Avatar

Imam Ghozali

Penulis Kolom

871 ARTIKEL TELAH DITERBITKAN

" "

Sempena HAB Kementirian Agama Ke-78; Merawat Bunga yang Sedang Mekar



Rabu , 03 Januari 2024



Telah dibaca :  748

Pada tanggal 03 Januari 2023 merupakan hari bersejarah bagi kementrian agama. Menurut Sambutan Menteri Agama H. Yaqut Cholil Qoumas, tanggal 03 Januari 1946 adalah hari lahir Kementrian Agama. Ini berarti Kemenag RI sudah cukup berumur jika dibandingkan dengan usia rata-rata manusia. Jika manusia, pada saat memasuki usia 78, adalah usia senja yang darinya sudah menetes madu-madu kearifan, doa nya mustajab dan untaian kata-katanya senantiasa memberikan segala sesuatu yang positif untuk generasi selanjutnya. Sedangkan usia lembaga sangat spekulatif, naik turun yang sangat dipengaruhi oleh beberapa faktor dan kepentingan-kepentingan politik.

Usia suatu lembaga tertentu (hal ini kementrian agama) berbeda dengan usia manusia. Mengukur kedewasaan sebuah lembaga memang tidak bisa dari seberapa ia telah berdiri. Tidak ada jaminan, bahwa lembaga yang sudah lama berdiri mempunyai kedewasaan dalam mengambil setiap keputusan atau kebijakan-kebijakan. Tidak bisa juga bisa disepelekan, ada lembaga yang masih muda usianya, tapi kinerjanya jauh melampau ekspetasi penilaian masyarakat secara umum. Sebab kedewasaan bukan pada usia lembaga. Sebab lembaga benda mati. Ia hanya mengalami satu fase yaitu penuaan yang selalu identik dengan rusak karena dimakan usia. Sedangkan manusia ada dua sisi yang ada pada dirinya; penuaan dan pendewasaan. Penuaan berkaitan dengan umur, pendewasaan berkaitan dengan komitmen positif mengisi umur tersebut.

Jika merujuk pada isi pidato menteri agama (sering disebut “gusmen”), ada capaian-capaian yang cukup membanggakan bagi kementrian agama antara lain; keberhasilan menerapkan penguatan moderasi beragama, transportasi digita, revitalisasi KUA, kemandirian pesantren, cyber Islamic university, religiousity index, dan tahun kerukunan umat beragama. Salah satu keberhasilan yang tidak boleh dilupakan bagi para pegawai dikementrian agama yaitu keberhasilan memperbaiki status pegawai di kementrian agama mendapat jatah pegawai PPPK terbanyak di seluruh kementrian yang ada pada pemerintahan Jokowi-Ma’ruf saat ini.

Penulis artikel ini merasakan keberanian gusmen melakukan terobosan-terobosan berbagai inovasi menuju kementrian agama naik kelas ke derajat yang lebih baik. Bisa jadi karena dia masih muda dan mempunyai suatu komitmen jelas terhadap visi-misi yang ingin dicapainya. Itu sebabnya, kadang dia melakukan sesuatu terlihat sangat “akseleratif” yang bisa jadi hal seperti ini belum begitu familiar di kalangan kementrian agama yang menggunakan logo “ikhlas-beramal”. Sehingga diplesetkan sebagai lembaga yang hanya mengurus akherat, dan tidak tidak perlu memperbaiki persoalan dunia. Mungkin sebagian orang berfikir seperti ini. Akibatnya, pada masa lalu kementrian ini selalu mengalami berbagai persoalan yang kadang tidak sesuai dengan filosofis kementerian yang sebenarnya. Semoga tidak terjadi lagi di masa mendatang.

Tentu penulis artikel ini tidak sedang memuji atas keberhasilannya. Meskipun sebagai seorang menteri dan juga manusia biasa, gusmen adalah orang yang mempunyai berbagai keterbatas. Dan saya kira, kelemahan ini justru sebagai penyempurna bahwa dia adalah seorang manusia yang juga perlu ada berbagai masukan dari orang-orang dekatnya untuk memperbaiki kementrian agama semakin cemerlang di masa mendatang.

Kembali lagi melihat dari berbagai keberhasilan kementrian agama sebagaimana tersebut di atas, menurut saya tantangan ke depan kementrian ini semakin besar. Tentu bukan pada persoalan politik praktis menghadapi pemilu 2024, tapi pada persoalan “kemampuan” kementrian ini menjadi Rumah Besar bagi seluruh golongan umat beragama yang damai,rukun dan menyenangkan. Sebab persoalan agama adalah persoalan keyakinan. Bagi orang yang beragama, sering keyakinan merupakan segala-galanya dan berani mempertaruhkan apapun untuk membela nya. Pola pikir sempit dan eksklusifitas keimanan dengan mengabaikan keimanan kelompok agama lain mudah berpotensi tumbuh dan berkembang di kementrian ini. Jika keberhasilan program kementrian agama di atas tidak dirawat dengan baik, Bahkan jika tidak diteruskan pada penerus di masa mendatang, keberagaman kadang malah menjadi bom waktu yang mengerikan. Penulis tentu khawatir akan terjadi tafsir-tafsir sempit muncul di kementrian ini yang membawa pada semakin muncul adanya keterkotakan di dalam nya, yang kemudian menimbulkan sentiment dan membahayakan kesatuan dan persatuan di masa mendatang. Semoga ini tidak terjadi.

Maka, sebagai penutup tulisan ini, selain mengucapkan Selamat Hari Amal Bakti Kementrian Agama RI Ke-78, saya juga mengucapkan selamat atas prestasi yang telah diraihnya. Semoga kementrian ini selain sebagai rumah besar “keguyuban” Rumah Besar antara umat beragama, juga melahirkan “kerukunan dan keguyuban” antar satu umat beragama  dalam rangka mewujudkan kementrian sebagai inspirasi positif akan hidupnya keberagaman dan perdamaian dalam perbedaan. Itulah kementrian agama dalam membangun visi-misi bangsa Indonesia yang beragam warna. 



Penulis : Imam Ghozali


Bagikan Ke :

Tulis Komentar


Avatar

Muhammad Syahrum

Mantap kYaii, terus mengukir goresan untaian Kalam nya..

   Berita Terkait

Ilmu Tawakal Hatim Al-Ashom; Rizqi Yang Tidak Tertukar
13 April 2025   Oleh : Vijianfaiz,PhD   1061

Doaku, Doamu, dan Doa Harimau
12 April 2025   Oleh : Vijianfaiz,PhD   629

Doa Kebaikan Untuk Orang Lain, Sebenarnya Untuk Diri Sendiri
11 April 2025   Oleh : Vijianfaiz,PhD   811

Puasa, Idul Fitri dan Perubahan Pola Makan
06 April 2025   Oleh : Vijianfaiz,PhD   788

Idul Fitri dan Misi Perdamaian
05 April 2025   Oleh : Vijianfaiz,PhD   916

   Berita Popular

Mengintegrasikan Iman, Islam dan Ihsan dalam Kehidupan Sehari-Hari
Minggu , 17 September 2023      13565


Pentingnya Manusia Ber-Tuhan
Minggu , 03 September 2023      4558


NU Dan Sejarah Komite Hijaz Yang Terlupakan
Rabu , 24 Juni 2020      2876