Avatar

Vijianfaiz,PhD

Penulis Kolom

321 ARTIKEL TELAH DITERBITKAN

" "

Q.S. Al-Baqarah Ayat 80 : Yahudi dan Chauvinisme



Kamis , 08 Januari 2026



Telah dibaca :  295

Ayat sebelumnya telah menceritakan bahwa para pendeta dan ulama kaum yahudi telah melakukan perubahan-perubahan isi kitab taurat sesuai dengan kepentingan bersifat dunia. mereka telah menukar ayat tuhan dengan harga yang sangat murah. Sebab kenikmatan mereka yang bersifat fana akan hilang saat datang hari kiamat yang kekal abadi. Tapi mereka tidak menyadarinya.

Mereka bebas melakukan suatu perubahan isi kitab. Seandainya pun mereka melakukan kesalahan, Allah -menurut mereka- hanya akan menghukum dengan hukuman yang sangat ringan. Sebab mereka menyakini sebagai anak Tuhan yang sangat dicintai oleh-Nya.

وَقَالُوْا لَنْ تَمَسَّنَا النَّارُ اِلَّآ اَيَّامًا مَّعْدُوْدَةًۗ قُلْ اَتَّخَذْتُمْ عِنْدَ اللّٰهِ عَهْدًا فَلَنْ يُّخْلِفَ اللّٰهُ عَهْدَهٗٓ اَمْ تَقُوْلُوْنَ عَلَى اللّٰهِ مَا لَا تَعْلَمُوْنَ ۝٨٠

Artinya:

Mereka berkata, “Neraka tidak akan menyentuh kami, kecuali beberapa hari saja.” Katakanlah, “Sudahkah kamu menerima janji dari Allah sehingga Allah tidak akan mengingkari janji-Nya ataukah kamu berkata tentang Allah sesuatu yang tidak kamu ketahui?”

Dalam Tafsir Munir, klaim bahwa yahudi hanya 7 hari berada di Surga merupakan klaim sepihak. Padahal Allah akan menempatkan mereka selama-lamanya di Neraka Jahanam sebab mereka telah melakukan kesalahan-kesalahan antara lain: kafir, membunuh para nabi tanpa alasan yang benar, melawan perintah-perintah Allah, menuruti hawa nafsu dan membuat sumpah atau kebohongan-kebohongan atas nama Allah.

Keyakinan yang mengakar pada diri kaum yahudi terhadap pertolongan Allah kepada mereka telah menumbuhkan rasa percaya diri yang sangat tinggi. Keyakinan bahwa kaum yahudi sebagai kaum pilihan yang digariskan tuhan sebagai pengatur kehidupan di dunia. Mereka menyakini atas status geneologis mereka yang berbeda dengan lainnya sebagai titisan Tuhan dan perpanjangan tugas-Nya dalam mengatur kehidupan di dunia.

Keyakinan atas keagungan dan kesucian garis geneologis telah melahirkan kecintaan yang berlebih-lebihan terhadap etnisnya dan menganggap selain etnisnya sebagai kasta rendah. Ia selalu mengunggulkan bangsa atau negara nya sendiri dan merendahkan bangsa atau negara lain. Sikap yang demikian ini memunculkan arogansi terhadap segala kebijakan, keputusan dan aturan-aturan hukum-konstitusi- sebagai perangkat aturan yang harus tunduk kepada nya. Itu sebabnya ketika ada konstitusi -dianggap- membatasi keinginan-keinginan politiknya tidak segan-segan dilanggar dengan beragam argumentasi yang dibuat atas rekayasa-rekayasanya.

Chauvinisme selalu melahirkan diktator. Meskipun mereka berbaju sosialisme atau demokratis, sifat diktaror nya tidak akan hilang dari kebijakan-kebijakan yang dibuatnya. Diktator bisa berbaju demokratis. Atas nama demokratis, mereka bisa memberlakukan sewenang-wenang segala kebijakan dan aturan. Bahkan terkadang atas demokrasi mereka bisa merubah wajah lembut menjadi garang, wajah tenang menjadi arogan dan kedamaian bisa menjadi ajang peperangan.

Bangsa yahudi telah menempatkan diri sebagai kelompok manusia yang paling mulia. Dari sini muncul chauvinisme yang sangat dirasakan oleh seluruh bangsa di dunia ini. Bahkan chauvinisme juga merambah pada persoalan agama. Bagi bangsa yahudi atau bani israel, agama yahudi merupakan agama hanya untuk mereka dan tidak diperkenankan untuk agama selain yahudi. Eklusifitas keyakinan beragama dan etnis telah memperkuat citra eklusifitas dalam kehidupan berbangsa dan bernegara.

Itu sebabnya, mengajak kaum bani israel untuk bisa duduk bareng dan sama-sama membangun tatanan kehidupan modern dalam kesamaan derajat antar etnis dan bangsa atau negara merupakan suatu usaha yang sangat sulit diwujudkan. 



Penulis : Vijianfaiz,PhD


Bagikan Ke :

Tulis Komentar


   Berita Terkait

Genjatan Senjata Antara Harapan Damai dan Ancaman Baru
10 April 2026   Oleh : Vijianfaiz,PhD   324

Minyak Bumi antara Berkah dan Bencana
24 Maret 2026   Oleh : Imam Ghozali   184

Hubungan Tamak Dan Takut Mati
21 Februari 2026   Oleh : Imam Ghozali   80

Ketakutan Kaum Yahudi Akan Kematian
10 Februari 2026   Oleh : Imam Ghozali   96

Lubang Biawak di Tepi Laut Persia
09 Februari 2026   Oleh : Vijianfaiz,PhD   127

   Berita Popular

Mengintegrasikan Iman, Islam dan Ihsan dalam Kehidupan Sehari-Hari
Minggu , 17 September 2023      13553


Pentingnya Manusia Ber-Tuhan
Minggu , 03 September 2023      4546


NU Dan Sejarah Komite Hijaz Yang Terlupakan
Rabu , 24 Juni 2020      2870