Avatar

Vijianfaiz,PhD

Penulis Kolom

352 ARTIKEL TELAH DITERBITKAN

" "

Q.S. Al-Baqarah Ayat 41: Yakin Pertolongan Allah



Sabtu , 05 Juli 2025



Telah dibaca :  640

Berbagai peristiwa telah terjadi. Ada fenomena alam dan ada fenomena dinamika kehidupan sosial. Manusia dan alam semesta terus bergerak mengalami perubahan-perubahan. Ada perubahan negatif ada juga perubahan-perubahan positif. Ada perubahan secara evolusi, ada perubahan secara revolusi. Ada perubahan semakin memperbaiki peradaban, ada juga perubahan yang justru merusak peradaban yang sudah ada. Ada beragam motif terjadinya perubahan. Salah satu motif nya, yaitu memperteguh keimanan kepada ayat-ayat Allah yang telah diturunkan kepada Nabi Muhammad dan menjadi panduan kehidupan bagi umat nya.

Allah SWT telah berfirman dalam Q.S. Al-Baqarah ayat 41 sebagai berikut:

وَاٰمِنُوْا بِمَآ اَنْزَلْتُ مُصَدِّقًا لِّمَا مَعَكُمْ وَلَا تَكُوْنُوْٓا اَوَّلَ كَافِرٍ ۢ بِهٖۖ وَلَا تَشْتَرُوْا بِاٰيٰتِيْ ثَمَنًا قَلِيْلًاۖ وَّاِيَّايَ فَاتَّقُوْنِ ۝٤١

Artinya:

Berimanlah kamu kepada apa (Al-Qur’an) yang telah Aku turunkan sebagai pembenar bagi apa yang ada pada kamu (Taurat) dan janganlah kamu menjadi orang yang pertama kafir kepadanya. Janganlah kamu menukarkan ayat-ayat-Ku dengan harga murah dan bertakwalah hanya kepada-Ku.

Syeikh Al-Qurthubi menjelaskan tentang orang-orang Ahlu Kitab yang tidak mengakui kebenaran Al-Qur’an -meskipun di dalam nya  telah membenarkan kitab taurat. Sebagian mereka menolaknya kebenaran al-Qur’an (Qurthubi, 2015). Pada sambungan ayat juga menceritakan bagian dari perilaku Ahli Kitab -Bani Israel -yang menukan ayat-ayat kitab sucinya dengan harga murah (Qurthubi, 2015). Mereka berani memalsukan ayat-ayat untuk kepentingan bisnis dan politik serta keakuan diri sebagai anak Tuhan. Keberanian memalsukan untuk kepentingan-kepentingan tersebut terus digembor-gemborkan kepada para pengikutnya. Propaganda yang sangat masif dan terus-menerus telah merubah presepsi semua kebatilan tersebut itu adalah kebenaran. Para pengikutnya tidak segan-segan melakukan pembelaan sebagai bagian -yang dianggap oleh mereka - tugas suci dan disisi lain sebagai upaya untuk mencapai tujuan-tujuan yang terselubung di dalam nya.

Dalam sudut pandang tauhid, dunia laksana sebatas sayap nyamuk. Kesuksesan atau prestasi seseorang hanya sebatas usia hidup di dunia. Angka 70-90 tahun bagi ahli tauhid sangat pendek sekali jika dibandingkan dengan alam barzah -alam kubur – apalagi jika dibandingkan dengan alam akherat. Umur Nabi Muhammad hanya 63 tahun. Dia telah meninggal 14 abad yang lalu. tahun akan terus bertambah. Bertambah nya tahun kematian berarti bertambah angka pembanding dari usia Nabi. Begitu juga usia-usia manusia di muka bumi. Entah sudah berapa persen usia Nabi Adam jika dibagi dengan ratusan atau bahkan jutaan tahun sampai detik ini. Umur benar-benar sebatas satu sayap nyamuk yang sangat ringan dan sangat kecil jumlah nya.

Sudut pandang tauhid juga sebenarnya mendidik untuk memanfaatkan waktu yang begitu pendek melahirkan produk yang berkualitas baik dari sisi kualitas iman maupun kualitas karya -amalun sholihun. Prinsip orang beriman tidak ada waktu istirahat. Hakikat istirahat ahli tauhid saat ia telah meninggal dunia. Maka, hidup benar-benar dirancang sedemikian rupa target-target prestasi secara individual dan kejayaan bangsa dan negara secara kuliyah -universal.

Jadi dalam pikiran hanya satu kalimat yaitu menjadi manusia “mutaqin”, yaitu menciptakan konstribusi menjadi kekasih Allah dan memberi konstribusi menjadi pelopor peradaban yang unggul. Bangsa-bangsa yang mempunyai prinsip seperti ini terasa hidup selalu indah. Pada dirinya hanya bayangan sang kekasih teragung dan terus bercumbu rayu dengan memberikan segala persembahan-persembahan sinar-sinar peradaban. Level bangsa sudah tidak lagi memikirkan persoalan khilafiyah, perbedaan furu’. Semua itu sudah dianggap debu di kaca mobil yang segera dibersihkan agar tidak mengotori dan mengganggu pandangan keagungan.

