
Berbagai peristiwa telah terjadi. Ada
fenomena alam dan ada fenomena dinamika kehidupan sosial. Manusia dan alam
semesta terus bergerak mengalami perubahan-perubahan. Ada perubahan negatif ada
juga perubahan-perubahan positif. Ada perubahan secara evolusi, ada perubahan
secara revolusi. Ada perubahan semakin memperbaiki peradaban, ada juga
perubahan yang justru merusak peradaban yang sudah ada. Ada beragam motif
terjadinya perubahan. Salah satu motif nya, yaitu memperteguh keimanan kepada
ayat-ayat Allah yang telah diturunkan kepada Nabi Muhammad dan menjadi panduan
kehidupan bagi umat nya.
Allah SWT telah berfirman dalam Q.S.
Al-Baqarah ayat 41 sebagai berikut:
وَاٰمِنُوْا بِمَآ اَنْزَلْتُ مُصَدِّقًا لِّمَا مَعَكُمْ وَلَا
تَكُوْنُوْٓا اَوَّلَ كَافِرٍ ۢ بِهٖۖ وَلَا تَشْتَرُوْا بِاٰيٰتِيْ ثَمَنًا
قَلِيْلًاۖ وَّاِيَّايَ فَاتَّقُوْنِ ٤١
Artinya:
Berimanlah
kamu kepada apa (Al-Qur’an) yang telah Aku turunkan sebagai pembenar bagi apa
yang ada pada kamu (Taurat) dan janganlah kamu menjadi orang yang pertama kafir
kepadanya. Janganlah kamu menukarkan ayat-ayat-Ku dengan harga murah dan
bertakwalah hanya kepada-Ku.
Syeikh Al-Qurthubi
menjelaskan tentang orang-orang Ahlu Kitab yang tidak mengakui kebenaran Al-Qur’an -meskipun di dalam nya telah membenarkan kitab taurat. Sebagian mereka menolaknya kebenaran al-Qur’an
Dalam sudut pandang tauhid, dunia laksana sebatas sayap nyamuk. Kesuksesan atau prestasi seseorang hanya sebatas usia hidup di dunia. Angka 70-90 tahun bagi ahli tauhid sangat pendek sekali jika dibandingkan dengan alam barzah -alam kubur – apalagi jika dibandingkan dengan alam akherat. Umur Nabi Muhammad hanya 63 tahun. Dia telah meninggal 14 abad yang lalu. tahun akan terus bertambah. Bertambah nya tahun kematian berarti bertambah angka pembanding dari usia Nabi. Begitu juga usia-usia manusia di muka bumi. Entah sudah berapa persen usia Nabi Adam jika dibagi dengan ratusan atau bahkan jutaan tahun sampai detik ini. Umur benar-benar sebatas satu sayap nyamuk yang sangat ringan dan sangat kecil jumlah nya.
Sudut pandang
tauhid juga sebenarnya mendidik untuk memanfaatkan waktu yang begitu pendek melahirkan
produk yang berkualitas baik dari sisi kualitas iman maupun kualitas karya -amalun
sholihun. Prinsip orang beriman tidak ada waktu istirahat. Hakikat istirahat
ahli tauhid saat ia telah meninggal dunia. Maka, hidup benar-benar dirancang
sedemikian rupa target-target prestasi secara individual dan kejayaan bangsa
dan negara secara kuliyah -universal.
Jadi dalam pikiran hanya satu kalimat yaitu menjadi manusia “mutaqin”,
yaitu menciptakan konstribusi menjadi kekasih Allah dan memberi konstribusi
menjadi pelopor peradaban yang unggul. Bangsa-bangsa yang mempunyai prinsip
seperti ini terasa hidup selalu indah. Pada dirinya hanya bayangan sang kekasih
teragung dan terus bercumbu rayu dengan memberikan segala
persembahan-persembahan sinar-sinar peradaban. Level bangsa sudah tidak lagi
memikirkan persoalan khilafiyah, perbedaan furu’. Semua itu sudah dianggap debu
di kaca mobil yang segera dibersihkan agar tidak mengotori dan mengganggu
pandangan keagungan.
Bagi pecinta dunia, melihat dunia menjadi segala-galanya dan melihat
keagungan tuhan sebatas sayap nyamuk. Pada sisi tertentu ada titik temu antara
pencinta Tuhan dengan pecinta dunia, yaitu pada kesemangatan untuk meraih
kejayaan di dunia. Para pecinta tauhid selalu berusaha mewujudkan perdamaian
dan kejayaan. Prinsip hidupnya ingin menciptakan rasa nyaman dan damai dan sangat
membenci peperangan. Itu sebabnya peperangan jika terjadi sebenarnya sebagai upaya
untuk mewujudkan rasa nyaman dan damai. Sebab para pecinta tauhid, selalu
berdiri tegak terhadap siapapun yang telah melakukan imperialisme,
kolonialisme, penjajahan, genosida dan sejenisnya.
