Avatar

Vijianfaiz,PhD

Penulis Kolom

352 ARTIKEL TELAH DITERBITKAN

" "

Q.S. Al-Baqarah Ayat 72 : Data Intelijen Bocor



Jumat , 21 November 2025



Telah dibaca :  549

Ayat ini dalam berbagai kitab tafsir, menceritakan penghilangan data kasus pembunuhan orang kaya pada masa bani Israel. Perkara ini menjadi kabur. Sulit untuk menentukan benar dan salah. Siapa pembunuh sebenarnya. Masyarakat terbelah menjadi dua, ada pro dan kontra tentang siapa sebenarnya dalang pembunuh orang kaya tersebut.

Kisah ini sebenarnya pengulangan sejarah pola lama bagian dari perilaku bani Israel.  Ketika saudara-saudara Nabi Yusuf iri dan ingin membunuh nya, yahuda mempunyai usul agar dimasukan ke dalam sumur. Baju Nabi Yusuf di lepas, dan dilumuri dengan darah binatang. Ketika mereka ditanya oleh ayah nya-Nabi Ya’qub-Yahuda mengatakan bahwa Yusuf diterkam binatang buas. Sebagai bukti berupa baju yang telah dioleh darah binatang buruan.

Sebagai seorang Nabi dan Rasul yang telah mempunyai kematangan spiritual dan mukjizat dari Tuhan, Ya’qub tidak bisa menerima begitu saja data empiris yang diberikan oleh yahuda dan saudara-saudaranya. Ia yakin bahwa data tersebut manipulatif. Kebenaran yang disampaikan oleh Yahuda benar tapi salah. Benar, bahwa baju yang berlumuran darah memang milik yusuf, salah karena barang bukti terlihat ganjil. Bagaimana mungkin hanya dirinya yang celaka, sedangkan teman-teman nya tidak luka sama sekali. Apakah mungkin ketika ada binatang buas, Yusuf tidak melarikan diri untuk menyelamatkan dari kejarannya. Bagaimana mungkin kondisi saudara-saudara terlihat baik-baik saja dan tidak merasa ketakutan sama sekali secara psikologi atas kejadian tersebut. Kenapa juga kondisi baju Yusuf sedemikian normal jika memang diacak-acak oleh binatang buas?.

Pertanyaan-pertanyaan tersebut yang ada dalam hati Nabi Ya’qub. Ada kejanggalan data yang diberikan oleh Yahuda terhadap kasus ini. Ia mengetahui, bahwa Yahuda dan teman-teman nya telah melakukan konspirasi atas kebencian yang mendalam kepada yusuf. Nabi Ya’qub mengetahui hal ini, tapi ia diam dan menangis. Ia terus berdoa agar fakta kebenaran akan terbuka di kemudian hari. Doa nya terkabulkan. Konspirasi politik Yahuda dan teman-temannya dibuka oleh Allah beberapa tahun kemudian. saat itu, Nabi Yusuf menjadi menteri keuangan. Kejahatan ditampakan di depan mata mereka. Allah memulyakan Nabi Yusuf dan menghinakan yahuda dan saudara-saudaranya.

Allah telah berfirman dalam Surat Al-Baqarah ayat 72 sebagai berikut:

وَاِذْ قَتَلْتُمْ نَفْسًا فَادّٰرَءْتُمْ فِيْهَاۗ وَاللّٰهُ مُخْرِجٌ مَّا كُنْتُمْ تَكْتُمُوْنَۚ ۝٧٢

Artinya:

(Ingatlah) ketika kamu membunuh seseorang lalu kamu saling tuduh tentang itu. Akan tetapi, Allah menyingkapkan apa yang selalu kamu sembunyikan.

Seting kisah dari ayat tersebut di atas kejadian perilaku kriminal pada masa bani Israel kuno. Tuhan sedang menunjukan kepada umat Islam bahwa “konspirasi” selalu saja ada sejak masa dulu, dan mempunyai peluang terjadi di masa mendatang baik oleh kaum bani Israel sekarang maupun oleh siapapun, termasuk umat Islam.

Kita harus bisa membedakan seorang muslim sebagai orang yang beragama Islam, muslim yang memandang Islam sebagai ideologi, muslim yang melihat sebagai alat politik dan kekuasaan. Hal sama juga pada kaum yahudi, apakah ia sebagai suatu etnis, agama, dan politik.

Seseorang penganut agama Islam yang memandang agama sebagai ajaran Islam yang mulia, maka ia akan memuliakan seluruh manusia. Hal sama juga penganut agama-agama lain seperti Hindu, Budha, Konghucu, Yahudi, dan Kristen. Sebab setiap ajaran agama memang senantiasa mempunyai titik temu yang sama, yaitu mengajarkan kasih sayang dan berlaku adil kepada siapapun. Ini juga yang menginspirasi kehidupan madani pada masa Nabi Muhammad SAW. Umat beragama lain bisa hidup rukun di Madinah tanpa adanya saling curiga satu dengan lainnya. Ini juga yang melahirkan Negara Kesatuan Republik Indonesia dengan semboyan Bineka Tunggal Ika.

