Avatar

Imam Ghozali

Penulis Kolom

871 ARTIKEL TELAH DITERBITKAN

" "

Setetes Amal, Melahirkan Beribu Kebaikan



Jumat , 24 Januari 2025



Telah dibaca :  391

Malam ini jatah kumpul-kumpul di Rumah Mas Muhammad Arif, M.Kom. Aktivis sekaligus ahli komputer yang jatuh cinta terhadap NU. Saking cinta terhadap NU, rumah nya pun di pasang plang NU. Mengalahkan pengurus NU yang kadang di dalam rumah nya tidak ada simbol NU sama sekali.karena cinta nya itu, saya punya inisiatif ngopi bareng di rumah nya.

“Mas Arif bagian buat kopi, biar saya yang beli gorengan” kata ku dalam grup WA. Setelah di ACC oleh Mas Suhadi, kamipun ngopi-ngopi bareng dengan para pengurus dan aktivis NU antara lain: Kyai Muhammad Dalhar, Kyai Khosairi, Kyai Muhammad Nurdin, Kyai Mardio Hasan, Mas Miftahudin, Mas Syukron Darsyah, Mas Muhammad Shodiq, Mas Muhammad Taufik dan lain-lain.


Saya memang tidak berani mengganggu tiga orang malam itu; Mas Suhadi, mas syukron dan mas arif. Sebagai panitia harlah nu ke-102, kelihatannya serius. Untung kawan-kawan banyak yang perhatian. Yang datang ke rumah-nya ada yang bawa kueh, gorengan, dan lain-lain. kumpul bareng, modal bareng, iuran bareng. Kadang bersifat spontanitas. Pokok nya mau kumpul, dimanapun tempatnya beres. Selalu saja ada setetes amal dari teman-teman untuk memulyakan teman-temannya yang datang.

Malam itu saya membawa dua buku; satu buku tulis, satu lagi buku dialog Gus Dur dan Daisaku Ikeda. Gus Dur adalah ulama, budayawan, politikus, dan juga penulis. Sedangkan ikeda Adalah Presiden Kehormatan Soka Gakkai Internasional Dan Pendiri Institute Filsafat Timur dari Jepang.

Saya membaca buku tersebut. ada kutipan dari Ikeda kalimat indah dari Budhisme Nichiren sebagai berikut: “Hidup satu hari adalah lebih bernilai daripada semua harta di seluruh penjuru alam semesta”. Kanjeng Nabi Muhammad juga pernah memberi wejangan dalam sebuah hadist sebagai berikut: “Sebaik-baik manusia yang memberi manfaat kepada orang lain” atau “sebaik-baik manusia adalah punyai umur panjang dan produktif hidup nya”.

Bagi orang yang telah dikarunia ilmu dan hikmah, hidup satu hari sangat berharga sekali. di dalam Al-Qur’an sudah sangat jelas bahwa para penghuni Neraka ingin sekali dihidupkan di dunia hanya satu hari saja. Mereka ingin menghabiskan waktu yang satu hari untuk mengenal Allah secara kaffah dan memperbaiki kualitas produktivitas kegiatan sosialnya. Tapi permintaan mereka tidak mungkin terkabulkan. Kiamat sudah datang. Tidak bisa dikembalikan lagi ke dunia. Semua menanggung amal masing-masing saat hidup di dunia.


Bagi ahli kebaikan hidup sehari bisa menebarkan kemanfaatan. Bagi penguasa dan politikus satu hari bisa merubah konstitusi, hukum dan kebijakan-kebijakan negara secara fundamental. Bagi ahli amal sholeh, satu hari sudah sangat besar sekali berbuat baik kepada masyarakat, bagi ahli ibadah satu hari sangat bermanfaat untuk memperbaiki kualitas Ikhlas ibadah nya. Sedangkan bagi para pemalas dan orang-orang yang suka merusak, satu hari adalah beban kehidupan besok di hadapan Allah SWT.

Jadi status kualitas manusia secara umum bukan pada harta, jabatan, pangkat, kedudukan dan garis keturunan. Ajaran-ajaran agama masa lalu dan ajaran-ajaran Islam yang telah kita pelajari senantiasa menjadikan kualitas diri manusia pada makarimal akhlak baik kepada Allah, kepada manusia dan alam semesta. Akhlak kepada Allah antara lain tidak merusak pikiran negatif atas segala keputusan yang dibuat oleh-Nya kepada kita. Akhlak kepada manusia yaitu selalu berprasangka baik atas segala aktivitas yang dilakukan oleh-Nya. Sebab semua manusia hakikatnya masih dalam perjalanan mencari keridhaan Allah, bukan keridhaan manusia. Itu sebab nya manusia satu dengan manusia lain tidak bisa mengukur atau menilai kualitas iman dan amal sholeh. Sedangkan akhlak terhadap alam semesta yaitu menjaga keseimbangan hidup agar alam semesta terbebas dari bencana alam dan memberi manfaat kepada hajat hidup orang banyak.

Walhasil, waktu sangat berharga sekali. Setetes kebaikan bisa menghasilkan ribuan kebahagiaan bagi umat manusia. Semua kembali kepada kita masing-masing, apakah akan menggunakan waktu dengan bermanfaat atau malah membawa laknat. Setiap amal akan kembali kepada yang berbuat.



Penulis : Imam Ghozali


Bagikan Ke :

Tulis Komentar


Avatar

???? Message; Transaction №KV86. LOG IN =>> https:

d7nhfm

   Berita Terkait

Ilmu Tawakal Hatim Al-Ashom; Rizqi Yang Tidak Tertukar
13 April 2025   Oleh : Vijianfaiz,PhD   1061

Doaku, Doamu, dan Doa Harimau
12 April 2025   Oleh : Vijianfaiz,PhD   629

Doa Kebaikan Untuk Orang Lain, Sebenarnya Untuk Diri Sendiri
11 April 2025   Oleh : Vijianfaiz,PhD   810

Puasa, Idul Fitri dan Perubahan Pola Makan
06 April 2025   Oleh : Vijianfaiz,PhD   788

Idul Fitri dan Misi Perdamaian
05 April 2025   Oleh : Vijianfaiz,PhD   916

   Berita Popular

Mengintegrasikan Iman, Islam dan Ihsan dalam Kehidupan Sehari-Hari
Minggu , 17 September 2023      13553


Pentingnya Manusia Ber-Tuhan
Minggu , 03 September 2023      4546


NU Dan Sejarah Komite Hijaz Yang Terlupakan
Rabu , 24 Juni 2020      2872