
Hampir setiap muslim merindukan pergi ke Baitullah,
yaitu suatu tempat terindah di muka bumi. Mereka terkadang laksana anak kecil
yang menginginkan suatu mainan, namun orang tuanya tidak mampu membelikan
keinginannya. Saat duduk seorang diri, sang bocah kecil itu hanya menangis dan
mengusap air matanya dibaju yang sudah lusuh.
Anda pun demikian, saat duduk seorang diri
melihat rombongan para jamaah calon haji, ada rasa iri kepada mereka yang
mendapat panggilan ke tanah suci. Anda iri bukan dengki, tapi iri panggilan
hati yang suci karena rindu ingin mendapat panggilan Allah dan berjumpa dengan
kota Rasulullah saw.
Anda bisa membayangkan saat anda menjadi
bagian jutaan manusia mengagungkan asma Allah dan mengelilingi ka’bah dengan
baju ihram nya. Coba anda visualisasikan saat anda berada di masjid Nabawi dan
di dekat Raudhah yaitu makam Rasulullah saw. Saat anda membayangkan Rasulullah,
terlukis senyum wajah nya yang sangat lembut dan teduh. Seandainya bisa bertemu
di alam nyata, anda secepat menundukan tubuh dengan penuh hormat, mencium tangan dan memeluk tubuhnya. Saat ini
terjadi mungkin tetesan air mata anda tidak bisa dibendung dan terus mengalir
karena kerinduan mu kepada Rasulullah saw.
Saya mungkin seperti anda yang sangat
merindukan Rasulullah. Meskpun dalam hati ketika melihat diri sendiri, terasa
badan ku sangat kotor dan merasa tidak pantas berdekatan dengan manusia
teragung di muka bumi. Namun itu hanya perasaan ku, sebab nabi tetap tersenyum menyaksikan
tingkah laku kami saat bisa duduk di majelis ilmu nya. Bahkan bisa-bisa dia
berdiri dan menyambut kami lalu memeluknya dan mengasihi kami sebagaimana
mencintai dirinya sendiri.
Saya mungkin seperti anda saat rindu ingin
bertemu Rasulullah saw. Kami rindu, tapi malu dan tetap berdiri dari kejauhan
majelisnya. Kami tidak mau mendekat karena kami sadar bahwa atas kesalahan dalam
keseharian nya, ucapannya kotor, suka membenci, memfitnah, sombong dan sering
melakukan kecurangan atas beberapa hak-hak orang lain, menipu, menyia-nyiakan
pasangan dan anak-anak, berzina, melakukan dzalim dan berbuatan-berbuatan yang
tidak pantas lainnya.
Lagi-lagi, nabi pun tersenyum melihat kami.
Laksana seorang ayah, ia menyambut kami dengan penuh kasih sayang. Pancaran matanya
yang sangat indah dan wajahnya yang bersinar mampu memberi kesejukan hati dan
meruntuhkan sendi-sendi tubuh sehingga kami tidak mampu berdiri saat berada di
depannya.
Saya dan anda mungkin hanya sebatas
memvisualisasikan kehadirannya. Kami tidak bisa melihat langsung, tapi hanya
bisa melihat Raudhah. Meskipun demikian, saat melihatnya kami merasakan keberkahan luarbiasa, hati kami
terasa tenang, pikiran cerah, pengakuan
kami atas segala dosa benar-benar tertumpahkan di hadapan makam nya, dan tentu
saja kami senantiasa berdoa dan mengharap agar menjadi bagian orang-orang yang
mendapatkan syafaat pada saat baju dhahir dan batin kami penuh dengan noda-noda
kedzaliman, kemunafikan, dan kesombongan serta kebodohan yang tidak saja beranjak
dari rasa malas dan selalu berbuat maksiat.
Saya mungkin seperti anda yang tidak akan
pernah bisa ke tanah suci dan manatap Baitullah atau mencium Hajar Aswad. Mungkin
tidak akan pernah terjadi. Antrian para calon jamaah haji terlalu panjang dan tidak
ada kelebihan harta untuk ke tempat teragung tersebut menjadi catatan yang
sangat sulit dilupakan. Meskpun saya menyakini, jika Tuhan berkehendak maka
tidak ada jalan yang tidak mungkin untuk pergi haji ke Baitullah.
Sungguh sangat beruntung ratusan ribu jama’ah
dari Indonesia dan jutaan manusia di dunia bermunajat kepada Sang Maha Agung. Mereka
berkumpul dan saling sapa serta senyum yang sangat tulus, tidak ada kebencian
dan tidak ada permusuhan. Mereka saling mengasihi satu dengan lainnya.
Semoga sekembalinya dari tanah suci, jutaan
manusia yang telah ditraining di Baitullah menjadi orang-orang pembawa
misi perdamaian umat manusia dan tercipta peradaban baru yaitu peradaban lahir
atas dasar saling menebarkan salam, kasih sayang dan tumbuh rasa kekeluargaan
dalam perbedaan.
Penulis : Imam Ghozali
Ilmu Tawakal Hatim Al-Ashom; Rizqi Yang Tidak Tertukar
13 April 2025   Oleh : Vijianfaiz,PhD   1061
Doaku, Doamu, dan Doa Harimau
12 April 2025   Oleh : Vijianfaiz,PhD   629
Doa Kebaikan Untuk Orang Lain, Sebenarnya Untuk Diri Sendiri
11 April 2025   Oleh : Vijianfaiz,PhD   811
Puasa, Idul Fitri dan Perubahan Pola Makan
06 April 2025   Oleh : Vijianfaiz,PhD   788
Idul Fitri dan Misi Perdamaian
05 April 2025   Oleh : Vijianfaiz,PhD   916
Mengintegrasikan Iman, Islam dan Ihsan dalam Kehidupan Sehari-Hari
Minggu , 17 September 2023      13560
Pentingnya Manusia Ber-Tuhan
Minggu , 03 September 2023      4551
IMPLEMENTASI HAK-HAK POLITIK KELOMPOK MINORITAS MENURUT ABDURRAHMAN WAHID
Rabu , 18 Januari 2023      3571
Khutbah Jum'at Kontemporer Sikap Umat Islam Terhadap Perang Iran-Israel
Rabu , 25 Juni 2025      2950
NU Dan Sejarah Komite Hijaz Yang Terlupakan
Rabu , 24 Juni 2020      2876