Avatar

Imam Ghozali

Penulis Kolom

871 ARTIKEL TELAH DITERBITKAN

" "

Promosi di Era Digital dan Kedisiplinan Waktu



Jumat , 10 Maret 2023



Telah dibaca :  296

Kamis (9 Maret 2023) saya menghadiri acara pelatihan promosi di dunia digital  di Grand Meranti. Pelaksana dari Provinsi Riau. Peserta nya dari utusan seluruh kabupaten/kota. Saya sebenarnya sebatas pembaca doa. Panitia sudah menghubungi jauh-jauh hari. Kalau tak salah hari selasa. Karena berada di Bengkalis, saya pun bilang kepada Kiai Mardio Hasan untuk mewakili. Dia menyanggupinya. Namun karena ada sesuatu hal, saya harus pulang Hari Kamis pagi dari Bengkalis, sampai Selatpanjang jam 10.30 WIB.


Kegiatan pelatihan sebenarnya jam 20.00 WIB. Namun panitia sangat sibuk menelpon terus. Hari Rabu sudah ada yang nelpon dari panitia lokal. Hari kamis sore HP berdering lagi. Ada nomor baru. Karena berbunyi terus, saya angkat. Ternyata panitia dari provinsi. Isinya mengingatkan kepada ku jangan sampai lupa untuk pembacaan doa. Jam 20.00 acara sudah mulai.

Sebenarnya saya sudah memahami tabiat bangsa ini yang sangat fleksibel dan lebih suka “molor” apabila membuat acara-acara baik resmi maupun tidak resmi. Namun karena sudah terbiasa datang on time, maka biasa nya saya in time. Artinya sebelum jam 20.00 wib saya harus sudah sampai di tempat acara.


Selesai Sholat Isya, saya langsung tancap gas. Sekitar lima menit sudah sampai di Hotel Grand Meranti. Sekitar hotel masih terlihat sepi. Ada dua orang yang sedang duduk-duduk di jok Honda. Dua laki-laki. Satu nya ngantar istri nya bertemu kawan lama dari Dinas Pendidikan Provinsi. Satunya lagi kurang paham. Tapi kelihatannya pernah melihat di salah satu acara partai politik. Namun demikian, saya tetap menuju tempat acara di lantai tiga. Karena lewat lift lambat, saya memilih naik tangga. Dan benar, sampai di ruang lokasi, saya ternyata mendapatkan nomor wahid sebagai tamu undangan paling disiplin. Tapi sayangnya, tidak ada penghargaan dari panitia. Seharusnya setiap acara perlu ada inovasi kedisiplinan. Panitia membuat semacam dorprise atau uang kaget atau uang penghargaan atau cenderamata atau sebatas diumumkan nama-namanya sebagai bentuk penghargaan untuk tamu-tamu yang sangat menghargai waktu. Sebelum acaara dimulai, diumumkan dulu para tamu yang paling disiplin. Kalau bisa dirangking seperti saat masih sekolah di TK atau SD. Cara ini, selain merangsang untuk meningkatkan kedisplinan di tahap pemula, juga menghargai rasa kemanusiaan dalam memerintah kedisplinan dengan tidak perlu membentak-bentak.

Bisakah metode saya diterapkan oleh Pemda Kabupaten Kepulauan 



Penulis : Imam Ghozali


Bagikan Ke :

Tulis Komentar


   Berita Terkait

Obituari Bapapuh
25 Februari 2026   Oleh : A. Ushfuri   128

Refleksi Ramadhan: Setiap Manusia Turis Untuk Dirinya Sendiri
18 Februari 2026   Oleh : Imam Ghozali   175

Perang Air dan Romadhan: Kajian Budaya dan Agama
17 Februari 2026   Oleh : Imam Ghozali   129

Marketing Penjual Bunga Menjelang Bulan Ramadhan
16 Februari 2026   Oleh : Imam Ghozali   151

Ya Allah, Anugerahkan kepada Kami Air Hujan yang Membawa Keberkahan
12 Februari 2026   Oleh : Imam Ghozali   129

   Berita Popular

Mengintegrasikan Iman, Islam dan Ihsan dalam Kehidupan Sehari-Hari
Minggu , 17 September 2023      13568


Pentingnya Manusia Ber-Tuhan
Minggu , 03 September 2023      4566


NU Dan Sejarah Komite Hijaz Yang Terlupakan
Rabu , 24 Juni 2020      2884