
Ayat 56-57 merupakan kelanjutan cerita Bani
Israil yang telah dijelaskan pada penulisan sebelumnya. Ayat ini juga
menjelaskan tentang pertolongan Allah kepada hamba hamba-Nya tanpa batas. Meskipun
mereka terkadang menghianati-Nya. Tapi kasih sayang Allah benar-benar tanpa
batas kepada seluruh makhluknya. Rahmat Allah seluas seluruh alam, bahkan lebih
luas dari itu. Berikut ini sebagian dari rahmat Allah kepada orang-orang yang
mendurhakai-Nya.
ثُمَّ
بَعَثْنٰكُمْ مِّنْۢ بَعْدِ مَوْتِكُمْ لَعَلَّكُمْ تَشْكُرُوْنَ ٥٦
وَظَلَّلْنَا
عَلَيْكُمُ الْغَمَامَ وَاَنْزَلْنَا عَلَيْكُمُ الْمَنَّ وَالسَّلْوٰىۗ كُلُوْا
مِنْ طَيِّبٰتِ مَا رَزَقْنٰكُمْۗ وَمَا ظَلَمُوْنَا وَلٰكِنْ كَانُوْٓا
اَنْفُسَهُمْ يَظْلِمُوْنَ ٥٧
Artinya:
Kemudian, Kami
membangkitkan kamu setelah kematianmu agar kamu bersyukur. Kami menaungi kamu dengan awan dan Kami
menurunkan kepadamu manna dan salwa. Makanlah (makanan) yang baik-baik dari
rezeki yang telah Kami berikan kepadamu. Mereka tidak menzalimi Kami, tetapi
justru merekalah yang menzalimi diri sendiri.
Beberapa kitab
tafsir yang telah saya baca, ayat ini menceritakan kisah Bani Israel yang tersesat
selama 40 tahun di Padang Pasir Dataran Sinai. Mereka kelaparan, kepanasan dan
mengalami penderitaan yang sangat mengerikan. Semua ini terjadi karena
kedzaliman mereka atas karunia Allah. Mereka melupakan kenikmatan yang telah
diberikan oleh Nya berupa petunjuk ilahiyah melalui para nabi-nabi
mereka. Tapi mereka menentangnya, bahkan melakukan perlawanan terhadap para
nabi dan rasul. Lalu Allah menghukum nya. Tapi Allah juga kemudian tetap mencurahkan
kenikmatan kepada mereka sebagaimana yang telah dijelaskan dalam ayat tersebut
di atas.
Apakah kita
sering dzalim terhadap diri sendiri sebagaimana yang telah dilakukan oleh Bani
Israel. Pertanyaan ini penting agar kita membiasakan diri untuk mengerti
hakikat diri sendiri dengan segala kelebihan dan kelemahannya. Hari ini -bahkan
pada masa dulu -sering sebagian umat Islam selalu menimpakan kesalahan terhadap
Bangsa Israel. Umat Islam menganggap mereka sebagai biang kerok kerusakan dan
kehancuran umat Islam.
Tuduhan-tuduhan
umat Islam atas kekejaman bangsa Israel ada benarnya. Hal ini jika merujuk kepada
catatan perjalanan sejarah peradaban manusia. Sebagai umat yang sudah sangat
tua, bangsa Israel mempunyai jaringan dunia sangat kuat, terorganisir dengan
rapi dan telah menancapkan kuku kekuasaan di setiap jengkal tanah di muka bumi.
Di seluruh sektor baik ilmu pengetahuan, filsafat, teknologi, agama, budaya
maupun kekuatan militer. Saat umat Islam pada masa lalu belum menyadari gerakan
zionisme yahudi, bangsa ini telah bergerak secara masif laksana penyakit kanker
yang tidak terlihat dipermukaan kulit, namun tiba-tiba saat daya tahan tubuh
lemah, penyakit kanker tersebut telah menguasai seluruh tubuh manusia. sangat
sulit diobati. Hanya melakukan perlawan dengan sisa-sisa tenaga yang sudah
tidak efektif lagi.
