Avatar

Vijianfaiz,PhD

Penulis Kolom

321 ARTIKEL TELAH DITERBITKAN

" "

Q.S. Al-Baqarah Ayat 58 : Kejahatan Atas Nama Tuhan



Sabtu , 13 September 2025



Telah dibaca :  413

Setiap manusia tidak pernah lepas dari kekhilafan atau kesalahan, baik kesalahan kepada Sang Pencipta maupun kesalahan dalam kehidupan sosial. Manusia sebagai makhluk yang paling sempurna dalam hal penciptaan nya melebihi kesempurnaan malaikat dan iblis. Kesempurnaan nya karena pada dirinya ada potensi-potensi diri berbuat melakukan kesalahan dan potensi untuk mengabdi kepada Allah dengan ikhlas. Ketika manusia dengan segala komponen kesempurnaan melakukan suatu kesalahan dan ia tidak mau kembali lagi ke asal nya sebagai hamba Allah yang sholeh, maka kesempuraan tersebut akan berubah menjadi suatu bencana sampai Hari Kiamat. Sebaliknya, ketika manusia melakukan kesalahan lalu bertaubat diiringi dengan perbuatan-perbuatan baik (amalun sholihun), maka orang seperti ini yang akan mendapatkan kemulyaan di sisi-Nya baik saat masih hidup di dunia maupun di akherat nanti.

Allah SWT telah berfirman dalam Q.S. Al-Baqarah ayat 58 sebagai berikut:

وَاِذْ قُلْنَا ادْخُلُوْا هٰذِهِ الْقَرْيَةَ فَكُلُوْا مِنْهَا حَيْثُ شِئْتُمْ رَغَدًا وَّادْخُلُوا الْبَابَ سُجَّدًا وَّقُوْلُوْا حِطَّةٌ نَّغْفِرْ لَكُمْ خَطٰيٰكُمْۗ وَسَنَزِيْدُ الْمُحْسِنِيْنَ ۝٥٨

فَبَدَّلَ الَّذِيْنَ ظَلَمُوْا قَوْلًا غَيْرَ الَّذِيْ قِيْلَ لَهُمْ فَاَنْزَلْنَا عَلَى الَّذِيْنَ ظَلَمُوْا رِجْزًا مِّنَ السَّمَاۤءِ بِمَا كَانُوْا يَفْسُقُوْنَࣖ ۝٥٩

Artinya:

(Ingatlah) ketika Kami berfirman, “Masuklah ke negeri ini (Baitulmaqdis). Lalu, makanlah dengan nikmat (berbagai makanan) yang ada di sana sesukamu. Masukilah pintu gerbangnya sambil membungkuk dan katakanlah, ‘Bebaskanlah kami (dari dosa-dosa kami),’ niscaya Kami mengampuni kesalahan-kesalahanmu. Kami akan menambah (karunia) kepada orang-orang yang berbuat kebaikan.”

Lalu, orang-orang yang zalim mengganti perintah dengan (perintah lain) yang tidak diperintahkan kepada mereka. Maka, Kami menurunkan malapetaka dari langit kepada orang-orang yang zalim itu karena mereka selalu berbuat fasik.

Dalam Tafsir Al-Qurthubi kesalahan-kesalahan yang dilakukan oleh kaum Bani Israel berkaitan dengan kesalahan mereka menyembah Patung Sapi. Selain itu juga berkaitan dengan kesalahan mereka melakukan maksiat lainnya kepada Allah SWT. Ketika mereka telah bertaubat maka Allah akan menambah kebaikan lebih baik dari sebelumnya yaitu adanya pemahaman lebih mendalam terhadap tauhid (Qurthubi, 2015). Dalam Tafsir Munir, Syeikh Az-Zuhaili mengartikan juga kata muhsin adalah orang yang meluruskan fondasi tauhidnya, menyiasati dirinya dengan baik melaksanakan kewajiban-kewajibannya dan menahan kejahatan dirinya dari kaum muslimin (Az-Zuhaili, 2013).

Kenyataannya tidaklah demikian, kaum Yahudi telah melakukan konspirasi dengan melakukan penafsiran yang berbeda dengan perintah-Nya. Mereka akhirnya mendapatkan siksaan dari langit akibat kefasikan mereka (Az-Zuhaili, 2013).

