
Pagi ini saya duduk di Warung Abah. Rencana
sarapan. Selesai sarapan, rencana pulang
ke Rumah Kos, mengambil Buku Sosiologi. Mumpun lagi nganggur, ingin mengetik
materi untuk mahasiswa Prodi HKI. Namun ketika buka Twitter, saya menemukan berita
dari akun Gibran Rakabuming, yang follower konon mencapai puluhan ribu bahkan
ratusan ribu. Isinya simpel saja; Selamat pak @erickthohir. Singkat, tapi yang
nge-like banyak sekali.
Saya membiarkan Mie Rebus yang masih mrongah-mrongah di Meja. Lagian dimakan pun masih panas. Sekalian saya mencari tahu peristiwa apa. Ternyata dia mendapat jabatan baru yaitu Ketua PSSI periode 2023-2027. Erik Thohir sukses mengalahkan tiga pesaing lainnya dalam perburuan kursi nomor satu di PSSI. Dia mendapatkan 64 suara, sedangkan La Nyallah Mattalitti mendapatkan 22 suara.

Ketika terpilih, kalimat pertama
sebagaimana pada umum nya yaitu mengucapkan terima kasih ke berbagai pihak yang
mendukungnya. Kalimat yang menarik dalam sambutan nya yaitu; “ membangun iklim
sepak bola yang bersih. Saya bicara bahwa perlu nyali memperbaiki sepak bola
Indonesia, tidak perlu teori. Hari ini kita sudah tidak bicara nyali lagi. Tapi
kita bicara bagaimana nyali membutikan memang kita berprestasi.”
Di dunia persepakbolaan, Erik Thohir sudah tidak asing lagi. Pada tahun 2012-2018 menjadi Pemilik DC. United. Pada tahun 2013 menjadi Presiden dan pemilik Klub Internasional[Inter Milan]. Pada tahun 2015 menjadi Komite Olimpiade. Tahun 2019 hingga saat ini menjadi Pemilik Klub Sepak Bola Oxford United, Inggris. Mulai tahun 2021 hingga kini pemilik saham Persis Solo. Dari sederetan ini memang sudah tidak diragukan lagi kualitas Erik Thohir dalam mengelola persepakbolaan.

Namun apakah dia juga mampu mengelola PSSI yang
saat ini cukup runyam[menurut kacamata saya]. Berbagai persoalan klasik,
dan kadang kurang stabilnya emosional supporter sering bersikap dan bertindak
yang sangat tidak terpuji. Sepakbola yang sering dikonotasikan sebagai olah
raga pemersatu bangsa, kadang dalam perjalanan nya justru jadi simbol
pertikaian antar anak bangsa. Sampai-sampai saya berfikir jelek; kalau tidak
bisa juara Asia, atau Dunia, lebih baik bubarkan saja itu PSSI. Yang sudah
nasional berkelahi, yang sepakbola tingkat RT juga kelahi. Bosen lihat olah raga
isinya berkelahi terus[ padahal tidak juga, Cuma ini ucapan orang emosi dan
tidak suka sepakbola,hehehehe].
Persepakbolaan di Indonesia persis seperti BUMN,
ruwet. Dibetulkan sini, sebelah sana rusak. Diambil benang sebelah sana,
sebelah sini malahan ‘njiret’nya semakin kencang. Besar namanya, tapi besar
juga ruginya. Ditutup sayang, tidak ditutup bikin “mriyang”.
Berpandangan negatif kepada Erik Thohir bisa saja dan itu wajar-wajar saja. Karena tradisi pergantian jabatan di PSSI memang selalu begitu. Pidatonya menggelegar, tapi hasilnya “ambyar”. Ternyata memang mengelola PSSI tidak cukup dengan pidato yang menggelegar, tapi butuh gerak cepat atau gercep mengeksusi langkah-langkah perbaikan.

Namun saya masih bisa berharap kepadanya.
Indikatornya sederhana. Dia termasuk mampu melakukan pembenahan di kementrian BUMN.
Respon positif keberhasilan ini datang dari Uni Emirat Arab[UEA]. Salah satu
respon positifnya karena keberhasilan Erik Thohir dalam menutup laba BUMN pada
tahun 2021 mencapai 90 trilun, yang tahun sebelumnya hanya 13 trillun. Dia juga
berhasil memperkecil jumlah BUMN dari 108 yang labanya hanya sebesar 13 trillun
menjadi 41 bumn dan mencapai laba 126 trillun.
Jika dia berhasil merapikan BUMN dan mengembalikan
kepercayaan masyarakat terhadap perusahaan milik Negara, kini apakah dia juga
bisa mengembalikan kepercayaan masyarakat melalui PSSI. Saya hanya sebatas
melihat gebrakan dari Pak Erik dalam
mereformasi pssi yang dia lakukan, sambil nyruput kopi yang sudah mulai
dingin.
Penulis : Imam Ghozali
Ilmu Tawakal Hatim Al-Ashom; Rizqi Yang Tidak Tertukar
13 April 2025   Oleh : Vijianfaiz,PhD   1062
Doaku, Doamu, dan Doa Harimau
12 April 2025   Oleh : Vijianfaiz,PhD   630
Doa Kebaikan Untuk Orang Lain, Sebenarnya Untuk Diri Sendiri
11 April 2025   Oleh : Vijianfaiz,PhD   811
Puasa, Idul Fitri dan Perubahan Pola Makan
06 April 2025   Oleh : Vijianfaiz,PhD   788
Idul Fitri dan Misi Perdamaian
05 April 2025   Oleh : Vijianfaiz,PhD   916
Mengintegrasikan Iman, Islam dan Ihsan dalam Kehidupan Sehari-Hari
Minggu , 17 September 2023      13568
Pentingnya Manusia Ber-Tuhan
Minggu , 03 September 2023      4566
IMPLEMENTASI HAK-HAK POLITIK KELOMPOK MINORITAS MENURUT ABDURRAHMAN WAHID
Rabu , 18 Januari 2023      3578
Khutbah Jum'at Kontemporer Sikap Umat Islam Terhadap Perang Iran-Israel
Rabu , 25 Juni 2025      2985
NU Dan Sejarah Komite Hijaz Yang Terlupakan
Rabu , 24 Juni 2020      2884