
Ayat ini masih membahas perilaku kaum Bani
Israel. Sebagaimana ayat sebelum nya yang telah membahas panjang lebar sepak
terjang mereka, Ayat 54 juga menceritakan fakta-fakta sejarah betapa keras
kepala keturunan Bani Israel sebagai berikut:
وَاِذْ قَالَ
مُوْسٰى لِقَوْمِهٖ يٰقَوْمِ اِنَّكُمْ ظَلَمْتُمْ اَنْفُسَكُمْ بِاتِّخَاذِكُمُ
الْعِجْلَ فَتُوْبُوْٓا اِلٰى بَارِىِٕكُمْ فَاقْتُلُوْٓا اَنْفُسَكُمْۗ ذٰلِكُمْ
خَيْرٌ لَّكُمْ عِنْدَ بَارِىِٕكُمْۗ فَتَابَ عَلَيْكُمْۗ اِنَّهٗ
هُوَ التَّوَّابُ الرَّحِيْمُ ٥
Artinya:
(Ingatlah)
ketika Musa berkata kepada kaumnya, “Wahai kaumku, sesungguhnya kamu telah
menzalimi dirimu sendiri dengan menjadikan (patung) anak sapi (sebagai
sembahan). Oleh karena itu, bertobatlah kepada Penciptamu dan bunuhlah dirimu.
Itu lebih baik bagimu dalam pandangan Penciptamu. Dia akan menerima tobatmu.
Sesungguhnya Dialah Yang Maha Penerima Tobat lagi Maha Penyayang.
Ayat
sebelumnya -ayat 53 -tentang harapan-harapan tuhan agar kaum Bani Israel mendapatkan
petunjuk kebenaran kekuasaan-nya dan mendapatkan kebahagiaan di dunia dan
akherat. Ayat ini sebagai jawaban bahwa potensi akal pikiran kaum bani israel
ternyata tidak digunakan untuk melihat segala kebenaran tuhan. mereka terus
menentang dengan melawan ayat-ayat seperti menjadikan patung anak sapi sebagai
sesembahan. Perbuatan tersebut merupakan pelanggaran tertinggi, yaitu
menjadikan makhluk sebagai tandingan Tuhan.
Para mufasirin
dalam berbagai kitab tafsirnya -yang telah penulis kutip sebelum nya – sudah
menjelaskan panjang lebar kejahatan dan arogansi kaum Bani Israel menurut
pandangan keilmuwan mereka masing-masing. Tidak ada kelompok manusia yang
mempunyai kesombongan melebihi Bani Israel. Bukan hanya sombong kepada manusia,
tapi kepada Sang Pencipta. Mereka berani menyembah selain Allah -menyembah sapi
– ketika sebelum nya sudah mengenal-Nya melalui Rasulullah yaitu Nabi Musa AS.
Jika penulis
mempelajari sejarah perkembangan agama, masyarakat mengenal agama melalui
pencarian dengan cara mereka masing-masing. Masyarakat Indonesia melakukan
pencarian Sang Penguasa melalui presepsi-presepsi sumber kekuatan yang dianggap
mistis seperti batu-batu besar, pohon-pohon sebagai tempat persemayamnya
kekuatan ghaib. Ini kemudian melahirkan paham animisme dan dinamisme. Setelah datang
para pendakwah dari berbagai agama, sebagian penganut animisme dan dinamisme
masuk agama pendatang seperti Hindu, Budha, Islam dan Kristen.
Sebagian kaum Bani
Israel melakukan ritual justru zig-zaq. Dari sudah mengenal Tuhan, kemudian
mencari Tuhan lain. Ironisnya Tuhan baru yang disembah adalah patung sapi terbuat
dari emas. Para mufasirin menjelaskan hal ini karena pengaruh budaya Bangsa
Mesir yang masih belum menerima agama tauhid. Karena para penguasa mereka
adalah para penguasa penyembah berhala.
Tentu saja
sangat ironis sekali hal ini terjadi. nenek moyang Bani Israel adalah Nabi
Ya’qub dan kemudian Tuhan menurunkan beberapa Nabi dan Rasul untuk membimbing
risalah tauhid. Namun tradisi ketauhidan yang diajarkan oleh nenek moyang
mereka terhempas oleh suatu kejadian yang dianggap sangat luarbiasa, yaitu Patung
Sapi yang bisa bersuara. Padahal semua itu merupakan rekayasa dari seorang pembuat
patung bernama Samiri.
Apakah hal ini
karena pengaruh pergaulan dengan bangsa mesir yang saat itu sudah mengalami
kemajuan peradaban. Pendapat Bisa jadi
iya. Naluri manusia memang selalu senang melihat hal-hal yang bersifat
menyenangkan dan hal-hal yang terlihat hebat, modern dan berperadaban yang
bersifat duniawiyah. Manusia sering melihat diri dan orang di sekitarnya. Saat melihat
diri biasa-biasa saja dan orang lain terlihat lebih hebat, maka akan muncul
rasa iri dan ingin meniru seperti mereka.
Anak-anak muda
Indonesia pada era 70-an hingga 90 an sangat gandrung terhadap tokoh politik Irak
dan Iran yaitu Sadam Husein dan Ayatollah Khomeini. Dua tokoh yang mencerminkan
pemimpin negara yang sangat maskulin, berwibawa dan berani menentang Israel dan
AS. Gambar-gambar nya dijual di berbagai tempat, di toko buku, di
pinggir-pinggir jalan dan di dekat-dekat kampus besar.