Umat Islam
boleh mengatakan dzalim terhadap bangsa Israel saat sekarang ini. Tapi umat Islam
juga harus melihat kedzaliman diri sendiri. Terkadang sebagian umat Islam
begitu sangat mudah menyalahkan orang lain atau bangsa lain, sedangkan disisi
lain sangat sulit menilai kekurangan pada diri sendiri. Kita sering berbicara
hal-hal yang besar dan bombastis. Ide-ide sangat menggiurkan, tapi merambah
jalan untuk menuju itu belum ada. Yang terlihat di depan mata adalah hutan
belantara yang belum jelas petunjuk jalan menuju tujuan.
Benci kepada
bangsa Israel itu fakta. Kekalahan dalam berbagai bidang keduniaan umat islam
oleh kaum yahudi juga fakta lain yang tidak bisa terbantahkan. Secara umum,
kualitas pendidikan penganut agama yahudi di atas rata-rata penganut agama lain
nya termasuk Islam. Pada bidang ekonomi kaum yahudi juga telah menguasai dunia.
termasuk pada bidang teknologi. Umat Islam tertinggal jauh dari kaum yahudi
dalam semua aspek berkaitan kehidupan. Sektor-sektor penting seperti ekonomi, pendidikan,
saint dan teknologi berada dalam genggamannya.
Dari data ini
umat Islam sebenarnya bisa dikatakan sedang “mendzalimi diri sendiri”,
yaitu suatu kedzaliman karena lemah nya mereka untuk bisa menjaga status agama Islam
yang ya’ulu wala yu’la ‘alaih. Umat Islam sangat besar jumlah nya. Tapi hanya
sebatas pangsa pasar mereka. Bangsa yahudi bisa menjadi tuan di negeri sendiri
dan negeri bangsa lain, Sedangkan umat Islam belum bisa menjadi tuan di negeri
sendiri. Ia seolah-olah terasing di kampung sendiri, sebagai penonton dan tamu.
Kirannya saat
sekarang ini, umat Islam harus menyadari kedzaliman diri sendiri untuk terus
memperbaiki kualitas pendidikan, saint dan teknologi serta sektor lain secara revolusioner.
Namun darimana mulai melakukan, suatu hal yang sangat problem yang tidak berkesudahan.
Paling tidak adalah pribadi masing-masing untuk mengurangi kedzaliman diri dengan
senantiasa terus belajar dan memperbaiki kualitas diri dibidang masing-masing.
Penulis : Vijianfaiz,PhD
Ketika Kaum Musryikin Menantang Tuhan
31 Mei 2026   Oleh : Vijianfaiz,PhD   91
Kesuksesan di Antara Ujian, Keterbatasan dan Konsisten Terus Berkarya
30 Mei 2026   Oleh : Vijianfaiz,PhD   147
Materialisme Atas Nama Tuhan
28 Mei 2026   Oleh : Vijianfaiz,PhD   135
Dari Kurban Jasmaniah Menuju Kejayaan Ruhaniah
27 Mei 2026   Oleh : Vijianfaiz,PhD   231
Perseteruan Ahli Dzikir dan Kelompok Penghancur Masjid
25 Mei 2026   Oleh : Vijianfaiz,PhD   268
Mengintegrasikan Iman, Islam dan Ihsan dalam Kehidupan Sehari-Hari
Minggu , 17 September 2023      13822
Pentingnya Manusia Ber-Tuhan
Minggu , 03 September 2023      4869
IMPLEMENTASI HAK-HAK POLITIK KELOMPOK MINORITAS MENURUT ABDURRAHMAN WAHID
Rabu , 18 Januari 2023      3863
Khutbah Jum'at Kontemporer Sikap Umat Islam Terhadap Perang Iran-Israel
Rabu , 25 Juni 2025      3522
NU Dan Sejarah Komite Hijaz Yang Terlupakan
Rabu , 24 Juni 2020      3272