
Kitab Suci Taurat merupakan panduan hidup kaum Bani Israel. Tuhan memberi panduang hidup
agar mereka bisa menjadi manusia terhormat tidak hanya sebatas di dunia, tetapi
juga di akherat. Namun mereka tidak mau mengikuti panduan tersebut. Mereka
memilih kehidupan yang sebentar -profan- dan meninggalkan tugas-tugas kesucian
yang telah diajarkan oleh Nabi Musa AS. Pandangan hidup yang mereka pikirkan
sebatas pada keberhasilan duniawi semata. Meskipun mereka telah mendapatkan
bimbingan dari para leluhur sebelum nya -para nabi dan rasul-, mereka justru
semakin keras kepala untuk menolak kebenaran-kebenaran sejati. Mereka telah
memilih jalan hidup sementara untuk meninggalkan jalan keabadiaan. Mereka
berpandangan bahwa hidup yang kekal ketika telah menguasai dunia dengan segala
macam cara, padahal itu hanya sebatas ilusi nafsu semata.
Allah
melukiskan betapa keras nya watak kaum Bani Israel untuk bisa menerima
kebenaran dari-nya dalam Q.S. Al-Baqarah ayat 63-64 sebagai berikut:
وَاِذْ
اَخَذْنَا مِيْثَاقَكُمْ وَرَفَعْنَا فَوْقَكُمُ الطُّوْرَۗ خُذُوْا مَآ
اٰتَيْنٰكُمْ بِقُوَّةٍ وَّاذْكُرُوْا مَا فِيْهِ لَعَلَّكُمْ تَتَّقُوْنَ ٦٣
Artinya:
(Ingatlah)
ketika Kami mengambil janjimu dan Kami angkat gunung (Sinai) di atasmu (seraya
berfirman), “Pegang teguhlah apa yang telah Kami berikan kepadamu dan ingatlah
apa yang ada di dalamnya agar kamu bertakwa.”
ثُمَّ
تَوَلَّيْتُمْ مِّنْۢ بَعْدِ ذٰلِكَ فَلَوْلَا فَضْلُ اللّٰهِ عَلَيْكُمْ
وَرَحْمَتُهٗ لَكُنْتُمْ مِّنَ الْخٰسِرِيْنَ ٦٤
Artinya:
Setelah itu,
kamu berpaling. Maka, seandainya bukan karena karunia Allah dan rahmat-Nya
kepadamu, pasti kamu termasuk orang yang rugi.
Tafsir
Qurthubi menulis tentang latarbelakang turunnya ayat tersebut. ketika Nabi Musa
mendapatkan firman-firman Allah dalam Kitab Taurat, lalu ia memerintah kepada
kaum nya untuk mempelajari Kitab Taurat. Namun mereka tidak mau. Allah kemudian
memerintah kepada malaikat mengangkat gunung di salah satu gunung di Palestina
dan menutupi orang-orang di bawah nya. Lalu malaikat mendatangkan air laut dan
api yang menyala-nyala di belakang mereka. Akhirnya mereka pun bersujud dan
minta ampun kepada Allah SWT
Tafsir Al-Misbah
memberi penjelasan dari ayat tersebut tentang fungsi dari kitab suci bukan
sebatas sebagai firman Allah semata, melainkan juga harus dihayati dan
dipraktekan dalam kehidupan sehari-hari dalam rangka untuk meningkatkan
ketakwaan kepada Allah SWT
Kenapa beriman
kepada allah itu penting?.kenapa mempraktekan ajaran tuhan dalam kitab suci itu
penting? sebab ketika mereka beriman kepada-nya maka punya potensi besar
tercipta kehidupan yang harmonis dan penuh kedamaian tanpa ada saling benci dan
saling caci maki. Kaum bani israel saat sekarang ini menganggap remeh bangsa
lain berangkat dari keringnya keimanan kepada tuhan. hati dan pikirannya
dipenuhi oleh kekuasaan dan kekayaan. Bahkan agama sebatas sebagai alat
ideologi politik, bukan sebagai hudan linnas -petunjuk bagi manusia, tapi
sebagai identitas diri untuk mengatakan bahwa “kami” yang benar dan “mereka”
yang salah.