Ketika agama dilihat dari sudut politik praktis, maka tafsir-tafsir ajaran agama menjadi bias. Makna kemanusiaan, makna keadilan, dan makna makna kebaikan lainnya telah melahirkan beragam definisi-definisi politis. Dari sini kemudian melahirkan konstitusi negara dan seluruh aturan dalam merealisasikan tujuan politik di masyarakat. Wajar jika sebagian mengikuti aturan tersebut, sebagian lagi melakukan penolakan dengan secara diam-diam maupun melakukannya dengan cara melawan baik melalui demonstrasi maupun kudeta dan sejenisnya.

Kenapa lahir negara Pakistan, padahal dulu bagian dari india. Karena persoalan politik. Ajaran agama digiring dalam tafsir-tafsir politik, sehingga kesetaraan umat beragama dalam hak dan kewajiban hilang di India. Akhirnya, Pakistan yang mayoritas umat Islam memisahkan diri dan mendirikan negara sendiri dengan berlandaskan ajaran Islam.

Kenapa juga negara Israel sangat termotivasi sekali ingin menghancurkan Fatah dan Hamas? Karena Israel merupakan organisasi politik-berupa negara- dan penghalang utama untuk menguasai Palestina yaitu kedua partai Islam terbesar di negeri para Nabi-Fatah dan Hamas.

Negara Israel tidak memperdulikan terhadap Hamas dan Fatah yang secara geneologis agama sama-sama sebagai agama samawi yang sebenarnya mempunyai Tuhan yang disembah sama yaitu Allah SWT. Namun karena agama diseret kedalam persoalan politik, bangsa Israel berani merubah dan mengubah tujuan agama yang mulia menjadi ajaran yang sangat menakutkan bagi orang di luar nya. Padahal tidak semua orang Israel demikian menakutkan. Ada sebagian mereka yang benar-benar melihat yahudi sebagai agama bukan sebagai politik dan menginginkan adanya perdamaian di dunia. Suasana batin yang juga dimiliki oleh sebagian dari umat beragama di belahan bumi.

Dari paparan tersebut di atas, melihat wajah dunia saat sekarang ini sebenarnya cukup membaca kisah Nabi Ya’qub dan Yahuda. Nabi Ya’qub adalah cermin manusia saat sekarang ini yang melihat agama sebagai pesan-pesan kebaikan untuk seluruh umat manusia tanpa memandang latarbelakang mereka. Tuhan menghadirkan agama sebagai jalan menciptakan rasa nyaman, aman dan senang dalam suasana hati yang damai beribadah dan berzikir kepada Allah SWT.

Sedangkan Yahuda adalah cermin sosok manusia yang selalu menginginkan kekuasaan, kemuliaan dan kejayaan di dunia semata. Ia sudah tidak memperdulikan lagi persoalan firman-firman Allah. Ia bahkan tidak lagi memperdulikan lagi isi-isinya. Jika untuk mencapai tujuan kekuasaan dan kejayaan dengan cara memanipulasi agama dan ajarannya, maka ia tidak segan-segan melakukan. Toh ia dan teman-teman nya juga telah melakukan kebohongan data di hadapan ayah nya sendiri-Nabi Ya’qub.

Dunia ini ada dua golongan ini. cermin golongan Nabi Ya’qub senantiasa mengajak untuk membangun perdamaian dengan setulus hati, Sedangkan golongan yahuda mengajak umat manusia menciptakan perdamaian dengan cara konspirasi politik. Ia tidak segan-segan membunuh, perang dan membalikan kebenaran fakta sebagai jalan untuk mempromosikan perdamaian. Sungguh ironis, untuk menciptakan perdamaian dengan cara membunuh manusia, suku dan etnis. Ini sebuah fakta yang tidak bisa dihindari atas segala kejadian di depan mata. Pembantaian atas nama kemanusiaan di Palestina, Suriah, Yaman, Sudan adalah bukti nyata bahwa konspirasi terselubung benar-benar terbuka di depan mata kita.



Penulis : Vijianfaiz,PhD


Bagikan Ke :

Tulis Komentar


   Berita Terkait

Ketika Kaum Musryikin Menantang Tuhan
31 Mei 2026   Oleh : Vijianfaiz,PhD   90

Materialisme Atas Nama Tuhan
28 Mei 2026   Oleh : Vijianfaiz,PhD   135

Dari Kurban Jasmaniah Menuju Kejayaan Ruhaniah
27 Mei 2026   Oleh : Vijianfaiz,PhD   229

Perseteruan Ahli Dzikir dan Kelompok Penghancur Masjid
25 Mei 2026   Oleh : Vijianfaiz,PhD   265

   Berita Popular

Mengintegrasikan Iman, Islam dan Ihsan dalam Kehidupan Sehari-Hari
Minggu , 17 September 2023      13818


Pentingnya Manusia Ber-Tuhan
Minggu , 03 September 2023      4867


NU Dan Sejarah Komite Hijaz Yang Terlupakan
Rabu , 24 Juni 2020      3266