
Kamis (9 Maret 2023) saya menghadiri acara pelatihan promosi di dunia digital di Grand Meranti. Pelaksana dari Provinsi Riau. Peserta nya dari utusan seluruh kabupaten/kota. Saya sebenarnya sebatas pembaca doa. Panitia sudah menghubungi jauh-jauh hari. Kalau tak salah hari selasa. Karena berada di Bengkalis, saya pun bilang kepada Kiai Mardio Hasan untuk mewakili. Dia menyanggupinya. Namun karena ada sesuatu hal, saya harus pulang Hari Kamis pagi dari Bengkalis, sampai Selatpanjang jam 10.30 WIB.

Kegiatan pelatihan sebenarnya jam 20.00 WIB. Namun panitia sangat
sibuk menelpon terus. Hari Rabu sudah ada yang nelpon dari panitia lokal. Hari kamis
sore HP berdering lagi. Ada nomor baru. Karena berbunyi terus, saya angkat. Ternyata
panitia dari provinsi. Isinya mengingatkan kepada ku jangan sampai lupa untuk
pembacaan doa. Jam 20.00 acara sudah mulai.
Sebenarnya saya sudah memahami tabiat bangsa ini yang sangat fleksibel dan lebih suka “molor” apabila membuat acara-acara baik resmi maupun tidak resmi. Namun karena sudah terbiasa datang on time, maka biasa nya saya in time. Artinya sebelum jam 20.00 wib saya harus sudah sampai di tempat acara.

Selesai Sholat Isya, saya langsung tancap gas. Sekitar lima menit
sudah sampai di Hotel Grand Meranti. Sekitar hotel masih terlihat sepi. Ada dua
orang yang sedang duduk-duduk di jok Honda. Dua laki-laki. Satu nya ngantar
istri nya bertemu kawan lama dari Dinas Pendidikan Provinsi. Satunya lagi
kurang paham. Tapi kelihatannya pernah melihat di salah satu acara partai
politik. Namun demikian, saya tetap menuju tempat acara di lantai tiga. Karena lewat
lift lambat, saya memilih naik tangga. Dan benar, sampai di ruang lokasi,
saya ternyata mendapatkan nomor wahid sebagai tamu undangan paling
disiplin. Tapi sayangnya, tidak ada penghargaan dari panitia. Seharusnya setiap
acara perlu ada inovasi kedisiplinan. Panitia membuat semacam dorprise atau
uang kaget atau uang penghargaan atau cenderamata atau sebatas diumumkan nama-namanya sebagai bentuk penghargaan untuk tamu-tamu yang sangat
menghargai waktu. Sebelum acaara dimulai, diumumkan dulu para tamu yang paling
disiplin. Kalau bisa dirangking seperti saat masih sekolah di TK atau SD. Cara ini,
selain merangsang untuk meningkatkan kedisplinan di tahap pemula, juga menghargai
rasa kemanusiaan dalam memerintah kedisplinan dengan tidak perlu
membentak-bentak.
Penulis : Imam Ghozali
Obituari Bapapuh
25 Februari 2026   Oleh : A. Ushfuri   128
Refleksi Ramadhan: Setiap Manusia Turis Untuk Dirinya Sendiri
18 Februari 2026   Oleh : Imam Ghozali   175
Perang Air dan Romadhan: Kajian Budaya dan Agama
17 Februari 2026   Oleh : Imam Ghozali   129
Marketing Penjual Bunga Menjelang Bulan Ramadhan
16 Februari 2026   Oleh : Imam Ghozali   151
Ya Allah, Anugerahkan kepada Kami Air Hujan yang Membawa Keberkahan
12 Februari 2026   Oleh : Imam Ghozali   129
Mengintegrasikan Iman, Islam dan Ihsan dalam Kehidupan Sehari-Hari
Minggu , 17 September 2023      13568
Pentingnya Manusia Ber-Tuhan
Minggu , 03 September 2023      4566
IMPLEMENTASI HAK-HAK POLITIK KELOMPOK MINORITAS MENURUT ABDURRAHMAN WAHID
Rabu , 18 Januari 2023      3578
Khutbah Jum'at Kontemporer Sikap Umat Islam Terhadap Perang Iran-Israel
Rabu , 25 Juni 2025      2982
NU Dan Sejarah Komite Hijaz Yang Terlupakan
Rabu , 24 Juni 2020      2884