
Jika dihitung hari, tinggal 7 hari lagi
pelaksanaan pilkada serentak. Jika di bulan romadhan, ada 10 hari terakhir
untuk menghidupkan malam Ramadhan. Pada malam-malam itu nabi menemukan malam
lail al-qadr. Hanya saja nabi dilupakan oleh Allah kapan malam tersebut
terjadi. Akhirnya, nabi yang agung menganjurkan untuk menghidupkan sepuluh
malam terakhir bulan Ramadhan dengan Ikhlas dan mengharapkan Ridha Allah SWT.
Menjelang 7 hari pelaksanaan pilkada tentu
ada perasaan yang semrawut dalam hati. Menunggu dengan penuh sejuta rasa dan
harap-harap yang tidak menentu. Ada dua pilihan atas qadha dan qadhar Allah:
menang atau kalah. Masyarakat sudah mulai lupa isi kampanye para calon-calon
kepala daerah. Secara teoritis, kampanye model monolog seperti seorang guru
ceramah di depan murid-muridnya. Semua mendengarkan, tapi yang masuk dalam
pikiran hanya 5%. Itupun yang menarik perhatian mereka. Ironisnya, kadang yang
tidak subtansi malah masuk. Yang diingat hal-hal yang lucu, pembahasan ringan
dan mudah dipaham serta yang bermanfaat langsung pada dirinya. Itupun hanya 5%
yang bisa dibawa pulang ke rumah masing-masing.
Perasaan masyarakat berbeda dengan peserta
kontestan. Jika masyarakat bisa langsung tidur, maka para pemimpin kepala
daerah justru terus bertafakur. Banyak yang harus dipikirkan. Kata nabi
“bertafakur satu jam, sama kualitasnya dengan sholat sunnah seribu raka’at”.
Anda bisa membayangkan, para calon kepala daerah harus benar-benar bertafakur
tentang dirinya, tim nya, relawanya, saksi-saksinya dan isi saku celananya.
Saya kira tidak ada manusia yang demikian hebat seperti calon kepala daerah.
Dia benar-benar menguras energi, pikiran dan materi nya dalam waktu yang
relatif singkat. Semua ini dilakukan agar agar mendapatkan prestasi dihari kemenangan.
Penulis sebagai bagian masyarakat tentu
saja berharap para calon pemimpin benar-benar menggunakan sisa hari menuju
pencoblosan untuk memahami hakikat makna dari suatu jabatan. Ia adalah amanah yang
seluruh makhluk di dunia tidak mampu membawa beban. Hanya manusia yang dhoif mau
memikul amanah tersebut. meskipun demikian, ia harus menerimanya.
Pada dasarnya manusia mempunyai keinginan
dasar sama, yaitu ingin mendapatkan kemulyaan di dunia dan di akherat. Kita tidak
bisa memposisikan diri lebih baik dari orang lain. Sebab makna kebaikan dalam
kehidupan sosial mempunyai sudut pandang beragam. Begitu juga para calon
pemimpin. Dalam prespektif sebagai hamba Allah, semua baik. Perjalanan waktu
yang membuat mereka menjadi beragam warna kehidupannya. Itu sebabnya, memahami
hakikat sebuah jabatan bagi setiap calon pemimpin menjadi sangat penting untuk
pembelajaran diri agar bisa sekuat tenaga berada pada jalur yang benar.
Selain itu, para calon pemimpin juga harus
semakin memahami hakikat rezeki, umur, jodoh adalah sudah bagian dari qadha dan
qadhar Allah. Semua manusia mempunyai strategi menjalankan proses apa yang
dicita-citakan. Sebagai seorang yang beriman kepada Allah harus menyadari bahwa
segala sesuatu yang menentukan adalah otoritas ada pada-Nya. Pemahaman ini
harus benar-benar sampai pada hati yang paling dalam. Ia harus menyatu dengan
pikiran, hati dan perasaan. Sehingga ketika Tuhan memberi keputusan dalam wujud
apapun, hati tetap tenang dan muka tetap bisa menunjukan keceriaan sebagai
wujud kecintaan kepada keputusan yang telah diberikan oleh Allah SWT.
Semoga menuju hari kemenangan di pesta
demokrasi, penulis berharap semua mendapatkan kemenangan hakiki yaitu kekuatan
hati semakin dekat dengan Allah SWT, dan semakin sumeleh menerima keputusan-Nya.
Sebab keputusan-Nya merupakan keputusan terbaik bagi hamba-hamba-Nya.
Penulis : Imam Ghozali
MURDOYO
Benar yg penulis tuliskan saya sbg pendukung dan juga tim sukses tuntu harus juga bertanggung jawab atas kinerja saya kpd pasangan calon maupun kpd pemilih untuk menyampaikan informasi maupun perkembangan dilapangan yg smg lelah kami menjadi lillah dan smg perjuangan kami lewat jalur pasangan berKELAS di Rohul di ijabah dan dinilai sbg amal ibadah dalam rangka memperbaiki tata kelola an daerah kami yg masih ketinggalan dari daerah lain baik dlm hal infrastuktur,SDM dan masih tingginya angka kemiskinan...
Admin
semoga pilkada berjalan lancar, damai dan aman mas
Ilmu Tawakal Hatim Al-Ashom; Rizqi Yang Tidak Tertukar
13 April 2025   Oleh : Vijianfaiz,PhD   1061
Doaku, Doamu, dan Doa Harimau
12 April 2025   Oleh : Vijianfaiz,PhD   629
Doa Kebaikan Untuk Orang Lain, Sebenarnya Untuk Diri Sendiri
11 April 2025   Oleh : Vijianfaiz,PhD   810
Puasa, Idul Fitri dan Perubahan Pola Makan
06 April 2025   Oleh : Vijianfaiz,PhD   788
Idul Fitri dan Misi Perdamaian
05 April 2025   Oleh : Vijianfaiz,PhD   916
Mengintegrasikan Iman, Islam dan Ihsan dalam Kehidupan Sehari-Hari
Minggu , 17 September 2023      13555
Pentingnya Manusia Ber-Tuhan
Minggu , 03 September 2023      4549
IMPLEMENTASI HAK-HAK POLITIK KELOMPOK MINORITAS MENURUT ABDURRAHMAN WAHID
Rabu , 18 Januari 2023      3565
Khutbah Jum'at Kontemporer Sikap Umat Islam Terhadap Perang Iran-Israel
Rabu , 25 Juni 2025      2946
NU Dan Sejarah Komite Hijaz Yang Terlupakan
Rabu , 24 Juni 2020      2875