Agama sudah
kehilangan ruh dakwah nya. agama telah menjadi identitas diri dan sering
dijadikan alat untuk menjustifikasi kebenaran sepihak yang sering diri kita
sendiri memposisikan sebagai orang yang benar dengan segala argumentasinya
sedangkan orang lain salah meskipun punya argumentasi sama baik logika maupun
nash-nash kitab suci.
Ketika agama
menjadi dakwah, maka melihat agama sebagai jalan menemukan kebenaran dan
menemukan kerukunan bersama. Karena agama senantiasa mengajak hidup secara
harmonis dalam keberagaman
Apa yang
terjadi saat sekarang ini di dunia internasional, Bangsa Israel senantiasa
berpedoman bahwa apa yang mereka lakukan bagian dari pesan-pesan Tuhan. Peristiwa
yang terjadi di Palestina bagi nya bukan suatu kejahatan. Tapi jalan melakukan
pembelaan diri. Mereka berbicara atas nama pesan-pesan kitab taurat, tetapi
sebenarnya pesan inti dari kitab taurat sebagai jalan untuk mencapai Tingkat takwa
yang luhur malah tidak dipraktekan dalam kehidupan sehari-hari. Itu sebabnya,
segala perbuatan mereka atas nama kemanusiaan dan perdamaian yang mereka
dengungnkan hanya sebatas untuk menuruti hawa nafsu mereka semata. Itu dampak
dari lari firman-firman Tuhan.
Siapapun penganut
umat manusia yang jauh dari ajaran agama akan mengalami kekacauan peradaban. Kehebatan
akal manusia hingga sampai puncak saat sekarang ini dengan beragam temuan yang
sangat menakjubkan tidak akan membawa kemanfaatan universal. Sebab ruh nya
telah hilang dari peradaban itu yaitu ruh tauhid. Semua hanya kemajuan-kemajuan
peradaban yang sebatas ilusi semata. Mereka menciptakan teknologi dan ilmu
pengetahuan mengatasnamakan peradaban, tetapi pada saat yang sama mereka telah
membuka tabir kemaksiatan dan kejahatan merajalela melalui teknologi tersebut. Mereka
berbicara perdamaian dan kemanusiaan melalui perlombangan penemuan senjata canggih,
namun kenyataanya mereka telah melakukan genoside hingga puluhan ribu mati
akibat keracunan zat kimia atau senjata kimia yang mereka telah ciptakan. Teknologi
telah berubah menjadi monster pembunuh yang sangat mengerikan.
Jika manusia
benar-benar mempelajari kitab suci masing-masing, maka akan menemukan titik
temu arti penting kemanusiaan dan perdamaian. Mereka bisa duduk bareng dan
bersinergi. Ilmu pengetahuan dan teknologi menjadi sahabat manusia dalam
mewujudkan keagungan peradaban di dunia. Manusia benar-benar telah menjadi
khalifah dalam menebarkan nilai-nilai kebajikan kepada seluruh alam semesta.
Penulis : Vijianfaiz,PhD
Genjatan Senjata Antara Harapan Damai dan Ancaman Baru
10 April 2026   Oleh : Vijianfaiz,PhD   324
Minyak Bumi antara Berkah dan Bencana
24 Maret 2026   Oleh : Imam Ghozali   185
Hubungan Tamak Dan Takut Mati
21 Februari 2026   Oleh : Imam Ghozali   81
Ketakutan Kaum Yahudi Akan Kematian
10 Februari 2026   Oleh : Imam Ghozali   96
Lubang Biawak di Tepi Laut Persia
09 Februari 2026   Oleh : Vijianfaiz,PhD   127
Mengintegrasikan Iman, Islam dan Ihsan dalam Kehidupan Sehari-Hari
Minggu , 17 September 2023      13554
Pentingnya Manusia Ber-Tuhan
Minggu , 03 September 2023      4546
IMPLEMENTASI HAK-HAK POLITIK KELOMPOK MINORITAS MENURUT ABDURRAHMAN WAHID
Rabu , 18 Januari 2023      3563
Khutbah Jum'at Kontemporer Sikap Umat Islam Terhadap Perang Iran-Israel
Rabu , 25 Juni 2025      2942
NU Dan Sejarah Komite Hijaz Yang Terlupakan
Rabu , 24 Juni 2020      2872