
Setiap manusia tidak pernah lepas dari
kekhilafan atau kesalahan, baik kesalahan kepada Sang Pencipta maupun kesalahan
dalam kehidupan sosial. Manusia sebagai makhluk yang paling sempurna dalam hal
penciptaan nya melebihi kesempurnaan malaikat dan iblis. Kesempurnaan nya
karena pada dirinya ada potensi-potensi diri berbuat melakukan kesalahan dan
potensi untuk mengabdi kepada Allah dengan ikhlas. Ketika manusia dengan segala
komponen kesempurnaan melakukan suatu kesalahan dan ia tidak mau kembali lagi
ke asal nya sebagai hamba Allah yang sholeh, maka kesempuraan tersebut akan
berubah menjadi suatu bencana sampai Hari Kiamat. Sebaliknya, ketika manusia
melakukan kesalahan lalu bertaubat diiringi dengan perbuatan-perbuatan baik (amalun
sholihun), maka orang seperti ini yang akan mendapatkan kemulyaan di
sisi-Nya baik saat masih hidup di dunia maupun di akherat nanti.
Allah SWT telah berfirman dalam Q.S.
Al-Baqarah ayat 58 sebagai berikut:
وَاِذْ قُلْنَا ادْخُلُوْا هٰذِهِ
الْقَرْيَةَ فَكُلُوْا مِنْهَا حَيْثُ شِئْتُمْ رَغَدًا وَّادْخُلُوا الْبَابَ
سُجَّدًا وَّقُوْلُوْا حِطَّةٌ نَّغْفِرْ لَكُمْ خَطٰيٰكُمْۗ وَسَنَزِيْدُ
الْمُحْسِنِيْنَ ٥٨
فَبَدَّلَ الَّذِيْنَ ظَلَمُوْا قَوْلًا
غَيْرَ الَّذِيْ قِيْلَ لَهُمْ فَاَنْزَلْنَا عَلَى الَّذِيْنَ ظَلَمُوْا رِجْزًا
مِّنَ السَّمَاۤءِ بِمَا كَانُوْا يَفْسُقُوْنَࣖ ٥٩
Artinya:
(Ingatlah)
ketika Kami berfirman, “Masuklah ke negeri ini (Baitulmaqdis). Lalu, makanlah
dengan nikmat (berbagai makanan) yang ada di sana sesukamu. Masukilah pintu
gerbangnya sambil membungkuk dan katakanlah, ‘Bebaskanlah kami (dari dosa-dosa
kami),’ niscaya Kami mengampuni kesalahan-kesalahanmu. Kami akan menambah
(karunia) kepada orang-orang yang berbuat kebaikan.”
Lalu,
orang-orang yang zalim mengganti perintah dengan (perintah lain) yang tidak
diperintahkan kepada mereka. Maka, Kami menurunkan malapetaka dari langit
kepada orang-orang yang zalim itu karena mereka selalu berbuat fasik.
Dalam Tafsir
Al-Qurthubi kesalahan-kesalahan yang dilakukan oleh kaum Bani Israel berkaitan
dengan kesalahan mereka menyembah Patung Sapi. Selain itu juga berkaitan dengan
kesalahan mereka melakukan maksiat lainnya kepada Allah SWT. Ketika mereka
telah bertaubat maka Allah akan menambah kebaikan lebih baik dari sebelumnya
yaitu adanya pemahaman lebih mendalam terhadap tauhid
Kenyataannya
tidaklah demikian, kaum Yahudi telah melakukan konspirasi dengan melakukan
penafsiran yang berbeda dengan perintah-Nya. Mereka akhirnya mendapatkan
siksaan dari langit akibat kefasikan mereka
Kedua ayat
tersebut di atas menunjukan sebagian dari watak Bani Israel yaitu selalu
melakukan pembangkangan terhadap perintah-perintah Allah SWT. Perintah-perintah
allah dan kasih sayang Allah dengan memberi kesempatan untuk memperbaiki
kesalahan dengan kebaikan ternyata tidak mereka lakukan. Mereka senantiasa
melakukan segala sesuatu atas pertimbangan akal dan nafsu mereka. Kesombongan
yang telah tertanam dalam hati telah menyebabkan tidak bisa menerima petunjuk
dari-Nya meskipun itu menguntungkan untuk mereka. Namun mereka telah melakukan
definisi tersendiri tentang makna keuntungan tersendiri yaitu keuntungan yang
bersifat duniawi. Sehingga keuntungan berupa ampunan dan kasih sayang Allah
atas segala dosa yang telah mereka lakukan tidak direspon dengan positif.
