
Ayat ini dalam berbagai kitab tafsir,
menceritakan penghilangan data kasus pembunuhan orang kaya pada masa bani
Israel. Perkara ini menjadi kabur. Sulit untuk menentukan benar dan salah.
Siapa pembunuh sebenarnya. Masyarakat terbelah menjadi dua, ada pro dan kontra
tentang siapa sebenarnya dalang pembunuh orang kaya tersebut.
Kisah ini sebenarnya pengulangan sejarah
pola lama bagian dari perilaku bani Israel. Ketika saudara-saudara Nabi Yusuf iri dan
ingin membunuh nya, yahuda mempunyai usul agar dimasukan ke dalam sumur. Baju
Nabi Yusuf di lepas, dan dilumuri dengan darah binatang. Ketika mereka ditanya
oleh ayah nya-Nabi Ya’qub-Yahuda mengatakan bahwa Yusuf diterkam binatang buas.
Sebagai bukti berupa baju yang telah dioleh darah binatang buruan.
Sebagai seorang Nabi dan Rasul yang telah mempunyai
kematangan spiritual dan mukjizat dari Tuhan, Ya’qub tidak bisa menerima begitu saja
data empiris yang diberikan oleh yahuda dan saudara-saudaranya. Ia yakin bahwa
data tersebut manipulatif. Kebenaran yang disampaikan oleh Yahuda benar tapi
salah. Benar, bahwa baju yang berlumuran darah memang milik yusuf, salah karena
barang bukti terlihat ganjil. Bagaimana mungkin hanya dirinya yang celaka,
sedangkan teman-teman nya tidak luka sama sekali. Apakah mungkin ketika ada binatang
buas, Yusuf tidak melarikan diri untuk menyelamatkan dari kejarannya. Bagaimana
mungkin kondisi saudara-saudara terlihat baik-baik saja dan tidak merasa
ketakutan sama sekali secara psikologi atas kejadian tersebut. Kenapa juga
kondisi baju Yusuf sedemikian normal jika memang diacak-acak oleh binatang buas?.
Pertanyaan-pertanyaan tersebut yang ada
dalam hati Nabi Ya’qub. Ada kejanggalan data yang diberikan oleh Yahuda
terhadap kasus ini. Ia mengetahui, bahwa Yahuda dan teman-teman nya telah
melakukan konspirasi atas kebencian yang mendalam kepada yusuf. Nabi Ya’qub
mengetahui hal ini, tapi ia diam dan menangis. Ia terus berdoa agar fakta kebenaran
akan terbuka di kemudian hari. Doa nya terkabulkan. Konspirasi politik Yahuda dan teman-temannya dibuka oleh Allah beberapa tahun kemudian. saat itu, Nabi Yusuf menjadi menteri keuangan. Kejahatan ditampakan di depan mata mereka. Allah memulyakan Nabi Yusuf dan menghinakan yahuda dan saudara-saudaranya.
Allah telah berfirman dalam Surat
Al-Baqarah ayat 72 sebagai berikut:
وَاِذْ
قَتَلْتُمْ نَفْسًا فَادّٰرَءْتُمْ فِيْهَاۗ وَاللّٰهُ مُخْرِجٌ مَّا كُنْتُمْ
تَكْتُمُوْنَۚ ٧٢
Artinya:
(Ingatlah)
ketika kamu membunuh seseorang lalu kamu saling tuduh tentang itu. Akan tetapi,
Allah menyingkapkan apa yang selalu kamu sembunyikan.
Seting kisah
dari ayat tersebut di atas kejadian perilaku kriminal pada masa bani Israel
kuno. Tuhan sedang menunjukan kepada umat Islam bahwa “konspirasi” selalu saja
ada sejak masa dulu, dan mempunyai peluang terjadi di masa mendatang baik oleh
kaum bani Israel sekarang maupun oleh siapapun, termasuk umat Islam.
Kita harus
bisa membedakan seorang muslim sebagai orang yang beragama Islam, muslim yang
memandang Islam sebagai ideologi, muslim yang melihat sebagai alat politik dan
kekuasaan. Hal sama juga pada kaum yahudi, apakah ia sebagai suatu etnis,
agama, dan politik.
Seseorang
penganut agama Islam yang memandang agama sebagai ajaran Islam yang mulia, maka
ia akan memuliakan seluruh manusia. Hal sama juga penganut agama-agama lain
seperti Hindu, Budha, Konghucu, Yahudi, dan Kristen. Sebab setiap ajaran agama
memang senantiasa mempunyai titik temu yang sama, yaitu mengajarkan kasih
sayang dan berlaku adil kepada siapapun. Ini juga yang menginspirasi kehidupan madani
pada masa Nabi Muhammad SAW. Umat beragama lain bisa hidup rukun di Madinah tanpa
adanya saling curiga satu dengan lainnya. Ini juga yang melahirkan Negara
Kesatuan Republik Indonesia dengan semboyan Bineka Tunggal Ika.
