Avatar

Imam Ghozali

Penulis Kolom

871 ARTIKEL TELAH DITERBITKAN

" "

Seorang Gadis Memakai Jilbab di America’s Got Talent



Selasa , 13 Juni 2023



Telah dibaca :  384

Selama menonton acara Amerika’s Talen Got, dua kali saya hampir meneteskan air mata karena terharu oleh penampilannya; pertama, penampilan gadis kecil berusia 9-10 tahunan yang bernama Celine Tam berasal dari Hongkong. Kedua putri Ariani yang memiliki nama asli Ariani Nisma Putri berumur 17 tahun dari Indonesia. Ruangan pertunjukan telah menjadi saksi atas kekaguman penonton dan tetesan air mata orang tua dan saudara-saudara mereka. bahkan bisa jadi, keharuan semakin melanda sebagian masyarakat kedua negara tersebut yang bisa menyelami makna penampilan mereka apakah atas nama nasionalisme, agama atau apa saja.

Ariani sebelum nya mungkin masih tertutup hijab dan masih mastur oleh masyarakat Indonesia. Sebagian orang saat pertama melihatnya akan sedikit meragukan kemampuannya, dia bukan siapa-siapa. Namun kini dia mashur fi al- ardhi (semoga saja fi samawati), dan sebagian orang mengatakan, “Dia telah mengharumkan nama Indonesia”. Itulah mutiara, saat orang sudah mengetahui statusnya orang akan berebut untuk memilikinya, tapi saat orang belum tahu statusnya, bisa jadi untuk mainan anak-anak di pinggir pantai dan dibuang sat ibu-ibu nya memanggil pulang di sore hari.

Saya bisa membayangkan sambutan yang sangat meriah di acara tersebut. keterbatasan dirinya pada netra nya bisa jadi membuat semakin haru seisi ruangan tersebut. Seorang juri sekaligus Pemilik Media SYCO, Simon Cowell datang menghampirinya dan mengucapkan selamat kepada Ariani. Salah satu ucapan Ariani yang cukup menyentuh hati, “Tantangan terberatku orang melihatku hanya sebagai orang dengan disabilitas netra, bukan seorang musisi. Tapi ketika aku bernyanyi, aku merasa seperti superstar”.

Simon mungkin bukan seorang muslim. Dan dia pun bisa jadi tidak memikirkan status agama siapapun yang ada di depanya, yang menurutnya sebagai bagian privasi yang tidak harus ditunjukan pada acara-acara seperti AGT tersebut. Dia sebagai pemilik perusahaan tersebut hanya melihat pada kualitas yang tampil di acara yang ditonton hampir seluruh masyarakat dunia. ketika baik akan mendapat arpesiasi ketika kurang baik, kurang juga mendapat apresiasi. Fakta ini, Simon telah menempatkan pada tempat sejajar sebagai sama-sama menusia yang sangat penting  untuk dihargai dan dilihat pada “amalun sholihun” menurut versi-nya.

Saya secara pribadi tentu belum bisa sepenuhnya bisa bersikap seobyektif apa yang dilakukan oleh Simon. Saya sering masih melihat KTP atas nama agama, suku, etnis dan budaya. Bisa jadi. Bahkan bisa jadi model berpandangan seperti ini masih mewabah di negeri ini, sehingga gampang terjadi persoalan yang lebih luas selalu melihatkan atas nama suku, etnis, keyakinan adan agama. pandangan nya sering menjadi subyektif, dan tidak obyektif atas dasar kualitas dan profesionalitas.

 



Penulis : Imam Ghozali


Bagikan Ke :

Tulis Komentar


   Berita Terkait

Obituari Bapapuh
25 Februari 2026   Oleh : A. Ushfuri   128

Refleksi Ramadhan: Setiap Manusia Turis Untuk Dirinya Sendiri
18 Februari 2026   Oleh : Imam Ghozali   175

Perang Air dan Romadhan: Kajian Budaya dan Agama
17 Februari 2026   Oleh : Imam Ghozali   129

Marketing Penjual Bunga Menjelang Bulan Ramadhan
16 Februari 2026   Oleh : Imam Ghozali   151

Ya Allah, Anugerahkan kepada Kami Air Hujan yang Membawa Keberkahan
12 Februari 2026   Oleh : Imam Ghozali   129

   Berita Popular

Mengintegrasikan Iman, Islam dan Ihsan dalam Kehidupan Sehari-Hari
Minggu , 17 September 2023      13566


Pentingnya Manusia Ber-Tuhan
Minggu , 03 September 2023      4565


NU Dan Sejarah Komite Hijaz Yang Terlupakan
Rabu , 24 Juni 2020      2879