
Ayat sebelumnya telah menceritakan bahwa
para pendeta dan ulama kaum yahudi telah melakukan perubahan-perubahan isi
kitab taurat sesuai dengan kepentingan bersifat dunia. mereka telah menukar
ayat tuhan dengan harga yang sangat murah. Sebab kenikmatan mereka yang
bersifat fana akan hilang saat datang hari kiamat yang kekal abadi. Tapi mereka
tidak menyadarinya.
Mereka bebas melakukan suatu perubahan isi
kitab. Seandainya pun mereka melakukan kesalahan, Allah -menurut mereka- hanya
akan menghukum dengan hukuman yang sangat ringan. Sebab mereka menyakini
sebagai anak Tuhan yang sangat dicintai oleh-Nya.
وَقَالُوْا
لَنْ تَمَسَّنَا النَّارُ اِلَّآ اَيَّامًا مَّعْدُوْدَةًۗ قُلْ اَتَّخَذْتُمْ
عِنْدَ اللّٰهِ عَهْدًا فَلَنْ يُّخْلِفَ اللّٰهُ عَهْدَهٗٓ اَمْ تَقُوْلُوْنَ
عَلَى اللّٰهِ مَا لَا تَعْلَمُوْنَ ٨٠
Artinya:
Mereka
berkata, “Neraka tidak akan menyentuh kami, kecuali beberapa hari saja.”
Katakanlah, “Sudahkah kamu menerima janji dari Allah sehingga Allah tidak akan
mengingkari janji-Nya ataukah kamu berkata tentang Allah sesuatu yang tidak
kamu ketahui?”
Dalam Tafsir
Munir, klaim bahwa yahudi hanya 7 hari berada di Surga merupakan klaim sepihak.
Padahal Allah akan menempatkan mereka selama-lamanya di Neraka Jahanam sebab
mereka telah melakukan kesalahan-kesalahan antara lain: kafir, membunuh para
nabi tanpa alasan yang benar, melawan perintah-perintah Allah, menuruti hawa
nafsu dan membuat sumpah atau kebohongan-kebohongan atas nama Allah.
Keyakinan yang
mengakar pada diri kaum yahudi terhadap pertolongan Allah kepada mereka telah
menumbuhkan rasa percaya diri yang sangat tinggi. Keyakinan bahwa kaum yahudi
sebagai kaum pilihan yang digariskan tuhan sebagai pengatur kehidupan di dunia.
Mereka menyakini atas status geneologis mereka yang berbeda dengan
lainnya sebagai titisan Tuhan dan perpanjangan tugas-Nya dalam mengatur
kehidupan di dunia.
Keyakinan atas
keagungan dan kesucian garis geneologis telah melahirkan kecintaan yang
berlebih-lebihan terhadap etnisnya dan menganggap selain etnisnya sebagai kasta
rendah. Ia selalu mengunggulkan bangsa atau negara nya sendiri dan merendahkan
bangsa atau negara lain. Sikap yang demikian ini memunculkan arogansi terhadap
segala kebijakan, keputusan dan aturan-aturan hukum-konstitusi- sebagai perangkat
aturan yang harus tunduk kepada nya. Itu sebabnya ketika ada konstitusi -dianggap-
membatasi keinginan-keinginan politiknya tidak segan-segan dilanggar dengan
beragam argumentasi yang dibuat atas rekayasa-rekayasanya.
Chauvinisme selalu
melahirkan diktator. Meskipun mereka berbaju sosialisme atau demokratis, sifat
diktaror nya tidak akan hilang dari kebijakan-kebijakan yang dibuatnya. Diktator
bisa berbaju demokratis. Atas nama demokratis, mereka bisa memberlakukan
sewenang-wenang segala kebijakan dan aturan. Bahkan terkadang atas demokrasi
mereka bisa merubah wajah lembut menjadi garang, wajah tenang menjadi arogan dan
kedamaian bisa menjadi ajang peperangan.
Bangsa yahudi
telah menempatkan diri sebagai kelompok manusia yang paling mulia. Dari sini
muncul chauvinisme yang sangat dirasakan oleh seluruh bangsa di dunia ini. Bahkan
chauvinisme juga merambah pada persoalan agama. Bagi bangsa yahudi atau bani
israel, agama yahudi merupakan agama hanya untuk mereka dan tidak diperkenankan
untuk agama selain yahudi. Eklusifitas keyakinan beragama dan etnis telah
memperkuat citra eklusifitas dalam kehidupan berbangsa dan bernegara.
Itu sebabnya,
mengajak kaum bani israel untuk bisa duduk bareng dan sama-sama membangun tatanan
kehidupan modern dalam kesamaan derajat antar etnis dan bangsa atau negara merupakan
suatu usaha yang sangat sulit diwujudkan.
Penulis : Vijianfaiz,PhD
Genjatan Senjata Antara Harapan Damai dan Ancaman Baru
10 April 2026   Oleh : Vijianfaiz,PhD   324
Minyak Bumi antara Berkah dan Bencana
24 Maret 2026   Oleh : Imam Ghozali   184
Hubungan Tamak Dan Takut Mati
21 Februari 2026   Oleh : Imam Ghozali   80
Ketakutan Kaum Yahudi Akan Kematian
10 Februari 2026   Oleh : Imam Ghozali   96
Lubang Biawak di Tepi Laut Persia
09 Februari 2026   Oleh : Vijianfaiz,PhD   127
Mengintegrasikan Iman, Islam dan Ihsan dalam Kehidupan Sehari-Hari
Minggu , 17 September 2023      13553
Pentingnya Manusia Ber-Tuhan
Minggu , 03 September 2023      4546
IMPLEMENTASI HAK-HAK POLITIK KELOMPOK MINORITAS MENURUT ABDURRAHMAN WAHID
Rabu , 18 Januari 2023      3561
Khutbah Jum'at Kontemporer Sikap Umat Islam Terhadap Perang Iran-Israel
Rabu , 25 Juni 2025      2940
NU Dan Sejarah Komite Hijaz Yang Terlupakan
Rabu , 24 Juni 2020      2870