Avatar

Imam Ghozali

Penulis Kolom

871 ARTIKEL TELAH DITERBITKAN

" "

Pidato Perdana Presiden Terpilih



Rabu , 24 April 2024



Telah dibaca :  562

Hari ini (Rabu, 24 April 2024) Prabowo menyampaikan pidato perdana pasca penetapan sebagai presiden terpilih oleh KPU RI. Sebelumnya saya menduga-duga pidatonya seperti hari-hari sebelumnya yang kurang tertata dan terlihat emosional. Namun kali ini dugaan saya meleset. Pidatonya cukup tersusun rapi, runtut meskipun ada beberapa bagian yang tidak begitu tersusun secara sistematis. Tapi secara umum pidatonya sudah cukup baik dan untuk sementara ini ia mampu mematahkan citra sebagai seseorang yang emosional sebagaimana pada pemilu-pemilu sebelumnya.

Penampilan Prabowo yang tenang dan mampu menyampaikan pidato perdana cukup memberi apresiasi positif bagi sebagian pendukungnya. Semua ini tidak terlepas dari kedekatan dia dengan Jokowi dan konsultan politiknya tentang pentingnya perubahan citra pribadinya sebagai presiden yang secara terang-terangan akan meneruskan program-program yang telah dilaksanakan oleh pasangan Jokowi-Ma’ruf. Tentu saja perubahan kesantunan dan ketenangan pada pidato pertama belum tentu akan mencerminkan perubahan secara total, tapi paling tidak Prabowo benar-benar ini merubah diri sendiri menjadi orang yang lebih baik. sebab suatu cita-cita besar visi-misi nya juga harus didukung pada kemampuan diri dalam menghadapi persoalan-persoalan yang membutuhkan jiwa dan pikiran yang tenang serta hati yang lapang dada.

Penulis telah mencatat beberapa point penting pada pidato perdanya, yaitu: pertama, Prabowo mengakui bahwa pesta demokrasi pilpres 2024 penuh dinamika yang terkadang terjadi gesekan yang sangat tajam. Menurutnya, proses tersebut merupakan jalan bagi masyarakat untuk mengetahui dan menjadi referensi program-program capres-cawapres yang ditawarkan kepada masyarakat. itu sebab, perdebatan hal yang sangat sulit dihindari, bahkan terkadang naluri dan dasar-dasar nafsu manusia yang baik dan tidak baik pun keluar dalam merespon berbagai persoalan. Semua itu tentu harus diakhiri ketika kontestasi berakhir. Kedua, Prabowo mengatakan bahwa terpilih pasangan Prabowo-Gibran merupakan kemenangan bersama. Salah satu kata kunci setiap pidato, ia sering mengatakan bahwa untuk mencapai tujuan tersebut ia akan merangkul seluruh komponen untuk mencapai cita-cita besar nya. Salah satu bentuk keseriusan dia mengajak semua komponen untuk sama-sama mewujudkan cita-citanya. Tentu saja memang tidak semua bisa masuk pada sistem pemerintahannya, pasti ada oposisi yang mempunyai tugas mengontrol jalanya pemerintahan Prabowo-Gibran. Kedua kutub yang berbeda ini adalah komponen yang harus ada dalam sistem pemerintah yang sehat dan menjalankan tugas nya masing-masing. Ketiga, Prabowo mengucapkan terima kasih kepada beberapa pihak antara lain kepada pasangan Anies-Muhaimain dan Ganjar-Mahfud, aparat keamanan, penyelanggara pemilu dan seluruh yang terkait dengan pemilu termasuk partai politik. ucapan terima kasih yang cukup menarik bagi penulis saat Prabowo menyebut presiden Joko Widodo. Dari sini, penulis melihat bahwa sosok Prabowo benar-benar sedang mempraktekan ilmu “mikul duwur mendem jero”. Bagi Prabowo, Jokowi selain sebagai presiden juga sebagai mentor politiknya yang mampu mengantarkan dirinya sebagai presiden. Tentu fakta ini tidak bisa dilupakan oleh Prabowo. Realita sejarah, sudah beberapa kali dia mengikuti kontestasi pilpres selalu kalah oleh pesaingnya. Namun saat dia bersama Jokowi, cita-cita menjadi kepala negara bisa diwujudkan. Wajar, jika ucapan terima kasih kepadanya hal yang sangat spesialis sekali pada pidato perdananya. Keempat, Prabowo mengungkapkan tekad yang kuat saat memimpin nanti yaitu mewujudkan masyarakat adil dan makmur sebagaimana yang diamanahkan dalam UUD 1945. Cita-cita yang masih bersifat “glondongan” dan perlu didiskripsikan secara jelas dalam rangka mengurai persoalan-persoalan yang mendasar terjadi pada masyarakat Indonesia seperti kemiskinan, pengangguran, rendahnya pendidikan, kenakalan remaja, dan persoalan health mental (kesehatan mental) yang terus meningkat di kalangan penduduk produktif.

Pidato perdana Prabowo memang penuh makna. Ia bukan sebatas “pepesan kosong”, ia adalah gambaran grand desain masa depan Indonesia dalam menghadapi Indonesia emas 1945. Tentu saja mewujudkan suatu cita-cita besarnya tidak seperti membalik telapak tangan. Di belakang pasangan Prabowo-Gibran ada presiden dan mantan presiden; Jokowi dan SBY. Modal sosial yang besar ini sangat bagi tim transisi Prabowo-Gibran menyusun kabinet solid dan kerangka kerja jelas lima tahun ke depan.

Namun kadang-kadang pikiran nakal saya pun muncul, jangan-jangan pemerintahan Prabowo-Gibran hanya berjalan tiga tahun yang berjalan secara efektif, dan sisanya masing-masing sibuk lagi persoalan pilpres. Sehingga sisa dua tahun sudah tidak produktif lagi, dan sibuk saling”sikut-sikutan” tak kunjung selesai. Semoga saja ini tidak terjadi pada pasangan Prabowo-Gibran.

Sebagai penutup saya mengucapkan selamat atas penetapan pasangan Prabowo-Gibran sebagai presiden-wakil presiden 2024-2029 oleh KPU. Semoga amanah dan membawa perubahan bangsa dan negara Indonesia semakin lebih baik lagi.



Penulis : Imam Ghozali


Bagikan Ke :

Tulis Komentar


   Berita Terkait

Ilmu Tawakal Hatim Al-Ashom; Rizqi Yang Tidak Tertukar
13 April 2025   Oleh : Vijianfaiz,PhD   1061

Doaku, Doamu, dan Doa Harimau
12 April 2025   Oleh : Vijianfaiz,PhD   629

Doa Kebaikan Untuk Orang Lain, Sebenarnya Untuk Diri Sendiri
11 April 2025   Oleh : Vijianfaiz,PhD   811

Puasa, Idul Fitri dan Perubahan Pola Makan
06 April 2025   Oleh : Vijianfaiz,PhD   788

Idul Fitri dan Misi Perdamaian
05 April 2025   Oleh : Vijianfaiz,PhD   916

   Berita Popular

Mengintegrasikan Iman, Islam dan Ihsan dalam Kehidupan Sehari-Hari
Minggu , 17 September 2023      13563


Pentingnya Manusia Ber-Tuhan
Minggu , 03 September 2023      4554


NU Dan Sejarah Komite Hijaz Yang Terlupakan
Rabu , 24 Juni 2020      2876