Kedua ayat tersebut di atas menunjukan sebagian dari watak Bani Israel yaitu selalu melakukan pembangkangan terhadap perintah-perintah Allah SWT. Perintah-perintah allah dan kasih sayang Allah dengan memberi kesempatan untuk memperbaiki kesalahan dengan kebaikan ternyata tidak mereka lakukan. Mereka senantiasa melakukan segala sesuatu atas pertimbangan akal dan nafsu mereka. Kesombongan yang telah tertanam dalam hati telah menyebabkan tidak bisa menerima petunjuk dari-Nya meskipun itu menguntungkan untuk mereka. Namun mereka telah melakukan definisi tersendiri tentang makna keuntungan tersendiri yaitu keuntungan yang bersifat duniawi. Sehingga keuntungan berupa ampunan dan kasih sayang Allah atas segala dosa yang telah mereka lakukan tidak direspon dengan positif. Mereka memilih jalan sendiri untuk mewujudkan kebahagiaan menurut versinya yaitu kebahagiaan dengan berlimpah harta dan kekuasaan di dunia.

Bangsa Yahudi memilih jalan sendiri. Ia berbicara atas nama Tuhan, meskipun sebenarnya sedang menentang-Nya. Ia terus melakukan konspirasi politik untuk mendapatkan keuntungan duniawi yang dianggap melebihi keuntungan yang ditawarkan oleh Tuhan berupa ampunan. Ia tidak peduli. Atas nama Tuhan dan atas nama kejayaan masa lalu, Ia terus melakukan kerusakan di dunia ini dengan menghancurkan bangsa Palestina dan bangsa-bangsa lain yang dianggap membantu Palestina.

Sejak hari senin (8 September 2025) Israel menggempur Gaza. Sedikitnya 150 tewas, 540 lainnya luka-luka, lebih dari 1,3 juta orang masih terperangkap di kota Gaza saat pemboman.

Negara Qatar pun tidak luput dari serangan tentara Israel. Serangan ini terjadi ketika para pemimpin senior Hamas sedang mendiskusikan proposal genjatan sejata yang didukung AS untuk Gaza. Negara-negara Timur Tengah kompak sama-sama mengutuk serang yang dilakukan oleh tentara Israel sebagai terorisme negara (Sorongan, 2025).

Fakta-fakta tersebut suatu bukti bahwa sejak dulu bangsa Israel selalu melawan aturan-aturan Tuhan dan terus merasa bahwa dirinya mempunyai kekuatan untuk menentukan masa depan mereka sendiri tanpa bantuan-nya. Arogansi atas sikap tersebut tidak lain karena ia merasa apa yang telah dilakukan sebagai wujud kasih sayang-Nya dan akan terus melakukan kejahatan-kejahatan atas nama menjalankan perintah-perintah-Nya. Padahal tidak lah seperti itu. Ia telah melakukan manipulasi makna ayat Tuhan dalam rangka untuk kepentingan nya dan menuruti hawa nafsunya.

Kejahatan kemanusiaan akan terus terjadi. Tentara Israel akan terus meluluh lantahkan bangsa Palestina dan bangsa-bangsa lain atas nama Tuhan meskipun ia secara terang-terangan melawan perintah Tuhan. Disisi lain, negara-negara yang melawan bangsa Israel juga berdalih menegakan perintah Tuhan. Mereka melihat bahwa kejahatan yang dilakukan oleh bangsa Israel kepada bangsa lain sudah tidak bisa dibenarkan dalam ajaran agama. Ketika dua-dua nya perang atas nama Tuhan, maka sangat sulit untuk bisa berdamai. Sebab dua-dua telah mengklaim diri sebagai kelompok yang sedang jihad fisabilillah.



Penulis : Vijianfaiz,PhD


Bagikan Ke :

Tulis Komentar


   Berita Terkait

Genjatan Senjata Antara Harapan Damai dan Ancaman Baru
10 April 2026   Oleh : Vijianfaiz,PhD   324

Minyak Bumi antara Berkah dan Bencana
24 Maret 2026   Oleh : Imam Ghozali   185

Hubungan Tamak Dan Takut Mati
21 Februari 2026   Oleh : Imam Ghozali   81

Ketakutan Kaum Yahudi Akan Kematian
10 Februari 2026   Oleh : Imam Ghozali   96

Lubang Biawak di Tepi Laut Persia
09 Februari 2026   Oleh : Vijianfaiz,PhD   127

   Berita Popular

Mengintegrasikan Iman, Islam dan Ihsan dalam Kehidupan Sehari-Hari
Minggu , 17 September 2023      13554


Pentingnya Manusia Ber-Tuhan
Minggu , 03 September 2023      4548


NU Dan Sejarah Komite Hijaz Yang Terlupakan
Rabu , 24 Juni 2020      2874