Avatar

Vijianfaiz,PhD

Penulis Kolom

321 ARTIKEL TELAH DITERBITKAN

" "

Q.S. Al-Baqarah Ayat 53 : Kota Gaza dan Duka Umat Islam



Rabu , 13 Agustus 2025



Telah dibaca :  457

Kitab Taurat merupakan kebenaran hakiki dari Tuhan. Tapi Bani Israel kelihatannya sejak dulu telah menciptakan rekayasa kebenaran dengan lari dari subtansi Kitab Suci nya. Keinginan awal kaum Bani Israel agar kehidupan mendapatkan bimbingan Kitab Suci. Namun setelah melewati fase penderitaan dari cengkraman Raja Fir’aun, mereka kembali lagi pada tabiat nya yaitu menentang perintah-perintah Tuhan. Q.S. Al-Baqarah ayat 53 berbunyi:

وَاِذْ اٰتَيْنَا مُوْسَى الْكِتٰبَ وَالْفُرْقَانَ لَعَلَّكُمْ تَهْتَدُوْنَ ۝٥٣

Artinya:

(Ingatlah) ketika Kami memberikan kitab (Taurat) dan furqān kepada Musa agar kamu memperoleh petunjuk.

Tafsir Qurthubi menjelaskan makna Al-Furqan dalam ayat tersebut yaitu kelapangan dari kesusahan. Sebab dulu mereka Adalah orang-orang yang diperbudak oleh Kaum Qibti (Qurthubi, 2015). Mereka menjadi kaum kelas dua dan jadi pekerja kasar dan sering mendapatkan perilaku yang tidak layak dari Raja Fir’aun.

Ketika Nabi Musa telah berhasil melepaskan segala penderitaan hidup dan menjadi manusia yang utama, mereka secara pelan-pelan menentang perintah-perintah Tuhan. Bahkan dalam perjalanan sejarah selanjutnya, mereka secara terang-terangan menyembah selain Tuhan dan membunuh para utusan-utusan-Nya.

Prof Wahbah Az-Zuhaili dalam Tafsir Munir menjelaskan makna Fir’aun sebagai gelar para Raja Mesir sebelum dinasti Ptolemy. Sama seperti kaisar untuk Raja Mesir, Kisra untuk Raja Persia, Tubba’ untuk Raja Yunani, Najasy untuk Raja Etiopia, Khaqan untuk Raja Turki dan Ptolemy untuk Raja India (Az-Zuhaili, 2013).

Keagungan dan keutamaan kaum Bani Israel lenyap ketika mereka melanggar perintah-perintah Allah. Mereka bukan manusia pilihan dan bukan juga manusia yang mendapatkan keberkahan dari-Nya. Sebab manusia pilihan dan manusia yang mendapatkan berkah serta syafaat dari Allah yaitu manusia yang selalu taat terhadap aturan-aturan yang telah dibuat oleh-Nya.

Salah bentuk nyata pelanggaran terhadap syariat-syariat Tuhan saat sekarang ini -Kitab Taurat -yaitu melakukan pembantaian secara masif terhadap masyarakat Palestina. Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu telah mengabaikan penderitaan rakyat Palestina dan melakukan pembiaran terhadap tentaranya melakukan kejatahan tersebut (Meidyana, 2025). Bahkan lebih jauh lagi, Parlement Israel telah memberikan keputusan untuk menguasai kota Gaza. Ini merupakan jelas-jelas pelanggaran Hukum Internasional (Mawardi, 2025).

Kesedihan dunia internasional jelas sangat nyata. Tidak tega melihat penderitaan rakyat Palestina. Dunia internasional telah mengutuk tindakan Tentara Israel. Bahkan sebagian masyarakat sipil Israel melakukan demonstrasi agar peperangan dan pembantaian terhadap rakyat Palestina dihentikan (https://20.detik.com/, n.d.).

Penguasa tidak mendengarkan suara rakyatnya. Pemerintah Israel bersikukuh melakukan pembantaian secara masif warga Palestina. Mereka terus bergerak menguasai tanah-tanah Palestina dan terus berusaha membuang Palestina dari Peta Dunia. Bahkan bukan hanya Palestina saja yang akan dikuasi oleh Israel, seluruh negara-negara lain akan dibuat tunduk terhadap aturan-aturan kehidupan internasional yang dibuat oleh nya.

Ayat tersebut adalah bahasa Tuhan memberikan kemerdekaan berfikir kepada kaum Bani Israel. Ayat tersebut merupakan ajaran Tuhan agar Bani Israel bisa berfikir secara jernih bahwa kenikmatan yang mereka rasakan selama ini berasal dari Tuhan. Namun Sejarah telah mencatat, bahwa harapan Tuhan terhadap kejernihan berfikir Bani Israel untuk melihat karya Tuhan yang agung tidak serta merta hati mereka bergerak untuk menundukan kepala dan menyembah kepada-Nya dengan tulus. Sebagian kaum Bani Israel telah memilih jalan sendiri dengan tidak mau mengikuti jalan-jalan yang telah diarahkan tuhan kepada Nya. Kecerdasan akal dan berbagai kelebihan yang ada pada dirinya telah merasa mampu berdiri tanpa bantuan kekuasaan Tuhan. suatu cara berfikir yang dulu pernah terjadi pada mereka dan kemudian dibinasakan oleh Tuhan. Apakah Tuhan pun akan kembali membalas arogansi mereka saat sekarang ini, tentu hanya Tuhan yang mengetahui nya.

Saya -dan mungkin anda -bagian kecil dari masyarakat dunia senantiasa berharap agar dijauhkan dari sifat-sifat negatif Bani Israel dan juga diberi kemampuan untuk bisa berkontribusi untuk kebaikan, termasuk untuk masyarakat Palestina.



Penulis : Vijianfaiz,PhD


Bagikan Ke :

Tulis Komentar


   Berita Terkait

Genjatan Senjata Antara Harapan Damai dan Ancaman Baru
10 April 2026   Oleh : Vijianfaiz,PhD   324

Minyak Bumi antara Berkah dan Bencana
24 Maret 2026   Oleh : Imam Ghozali   185

Hubungan Tamak Dan Takut Mati
21 Februari 2026   Oleh : Imam Ghozali   81

Ketakutan Kaum Yahudi Akan Kematian
10 Februari 2026   Oleh : Imam Ghozali   96

Lubang Biawak di Tepi Laut Persia
09 Februari 2026   Oleh : Vijianfaiz,PhD   127

   Berita Popular

Mengintegrasikan Iman, Islam dan Ihsan dalam Kehidupan Sehari-Hari
Minggu , 17 September 2023      13557


Pentingnya Manusia Ber-Tuhan
Minggu , 03 September 2023      4551


NU Dan Sejarah Komite Hijaz Yang Terlupakan
Rabu , 24 Juni 2020      2875