Bagi pecinta dunia, melihat dunia menjadi segala-galanya dan melihat keagungan tuhan sebatas sayap nyamuk. Pada sisi tertentu ada titik temu antara pencinta Tuhan dengan pecinta dunia, yaitu pada kesemangatan untuk meraih kejayaan di dunia. Para pecinta tauhid selalu berusaha mewujudkan perdamaian dan kejayaan. Prinsip hidupnya ingin menciptakan rasa nyaman dan damai dan sangat membenci peperangan. Itu sebabnya peperangan jika terjadi sebenarnya sebagai upaya untuk mewujudkan rasa nyaman dan damai. Sebab para pecinta tauhid, selalu berdiri tegak terhadap siapapun yang telah melakukan imperialisme, kolonialisme, penjajahan, genosida dan sejenisnya.

Para pecinta dunia, juga sering menggunakan kekerasan, peperangan dan kolonialisme sebagai dalih dalam rangka menciptakan perdamaian dan keadilan. Mereka tidak segan-segan melakukan pembantaian atas tuduhan-tuduhan yang sangat irasional seperti : para pembrontak, para bandit, kaum radikal, komunis, kapitalis dan sejenisnya. Mereka hadir seolah-olah sebagai penyelamat. Tapi sebenarnya sedang membangun sistem kehidupan agar sistem pemerintahan yang dijajah dan sistem kehidupan masyarakat selalu tergantung terhadap kebijakan-kebijakan para penjajah.

Dalam prakteknya kedua kelompok tersebut mampu mempengaruhi negara-negara lain atau bangsa-bangsa lain. Mereka akhirnya membentuk kelompok-kelompok dan antara anggota kelompok besar tersebut saling curiga satu dengan lainnya. Adanya fenomena dunia semakin semrawut dan potensi perang semakin menguat sebenarnya dampak dari kekuatan pengaruh negara yang berjuang untuk kepentingan tauhid dan negara untuk kepentingan duniawi.

Para ahli tauhid dan ahli dunia pada wilayah tertentu kadang ada titik temu ya. Bisa dari suku, etnis, budaya maupun sama-sama satu agama. Mereka terkadang ada kesamaan, meskipun berbeda bangsa dan negara. Mereka masuk pada kelompok tertentu juga mempunyai argumentasi yang bisa juga sama: sama-sama sedang memperjuangkan agama, sama-sama sedang memperjuangkan kemanusiaan. Maka, sangat sulit sekali mempertemukan kesamaan presepsi satu negara dan pandangan presepsi keagamaan maupun unsur-unsur lain seperti etnis, suku dan budaya.

Antara negara Iran berbeda pandangan dengan negara Arab Saudi. Meskipun pada titik temu mereka sama-sama menyembah Allah SWT. Pada sisi lain, mereka mempunyai otoritas menterjemahkan firman-firman Tuhan dengan tujuan-tujuan politik masing-masing. Wajar apabila keberanian tentara Iran menyerang negara Israel oleh sebagian umat Islam dianggap sebagai pahlawan, tapi sebagian dari umat Islam lain justru dianggap sebagai biang kerok ketidakstabilitas hubungan negara-negara Timur Tengah dengan Israel dan AS.

Maka kita akan melihat respon dari para pendukung yang berbeda tersebut. Jelas keduanya saling serang sangat seru di dunia maya.

Ayat 41 Surat Al-Baqarah di atas sebenarnya menceritakan kisah Bani Israel. Tentu saja kita juga harus ingat bahwa ayat tersebut turun juga pembelajaran umat Nabi Muhammad SAW. Umat Bani Israel juga manusia. sama seperti umat nabi Muhammad SAW. Potensi mengingkari ayat-ayat tuhan dan menjual ayat-ayat tuhan dengan harga murah juga terjadi pada umat nya saat sekarang ini.

Lagi-lagi saya dan -mungkin anda -sangat kesulitan memetakan mana-mana orang yang ingkar dan mana-mana orang yang sedang menjual ayat-ayat al-qur’an. Jika kita menuduh seseorang atau sekelompok umat islam, jangan-jangan tuduhan nya tidak benar. Akhirnya tuduhan itu justru berbalik pada diri kita sendiri.

Saya kira sudah tidak relevan lagi untuk saling menuduh ini-itu terhadap sesama saudara sesama muslim. Energi kita yang terkuras untuk memelihara “kecurigaan” terus-menerus mulai dikurangi dan ditransfer energinya untuk membangun peradaban Islam yang sangat jauh tertinggal di negara-negara yang mayoritas non-muslim. Saya kira, ini jauh lebih manfaat daripada rebutan surga. Saya khawatir biasanya yang suka rebutan, malah tidak kebagian. Celaka bukan?



Penulis : Vijianfaiz,PhD


Bagikan Ke :

Tulis Komentar


   Berita Terkait

Ketika Kaum Musryikin Menantang Tuhan
31 Mei 2026   Oleh : Vijianfaiz,PhD   90

Materialisme Atas Nama Tuhan
28 Mei 2026   Oleh : Vijianfaiz,PhD   135

Dari Kurban Jasmaniah Menuju Kejayaan Ruhaniah
27 Mei 2026   Oleh : Vijianfaiz,PhD   231

Perseteruan Ahli Dzikir dan Kelompok Penghancur Masjid
25 Mei 2026   Oleh : Vijianfaiz,PhD   267

   Berita Popular

Mengintegrasikan Iman, Islam dan Ihsan dalam Kehidupan Sehari-Hari
Minggu , 17 September 2023      13820


Pentingnya Manusia Ber-Tuhan
Minggu , 03 September 2023      4868


NU Dan Sejarah Komite Hijaz Yang Terlupakan
Rabu , 24 Juni 2020      3272