Sedangkan anak-anak
kaum elit sangat gandrung terhadap Jerman dan AS. Anak-anak mereka kirim ke
sekolah-sekolah bergengsi di kedua negara tersebut. Mereka pulang dan menjadi
ekonom dan para pejabat negara. Ini yang kemudian meletakan dasar-dasar
pemikiran ekonomi dan politik di Indonesia pada era Orde Baru.
Penulis juga berpandangan
bahwa Bani Israel melakukan pembangkangan terhadap ajaran tauhid para nabi disebabkan
karena kental nya pandangan materialisme yang sangat mengakar. Jika merujuk
kepada sejarah masa lalu, kisah-kisah rencana pembunuhan terhadap Nabi Yusuf bagian
dari ketidakmampuan saudara Yusuf bersaing dengannya pada hal-hal yang bersifat
dunia seperti ketampanan, kecerdasan dan kelebihan-kelebihan lainnya. ini
terlihat sederhana dan sepele, tapi faktanya sekarang bisa terlihat dengan
jelas. Peristiwa perselingkuhan, perkelahian, pembunuhan dan perceraian tidak
lepas karena dari faktor paras wajah seseorang. Dan ini juga dibuktikan saat
para wanita bangsawan melihat ketampanan Nabi Yusuf, mereka melukai tangannya
dan darah menetes ke lantai tidak terasa. Jari-jari putus tidak merasakan
sakit. Keindahan wajah Yusuf telah menutup akal pikiran mereka sehingga rasa
sakit pada diri mereka tidak ada. Ketampanan dan kecantikan sering hadir
laksana ganja yang menghilangkan kesadaran akal manusia.
Pada masa Nabi
Daud, sebagian kaum nya tidak patuh untuk beribadah di hari sabtu. Mereka tetap
pergi ke laut. Saat berada di laut, mereka melihat sekumpulan ikan sangat
banyak dan tidak terjadi pada hari-hari selain hari sabtu. Mereka kemudian
berfikir bahwa agama yang dibawa oleh Nabi Daud tidak mendatangkan keuntungan
dunia. Mereka kemudian meninggalkan ajaran tuhan, dan setiap hari sabtu mereka
selalu pergi ke laut mencari penghidupan.
Wajah-wajah Bani
Israel adalah cermin dari wajah manusia yang mudah kagum terhadap orang lain,
masyarakat lain atau peradaban bangsa lain. pada sisi positif, kaum Bani Israel
tidak hanya kagum dan mengagumi bangsa lain, tapi berjuang untuk mengungguli nya
dalam segala aspek kehidupan. Bahkan bukan hanya mengungguli, mereka bahkan
melakukan langkah yang lebih ekstrim lagi yaitu menguasai bangsa-bangsa lain
dalam genggaman kekuasaannya.
Pada sisi
positif ini kelihatannya selain Bani Israel masih harus realistis mengakui
kehebatan dan kegigihan mereka. Generasi Islam kelihatannya harus terbuka
belajar etos kerja dan semangat belajar seperti kaum Bani Israel. Apalagi jika
dilihat dari ajaran Islam yang sudah ya’ulu wala yu’la ‘alaihi sangat
memenuhi perangkat untuk mencapai peradaban yang bisa melebihi dari Bani
Israel. Tapi kapan waktunya, tentu saja semua ini berangkat dari kesadaran
kolektif umat Islam untuk melakukan ijtihad-ijtihad ilmu pengetahuan, sanit dan
teknologi.
Sebagai penutup
tulisan ini yang menjadi menarik ayat tersebut di atas terletak pada kalimat
terakhir yaitu “اِنَّهٗ هُوَ التَّوَّابُ الرَّحِيْمُ “,
Sesungguhnya Dialah Yang Maha Penerima Tobat Lagi Maha Penyayang.
Kita sudah
ma’lum bahwa kejahatan Bani Israel sudah mashur di seluruh muka bumi, tapi Tuhan
tetap memberi peluang kepada mereka untuk kembali ke ajaran Islam yaitu ajaran Islam
yang dibawa oleh para Rasul mereka yang telah diteruskan oleh Rasul penutup
para Rasul yaitu Nabi Muhammad SAW.
Penulis : Vijianfaiz,PhD
Genjatan Senjata Antara Harapan Damai dan Ancaman Baru
10 April 2026   Oleh : Vijianfaiz,PhD   324
Minyak Bumi antara Berkah dan Bencana
24 Maret 2026   Oleh : Imam Ghozali   185
Hubungan Tamak Dan Takut Mati
21 Februari 2026   Oleh : Imam Ghozali   81
Ketakutan Kaum Yahudi Akan Kematian
10 Februari 2026   Oleh : Imam Ghozali   96
Lubang Biawak di Tepi Laut Persia
09 Februari 2026   Oleh : Vijianfaiz,PhD   127
Mengintegrasikan Iman, Islam dan Ihsan dalam Kehidupan Sehari-Hari
Minggu , 17 September 2023      13557
Pentingnya Manusia Ber-Tuhan
Minggu , 03 September 2023      4551
IMPLEMENTASI HAK-HAK POLITIK KELOMPOK MINORITAS MENURUT ABDURRAHMAN WAHID
Rabu , 18 Januari 2023      3568
Khutbah Jum'at Kontemporer Sikap Umat Islam Terhadap Perang Iran-Israel
Rabu , 25 Juni 2025      2950
NU Dan Sejarah Komite Hijaz Yang Terlupakan
Rabu , 24 Juni 2020      2875