Para pecinta dunia, juga sering menggunakan kekerasan, peperangan dan
kolonialisme sebagai dalih dalam rangka menciptakan perdamaian dan keadilan. Mereka
tidak segan-segan melakukan pembantaian atas tuduhan-tuduhan yang sangat
irasional seperti : para pembrontak, para bandit, kaum radikal, komunis,
kapitalis dan sejenisnya. Mereka hadir seolah-olah sebagai penyelamat. Tapi sebenarnya
sedang membangun sistem kehidupan agar sistem pemerintahan yang dijajah dan sistem
kehidupan masyarakat selalu tergantung terhadap kebijakan-kebijakan para
penjajah.
Dalam prakteknya kedua kelompok tersebut mampu mempengaruhi
negara-negara lain atau bangsa-bangsa lain. Mereka akhirnya membentuk kelompok-kelompok
dan antara anggota kelompok besar tersebut saling curiga satu dengan lainnya. Adanya
fenomena dunia semakin semrawut dan potensi perang semakin menguat sebenarnya
dampak dari kekuatan pengaruh negara yang berjuang untuk kepentingan tauhid dan
negara untuk kepentingan duniawi.
Para ahli tauhid dan ahli dunia pada wilayah tertentu kadang ada titik
temu ya. Bisa dari suku, etnis, budaya maupun sama-sama satu agama. Mereka terkadang
ada kesamaan, meskipun berbeda bangsa dan negara. Mereka masuk pada kelompok
tertentu juga mempunyai argumentasi yang bisa juga sama: sama-sama sedang
memperjuangkan agama, sama-sama sedang memperjuangkan kemanusiaan. Maka, sangat
sulit sekali mempertemukan kesamaan presepsi satu negara dan pandangan presepsi
keagamaan maupun unsur-unsur lain seperti etnis, suku dan budaya.
Antara negara Iran berbeda pandangan dengan negara Arab Saudi. Meskipun pada
titik temu mereka sama-sama menyembah Allah SWT. Pada sisi lain, mereka
mempunyai otoritas menterjemahkan firman-firman Tuhan dengan tujuan-tujuan
politik masing-masing. Wajar apabila keberanian tentara Iran menyerang negara Israel
oleh sebagian umat Islam dianggap sebagai pahlawan, tapi sebagian dari umat Islam
lain justru dianggap sebagai biang kerok ketidakstabilitas hubungan
negara-negara Timur Tengah dengan Israel dan AS.
Maka kita akan melihat respon dari para pendukung yang berbeda tersebut.
Jelas keduanya saling serang sangat seru di dunia maya.
Ayat 41 Surat Al-Baqarah di atas sebenarnya menceritakan kisah Bani
Israel. Tentu saja kita juga harus ingat bahwa ayat tersebut turun juga pembelajaran
umat Nabi Muhammad SAW. Umat Bani Israel juga manusia. sama seperti umat nabi Muhammad
SAW. Potensi mengingkari ayat-ayat tuhan dan menjual ayat-ayat tuhan dengan
harga murah juga terjadi pada umat nya saat sekarang ini.
Lagi-lagi saya dan -mungkin anda -sangat kesulitan memetakan mana-mana
orang yang ingkar dan mana-mana orang yang sedang menjual ayat-ayat al-qur’an. Jika
kita menuduh seseorang atau sekelompok umat islam, jangan-jangan tuduhan nya
tidak benar. Akhirnya tuduhan itu justru berbalik pada diri kita sendiri.
Saya kira sudah tidak relevan lagi untuk saling menuduh ini-itu terhadap
sesama saudara sesama muslim. Energi kita yang terkuras untuk memelihara “kecurigaan”
terus-menerus mulai dikurangi dan ditransfer energinya untuk membangun
peradaban Islam yang sangat jauh tertinggal di negara-negara yang mayoritas
non-muslim. Saya kira, ini jauh lebih manfaat daripada rebutan surga. Saya khawatir
biasanya yang suka rebutan, malah tidak kebagian. Celaka bukan?
Penulis : Vijianfaiz,PhD
Ketika Kaum Musryikin Menantang Tuhan
31 Mei 2026   Oleh : Vijianfaiz,PhD   90
Kesuksesan di Antara Ujian, Keterbatasan dan Konsisten Terus Berkarya
30 Mei 2026   Oleh : Vijianfaiz,PhD   147
Materialisme Atas Nama Tuhan
28 Mei 2026   Oleh : Vijianfaiz,PhD   135
Dari Kurban Jasmaniah Menuju Kejayaan Ruhaniah
27 Mei 2026   Oleh : Vijianfaiz,PhD   231
Perseteruan Ahli Dzikir dan Kelompok Penghancur Masjid
25 Mei 2026   Oleh : Vijianfaiz,PhD   267
Mengintegrasikan Iman, Islam dan Ihsan dalam Kehidupan Sehari-Hari
Minggu , 17 September 2023      13820
Pentingnya Manusia Ber-Tuhan
Minggu , 03 September 2023      4868
IMPLEMENTASI HAK-HAK POLITIK KELOMPOK MINORITAS MENURUT ABDURRAHMAN WAHID
Rabu , 18 Januari 2023      3863
Khutbah Jum'at Kontemporer Sikap Umat Islam Terhadap Perang Iran-Israel
Rabu , 25 Juni 2025      3522
NU Dan Sejarah Komite Hijaz Yang Terlupakan
Rabu , 24 Juni 2020      3272