
Beberapa waktu lalu, sahabat ku dari Polbeng Bang Marhadisastra menelpon ku. Sebenarnya ia sudah biasa menelpon ku. Beberapa waktu lalu sudah berkali-kali menelpon ku juga. Isinya kangen dan ngajak ngopi. Kadang gantian saya yang menelpon dia, kadang saya menelpon warek IsNJ. Silaturahim di dunia maya.
Hari senin pagi kalau tak salah menelpon lagi. Ada apa?. Saya kurang
paham maksudhnya. Tapi lama kelamaan saya baru paham penyebab sering menelpon
ku. Ternyata kami berdua mempunyai kesamaan, sama-sama wakil ketua dibidang
kemahasiswaan yang berbadan langsing dan sama-sama pakai kacamata. Bedanya pada
umurnya. Saya lebih tua, tapi kalau wajah terlihat dia lebih tua. Mungkin pengaruh
kurus tadi.
“Pak doktor, malam rabu kita ngopi di kedai
Kopi Cawan. Dari polbeng saya dan Pak Direktur, dari IsNJ Ibu Dr. Khatijah dan Bang
Fadil. Sekalian nanti ketua STAIN Bengkalis diajak ngopi bareng pak doktor” kata
Bang Marhadi Sastra melalui telpon.
Saya menyanggupinya. Segera saya menemui Ketua
STAIN Bengkalis, Pak Dr. Abu Anwar. Namun karena ada suatu acara yang tidak
bisa ditinggal, Ketua STAIN minta izin dan mewakilkan kepada ku. Daripada
nganggur di kantor, saya ngajak Mas Jarir dan Mas Chanif. Dari IsNJ ada Datuk
H.Muhammad Isa Selamat Ketua Yayasan Bangun Insan, dan Bang Fadil. Rektornya Dr.
Khatijah informasi kondisi kurang sehat.
Semua menjadi pemateri, kecuali aku. Cukup saya
menjadi pendengar yang sangat baik. Saya mendengarkan diskusi panel. Semua menyampaikan
ide gagasan-gagasan yang konstruktif. Jika diremas dari sekian hasil diskusi
akan melahirkan saripati dalam satu kalimat: “ringan sama di jinjing, berat
sama dipikul”.
Saya melihat para pemateri ada kesadaran
kolektif ingin sama-sama bangkit. Saya tidak tahu, apa karena pengaruh “hari
kesadaran nasional” plus “hari kebangkitan nasional”. Saya belum tahu pasti
asbabul nuzulnya. Jika ia, maka wajar. sebab tanpa adanya kebersamaan kolektif,
hari kesadaran nasional dan hari kebangkitan nasional hanya sebatas slogan
kosong. Hanya omon-omon. Maka harus “cancut taliwondo, segera eksekusi untuk
mewujudkan kebersamaan tersebut. tanpa ada kebersamaan, cita-cita besar hanya
angan-angan.
Lho kenapa kebersamaan menjadi sangat
penting? Sebab pada kata kebersamaan ada kesamaan dan kesetaraan. Namun yang
harus diingat bahwa keseteraan dan kebersamaan tidak seperti sekelompok orang yang
sedang nonton konser. Jika orang nonton konser sama-sama melihat, sama-sama
joget, tapi sama-sama tidak peduli satu sama lainnya. kacau.
Kesamaan dan kesetaraan adalah kesamaan
aktivitas yang digerakan oleh konduktor atau dirigen. Berbeda alat music, beragam
suara. Tapi semua menjadi terlihat indah. Ia melahirkan suara yang sangat
menggetarkan jiwa dan membangkitkan semangat perjuangan.
Seminar malam ini tentu saja yang cukup
banyak menyampaikan materi Datuk Muhammad Isa, sebagai tokoh pendidikan dan
juga Anggota DPRD Bengkalis. Kami dalam hal ini tetap melihat pada sisi
positifnya. Sebagaimana kita semua nya punya sisi positif yang perlu
diperlihatkan sebagai tahaddut bi nikmat atau menceritakan hal-hal yang
positif. Kata anak-anak santri undur ma qala, wala tandur man qala,
lihat apa yang dibicarakan, jangan lihat siapa yang bicara. Dari konsep ini, maka
obyektifitas melihat orang sangat penting sebagai jalan untuk menghidupkan
nalar ketawadhuan kita.
Penulis : Vijianfaiz,PhD
Obituari Bapapuh
25 Februari 2026   Oleh : A. Ushfuri   128
Refleksi Ramadhan: Setiap Manusia Turis Untuk Dirinya Sendiri
18 Februari 2026   Oleh : Imam Ghozali   175
Perang Air dan Romadhan: Kajian Budaya dan Agama
17 Februari 2026   Oleh : Imam Ghozali   128
Marketing Penjual Bunga Menjelang Bulan Ramadhan
16 Februari 2026   Oleh : Imam Ghozali   151
Ya Allah, Anugerahkan kepada Kami Air Hujan yang Membawa Keberkahan
12 Februari 2026   Oleh : Imam Ghozali   129
Mengintegrasikan Iman, Islam dan Ihsan dalam Kehidupan Sehari-Hari
Minggu , 17 September 2023      13554
Pentingnya Manusia Ber-Tuhan
Minggu , 03 September 2023      4546
IMPLEMENTASI HAK-HAK POLITIK KELOMPOK MINORITAS MENURUT ABDURRAHMAN WAHID
Rabu , 18 Januari 2023      3563
Khutbah Jum'at Kontemporer Sikap Umat Islam Terhadap Perang Iran-Israel
Rabu , 25 Juni 2025      2942
NU Dan Sejarah Komite Hijaz Yang Terlupakan
Rabu , 24 Juni 2020      2872