Ketika agama
dilihat dari sudut politik praktis, maka tafsir-tafsir ajaran agama menjadi
bias. Makna kemanusiaan, makna keadilan, dan makna makna kebaikan lainnya telah
melahirkan beragam definisi-definisi politis. Dari sini kemudian melahirkan konstitusi
negara dan seluruh aturan dalam merealisasikan tujuan politik di masyarakat. Wajar
jika sebagian mengikuti aturan tersebut, sebagian lagi melakukan penolakan
dengan secara diam-diam maupun melakukannya dengan cara melawan baik melalui
demonstrasi maupun kudeta dan sejenisnya.
Kenapa lahir
negara Pakistan, padahal dulu bagian dari india. Karena persoalan politik. Ajaran
agama digiring dalam tafsir-tafsir politik, sehingga kesetaraan umat beragama
dalam hak dan kewajiban hilang di India. Akhirnya, Pakistan yang mayoritas umat
Islam memisahkan diri dan mendirikan negara sendiri dengan berlandaskan ajaran Islam.
Kenapa juga
negara Israel sangat termotivasi sekali ingin menghancurkan Fatah dan Hamas? Karena
Israel merupakan organisasi politik-berupa negara- dan penghalang utama untuk
menguasai Palestina yaitu kedua partai Islam terbesar di negeri para Nabi-Fatah
dan Hamas.
Negara Israel
tidak memperdulikan terhadap Hamas dan Fatah yang secara geneologis agama
sama-sama sebagai agama samawi yang sebenarnya mempunyai Tuhan yang disembah
sama yaitu Allah SWT. Namun karena agama diseret kedalam persoalan politik, bangsa
Israel berani merubah dan mengubah tujuan agama yang mulia menjadi ajaran yang
sangat menakutkan bagi orang di luar nya. Padahal tidak semua orang Israel
demikian menakutkan. Ada sebagian mereka yang benar-benar melihat yahudi sebagai
agama bukan sebagai politik dan menginginkan adanya perdamaian di dunia. Suasana
batin yang juga dimiliki oleh sebagian dari umat beragama di belahan bumi.
Dari paparan
tersebut di atas, melihat wajah dunia saat sekarang ini sebenarnya cukup
membaca kisah Nabi Ya’qub dan Yahuda. Nabi Ya’qub adalah cermin manusia saat
sekarang ini yang melihat agama sebagai pesan-pesan kebaikan untuk seluruh umat
manusia tanpa memandang latarbelakang mereka. Tuhan menghadirkan agama sebagai
jalan menciptakan rasa nyaman, aman dan senang dalam suasana hati yang damai
beribadah dan berzikir kepada Allah SWT.
Sedangkan Yahuda
adalah cermin sosok manusia yang selalu menginginkan kekuasaan, kemuliaan dan
kejayaan di dunia semata. Ia sudah tidak memperdulikan lagi persoalan
firman-firman Allah. Ia bahkan tidak lagi memperdulikan lagi isi-isinya. Jika untuk
mencapai tujuan kekuasaan dan kejayaan dengan cara memanipulasi agama dan
ajarannya, maka ia tidak segan-segan melakukan. Toh ia dan teman-teman nya juga
telah melakukan kebohongan data di hadapan ayah nya sendiri-Nabi Ya’qub.
Dunia ini ada
dua golongan ini. cermin golongan Nabi Ya’qub senantiasa mengajak untuk membangun
perdamaian dengan setulus hati, Sedangkan golongan yahuda mengajak umat manusia
menciptakan perdamaian dengan cara konspirasi politik. Ia tidak segan-segan
membunuh, perang dan membalikan kebenaran fakta sebagai jalan untuk
mempromosikan perdamaian. Sungguh ironis, untuk menciptakan perdamaian dengan
cara membunuh manusia, suku dan etnis. Ini sebuah fakta yang tidak bisa
dihindari atas segala kejadian di depan mata. Pembantaian atas nama kemanusiaan
di Palestina, Suriah, Yaman, Sudan adalah bukti nyata bahwa konspirasi
terselubung benar-benar terbuka di depan mata kita.
Penulis : Vijianfaiz,PhD
Ketika Kaum Musryikin Menantang Tuhan
31 Mei 2026   Oleh : Vijianfaiz,PhD   90
Kesuksesan di Antara Ujian, Keterbatasan dan Konsisten Terus Berkarya
30 Mei 2026   Oleh : Vijianfaiz,PhD   140
Materialisme Atas Nama Tuhan
28 Mei 2026   Oleh : Vijianfaiz,PhD   135
Dari Kurban Jasmaniah Menuju Kejayaan Ruhaniah
27 Mei 2026   Oleh : Vijianfaiz,PhD   229
Perseteruan Ahli Dzikir dan Kelompok Penghancur Masjid
25 Mei 2026   Oleh : Vijianfaiz,PhD   265
Mengintegrasikan Iman, Islam dan Ihsan dalam Kehidupan Sehari-Hari
Minggu , 17 September 2023      13818
Pentingnya Manusia Ber-Tuhan
Minggu , 03 September 2023      4867
IMPLEMENTASI HAK-HAK POLITIK KELOMPOK MINORITAS MENURUT ABDURRAHMAN WAHID
Rabu , 18 Januari 2023      3863
Khutbah Jum'at Kontemporer Sikap Umat Islam Terhadap Perang Iran-Israel
Rabu , 25 Juni 2025      3518
NU Dan Sejarah Komite Hijaz Yang Terlupakan
Rabu , 24 Juni 2020      3266