
Kitab Taurat merupakan kebenaran hakiki dari Tuhan. Tapi
Bani Israel kelihatannya sejak dulu telah menciptakan rekayasa kebenaran dengan
lari dari subtansi Kitab Suci nya. Keinginan awal kaum Bani Israel agar
kehidupan mendapatkan bimbingan Kitab Suci. Namun setelah melewati fase
penderitaan dari cengkraman Raja Fir’aun, mereka kembali lagi pada tabiat nya
yaitu menentang perintah-perintah Tuhan. Q.S. Al-Baqarah ayat 53 berbunyi:
وَاِذْ
اٰتَيْنَا مُوْسَى الْكِتٰبَ وَالْفُرْقَانَ لَعَلَّكُمْ تَهْتَدُوْنَ ٥٣
Artinya:
(Ingatlah)
ketika Kami memberikan kitab (Taurat) dan furqān kepada Musa agar kamu
memperoleh petunjuk.
Tafsir
Qurthubi menjelaskan makna Al-Furqan dalam ayat tersebut yaitu kelapangan dari
kesusahan. Sebab dulu mereka Adalah orang-orang yang diperbudak oleh Kaum Qibti
Ketika Nabi
Musa telah berhasil melepaskan segala penderitaan hidup dan menjadi manusia
yang utama, mereka secara pelan-pelan menentang perintah-perintah Tuhan. Bahkan
dalam perjalanan sejarah selanjutnya, mereka secara terang-terangan menyembah
selain Tuhan dan membunuh para utusan-utusan-Nya.
Prof Wahbah
Az-Zuhaili dalam Tafsir Munir menjelaskan makna Fir’aun sebagai gelar para Raja
Mesir sebelum dinasti Ptolemy. Sama seperti kaisar untuk Raja Mesir, Kisra untuk
Raja Persia, Tubba’ untuk Raja Yunani, Najasy untuk Raja Etiopia, Khaqan untuk
Raja Turki dan Ptolemy untuk Raja India
Keagungan dan
keutamaan kaum Bani Israel lenyap ketika mereka melanggar perintah-perintah Allah.
Mereka bukan manusia pilihan dan bukan juga manusia yang mendapatkan keberkahan
dari-Nya. Sebab manusia pilihan dan manusia yang mendapatkan berkah serta syafaat
dari Allah yaitu manusia yang selalu taat terhadap aturan-aturan yang telah dibuat
oleh-Nya.
Salah bentuk
nyata pelanggaran terhadap syariat-syariat Tuhan saat sekarang ini -Kitab
Taurat -yaitu melakukan pembantaian secara masif terhadap masyarakat Palestina.
Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu telah mengabaikan penderitaan rakyat Palestina
dan melakukan pembiaran terhadap tentaranya melakukan kejatahan tersebut
Kesedihan dunia
internasional jelas sangat nyata. Tidak tega melihat penderitaan rakyat Palestina.
Dunia internasional telah mengutuk tindakan Tentara Israel. Bahkan sebagian masyarakat
sipil Israel melakukan demonstrasi agar peperangan dan pembantaian terhadap
rakyat Palestina dihentikan
Penguasa tidak
mendengarkan suara rakyatnya. Pemerintah Israel bersikukuh melakukan
pembantaian secara masif warga Palestina. Mereka terus bergerak menguasai
tanah-tanah Palestina dan terus berusaha membuang Palestina dari Peta Dunia. Bahkan
bukan hanya Palestina saja yang akan dikuasi oleh Israel, seluruh negara-negara
lain akan dibuat tunduk terhadap aturan-aturan kehidupan internasional yang
dibuat oleh nya.
Ayat tersebut adalah
bahasa Tuhan memberikan kemerdekaan berfikir kepada kaum Bani Israel. Ayat tersebut
merupakan ajaran Tuhan agar Bani Israel bisa berfikir secara jernih bahwa
kenikmatan yang mereka rasakan selama ini berasal dari Tuhan. Namun Sejarah telah
mencatat, bahwa harapan Tuhan terhadap kejernihan berfikir Bani Israel untuk
melihat karya Tuhan yang agung tidak serta merta hati mereka bergerak untuk
menundukan kepala dan menyembah kepada-Nya dengan tulus. Sebagian kaum Bani
Israel telah memilih jalan sendiri dengan tidak mau mengikuti jalan-jalan yang
telah diarahkan tuhan kepada Nya. Kecerdasan akal dan berbagai kelebihan yang ada
pada dirinya telah merasa mampu berdiri tanpa bantuan kekuasaan Tuhan. suatu
cara berfikir yang dulu pernah terjadi pada mereka dan kemudian dibinasakan
oleh Tuhan. Apakah Tuhan pun akan kembali membalas arogansi mereka saat sekarang
ini, tentu hanya Tuhan yang mengetahui nya.
Saya -dan
mungkin anda -bagian kecil dari masyarakat dunia senantiasa berharap agar
dijauhkan dari sifat-sifat negatif Bani Israel dan juga diberi kemampuan untuk
bisa berkontribusi untuk kebaikan, termasuk untuk masyarakat Palestina.
Penulis : Vijianfaiz,PhD
Genjatan Senjata Antara Harapan Damai dan Ancaman Baru
10 April 2026   Oleh : Vijianfaiz,PhD   324
Minyak Bumi antara Berkah dan Bencana
24 Maret 2026   Oleh : Imam Ghozali   185
Hubungan Tamak Dan Takut Mati
21 Februari 2026   Oleh : Imam Ghozali   81
Ketakutan Kaum Yahudi Akan Kematian
10 Februari 2026   Oleh : Imam Ghozali   96
Lubang Biawak di Tepi Laut Persia
09 Februari 2026   Oleh : Vijianfaiz,PhD   127
Mengintegrasikan Iman, Islam dan Ihsan dalam Kehidupan Sehari-Hari
Minggu , 17 September 2023      13557
Pentingnya Manusia Ber-Tuhan
Minggu , 03 September 2023      4551
IMPLEMENTASI HAK-HAK POLITIK KELOMPOK MINORITAS MENURUT ABDURRAHMAN WAHID
Rabu , 18 Januari 2023      3568
Khutbah Jum'at Kontemporer Sikap Umat Islam Terhadap Perang Iran-Israel
Rabu , 25 Juni 2025      2950
NU Dan Sejarah Komite Hijaz Yang Terlupakan
Rabu , 24 Juni 2020      2875