masa bodoh atau pemalas, tetapi konsistensi terhadap perubahan secara terus-menerus penuh dengan perhitungan sehingga tidak menimbulkan gejolak yang tidak diinginkan. Sebab di dalamnya banyak beragam faktor SDM yang telah membantu mewujudkan perubahan tersebut.
Perubahan bisa juga menggunakan istilah
reformasi, evolusi atau evolusi dipercepat. Mungkin istilah tersebut lebih terkesan
modern dan mengena pada sistem institusi. Tapi ia terkesan kering pada
nilai-nilai spiritualnya. Akibatnya bisa jadi perubahan tidak
menyelesaikan masalah, malah justru menimbulkan masalah baru. Sebab perubahan
yang diharapkan pada perguruan tinggi yaitu perubahan setiap individu pada
lahir dan batin nya, bukan sebatas intelektual dan keahliannya.
Penulis : Vijianfaiz,PhD
Obituari Bapapuh
25 Februari 2026   Oleh : A. Ushfuri   128
Refleksi Ramadhan: Setiap Manusia Turis Untuk Dirinya Sendiri
18 Februari 2026   Oleh : Imam Ghozali   175
Perang Air dan Romadhan: Kajian Budaya dan Agama
17 Februari 2026   Oleh : Imam Ghozali   128
Marketing Penjual Bunga Menjelang Bulan Ramadhan
16 Februari 2026   Oleh : Imam Ghozali   151
Ya Allah, Anugerahkan kepada Kami Air Hujan yang Membawa Keberkahan
12 Februari 2026   Oleh : Imam Ghozali   129
Mengintegrasikan Iman, Islam dan Ihsan dalam Kehidupan Sehari-Hari
Minggu , 17 September 2023      13554
Pentingnya Manusia Ber-Tuhan
Minggu , 03 September 2023      4547
IMPLEMENTASI HAK-HAK POLITIK KELOMPOK MINORITAS MENURUT ABDURRAHMAN WAHID
Rabu , 18 Januari 2023      3563
Khutbah Jum'at Kontemporer Sikap Umat Islam Terhadap Perang Iran-Israel
Rabu , 25 Juni 2025      2944
NU Dan Sejarah Komite Hijaz Yang Terlupakan
Rabu , 24 Juni 2020      2872