Mereka memilih jalan sendiri untuk mewujudkan kebahagiaan menurut versinya
yaitu kebahagiaan dengan berlimpah harta dan kekuasaan di dunia.
Bangsa Yahudi
memilih jalan sendiri. Ia berbicara atas nama Tuhan, meskipun sebenarnya sedang
menentang-Nya. Ia terus melakukan konspirasi politik untuk mendapatkan
keuntungan duniawi yang dianggap melebihi keuntungan yang ditawarkan oleh Tuhan
berupa ampunan. Ia tidak peduli. Atas nama Tuhan dan atas nama kejayaan masa
lalu, Ia terus melakukan kerusakan di dunia ini dengan menghancurkan bangsa Palestina
dan bangsa-bangsa lain yang dianggap membantu Palestina.
Sejak hari
senin (8 September 2025) Israel menggempur Gaza. Sedikitnya 150 tewas, 540
lainnya luka-luka, lebih dari 1,3 juta orang masih terperangkap di kota Gaza
saat pemboman.
Negara Qatar pun
tidak luput dari serangan tentara Israel. Serangan ini terjadi ketika para
pemimpin senior Hamas sedang mendiskusikan proposal genjatan sejata yang
didukung AS untuk Gaza. Negara-negara Timur Tengah kompak sama-sama mengutuk
serang yang dilakukan oleh tentara Israel sebagai terorisme negara
Fakta-fakta
tersebut suatu bukti bahwa sejak dulu bangsa Israel selalu melawan
aturan-aturan Tuhan dan terus merasa bahwa dirinya mempunyai kekuatan untuk
menentukan masa depan mereka sendiri tanpa bantuan-nya. Arogansi atas sikap
tersebut tidak lain karena ia merasa apa yang telah dilakukan sebagai wujud
kasih sayang-Nya dan akan terus melakukan kejahatan-kejahatan atas nama
menjalankan perintah-perintah-Nya. Padahal tidak lah seperti itu. Ia telah
melakukan manipulasi makna ayat Tuhan dalam rangka untuk kepentingan nya dan
menuruti hawa nafsunya.
Kejahatan kemanusiaan
akan terus terjadi. Tentara Israel akan terus meluluh lantahkan bangsa Palestina
dan bangsa-bangsa lain atas nama Tuhan meskipun ia secara terang-terangan
melawan perintah Tuhan. Disisi lain, negara-negara yang melawan bangsa Israel
juga berdalih menegakan perintah Tuhan. Mereka melihat bahwa kejahatan yang
dilakukan oleh bangsa Israel kepada bangsa lain sudah tidak bisa dibenarkan
dalam ajaran agama. Ketika dua-dua nya perang atas nama Tuhan, maka sangat
sulit untuk bisa berdamai. Sebab dua-dua telah mengklaim diri sebagai kelompok
yang sedang jihad fisabilillah.
Penulis : Vijianfaiz,PhD
Genjatan Senjata Antara Harapan Damai dan Ancaman Baru
10 April 2026   Oleh : Vijianfaiz,PhD   324
Minyak Bumi antara Berkah dan Bencana
24 Maret 2026   Oleh : Imam Ghozali   185
Hubungan Tamak Dan Takut Mati
21 Februari 2026   Oleh : Imam Ghozali   81
Ketakutan Kaum Yahudi Akan Kematian
10 Februari 2026   Oleh : Imam Ghozali   96
Lubang Biawak di Tepi Laut Persia
09 Februari 2026   Oleh : Vijianfaiz,PhD   127
Mengintegrasikan Iman, Islam dan Ihsan dalam Kehidupan Sehari-Hari
Minggu , 17 September 2023      13554
Pentingnya Manusia Ber-Tuhan
Minggu , 03 September 2023      4548
IMPLEMENTASI HAK-HAK POLITIK KELOMPOK MINORITAS MENURUT ABDURRAHMAN WAHID
Rabu , 18 Januari 2023      3563
Khutbah Jum'at Kontemporer Sikap Umat Islam Terhadap Perang Iran-Israel
Rabu , 25 Juni 2025      2945
NU Dan Sejarah Komite Hijaz Yang Terlupakan
Rabu , 24 Juni 2020      2874